
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
"Wah jangan bilang ada perang dingin lagi nih,soalnya aku tidak ingin menjadi orang yang kena imbasnya!" Batin Deka frustasi.
Setelah sampai di parkiran Daffa mulai waspada,ia takut nantinya Alika bakalan naik mobil nya sendiri.
Grep
Diangkatnya tubuh wanita itu layaknya karung beras,lalu memasukan ke dalam mobil membuat Alika berteriak histeris.
"Woiii turunkan aku sekarang brengsek,atau kalau tidak aku bakal teriak sekarang!" Teriak Alika tepat di telinga Daffa.
"Diam,kamu sadar tidak suaramu yang nyaring itu membuat semua orang menoleh kearah kita?" Tanya Daffa kesal.
Alika melihat kearah sekitar dan benar saja mereka menjadi tontonan para karyawannya,ia pun memasang tampang garang agar tidak ada yang namanya gosip.
"Heii pergi kerja sana,atau mata kalian bakal ku congkel dari tempatnya!" Ujar Alika sambil menatap sinis membuat mereka yang tadi sibuk melihat apa yang terjadi langsung kembali bekerja.
"Ayo kembali bekerja sebelum kita dikunyah mentah sama Si Macan Mariano,jadi lebih baik cari aman saja!" Ujar Salah satu pegawai disitu.
Mereka pun bubar barisan karena kampung tengah lebih penting,daripada urusan Nona muda mereka yang kalau dilihat sikapnya itu mengalahkan Wonder Woman cap Kampak.
Dafa membuka pintu mobilnya lalu melempar Alika tanpa ada kelembutan sama sekali di dalam mobil, setelah itu menguncinya dan berpindah duduk ke tempat disamping Alika.
" Woi asisten sialan, kamu masih mau menagih uang pajak atau uang apa sih sampai tidak mau masuk ke dalam mobil dan mengantar ke tempat tujuan!" teriak Dafa kesal pada Deka yang ternyata dari tadi hanya berdiri bengong menatap keagresifan Bosnya itu.
" baik Tuan.
__ADS_1
sedangkan Elika memilih sibuk pada ponselnya malas berdebat dengan Daffa, sebab pria itu selalu ingin menang sendiri tanpa mau mendengarkan perkataan orang lain.
" Nona apakah Anda sariawan? " tanya Deka penasaran sebab tidak biasanya Alika menjadi orang pendiam.
Malika menatap sinis ke arah DK yang sok perhatian, sikap pria itu 11 12 dengan tuannya yang tidak ada rasa malunya itu.
" diam kamu jangan ikut campur urusanku, kalau mau ngobrol-ngobrol saja dengan Tuhanmu yang aneh bin ajaib itu jangan denganku karena aku ini orang normal!" secara tidak langsung Alika sengaja menyindir Dafa karena Seenaknya saja berlaku suka hati padanya.
" kamu sedang menyindirku? " tanya Daffa yang memasang tatapan datarnya.
" Idih percaya diri amat sih Anda Tuan, memangnya aku orang yang tidak punya pekerjaan membahas hal yang tidak perlu dibahas dan melakukan hal yang tidak perlu dilakukan!" nah tuh kan Alika masih saja cari masalah dengan Daffa.
" Deka hentikan mobilnya sekarang! " ujar Dafa datar bahkan bisa dibilang tanpa ekspresi sama sekali.
" Loh kok kita berhenti Tuan kan proyeknya masih jauh?" tanya Deka penasaran dengan permintaan Dafa yang tiba-tiba itu.
" turun kamu sekarang! " perintah Dafa ketika mobil itu sudah berhenti.
namun Alika sadar pasti dirinya yang dimaksud, hanya Yang benar saja ia harus turun di sini di tempat yang sama sekali tidak ia kenali dan sudah begitu di jalanan yang sunyi pinggir kiri kanan hanyalah hutan.
" kamu menyuruhku turun? Kamu itu sebenarnya punya otak tidak sih, dia memaksaku untuk ikut itu kan Kamu bukannya aku tapi kenapa sikap aneh kamu itu muncul di permukaan saat seperti ini?" tanya Alika kesal.
" turun sekarang atau aku bakalan seret kamu keluar dengan paksaan." Lagi dan lagi tanpa perasaan Dafa mengatakan hal itu.
" Oke baik aku akan turun, tapi yang satu harus kamu ingat Tuhan Dafa Adriano yang terhormat kalau aku Aku bersumpah akan membalas semua perbuatan yang kamu lakukan pada aku sekarang!" ujar Alika lalu segera turun dari mobil itu dan membanting kuat pintunya.
" jalan sekarang!" perintah Dafa pada Deka akan tetapi pria tampan itu masih belum bergeming karena ingin memastikan Apakah tuannya itu berubah pikiran atau tidak.
Daffa menjadi kesal kepada DK yang tidak mengindahkan perkataannya itu, Ia Pun menarik kerah baju Deka dari belakang membuat pria itu meringis kesakitan.
" kamu sudah bosan hidup atau apa ha? kamu pikir saya sedang bercanda dengan kamu begitu, jalan sekarang yang atau Aku pastikan kamu bakalan bernasib sama kayak dia!" ujar Dafa tajam membuat Deka Hanya bisa pasrah.
__ADS_1
" Maafkan saya Nona, semoga saja author yang cantik dan imut berubah pikiran hingga ada pria tampan nan eksotis menolong Anda saat ini." batin Deka lalu pergi dari situ sesuai instruksi dari sang majikan.
" dasar pria brengsek giat saja aku bakalan bikin perhitungan dengan, berani-beraninya dia mengerjai ku kalau tahu begini kan lebih baik dari aku pergi dengan mobilku saja tidak kau bersikeras memaksaku dengan hal yang tidak jelas!" sungut Alika kesal lalu memilih untuk berjalan kaki Karena mau menghubungi siapa tempat itu tidak ada sinyalnya.
" Ya Tuhan aku tahu aku ini banyak dosa tapi bisakah kau kirimkan Malaikat yang baik hati tidak perlu tampan yang penting bisa buat membawaku pergi dari tempat asing ini!" Lirih Alika sambil memejamkan mata menundukkan kepala dan duduk di pinggir jalan bagaikan gembel berkelas.
Tak Butuh waktu lama cukup hanya sedetik tiba-tiba ada bunyi mobil yang mendekat ke arahnya, Alika Tersenyum Dalam Hati ternyata doa-doa orang baik itu begitu cepat sekali dikabulkan.
" Wah kata orang-orang dua orang soleh itu itu bakalan cepat dikabulkan, itu artinya aku orang baik dong!" Alika tersenyum senang lalu mengangkat kepalanya Seraya ia ingin berteriak antusias menghentikan mobil yang lewat.
Deg
netra Alika membulat tak percaya siapa yang berada di depannya kini, Bagaimana tidak orang yang sumpah serapah yg ternyata sekarang berdiri di hadapannya berdiri dengan Sombongnya sambil memasukkan tangannya di dalam saku celana.
" Ayo naik! " sudah gitu doang kalimat yang dikeluarkan oleh Daffa.
ya pria itu kembali dan menjemput Alika , bukan karena atas paksaan Deka melainkan an-nahl apapun itu ia saja bingung menjabarkannya.
flashback on,
Dafa yang sudah berjalan lumayan jauh menoleh ke arah tempat Alika duduk tadi, namun dirinya nya tuh gampang saja kan Alika tinggal menghubungi orang suruhannya untuk menjemputnya kan Masalah Jadi beres.
akan tetapi saat pria itu membuka ponselnya dirinya sangat terkejut hingga tanpa sadar menyuruh Deka untuk berbalik arah.
" putar balik sekarang! " Deka yang bagaikan kerbau dicocok hidungnya memilih tidak bertanya untuk apa mereka kembali karena ia yakin dirinya sangat jelas tahu apa yang membuat tuannya begitu panik..
" untung juga tadi aku sempat menjual namamu tuan, mereka mau mematikan jaringan 4G sehingga sinyal pun jadi terganggu!" orang kaya mah bebas suka-suka apa lah dari mereka.
flashback off
Deka yang melihat Alika masih keras kepala mau tidak mau memilih untuk turun tangan, kalau tidak bisa dipastikan mereka tidak akan pernah bisa sampai ke tempat tujuan jika masing-masing saling keras kepala'.
__ADS_1
" Nona Bisakah anda menurut kali ini, soalnya tempat ini itu susah sinyal jadi otomatis tidak ada yang bisa kita minta tolong lagi! " bujuk Deka membuat Alika mendengus kesal..