
Diana sebenarnya Bukannya tidak melihat Deka hanya saja ketika mengingat hal konyol yang dilaluinya tadi pagi membuat wanita itu sedikit malu dan juga emosi, Bagaimana tidak emosi ketika Deka naik ke atas tempat tidurnya tanpa izin sedikitpun kepadanya.
dirinya dari tadi berusaha mati-matian agar tidak menatap kearah Deka dan juga berbicara dengannya sedikitpun, agar tidak ada pembahasan yang perlu berkembang ke mana-mana.
" Ya Tuhan orang itu dari tadi kenapa sih menatap ke arah sini, lama-lama aku bisa ajakin Doraemon kompromi supaya bisa memakai pintu Kemana saja miliknya itu?" gumam Diana frustasi.
Deka yang merasa tertantang dengan Sikap yang ditunjukkan oleh Diana itu, langsung memilih menarik tangan wanita itu agar segera menghadap kepadanya dan menatap matanya serta berbicara apa yang salah.
Diana yang begitu terkejut mengira ada orang jahat yang sedang mengincar dirinya, langsung membalikkan wajahnya dan menampar orang yang tidak diketahui jenis kelaminnya itu sehingga membuat pemiliknya langsung meringis kesakitan.
"Awww, Kamu ini kenapa sih jadi perempuan terlalu kasar sekali? tadi pagi menyiramku dengan air sekarang malah memukul ku, terus nanti sebentar kamu melakukan hal keji apalagi?" tanya Deka sambil menatap kesal.
Diana tidak merespon apa-apa Karena Wanita itu sangat terkejut dengan sosok yang tadi habis dihajar nya itu, padahal menurut ingatnya jarak dirinya dengan Deka tadi itu sekitar 10 kaki kenapa bisa bisanya pria itu sekarang sudah berada di belakangnya.
" Kenapa diam, jangan bilang kalau kamu sekarang sedang Merencanakan hal keji yang berikutnya lagi?" tanya Deka dengan tatapan penuh selidik.
" kamu tadi pakai terbang?" sumpah demi Dewa Neptunus Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar karena sangat terkejut dengan Respon yang diberikan oleh Diana barusan.
" Kamu paham tidak apa yang kukatakan barusan, Apa hubungannya terbang dengan sikap kamu yang aneh itu?" tanya Deka sambil mendelik kesal dengan gaya Diana yang begitu santai tanpa beban bahkan seolah melupakan kesalahan yang dilakukan.
" Ya jelas ada hubungannya lah, Om. karena tadi itu kan aku lihat Om nya masih di sebelah sana, kok bisa bisanya sekarang sudah ada di sini ini ya kalau tidak terbang masa iya pakai menghilang?" tanya Diana sambil berusaha berpikir keras kira-kira pertanyaannya itu bisa dijawab oleh Deka atau tidak.
" jangan bilang lagi kalau kamu sekarang punya pemikiran saya ini adalah hasil reinkarnasi, soalnya saya sudah sadar jika wanita seperti kamu ini terkadang pemikirannya masih kuno kolot tidak ada modern nya sama sekali?" tanya Deka memastikan dengan tatapan menyelidik ke arah Diana yang terlihat mulai berpikir dengan begitu seriusnya bahkan bulu hidungnya pun saking seriusnya sampai tidak kelihatan.
__ADS_1
" sebelum Om ngomongin itu saya sudah berpikiran seperti begitu dari kemarin, hanya saja setelah saya pikirkan kembali Bukankah orang yang berinkarnasi itu sedikit berbeda dengan aslinya? tapi om Kok tidak berbeda sama sekali malah tambah menyebalkan, jadi saya pun kembali pada pemikiran awal yaitu tidak ada yang mati dulu baru hidup setelah itu mati lagi dan hidup lagi!" sungguh setiap kali berbicara dengan Diana selalu membuat Deka Harus berpikir keras mencerna setiap kata demi kata yang dikeluarkan oleh wanita itu.
" Terus kenapa tadi waktunya lihat saya, Kamu sengaja seolah tidak mengenal saya sama sekali? Sudah begitu ketika saya melihat kearah kamu, kamu nya malah memandang kearah lain seolah seperti saya ini adalah seorang hantu?" katanya Deka penasaran tapi dengan kata-katanya yang begitu sinis.
" Maaf om, Bukannya saya tidak sopan atau tidak cerdas hanya saja hantu itu orang atau bukan?" tanya Diana penasaran membuat Deka auto harus bersabar beribu kali lipat dengan sikap wanita itu yang sudah polos Mungkin sedikit lemot dan juga Ceriwis.
" Astaga demi Dewa, sudah cukup jangan lagi membahas apa-apa! saya kalau begini terus lama-lama sumpah bakalan langsung kena serangan jantung, soalnya setiap Apa yang kamu katakan dan juga kamu tanyakan pasti bakal Mengundang emosi orang lain!" Diana sebenarnya sengaja mengerjai Deka agar jangan terlalu merasa nyaman berada dekatnya dan begitu juga dirinya sebaliknya.
" Ya sudah kalau begitu jawabannya hanya satu dari masalah yang kamu hadapi sekarang,yaitu setiap kali kita bertemu anggap saja seperti orang asing!" Jelas Diana.
"Memang nya kamu berani melakukan hal itu kepada saya,yang notabene pria paling keren sejagat!" untung juga tidak ada Daffa di situ kalau tidak bisa dipastikan pria itu bakalan marah karena Deka secara tidak langsung merasa diri lebih hebat darinya.
" Om Maaf ya saya hanya ingin Jujur dari hati nurani yang paling dalam, orang Kalau merasa diri paling keren sejagat otomatis dia ke mana-mana itu ada gandengannya! tetapi definisi keren menurut Om itu apa,soal nya saya tidak lihat ada gandengan di samping Om!" Tanya Diana yang celingak celinguk mencari keberadaan seseorang yang membuat Deka mendengus kesal.
"Kamu cerita nya sedang mengejek saya,apa kamu tidak sadar diri?Kalau kamu juga punya gandengan,belum tentu orang lain bakal berpikir kamu itu memiliki kelainan sampai datang liburan malah di temani sama cewek?" Sindir Deka mengingat reaksi dirinya ketika pertama kali bertemu Diana.
Deka mendengus kesal dengan kata kata yang dilontarkan oleh Diana tadi,yang secara tak langsung sudah meragukan kejantanan dirinya.
"Kamu mau saya buktikan,apakah saya pria tulen atau tidak?Nanti kalau kamu tidak bisa jalan,jangan pernah salahkan saya sedikitpun!" ujar Deka dengan Tatapan yang begitu tajam membuat Diana merinding ketakutan karena dalam pikirannya jangan sampai pria itu ingin merealisasikan apa yang dikatakannya tadi.
" Om jangan marah-marah ya ya tadi itu saya hanya bercanda saja Kok, tidak ada yang serius. saya janji deh besok lusa bakalan menjaga omongan saya agar tidak membuat orang lain emosi, hanya saja Tolong kalau mau menjadi orang lain jangan juga memancing emosinya saya!" Arin yang kebetulan datang untuk menyusul Diana Langsung senyum-senyum sendiri ketika melihat dua sejoli yang rencananya ingin Iya jodoh kan itu sedang berbincang-bincang dengan posisi yang begitu rapat.
" cie, ada yang sudah go publik nih?" goda Arin sambil bersiul-siul pelan membuat Diana menatap heran ke arahnya.
__ADS_1
" ada artis baru kah yang sudah go publik, coba kamu ajak aku kesana biar aku bisa kenalan sama dia siapa tahu bisa dijadikan referensi untuk pria idaman?" tanya Diana yang pura-pura mengatakan hal itu agar Arin jangan terlalu membahas hal yang aneh kepadanya.
Deka langsung membulatkan matanya sempurna ketika mendengar kata referensi Pria Idaman yang diucapkan oleh Diana tadi, dirinya Entah mengapa merasa bahwa posisinya bakalan terancam jika Hanya berdiam diri seperti itu.
" asal kamu tahu ya kriteria Pria Idaman itu sebenarnya seperti aku ini,jadi untuk apa mencari yang tidak pasti jika yang di depan mata sudah ada dan pasti?" Jelas Deka bahkan dengan gaya narsis nya.
Diana dan Arin Saling pandang melihat sikap percaya diri yang sedang ditunjukkan oleh Deka itu, mereka bahkan tidak pernah berpikiran sampai situ tapi kok bisa-bisanya pria itu melakukan hal yang tidak terduga.
" Jadi ceritanya Om sedang jual diri kepada kami berdua, terus Om pikir kami bakalan berminat ataupun bakalan langsung ***** melihat penampilan Om yang sekarang?" tanya Diana sinis membuat Deka langsung ingin sekali menerkam Gadis itu yang malah berpikiran yang tidak-tidak kepadanya.
" apa kamu bilang tadi? Ya Tuhan setelah saya menjelaskan panjang kali lebar sampai menghasilkan belah ketupat, kamu masih bertanya hal aneh seperti itu? Sebenarnya isi di dalam otak kamu tuh kira-kira hanya ada berapa gram saja sih, sampai mencerna sedikitpun dari perkataan saya saja tidak bisa?" tanya Deka sambil mendengus kesal dan memilih pergi dari situ.
"Diana,kamu tidak ada niatan menyusul dia sedikitpun?" Tanya Arin.
Diana menatap heran kearah Arin,ketika mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut gadis aneh itu.
Karena bisa bisanya menyuruh hal yang sangat tidak masuk akal itu padanya,padahal niatan sedikitpun saja tidak ada di dalam benaknya tetapi Arin malah menyuruhnya dengan nada yang begitu santai tanpa beban.
" kamu kalau mau menyusul dia Ya silakan saja tapi jangan menyuruh orang lain, Memangnya kamu pikir orang lain itu satu pemikiran sama kamu yang tidak beres satupun?" tanya Diana sambil mendengus kesal lalu memilih untuk pergi mencari makan sebab ternyata berdebat ataupun berbicara itu membutuhkan energi yang sangat banyak.
" loh Bukannya dia harus berterima kasih kepadaku karena sudah memberikan jalan pemikiran yang begitu brilian, eh malah marah-marah tidak jelas nanti kalau si Om nya kepentok sama wanita lain kan urusannya berakibat fatal? Siapa sih yang tidak tahu sikapnya Diana Pelangi kalau lagi marah, bisa-bisa satu isi kota Seoul bakal diobrak-abrik habis olehnya!" gumam Arin memilih untuk mengejar Diana karena tidak mungkin dong dirinya mengejar Deka yang jelas notabene bukan siapa-siapanya.
Diana tambah mempercepat langkah kakinya ketika mengetahui ada Arin yang sedang menyusul di belakangnya, sebab menurutnya jika berdekatan dengan sahabatnya itu otaknya bakalan bergeser inci demi inci karena selalu dipaksa buat emosi dan juga berpikir keras.
__ADS_1
" eh Diana bukannya malah nungguin aku kok kamu malah jalannya laju sekali, Awas aja kalau sampai kaki pacarnya Cecep Masduki lecet nanti kamu yang bakalan disalahin?" teriak Arin yang begitu percaya diri membuat Diana hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya Apa hebatnya sih seorang Cecep Masduki,
dari namanya saja tidak ada kesan eksotis ataupun modernisasi, semoga saja saat kembali ke tanah air terus penulis mengenalkan Siapa itu Cecep Masduki auto semuanya tidak bakalan kaget dan kabur.