
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
ketika semua pria sedang sibuk membahas proyek yang sedang berjalan berbeda dengan kaum ibu-ibu yang malah asik ngerumpi tidak jelas, Dori yang walaupun sudah matang usianya tapi belum kawin juga tetap saja dikategorikan sebagai ibu-ibu.
" jadi kalian rencananya kapan mau pergi ke rumahnya mama, soalnya kan Mama udah pengen banget loh ngerumpi sama menantu di rumah. nggak papa kan Alice kalau saya bawa menantu saya pulang ke rumah, soalnya pengen merasakan gimana sih ngurusin anak perempuan itu?" pinta Mirna membuat Alika bingung harus menjawab apa dan juga wajah Alice Murung membuat dirinya terpaksa memberikan jawaban yang membuat semuanya tidak terlalu mengharap.
" nanti saja ya Mah Kalau Mas Dafa sudah selesai urusannya, baru saya kasih tahu karena Biar bagaimanapun semua keputusan harus berada di tangannya. apa tidak mungkin mengambil keputusan yang tidak didengarkan oleh Mas Dafa sama sekali, nanti bakalan ada perang dunia ke-2 jika sampai hari itu terjadi!" ujar Alika.
" Apa Nona Alika perlu bantuan untuk ngomong ke Tuan Daffa soal begini, kalau Iya Bibi bantu doa deh biar cepat terkabul?" tanya Dori sambil cengengesan membuat Alika menatap heran ke arahnya.
karena di dalam pikiran Alika dikiranya Dori ingin membantu berbicara dengan Daffa ternyata hanya bantu doa saja, kalau seperti begitu mah lebih baik tidak usah saja daripada yang ada ribet lagi.
__ADS_1
" Oh jadi ceritanya bibi Dori kali ini mau lepas tangan tidak ingin membantuku begitu, katanya fans aku yang lebih dari 150% dan merupakan garis keras Kok bisa-bisanya tidak membantu sama sekali?" goda Alika membuat Dori kebingungan harus menjawab apa.
" kalau bantu Bujuk sitampan yang tadi Bibi mau non, tapi kalau ngomong sama Tuan Daffa mah Bibi kapok 16 keturunan soalnya dia itu kalau menyahut nya paling pedas daripada boncabe level 50!" ujar Dori sambil memaksakan senyuman di wajahnya.
" Eh kamu katain anak aku apa tadi, bisa-bisanya mengatakan hal yang tidak-tidak kepadanya? kalau dibandingkan dengan kamu dia itu lebih dari segala Sisi, Salah satu bukti yang paling tidak bisa terbantahkan dia itu istrinya saja cantiknya luar daripada biasa!" ujar Mirna penuh percaya diri.
Dori jadi kebingungan harus menjawab apa perasaan dirinya berbicara tidak terlalu parah, tapi kenapa ditanggapi begitu serius oleh majikannya itu.
" Aduh nyonya saya jadi bingung deh mau bicara apa, soalnya apa yang saya katakan itu salah semua? jadi saya minta maaf kalau tadi sempat menyinggung perasaan nyonya tapi kalau boleh jujur, kan setiap manusia pasti punya salah tidak mungkin kan hidupnya bener terus. Jadi kalau Nyonya marah seperti itu bibi Dori mah bingung harus mengeluh ke siapa Soalnya kan jomblo mah gitu, Oleh karena itu minta maaf ya Jika punya salah dan melakukan hal-hal yang tidak tidak!" lirih Dori membuat Mirna jadi tidak tega terhadap asisten rumah tangga sekaligus Cs nya itu.
" aku kayaknya jadi pihak ketiga di sini soalnya dari tadi tidak bicara sama sekali, yang mau ngomong gimana orang kalian saja semangatnya 45 begitu? terus autornya juga kayaknya lagi tidak ada semangat buat nulis, sampai ceritanya ngalor-ngidul kemana-mana?" ujar Alice menggoda yang lain.
ketika semuanya sedang berbicara tatapan Alika hanya tertuju kepada pintu ruang kerjanya Dika, seolah sedang menunggu sesuatu yang didalam untuk segera keluar entah apa yang ia tunggu hanya dirinya saja yang tahu.
Mirna tersenyum melihat menantunya itu maklumlah pengantin baru maunya saling dempetan terus, ketika dirinya menatap kearah Alice dan Dory sepertinya mereka berdua tidak menyadari hal itu.
__ADS_1
" cie yang tatapannya dari tadi hanya tertuju ke arah sana saja, seolah sedang menunggu sesuatu ya? Mama maklum sih karena dulu kan Mama juga seperti begitu, Kenapa tidak di samperin saja biar pekerjaannya lebih cepat selesai? " goda Mirna membuat Alika menatap heran ke arah mertuanya itu karena tak paham dengan maksud dan tujuannya.
" maksud Mama apa ya memangnya aku lagi ngapain tadi, perasaan hanya melihat kesana doang Kok tidak ada berharap apapun juga? Ya sudah aku balik ke kamar dulu ya ya soalnya pengen istirahat, Bibi Dori Maaf ya tidak bisa membantu apapun! " pamit Alika yang sudah tidak ingin menjadi bulan-bulanan mertuanya.
" yah Nona Alika kok malah pergi, nanti bibinya sama siapa disini masa iya sama ibu-ibu yang bawaannya sensian melulu?" tanya Dory tak terima ketika Alika hendak pergi dari situ.
" lho Memangnya ada masalah apa dengan kami Sampai kamu ngomong begitu, Lagian urusan sensi itu kan bukan sama kamu tapi kan sama orang lain Jadi kamu mah harusnya sikapnya biasa saja jangan terlalu berlebihan seperti begitu juga kan? " tanya Mirna heran.
" ya bukan seperti itu juga nyonya, Saya akan ingin selalu berdekatan dengan monalika karena nanti bakalan pasti mirip dan lebih manis kalau dekatan sama orang yang seperti dia! maka dari itu kalau dia pergi ke dalam masa iya harus nyambung sama kalian nyonya, itu mah namanya pemaksaan karakter tidak bisa diajak kompromi kalau hal yang seperti begituan tanda tanya." Dori sejak Kapan mau disalahkan jika yang ia mau adalah hal yang simpel tidak terlalu ribet.
" ya Tapi tetap saja tidak bisa orang dianya kan mau ke kamar untuk istirahat masa iya harus meladeni kamu sepanjang waktu, Kamu itu kenapa sih kalau kita ngomong yang bener kamu selalu jawab mau aku jitak atau gimana sih?" tanya Mirna tak terima menantunya itu waktu istirahat terus diganggu dengan orang lain.
" ya Kalau begitu saya hanya sebagai pengalaman saja deh tidak bakalan mengeluarkan suara ataupun bergerak sedikitpun, yang penting tidak menjauh dari Nona Lika soalnya takut Nanti cantiknya bakalan tidak berfungsi dengan benar di saya. jadi boleh tidak saya melakukan hal itu saya mohon ya, setelah itu janji dia tidak bakalan melakukan hal aneh lagi hanya saja untuk sekarang ini biarkan saya melakukan apa yang saya mau!" pinta Dori dengan wajah memelas membuat Alika jadi kebingungan jika begini maka geraknya tidak bakalan bebas sedikitpun.
" Bibi nanti tunggu di sini saja saya sebentar saja kok ke dalam kamarnya, nanti setelah itu saya bakalan keluaran kita ngerumpi sampai bebas!" jelas Alika lalu segera menyingkir dari situ.
__ADS_1