
terkadang apa yang kita hadapi sekarang membuat kita selalu berpikir jika Tuhan itu tidak pernah adil dan hanya memberikan rezeki serta kehidupan yang layak kepada orang lain , padahal kita sudah berusaha dengan melakukan segala macam yang diinginkannya Tapi masih saja hidup tidak pernah ada perubahan.
padahal sebenarnya kita melupakan sesuatu yaitu rasa syukur yang diberikan sebab nafas kehidupan tidak pernah kita bayar mulai dari kita ada di dunia ini, dan membuat kita menjadi pribadi yang selalu saja membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan orang lain padahal setiap manusia didunia ini sudah diciptakan dengan kehidupan serta rezekinya masing-masing tergantung dari orang tersebut Bagaimana caranya menjemput rezekinya itu.
Raka yang dahulu kaya berbanding terbalik dengan yang sekarang segala sesuatu serba irit mau ingin ini dan itu tidak bisa didapatkan secara langsung jika tanpa usaha, jika dahulu dengan hanya menjentikkan jarinya semua wanita bahkan menuju kini berbeda dengan jarinya pula membuat dirinya bisa terpuaskan.
dirinya bahkan berbeda dari semua orang yang pernah kenal dan juga dekat dengannya jika mereka masih tidur diatas kasur busa yang begitu nyaman, berbeda dengan dirinya menggunakan kasur lantai yang Sudah usang dan juga kipas angin saat adanya yang penting intinya 1 dirinya tidak dibuat kegerahan.
namun satu hal yang pasti dirinya tidak lagi berubah menjadi orang yang terlalu banyak mengeluh, karena beribu kali mengeluh pun tidak akan pernah bisa membalikkan keadaan.
Raka yang kini sudah capek Ma minta tolong karena sama saja nanti tidak akan ada perubahan sama sekali yang ia dapatkan, minta tolong pada Da Young itu merupakan sesuatu yang sangat mustahil karena wanita itu sangat sulit untuk digapai apalagi untuk diajak kerjasama.
" coba saja kalau dia mau aku ajak berdamai ataupun melakukan hal lainnya pasti tidak mungkin hidupku bakalan blangsakan seperti begini, Eh boro-boro memegang tangannya mendekatinya saja sangat susah sekali malah kadang-kadang aku yang bakalan kena tabok!" sungut Raka tidak terima dan juga pasrah dengan keadaan sebab bagaimana lagi jika memang dirinya harus terdampar di Pulau terpencil ini sampai batas waktu yang tidak diketahuinya sama sekali.
dan lebih parahnya lagi persediaan makanannya yang berada di kulkas usang itu sudah semakin menipis jangankan untuk makan hari ini untuk besok saja dirinya bingung, belum lagi pekerjaannya yaitu memilah barang barang rongsokan atas Siapa penadahnya dirinya pun saja kebingungan.
" apa aku harus minta tolong kepada dayung pun dia tidak mau, Soalnya kalau aku hanya diam saja seperti ini otomatis Hidupku tidak akan pernah berubah hanya seperti orang yang kebingungan dan tidak tahu harus berbuat seperti apa lagi?" gumam Raka monolog dan mau tidak mau tetap harus melakukan seperti apa yang dia pikirkan jika tidak ingin nasibnya tidak ada bakalan benar satupun.
Raka memilih untuk berjalan menyusuri jalan yang selalu dilalui orang-orang ketika datang ke rumah penampungan rongsokan tempat dirinya tinggal, siapa tahu bisa menemui Da Young dan meminta bantuan karena Siapa juga yang mau kelaparan di tempat asing dan alhasil mati bodok bodok.
Ketika berjalan dirinya bertemu dengan Da Young dan sang Mama,yang kebetulan Sedang dalam perjalanan menuju ke tempat Raka berada.
"Hello Dayung,boleh kita berbicara?" Tanya Raka sambil tersenyum tapi tak di gubris oleh wanita tomboy itu.
"Ayolah jangan sok jual mahal seperti itu,bukan kah sebagai sesama penghuni tempat aneh ini kita harus saling mengenal satu sama lain?" Tanya Raka lagi.
Persetan dengan rasa malu atau apapun itu,karena baginya yang ia dibutuhkan hanya lah bantuan dan juga bahan makanan yang sebenar nya ia pun bingung harus di dapatkan dari mana.
"Maaf,bisakah kita berbicara lagi walau hanya sebentar saja dan juga tidak perlu kamu harus menjawab dengan banyak sehingga membuat kamu yang bakal kecapean?" Tanya Raka minta tolong.
Da Young menatap sinis kearah Raka yang mengajak nya bicara seolah mereka berdua itu sangat akrab,padahal tidak ada yang spesial bahkan bisa di bilang seperti musuh bebuyutan.
__ADS_1
Sedangkan Mama nya hanya harus bagaimana bersikap kepada Raka yang terlihat begitu menderita,padahal dirinya sedang tidak ingin lama lama disitu.
"Kamu bisa tidak kalau ada urusan,langsung saja menghubungi orang yang sudah membawa kamu kesini?" Tanya Ja Young memastikan.
"Justru itu masalahnya,selama beberapa minggu aku disini jangan kan melihat bayangannya melihat orang nya saja tidak pernah?" Sungut Raka ketus.
"Itu artinya dia mau kamu menjadi salah satu penghuni tetap di tempat ini,jadi lebih baik jangan berkomentar panjang lebar karena sama saja aku tidak akan pernah mengijinkan putriku berhubungan dengan manusia tidak jelas seperti Kamu!" Orang tua mana yang bakal ikhlas ketika sang putri harus menjadi orang yang selalu berhubungan dengan orang asing seperti Raka.
"Eh siapa bilang Nyonya,asal anda tahu aku itu bisa terdampar disini karena kelakuan pria bodoh dan aneh itu,jadi jangan pernah menyalahkan aku dengan apa yang tidak pernah aku lakukan sama sekali." Tegas Raka yang tidak mau di salahkan.
"Ya sudah kalau begitu terserah kamu saja,yang penting intinya cuma satu yaitu kamu dilarang keras mengganggu putriku apalagi membuat hidupnya jadi berantakan hanya karena dekat dengan Kamu!" tegas Ja Young.
ketika melihat dayung dan orang tuanya mau pergi Mereka pun langsung Segera menarik tangan wanita itu dengan erat dan tak ingin dilepaskan sama sekali, karena jika dilepaskan bisa dipastikan Hidupnya akan berakhir hari itu juga yaitu mati kelaparan sebab tidak adanya bahan makanan sedikit'
"Aku mohon bantu aku kali ini saja karena setelah itu aku tidak akan pernah menyusahkan kamu lagi,kira kira dimana ada bahan makanan yang bisa aku dapatkan?" Tanya Raka pelan tapi penuh permohonan.
"Pulang saja kamu karena sudah ada yang mengantarkan untuk kamu dirumah,lain kali jangan bersikap aneh apalagi menanyakan sesuatu yang tidak perlu di tanyakan!" Sindir Da Young yang juga kesal karena Raka yang bersikap seolah mereka berdua adalah teman dekat yang tidak akan terpisahkan.
"Mau matanya lebar atau tidak punya mata sekalian aku tidak peduli, Karena bagiku itu urusanmu bukan urusanku Jadi untuk apa menceritakan orang yang tidak pernah aku lihat selain dirimu yang selalu menyebalkan itu. lebih baik usahakan caranya bagaimana agar kamu bisa lolos dari sini sehingga hidupku lebih indah dan berwarna daripada setiap hari harus berjumpa dan manusia tidak berguna seperti kamu, yang selalu saja menyusahkan orang lain dan juga tidak pernah membiarkan orang lain hidup tenang walau hanya sedikit saja! "setelah mengatakan hal itu Da Young pun pergi dari situ Sama saja jika tetap berada di tempat itu otomatis dirinya bakalan menghajar Raka habis-habisan sehingga pria itu bakalan lupa caranya bernapas dengan bebas itu seperti apa.
Raka tidak masalah jika di maki atau apapun itu,karena baginya yang penting semua kebutuhan nya ada dan tercukupi.Lagian kalau harus memikirkan gengsi otomatis kampung tengah bakal tidak terisi,syukur kalau ada yang merasa kasihan coba kalau tidak?
"Ya sudah aku pergi dulu ya,jangan merindukan aku karena kata orang rindu itu berat dan aku takut kamu tidak bakal sanggup menjalaninya?" Goda Raka sambil menaik turunkan alisnya.
Sepeninggal Raka terlihat Da Young hanya geleng geleng kepala,sebab menurutnya pria dari negara asing itu sangat aneh dan juga percaya Diri padahal sudah berapa kali penolakan yang ia lakukan.
Akan tetapi selama ini Raka tidak pernah goyah karena bagi pria itu,dengan ada teman bicara meskipun tak di anggap saja sudah membuat dirinya merasa senang.
Di lain tempat Ex partner ranjang pria itu yaitu Dea tengah mengalami mual yang hebat,karena selama sebulan terakhir ini entah sudah berapa banyak pria hidung belang yang berhasil memakai dirinya.
"Ya Tuhan semoga saja aku tidak hamil karena aku bingung siapa Ayah nya,tidak mungkin juga kan Tuan Raka sedangkan selama beberapa minggu terakhir ini aku malah lebih banyak dengan orang lain?" Lirih Dea sambil mengusap pelan perutnya dan semoga saja tidak ada cacing yang berada di dalam sana karena kalau tidak ia yang bakal pusing sendiri.
__ADS_1
Begitulah Terkadang kita lupa jika setiap perbuatan di dunia selalu ada resiko yang bakal di tanggung,hanya saja kita yang selalu mengelak tentang kebenaran itu.
Maka dari itu sebelum hal yang tidak di inginkan terjadi lebih baik mewaspadai lebih dahulu,karena mempersiapkan diri disaat genting itu lebih penting daripada tidak sama sekali.
"Apa aku kerumah Tuan Raka saja,siapa tahu dia sudah pulang dan bisa membantu menyelesaikan masalah yang tengah aku hadapi ini?" Gumam Dea monolog dan segera bersiap diri untuk pergi dari situ karena biar bagaimanapun ia ingin sekali bertemu dengan pria itu.
Syukur saja kalau Raka bisa di jadikan kambing hitam,jika tidak maka bisa di pastikan Dea bakal menanggung sendiri akibat dari kebodohan yang telah ia lakukan.
Karena jarak yang tidak terlalu jauh otomatis wanita itu tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai,ketika ia sampai di depan gerbang terlihat kedua orang tua Raka yang baru sampai dan membawa begitu banyak barang belanjaan.
"Hallo Om dan Tante,wah sepertinya baru pulang belanja ya?" Tanya Dea sok akrab.
Nita yang melihat Dea,langsung menatap sinis keatah wanita itu yang merupakan penggangu putranya itu di manapun.
"Oh jelas orang kaya itu harus menikmati uang dengan cara seperti ini,bukan dengan cara aneh aneh dan juga tidak tahu berkelas. Tapi sepertinya kamu tidak akan paham soalnya kita kan beda status,kamu itu hanya penjilat sedangkan kami yang kamu jilat!" Sinis Nita.
"Mau apa kamu kesini,kalau hanya untuk menggangu putra kami lebih baik kamu pergi saja? Karena dia itu sudah punya istri yang merupakan anak orang terkaya di negeri ini,coba kalau kamu sadar diri kan tidak mungkin mereka pisah dan Alika menikah dengan orang lain!" Ketus Nita denga n senyuman mengejek membuat Dea tak percaya jika kedua orang tua Raka yang selama ini selalu ramah kepada para karyawannya Raka ternyata adalah hanya topeng semata dan hanya untuk menutupi keburukan mereka itu.
"Aku hanya mau datang dan melihat kira kira Tuan Raka masih ada disini atau sudah pindah,soalnya aku yakin dia pasti tidak bakal betah berada satu atap dengan manusia sombong seperti kalian!" Sinis Dea yang tidak mau kalah.
"Wah dasar tamu tidak tahu diri,lebih baik kamu pergi sebelum saya panggil satpam dan membuat kamu pergi dari sini dengan rasa malu yang tak terhingga!" Usir Rama yang tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Dea barusan.
"Sebelum kalian ngomong aku juga sudah mau pergi,oh iya kalau mau belanja nanti harus pakai uang Cash saja ya soalnya kasihan Tuan Raka jika harus menanggung utang kalian yang begitu banyak!" Setelah mengatakan hal itu Dea pergi dan tidak ingin kembali lagi sebab capek juga setiap hari harus di hina karena status sosial.
Begitulah sikap manusia yang terkadang menjadi juri untuk kehidupan orang lain,tanpa sadar jika kondisinya sendiri juga sedang tidak baik baik saja.
Maka dari itu lebih baik jangan banyak komentar sebelum orang lain melihat dan memberikan komentar yang lebih sadis,hingga membuat mu lupa caranya menghargai kehidupan yang di kasih dan membuat engkau menjadi orang yang tidak tahu bersyukur.
Dea menangis dalam mobil meskipun tadi dirinya terlihat begitu kuat karena tidak ingin tambah di injak harga dirinya,namun setelah semua pergi ia kembali rapuh dan begitu menyesali nasib yang tidak pernah berpihak padanya.
"Aku Tahu aku miskin tapi bisakah jangan mengatakan hal yang membuat harga diriku jatuh sejatuhnya,apa mereka pikir aku ini manusia yang tidak punya rasa malu?" Lirih Dea dalam hati tapi mau bagaimana lagi bukan kah nasib seseorang itu sudah di atur sesuai dengan kemampuan dan juga kehendak dari sang pencipta.
__ADS_1
Tinggal bagaimana kita bersikap agar nasib yang sedang kita alami itu tidak balik menyerang kita ataupun menjadi bumerang bagi kehidupan orang yang berada di sekitar kita ini, jangan pernah mengeluh jika hidupmu sedang tidak sesuai dengan apa yang kau inginkan karena Tuhan sedang menyiapkan hari esok yang lebih cerah dan juga lebih indah untukmu. Percayalah Tuhan tidak pernah meninggalkan umatnya jika memang dia percaya dan juga tidak meninggalkannya, ingat sobat Karma itu selalu ada dan tidak akan pernah melupakan engkau dimanapun engkau berada.