
HAII READER KU TERSEYENG
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
LANJUT ***
Alika dan Papanya sekarang sudah pergi ke kantor,jika Dika ke Mariano Goup maka beda dengan Alika yang menuju ke perusahan Dafa.
Ia bermodalkan nekat saja pergi kesana,yang penting baginya adalah bisa menunjukan keseriusan dalam menangani proyek.
Deka sudah tahu jika hari ini Alika datang ke perusahan mereka,ia bertugas untuk menyambut Alika untuk diantar ke ruangan Bos nya.
Mobil Alika terparkir sempurna di perusahan itu,ia lalu dengan langkah anggunya masuk kedalam lobby dan terlihat banyak pasang mata yang menatap takjub kearahnya.
"Oh Tuhan itu malaikat atau bidadari ya?" puji salah satu karyawan disitu.
"Ya Tuhan itu mah namanya wanita pemersatu bangsa benar adanya," Temannya menimpali.
"Ayo kita dekati,siapa tahu jodoh yang lagi OTW," ajak mereka.
__ADS_1
"Permisi Nona,ada yang bisa kami bantu?" Tanya Tino karyawan yang dari tadi sudah kagum kepada Alika.
sumpah author makin pusing,karena makin banyak nama yang harus diingat😭😭.
"Tidak ada!" Ketus Alika yang paling tidak suka melihat pria yang sok baik didepan padahal kelakuan di belakang busuknya minta ampun.
"Astaga Nona,jangan galak galak nanti Abang makin cinta deh," goda Tino.
Kampret...
"Sudah bosan hidup kah?" Tanya Alika serius.
"Ehh apa?" Tanya Tino bingung dengan reaksi Alika yang jutek binti galak.
"Gelo!" Ketus Alika yang kesabarannya sudah habis diganggu oleh Tino di uji sabar oleh Deka sempurna sudah harinya.
"Kamu itu bisa tidak urusannya ditunda dulu,kamu lihat tuh kelakuan karyawan kalian sama gesreknya seperti Bos nya itu," Ketus Alika.
"Ya ampun nona,ini urusan panggilan alam masa harus ditunda?Lama lama bisa pulang semua orang,karena tidak mampu dengan aroma khasnya itu," batin Deka tapi ingat ya hanya dalam hati saja!.
"Ya sudah mari ikut saya,karena Tuan Dafa sudah menunggu anda!" ajak Deka.
Alika tak ada niat untuk membalas perkataan Deka,karena baginya hanya membuang waktu saja.
"Hah,jangan bilang kalau dia adalah putri dari Mariano Group?Kalau sampai itu terjadi,habislah aku!" ucap Tino dalam hati.
Alika dan Deka menuju keruangan Dafa,semuanya memandang takjub kearah Alika.Namun tak sedikit karyawan wanita disitu,yang merasa posisinya bakal terancam karena kecantikan Alika dan juga status Dafa yang masih single.
__ADS_1
"Huh,bakal jadi ancaman nih kalau sampe pak Dafa jatuh hati pada nya," ucap Kika dalam hati.
Kika,adalah wanita yang selama ini berusaha dekat dengan Dafa.Dirinya bahkan rela menjadi karyawan biasa,hanya agar bisa dekat dengan Dafa.
Orang tuanya mendukung putrinya itu,agar bisa mendapatkan kekayaan dari seorang Dafa Adrian.
"Ini tidak akan aku biarkan,karena bagimana pun Dafa adalah milik ku.Terserah harus aku dapatkan dengan cara apa,tapi harus aku miliki ," gumam Kika.
"Silahkan Nona kita sudah sampai," Ucap Deka sambil membukakan pintu ruangan yang hanya satu satunya dilantai itu.
"Hemm," Alika menyahut hanya berdehem saja.
"Nasib nasib,kenapa Nona Alika sifatnya sama dengan Tuan Dafa?" Batin Deka.
"Tuan,nona Alika nya sudah sampai," ucap Deka yang membuat Dafa sedang sibuk dengan laptopnya langsung mengangkat wajahnya melihat wanita yang dari semalam sudah membuat malamnya jadi kacau.
Deg...
Pandangan Alika dan Dafa bertemu,entah mengapa jantung keduanya serasa bergetar bagaikan baru habis diajak Marathon.
"Oh jantung tolonglah bekerja sama denganku,kalau begini aku kan jadi malu,' batin Alika.
"Ya Tuhan kenapa lagi dengan jantung brengsek ini,jangan sampai pamor arogan pada diriku luntur hanya karenamu," umpat Dafa dalam hati.
"Silahkan duduk nona," ujar Deka mempersilahkan Alika karena melihat kecanggungan yang terjadi.
"Dari tadi kek,kalian pikir aku datang mau tagih utang apa?" Kesal Alika.
__ADS_1