
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ****
Pintu kamar tempat Daffa menginap terbuka,percaya lah jika yang penghuni didalam nya hanya menampakan kepalanya.
Daffa celingak celinguk mencari keberadaan sang Asisten,senyuman langsung terpancar di wajahnya ketika tak melihat ada Ben disitu.
"Wah ini mah kesempatan karena tuh kampret sialan pergi entah kemana bila perlu ke Pluto sekalian,karena aku bisa mengunjungi Si Ular Sanca Milikku!" Gumam Daffa senang.
__ADS_1
Ia bahkan tak sadar jika ada sepasang mata yang sedang menatap jeli kearahnya,Ben bahkan menahan tawanya melihat wajah Bos nya yang layaknya orang yang sedang ingin mencuri itu.
Daffa sangat senang karena geraknya akan bebas kali ini,hingga langkah kakinya begitu cepat.
Ternyata Ben juga mengikuti langkah kaki Majikannya itu sepelan mungkin agar tak terdengar,ia tersenyum karena tahu kemana arah langkah kaki tuannya itu.
"Hoho ternyata anda sedang menuju ke tempat Ular Sanca nya Anda ya Tuan,tapi kira kira gimana respon anda ya kalau saya memergoki anda?" Gumam Ben yang tak bisa menahan tawanya.
Daffa merasa bulu kuduknya berdiri seperti ada yang sedang mengikutinya dari belakang.
akan tetapi Daffa memilih terus berjalan ke kamar tempat Alika menginap, karena berpikiran jaga perasaannya saja yang mengatakan ada zombie.
__ADS_1
" dasar ular piton kayak masih ABG saja tingkahnya, Ayo silakan masuk ke dalam kamar itu Tapi sebelum itu berhadapan dulu denganku. " batin Ben yang tidak bisa menahan tawanya lagi apalagi ketika melihat sikap ragu-ragu Daffa yang ingin mengetuk pintu kamar Alika tapi masih maju mundur.
" tuan ngapain di depan kamarnya Nona Alika, Katanya tadi tidak ingin ketemu kok sekarang malah nongol di sini? " tanya Ben membuat Dafa langsung berdiri mematung di tempatnya sembari berusaha mencari alasan yang tepat agar dirinya tak merasa malu.
" kamu salah sangka siapa juga mengetuk pintu kamar ini, orang tadi ada cicak di dinding makanya saya ingin memukulnya tapi keburu kamu datang dan salah paham!" bohong Daffa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal yang merupakan kebiasaan setiap manusia jika sedang berbohong pasti hal itu yang mereka lakukan maklumlah titisan Dewa monkey sekali Bro.
" tapi kan memang cicak itu tempatnya di dinding tuan, ngapain pakai kegiatan diusir segala nanti nyamuk yang lewat kan jadi merdeka.! sahut Ben santai membuat Dafa benar-benar bingung harus menjawab apa lagi.
" Kamu kenapa masih di sini, sana masuk tidur nanti besok harus menyetir kalau kamu mengantuk terus kita kenapa-napa kamu yang bakalan saya salah kan!" usir Daffa sampai mengibaskan tangan.
" tapi Anda juga harus tidur Tuan Ngapain di sini coba, lagian itu tadi hewan yang anda sebut sudah tidak ada kok penampakannya jadi aman terkendali." nah tuh kan Ben selalu saja mencoba untuk menghalangi pergerakan Daffa kalau model begitu Kapan tuannya itu bakalan sold out jika selalu diganggu gugat oleh asisten.
__ADS_1
" kamu jadi berani sama saya , di sini ini yang harusnya memerintah itu saya bukannya kamu. jadi lain kali Jangan membantah jika tak ingin gajimu aku potong 2 digit, pergi sana kembali ke habitat mu ingat Jangan coba-coba menggangguku lagi seperti tadi!" tegas Daffa yang bukannya beranjak dari tempatnya eh malah berdiri Bengong di situ.
Ben tidak pernah kesal dengan apa yang dikatakan tuannya itu, karena hal itu sudah menjadi kebiasaannya dan mungkin tidak akan bisa namanya berubah lagi.