MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 100


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


" Maksud kamu apa mengatakan hal itu, Memangnya kamu pikir aku bakal takut atau mungkin menyerah dengan apa yang kamu katakan barusan?" tanya Raka sambil tersenyum sinis karena mendengar apa yang dikatakan oleh Daffa tadi.


Daffa hanya bisa menghela nafasnya kasar , karena memang dari tadi Raka selalu memancing kesabarannya dan dirinya adalah orang yang paling tidak suka diusik ketenangannya.


" jadi kamu mau aku harus melakukan apa, silakan Bilang saja karena aku pasti dengan sukarela bakal meladeni apa yang kamu inginkan?" tanya Daffa sambil tersenyum mengejek tak kalah nyolot dari Raka.


" Aku minta kita buat duel, dan siapa yang menang di Allah yang berhak untuk memiliki Alika selamanya!" ujar Raka membuat Alika merasa kesal karena dirinya dijadikan Bahan Taruhan.


" stop!! kurang ajar sekali kalian menganggapku seperti barang yang bisa di over sesuka hati, aku ini manusia berhak menentukan pilihan yang mana yang harus aku pilih dan aku tinggalkan!" tegas Alika yang benar-benar tersulut emosinya.


Daffa menyetujui apa yang dikatakan oleh istrinya itu karena dia pun tanpa melakukan duet dirinyalah penenang hati wanita itu, Jadi untuk apa harus melakukan permintaan konyol yang diucapkan oleh Raka tadi karena itu sama saja tidak menghargai keberadaan istrinya.

__ADS_1


" ya sayang kamu benar sekali, karena aku tidak setuju dengan permintaan pria ini sebab secara negara dan agama kita sudah sah dan tidak ada yang bisa mengganggu gugat akan hal itu. Jadi kalau dia tidak terima itu urusannya dia bukan urusannya kita, satu lagi jangan coba-coba kamu untuk mengintimidasi ataupun mengganggu hubungan kami karena aku udah Daffa Adrian adalah orang yang paling tidak suka diajak bercanda!" tegas Dafa sambil menatap nyalang ke arah Raka karena sudah cukup dirinya bersabar dari tadi sekarang sudah tidak lagi.


Raka sebenarnya sudah waspada tapi mau bagaimana lagi ketika apa yang ia harapkan sudah tak bisa menjadi kenyataan,terlihat Daffa juga dengan wajah garang nya mendekati dirinya dan kembali menghajar dirinya dengan membabi buta.


Gerakan Daffa yang begitu cepat membuat Raka dan Alika sampai terkejut, karena tiba-tiba Raka sudah tergeletak di bawah lantai dengan wajahnya yang sudah babak belur dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


" Ya ampun Mas stop, ini negeri orang loh kalau sampai kamu dituntut bagaimana nanti kita harus gimana? Ayo kita pergi dari sini saja sebenarnya dari awal sudah salah kita tidak usah meladeni dia sama sekali, karena nanti akhirnya bakalan tersulut emosi juga kan?" tanya Alika sambil menarik tangan suaminya akan pergi dari situ namun Dafa mencegah karena pria itu merasa belum puas jika belum membuat Raka kapok dan Berhenti melakukan hal yang tidak-tidak.


" tidak bisa sayang, orang seperti dia harus dibuat kapok! karena kalau tidak bakalan terus melakukan hal yang aneh-aneh, dan akan semakin nekat melakukan sesuatu kepada kamu dan aku tidak ingin sampai hal itu terjadi." Daffa benar-benar keras kepala dan tidak ingin perkataannya dibantah sedikitpun membuat Alika hanya bisa menghela nafasnya kasar karena ternyata suaminya itu kalau marah Sisi bengisnya sangat menakutkan.


" Kenapa tidak melanjutkan pukulan kamu tadi, bukannya kata orang kamu itu jagoan yang bisa melakukan sesuatu sekehendak hati bahkan mengambil Alika pun tetap kamu lakukan? " tanya Raka sinis membuat Dafa mengepalkan tangannya menahan emosi.


" jangan pernah memancing Sisi liar untuk keluar ke permukaan, karena jika sampai hal itu terjadi maka bisa dipastikan Hari ini adalah hari terakhir melihat matahari. karena aku tidak pernah bermain dengan apa yang aku ucapkan Apalagi itu menyangkut dengan orang yang sangat berharga dalam hidupku, dan kamu pasti tahu siapa orang yang aku maksud tidak perlu harus ku ucapkan berulang kali agar kamu paham?" ujar Daffa dengan nada mengintimidasi.


merasa sedikit cemas karena takut suaminya itu bakal nekat, memilih untuk meminta bantuan kepada pihak hotel yang kebetulan ada nomor darurat yang mereka simpan di atas meja.


Raka secara perlahan bangkit dan mencoba untuk mendekat kearah Daffa , karena pria itu ingin membalaskan rasa sakit yang sudah Daffa berikan padanya tadi.

__ADS_1


Tok tok


tiba-tiba terdengar ketukan dari luar membuat Alika bergegas membuka pintu melihat pegawai dan satpam hotel itu sudah berada di depan, wanita itu pun segera mengatakan tentang kejadian yang terjadi di dalam situ dan ingin mereka segera membereskan Raka.


" tolong bereskan pria itu Karena dia sudah melakukan hal yang tidak tidak dan mengganggu kenyamanan penghuni yang lain, kalau begitu saya dengan suami saya pamit dari sini karena kami ingin kembali ke kamar kami!" setelah menyuruh mereka mengurus Raka. Alika langsung menarik tangan rafatar keluar dari situ karena tampang suaminya itu sangat tidak mendukung keadaan sekarang.


" Mas ayo kita pulang dong, Aku capek banget nih! Biarkan saja dia mau apa di situ yang penting kita sudah tidak ikut campur dalam urusan nya lagi, karena kalau kita lama-lama terus enggak ada di sini kamu kayaknya bakalan mengeksekusi itu orang!" ajak Alika sambil tersenyum membuat Dafa tak bisa menolaknya.


" Ya sudah ayo kita pergi aku juga Sepertinya saya tidak ingin berlama-lama disini karena hanya membuat dosa bertambah banyak, dan kamu ini adalah hari terakhir melakukan hal yang tidak-tidak Karena setelah itu sudah tidak ada kata kompromi untukmu lagi!" tegas Daffa yang benar-benar tidak ingin mentolerir sikap Raka lagi jika kembali melakukan hal yang tidak-tidak seperti ini.


Raka tidak bisa berkutik banyak lagi karena dirinya sudah diamankan oleh penjaga di situ, Lagian keadaannya sekarang tidak memungkinkan untuk banyak bergerak karena terasa sangat nyeri,


" hari ini kamu bakalan lolos tapi setelah ini aku tidak bakalan tinggal diam, Kamu pikir aku adalah pria yang penakut dan gentar dengan ancaman kamu yang hanya secuil itu saja? " batin Raka sinis karena memang itu hanya ingin saja mencari masalah dengan.


" kamu tadi itu kenapa sih sampai memukul orang separah itu, Nanti kalau dia bakal menuntut kamu gimana kita juga yang bakal repotkan karena harus mengurus sesuatu yang tidak penting?" tanya Alika Tak habis pikir dengan isi otak suaminya itu yang selalu saja tersulut emosi.


Daffa menatap tak suka karena istrinya itu karena terkesan seperti membela Raka, padahal yang jelas-jelas disini suaminya itu melakukan hal itu karena ingin melindungi Alika tapi kenapa istrinya itu malah membela orang lain?

__ADS_1


__ADS_2