
ketika dirinya sudah dijadikan terdakwa Dafa bingung harus memberikan pembelaan seperti apa, sudah begitu istrinya belum ada tampak tampak tanda kehidupan bakal nongol di depan agar semua kesalahpahaman ini bisa terselesaikan.
" jadi di apa pembelaan kamu sekarang? " tanya Bey dengan Tatapan yang begitu tegas seolah tidak ada hal yang sedang ia permainkan sekarang ini.
" Ya Tuhan Yang benar saja kalian semua Masa aku tidak melakukan apapun harus Disuruh kasih penjelasan, Memangnya penjelasan yang model apa yang kalian semua inginkan agar bisa puas dan tidak terus-menerus mencurigaiku seperti ini?" tanya Daffa mau masang wajah kesalnya karena tidak ada yang percaya padanya sedikitpun.
" lho kok kamu malah bertanya kepada kami pesan kamu sendiri loh yang melakukan hal itu, jadi jangan mengalihkan pembicaraan agar semua orang melupakan dengan kesalahan yang kamu lakukan?" tanya Mirna heran.
" Mama juga kok bisa ya Dari tadi mencurigai anak sendiri, Memangnya tampang seperti aku ini tampang tukang selingkuh? orang makan satu saja tidak habis-habis malah mau minta tambah, nanti yang satunya mau taruh di bagian mana masa iya rolling bisa encok pinggang?" tanya Daffa Tak habis pikir dengan jalan pikiran semua orang yang berada di ruangan itu untung juga Deka tidak ikutan kalau tidak entah bagaimana nasib pria itu.
" Apa kamu bilang, enak saja anakku disamakan dengan makanan? asal kamu tahu Alika itu limited edition tidak ada duanya di dunia ini, Jadi kalau kamu berbuat serong kepada dia jangan menyesal dia bakalan kami Abdul pulang dan kamu bakalan dapat ampasnya doang?" nah kali ini Alice yang beraksi membuat Daffa mau tidak mau bungkam karena kalau dirinya salah menjawab bisa rumit lagi urusannya.
__ADS_1
Percayalah jika Deka kini merupakan orang yang paling sengsara Bagaimana tidak baru datang belum sampai 5 menit sudah disuguhkan pemandangan orang berdebat, coba saja kalau yang mereka perdebatkan ia pahami mungkin lebih bagus tapi ini ternyata dirinya hanya menjadi penonton Setia tanpa tahu duduk perkaranya.
" Kenapa nasibku semiris ini ya melihat orang bertengkar tidak bisa menyumbangkan pendapat, mungkin karena hanya merupakan seorang pesuruh saja jadi Apa yang hendak kukatakan itu tidak mesti harus didengar? "batin Deka dalam hati Mana berani dirinya berbicara secara langsung bisa lain urusannya.
Mirna menatap kesal ke arah putranya itu dan juga jangan lupakan ke arah Deka juga, karena menurutnya pasti asisten Daffa itu tahu-menahu soal ini hanya saja pura-pura bego dan lupa membuat Mereka terlihat seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa.
" kamu, pasti tahu kan kalau ini cunguk selingkuh dibelakang menantu saya?" tanya Mirna dengan sorot matanya yang tajam membuat Deka merasa diintimidasi.
Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar ini namanya makan buah simalakama Coba jika tidak dijawab Mirna bakalan ngamuk kalau menjawab Daffa yang giliran nya mengamuk, Kalau mencari aman sekarang pertanyaannya apa mereka setuju atau tidak?
" baiklah kalau kamu tidak mau mengaku kami tidak masalah nanti setelah pulang ke tanah air tolong urus surat perceraian dengan putri kami, Dia kamu nikahi secara baik-baik otomatis harus antar pulang juga secara baik-baik itu permintaan terakhir saya!" wadidaw ini sudah melebar sampai ke masalah perceraian jika Alika kelamaan keluar bisa tambah runyam jadinya.
__ADS_1
" tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik lagi tuan Andika, karena kami saja masih belum mencari tahu kepastian dari masalah ini?" kali ini Bey berbicara secara formal karena terlihat tampang Dika sedang tidak bisa diajak buat santai.
" sebenarnya tidak masalah jika mencari tahu ketika kita belum mendapatkan bukti, tapi yang tadi tuh jelas-jelas kita semua sudah menjadi saksi melihat apa yang mereka perbuat di dalam kamar hanya berdua! mau mencari bukti yang seperti apa lagi atau mau ingin memutar balikan fakta, merasa tidak perlu karena hanya membuang-buang tenaga dan pikiran sedangkan dianya saja tidak bersalah sama sekali?" alis benar-benar kesal dengan sikap Dafa yang benar-benar terlihat santai.
" Astaga kalian itu ternyata benar-benar salah paham lho yang tadi tidur di kamar bareng aku itu ya istriku, Memangnya sama orang lain yang mana lagi yang mesti Aku tiduri kalau bukan sama dia?" tanya Daffa membuat semua orang menatap heran ke arahnya.
" Ya ampun nak kalau sudah salah mengaku saja kenapa harus mengatakan jika itu adalah Alika, kamu pikir kami semua ini pikun sampai bisa melupakan kejadian kemarin kalau Alika itu diculik? kamu juga pasti tidak lupakan alasan kenapa kami semua rela datang ke sini jauh-jauh tanpa ada persiapan sama sekali, itu karena kamu yang mengabari jika Alika itu hilang masa iya dengan Seandainya kamu ngomong kalau yang tidur dengan kamu tadi malam itu adalah istri kamu?" Mirna benar-benar Tak habis pikir dengan isi otaknya Daffa yang seolah-olah ingin lepas tangan dari semua dan berbohong agar dirinya tak melulu disalahkan.
demi Dewa Neptunus jika berbicara secara halus tidak bisa jangan salahkan Daffa jika dirinya bakal berbicara secara kasar, karena jika dirinya tidak mengatakan hal itu maka bisa dipastikan Perpisahan dengan Alika itu bukan hanya karena salah paham akan tetapi melainkan benar-benar bakal terjadi.
" Terserah kalian mau ngomong apa sama merdeka dan sebahagia kalian saja lah, yang penting intinya 1 Aku adalah pria yang setia dan istri yang semalam bersama denganku ya adalah istriku yang sah dimata negara dan agama!" tegas Daffa sambil menyugar rambutnya frustasi karena bingung masa ada lima orang di dalam situ tapi satupun tidak ada yang percaya.
__ADS_1
sebenarnya harus diralat karena Deka tidak termasuk dari kelima orang itu karena sebenarnya pria itu dari tadi pengen ngomong hanya saja dirinya tidak berani dengan tante-tante yang lagi pengen ngamuk, alhasil diam adalah emas jadi pria itu memilih melakukan hal itu.
Percayalah Daffa kini tatapannya hanya mengarah kepada Kamar tidurnya berharap agar sang istri segera keluar dan menyelesaikan semua kesalahpahaman ini, karena jika tidak Demi Tuhan segala sesuatu yang kita harapkan bakal terjadi.