MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 84


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Duri hanya bisa menghela nafasnya kasar melihat sikap majikan itu selalu saja mencurigai dirinya tanpa sebab dan akibat yang jelas, cobalah bertanya secara baik pasti dirinya bakalan dengan senang hati menjawabnya secara baik pula.


" astaga Nyonya Kenapa sih dari pagi buta sampai pagi sekali ini marah terus, apa tidak capek tenggorokannya dipaksa buat teriak? kalau pengen konser Tidak masalah tapi kalau hanya bikin habis tenaga sama saja bohong, semua yang nyonya perintahkan sudah saya kerjakan tanpa ada yang kurang satu pun. jadi tinggal di Nikmati saja hidangan ala Dori Korea, Yang pastinya dijamin bikin ketagihan dan juga melek terus!" ujar Dori penuh percaya diri membuat Mirna tidak tahu harus berkata apa lagi.


" Ya sudah kalau kayak begitu kamu Siapkan saja di wadah untuk saya bawah kesana nantinya, kalau kamu juga penasaran wajah menantu saya ya sudah ikut saja ke sana! mungkin dengan melihat Alika kamu ketularan cantiknya walau mungkin hanya dari tampak belakang juga nggak apa-apa daripada tidak sama sekali, kamu siap diri sana ingat ya jangan malu-maluin aja sampai di sana Jangan melakukan hal yang aneh-aneh! " Dori berdiri terpaku antara percaya dan tidak Bagaimana sang majikan tanpa malu mengajak dirinya pergi padahal dirinya hanyalah seorang asisten rumah tangga bahasa kasarnya seorang pembantu.


apalagi ini rumah yang menjadi tujuannya adalah orang kaya di negeri itu kalau sampai dirinya salah sedikit bisa hancur reputasi majikan, Kalau sudah seperti begini jadinya bakalan menjadi orang yang paling heboh nantinya dan juga bisa bersenang-senang Sambil berselfie menunjukkan kepada keluarganya di kampung bahwa ia telah memasuki rumah keluarga terkaya.


" nyonya beneran mau ajak saya ke sana atau hanya ingin membuat saya terbang melayang saja, setelah saya melayang langsung dia dihempaskan ke bawah tanah bokong saya kan jadinya sakit banget?" tanya Dori memastikan membuat Mirna mendengus kesal bukannya Terima kasih malah berpikiran tidak-tidak padanya.


" menurut kamu tampang saya seperti seorang penipu atau calon penipu, sampai-sampai kamu bertanya seperti itu membuat harga diri saya jatuh tidak terkira?" sungut Mirna.


Bey yang di dalam kamar merasa heran kok istrinya tidak muncul-muncul lagi, Padahal tadi bahasanya ingin melihat Bagaimana persiapan Dori seperti yang ia mau atau tidak'


" Ini istriku Kenapa sih makin hari makin aneh tua sih boleh tapi pikun nya jangan dibawa-bawa dong, katanya mau ke sana pagi-pagi tapi masih saja bertingkah tidak jelas-jelas?" sungut Bey.


mau tidak mau pria itu turun ke bawah untuk melihat sekilas kira-kira di mana ratunya rumah itu, karena bukannya bersiap diri untuk pergi malah bersikap santai.


" Ya ampun mama kok bisa ya ada di sini padahal Papa cariin lho tadi di dalam, sebenarnya niat mau pergi atau tidak kalau memang tidak mau Ya sudah aku mau istirahat lagi?" tanya Bey ketika melihat istrinya itu malah asyik bercengkrama dengan Dori.


Mirna terjingkat kaget ketika mendengar suara suaminya yang tiba-tiba muncul untung juga jantungnya itu adalah jantung hasil dari selotip kelas kakap hingga tidak mudah lepas, kalau tidak sudah dipastikan wanita paruh baya itu sudah ter kelepak kelepak di bawah lantai.


" papa Lain kali kalau mau ngomong itu setidaknya stom dulu dari belakang, Jangan datang datang langsung ngomong di sini juga semuanya pada sehat walafiat Coba kalau tidak almarhum deh?" ujar Mirna sambil menatap tajam kearah suami Jangan Ditanya lagi keberadaan Dori dirinya sudah ngacir pergi karena tidak ingin menjadi penonton atas perdebatan suami istri itu.


" Ya sudah kalau begitu siap kan sesuatu yang akan dibawa ke sana karena kita mau berangkat, Nanti telat loh ke sananya bukan sarapan pagi melainkan dapat makan malam!" perintah Bey.


" semua sudah aman terkendali tinggal berangkat saja tapi tungguin Dori ya Soalnya Mama tadi ngajakin Dia juga ikut kasihan kalau sendirian di rumah, Soalnya dia itu kan paling anti dengan Mamang cemol yang hobinya selalu cari perkara dengan si Dory!"Bey memilih untuk tidak merespon perkataan istrinya itu karena memang tidak ada salahnya dong kalau membawa asisten rumah tangga mereka yang satu itu.

__ADS_1


di kediamannya mariano tampak Alika sedang bersantai-santai di ruang keluarga dirinya tidak ada niatan untuk membantu sang Mama di dapur, karena semalam sudah diberi kabar oleh mertuanya bakalan datang ke sini untuk sarapan bersama.


padahal kan seharusnya nya hari pertama mertua datang kerumah kan Alika harus menyuguhkan makanan yang masak sendiri, tapi karena Mirna yang saking sayangnya kepada menantunya itu tak memperbolehkan sama sekali.


" Halo Sayang kok sendirian saja di sini yang lainnya pada kemana, ini lagi mama sama papa kok belum juga datang kapan aku berangkat ke kantornya?" tanya Daffa kepada istrinya itu.


" kamu itu niat sekali lho kasih pertanyaan sampai aku saja bingung harus menjawab Yang mana lebih dulu, Lain kali itu kalau bertanya satu-satu biar mendapatkan jawaban juga yang puas Nah kalau yang model kayak begini bukan jawaban yang didapat Yang ada malah diomelin ?" kesal Alika Entah kenapa pagi-pagi ini terlihat begitu sensitif jangan bilang karena habis digarap oleh Daffa semalam.


" ini masih pagi kok kamu cemberut saja memangnya ada yang salah atau kamu lagi merasa kesal karena sesuatu, Kalau iya ngomong dong sama aku siapa tahu aku bisa bantu jangan dipendam sendiri sesuatu itu ajaklah teman untuk berbagi Siapa tahu aku orang yang pas?" tanya Dafa penasaran dengan istrinya itu yang terlihat mood-nya sangat tidak bagus pagi.


" kamu pakai nanya lagi ini semua kan gara-gara kamu, tulang aku tuh serasa mau patah semua tahu tidak? coba Lain kali itu melakukan sesuatu di pikir-pikir dulu dong Memangnya hari esok sudah tidak ada, Atau aku bakalan Koit begitu Jadi harus buru-buru mulai dari sekarang?" Alika benar-benar kesal hingga tak bisa memilih lagi apa yang ia katakan.


Daffa mengerutkan keningnya karena tidak tahu harus menjawab apa lagi Kenapa setiap wanita kalau sedang emosi selalu tidak memikirkan apa yang mereka bicarakan, Kenapa juga selalu lebih mengutamakan kata-kata yang pedas daripada perasaan orang yang mereka marahi.


" Kamu kenapa sih marah-marah tidak jelas seperti begitu, Kan aku sudah bilang kalau ada sesuatu yang mengganjal lebih baik dibicarakan secara langsung daripada marah-marah tidak jelas? " tanya Daffa penasaran.


Alika hanya bisa menghela nafasnya kasar dirinya tidak mungkin dong memarahi suaminya Sampai sebegitunya padahal masalahnya hanya sepele saja, Jika segala sesuatu diselesaikan dengan emosi bisa dipastikan rumah tangga mereka tidak akan bertahan lama.


" Maafin aku ya mas, jika tadi ngomongnya kebanyakan ngelantur, maklumlah lagi pengen marah-marah jadinya ngomongnya pada ngelantur!" jelas Alika membuat Dafa ingin sekali tertawa mendengar perkataan istrinya karena ternyata marah-marah ada waktunya bagi wanita itu.


" kamu tidak ingin aku tinggal ya dan ingin selalu dekat denganku, Wah kalau seperti begitu mah kayaknya mulai sekarang aku bakalan bolos kerja terus nih? " goda Dafa membuat Alika mendengus kesal.


" kamu pikir aku bakalan menangis darah karena kamu tinggal pergi kerja begitu, sudah sana pergi terus datang lagi aku mah biasa aja! Bila perlu sekalian terus tidak usah pulang atau tidak pindah alamat sekalipun, Daripada punya suami baru sehari nikah langsung ditinggal pergi Memangnya pekerjaan lebih penting atau aku sih yang lebih penting? " tanya Alika yang sangat tidak menyukai sikap suaminya itu..


" yang bilang aku aku mau pergi ke kantor itu siapa Apa, karena kita berdua yang bakalan pergi ke sana untuk memberitahukan soal proyek yang harus ditangani oleh Deka menggantikan kita supaya nanti saat bulan madu sudah tidak memikirkannya dan itu lagi." jelas dah apa membuat Alika akhirnya paham dengan maksud tujuan suaminya itu.


" nanti kamu Panggil saja si Deka nya ke sini soalnya kasihan kalau Papa sama Mama datang terus kitanya pergi, supaya Papa juga bisa membantu sedikit soal proyek ini agar kita tidak terlalu kelabakan nantinya! "perintah Alika.


ketika kedua suami-istri datanglah berbincang terdengar bunyi Deru mobil dari depan, dan diyakini itu pasti orangtuanya Daffa yaitu Mirna dan Bey serta Dori asisten rumah tangga yang terhits di kompleks mereka.


" eh itu kayaknya mama sama papa deh mereka sudah datang, kita ke depan yuk!" ajak Alika sambil menarik tangan suaminya itu.


" sayang mereka itu tujuannya datang ke sini ya Otomatis nanti masuk ke dalam rumah, ngapain harus disambut segala kayak ini saja orang paling terpenting deh!" ujar Daffa yang menolak ajakan Alika memilih untuk duduk santai.

__ADS_1


melihat suaminya itu yang sangat menyebalkan Alika berdiri sambil bersedekap dan menatap pria itu, sekarang kamu pilih yang mana bangun dari situ atau kamu tidak usah bangun selamanya dan tetap di situ?" tegas Alika yang tak ingin dibantah sedikitpun karena biar bagaimanapun ia tak ingin menyambut menantunya sendirian sebab masih canggung terasa.


dengan menarik kakinya perlahan Dafa mau tidak mau mengikuti langkah kaki istrinya itu yang terlihat begitu antusias, kalau sudah begini mah dirinya bisa apa selain mengikuti saja apa yang istrinya inginkan.


Mirna langsung tersenyum melihat menantunya sudah berdiri di depan rumah sambil tersenyum ke arahnya, ia seolah tak percaya jika Putra semata wayangnya itu sudah menikah kini dan wanita yang berdiri di hadapannya itu adalah menantu kesayangannya.


" papa, lihat menantu kita cantik kan meskipun masih pagi? Beruntung banget lho Daffa bisa mendapatkan dia sampai-sampai Mama itu seolah percaya dan tidak jika Ini adalah sebuah kenyataan!" ujar Mirna pelan.


" ih Nyonya kalau tidak percaya mah biar Nona Alika nya dikasih ke saya jadi Adek, maksudnya biar orang percaya kalau saya itu sebenarnya dari keturunan Korea hanya saja kepeleset sedikit akhirnya berubah mirip saya!" ujar Dori dengan nada menggoda membuat Mirna menatap kesal ke arahnya.


" kamu pikir menantu saya itu barang yang bisa kamu over kesana-kemari, Enak saja kamu ngomong apa yang sudah menjadi miliknya keluarga Adrian tidak bakalan diberikan kepada orang lain apapun keadaannya. apalagi kalau saya kasih ke kamu yang ada bukannya bahagia tambah blangsak hidupnya anak orang itu, soalnya saya saja yang dapat Tiap hari sama kamu hampir hampir saja terkontaminasi dengan mulut nyinyir kamu itu?" kalau bagian soal omel mengomel yaitu urusannya ibu-ibu sekelas Mirna mah kecilan.


" kalian itu bisa tidak gantikan perdebatan sudah seperti anak kecil loh kelihatannya, itu lihat diperhatikan sama Alika Dan Daffa dari sana kalian memang tidak pernah sadar diri?" kesal Bey.


" pagi anak-anak mama yang paling kece badai membahana, yang habis menikah kok tampangnya makin kinclong ya?" sapa Mirna sambil memeluk erat impiannya memiliki anak perempuan sudah menjadi kenyataan.


" Gimana aman Boy, kalau tidak aman bilang sama papa biar papa ajarin caranya biar aman?" goda Bey Membuat Dafa tersenyum.


" Tenang saja papa kalau soal begitu mah aman terkendali apalagi naluri alamiah bekerja lebih mantap, Jangan pernah meragukan putramu ini karena so pasti yang paling terbaik!" sahut Daffa santai.


" tuan muda dan Nona muda Selamat pagi, apa Bibi Dori bisa peluk sedikit begitu biar ketularan cantiknya?" tanya Dori dengan nada penuh permohonan kepada Alika membuat semua orang menatap heran ke arahnya bukan karena statusnya Yang dibawah melainkan cara dirinya memelas itu terlihat sangat menggelikan.


" Bibi masih sehat kan, Kenapa nada bicaranya seperti begitu kayak orang yang sakit saraf?" tanya dalam setengah menahan tertawa.


Dori memasang wajah cemberut nya Padahal tadi dirinya berpikir jika itu adalah permohonan yang paling manis, tapi kenapa sekarang mendadak berubah jadi orang seperti kena penyakit saraf kalau begitu mah mendingan dirinya memasang tampang biasa saja.


" lho berdiri ngobrol di luar masuk ke dalam dong, ini lagi Alika mertuanya bukan disuruh masuk malah dibiarkan berdiri saja di luar?" tanya Alice ketika mendengar suara orang berbincang di luar Ia pun penasaran dan melihat ternyata itu adalah besan.


" Ih maaf Nyonya bukan tidak sopan, tapi tolong dong jangan salahin Nona muda saya yang kece badai membahana?" Dori tak terima jika Alika dimarahi oleh Mamanya itu'


" kamu siapa, Saya baru lihat?" tanya Alice penasaran.


" Oh dia itu salah satu anggota keluarga kamu yang khususnya bagian pertahanan belakang, pecinta drakor nomor satu tetapi masih selalu tidak seperti drakor!" ledek Mirna membuat Dori mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Ya sudah ayo Semuanya masuk ke dalam daripada nanti aku disalahin lagi, Tadi katanya keluar buat menjemput tamu kok malah ikutan ngajakin ngobrol?" Sindir Alika kepada mamanya.


" iya Non Maaf bukannya tidak sopan tapi apa yang non bilang itu Bibi selalu setuju 150%, dan tidak akan ada pernah yang berani membantah hal itu dia adalah fans nomor satunya non Alika!" ujar Dori yang terlihat antusias membuat Alika jadi kebingungan harus bersikap Bagaimana dengan asisten rumah tangga keluarga Adrian gitu.


__ADS_2