MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 160


__ADS_3

Ana menatap tak percaya ke arah asistennya itu bagaimana tidak masalah pribadinya disamakan dengan dirinya yang jelas-jelas entah akan merasakan hal itu atau tidak, pertanyaan Rena itu menyiratkan seolah ada nada kekuatiran tentang dirinya di masa yang akan datang.


" Jadi ceritanya kamu mendoakan saya ya agar bernasib sama seperti kamu, Jadi pertanyaan saya itu menurut kamu Alan bakal melakukan hal yang seperti kamu takutkan atau tidak ya? soalnya sepertinya kekuatiran kamu itu sangat tidak berlandaskan membuat saya saja bingung harus menjawab apa?" tanya Anna memasang wajah mode seriusnya karena biar bagaimanapun yang diinginkan Rena adalah sebuah jawaban Bukankah kata-kata omong kosong belaka yang hanya untuk membuat orang lain merasa lebih Tegar.


" ya tadi kan pertanyaan saya saja Ibu kalau misalnya ibu itu mengalami posisi seperti saya kemarin yaitu diselingkuhin pas lagi sayang-sayangnya, menurut Ibu bakalan marah atau mencari penggantinya dia atau bahkan menangis semewek mewek nya seperti yang saya lakukan?" tanya Rena lagi yang masih berusaha ingin mendapatkan jawaban yang pasti dari anak bukanlah pertanyaan balik atau pun menyuruh dirinya berpikir lagi karena itu lebih baik tidak usah Bertanya saja kan tadi.


" kalau saya ya sebenarnya enggan menjawab karena itu merupakan sesuatu yang seperti harapan ataupun beban pikiran saya besok lusa, Hanya saja karena melihat kamu yang butuh sekali Jawaban yang harus saya berikan atau mati saya bakal menjawab dengan senang hati dan juga sesuai pertanyaan." jelas Ana.

__ADS_1


wanita itu sengaja menjeda sedikit perkataannya ingin membuat Rena penasaran dengan pola pemikiran Ana yang seperti apa nantinya, bahkan Ana tidak sadar jika sebenarnya Alan Tengah berdiri menunggu jawaban apa yang ingin diberikannya sebab pria tadi itu memutuskan menyusul Ana sebab terlalu lama di dalam situ.


Siapa yang tidak segera menyusul ketika orang yang ditunggunya dari tadi tidak nongol juga, padahal jarak dari ruangannya anak ke dapur itu hanya dalam hitungan 2 detik saja sudah bisa sampai tapi entah kenapa wanita itu seolah memperlambat hal yang mudah menjadi lebih sulit.


Alan memutuskan untuk menyusul Ana siapa tahu kekasihnya itu lupa jalan ke arah dapur, mungkin dirinya bisa dengan senang hati menunjukkan arah jalan yang tepat ke KUA begitu.


" aku kalau di selingkuhin ya Otomatis cari penggantinya lah memangnya dunia ini hanya selebar daun kelor, terus kalau misalnya aku menangis sampai jungkir balik mengingat Dia kira-kira dia disana juga mengingatku tidak?" jika Rena responnya bisa saja berbeda dengan Alan pria itu bahkan sempat-sempatnya menatap tak percaya ke arah Ana yang terlihat begitu santai mengatakan semuanya itu sebenarnya jawaban hanya di mulut saja atau memang dari dalam hatinya.

__ADS_1


" apa katanya tadi? Astaga punya pacarku gini amat ya, Bukannya kalau diselingkuhin mengingatkan kekasihnya itu agar kembali ke jalan yang benar eh malah diselingkuhin balik?" gumam Alan sambil menggelengkan kepalanya karena benar-benar Tak habis pikir dengan sikap Ana yang begitu bar bar.


" Oh gitu ya Bu, Baiklah saya bakalan mengingat apa yang Ibu katakan tadi? dan tenang saja sebagai murid yang pantang menyerah dan juga penurut bakal mengikuti semua yang Ibu katakan tadi tanpa terkecuali, karena biar bagaimanapun sebagai murid yang teladan harus mengikuti apa yang dikatakan oleh suhunya sendiri." ujar Rena semangat 45 membuat Ana tidak tahu harus bersikap seperti apa karena tadi itu sebenarnya jawaban tidak berasal dari dalam hatinya tetapi hanya spontanitas agar masalah cepat beres dan dirinya bisa kembali ke ruangannya.


" ya sudah kalau urusan kita sudah kelar bisa saya kembali ke ruangannya saya Soalnya ada yang nungguin di sana, Nanti kalau saya lebih lama lagi otomatis perang dunia ke sekian kalinya bakalan terjadi dan makan siang berubah jadi makan malam?" tanya Ana yang meminta izin kepada asisten yaitu agar jangan mengganggu dirinya dahulu.


Rena hanya tersenyum kikuk karena ternyata memang dirinya tadi Percuma saja menyiapkan segala sesuatu agar anak tidak kelaparan tapi hasil akhir dirinya yang menunda hal itu, jika dibilang terkadang pemikiran orang itu berbeda-beda dalam satu jam tapi mau bagaimana lagi Bukankah Tuhan itu menciptakan Setiap manusia memiliki karakter masing-masing?

__ADS_1


__ADS_2