
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
dasar wanita aneh selalu saja tidak bisa membedakan mana barang yang bagus dan tidak, pantas saja saat memilih kekasih dapatnya adalah pria yang buruk kelakuannya." gumam Dafa sinis yang masih bisa didengar oleh Alika tapi wanita itu memilih untuk tak mempedulikannya sama sekali.
" Tuan tadi saya dari menara pemancar untuk mengetahui kabar kantor hari ini, dan mereka mengatakan bahwa sebentar kita akan bertemu dengan klien dari Kanada ada yang akan membahas soal kerjasama dengan perusahaan mereka," jelas Ben kepada majikannya itu.
"Hemmm, Nanti kalau sudah sampai baru kamu bicara denganku untuk sekarang Jangan berbicara apapun itu aku lagi tidak ingin mendengarnya." ujar Daffa sambil memejamkan matanya daripada melihat Alika yang rela duduk di sampingnya Ben.
" Baiklah Tuan saya paham, Nona jika anda ingin beristirahat silakan saya yang akan menyetir mobil ini Jadi kalian bisa rileks sejenak." seru Ben terhadap Alika yang dari tadi sibuk pada ponselnya.
" Aku istirahat dengan baik kok dari semalam jadi kuat buat temani kamu menyetir, daripada kamu boring sendirian perjalanan kita lumayan jauh!" pola kalimat sambil tersenyum jika tanpa sadar ada yang sedang menahan emosi di bangku belakang.
" apa katanya tadi, menemani Ben menyetir? Wah aku yang dari semalam ingin ditemani saja dia menolaknya, kok bisa-bisanya ya bersama dengan pria biasa seperti Ben dirinya malah menawarkan diri?" tanya Daffa dalam hati.
" terima kasih nona, jika anda benar-benar kelelahan silakan beristirahat jangan merasa tak enak hati." Ben menimpali perkataan Alika barusan.
" Iya bawel, kan tadi aku sudah bilang nanti kalau aku capek bakalan Aku istirahat." ujar Alika sambil terkekeh karena melihat wajah tak enak hati milik Ben yang sudah seperti orang yang lagi meringis kesakitan.
" kamu pernah menyetir sampai sejauh ini, Padahal aku yang dari rumah ke kantor saja kadang-kadang tangan rasanya kram? tapi kamu kok bisa ya bertahan sampai perjalanan yang memakan waktu berjam-jam, aku salut banget kamu memang pria paling hebat bukan cuma hanya duduk dalam mobil sambil memangku kaki dan tertidur!" Alika sengaja menyindir Daffa yang dari tadi menikmati perannya sebagai majikan yaitu tidak melakukan apapun Hanya duduk bagaikan tuan besar.
Daffa yang meminjamkan mata tapi tidak tertidur sangat merasa dengan apa yang dikatakan oleh Alika tadi, kok bisa-bisanya wanita itu menghindar dirinya tanpa beban sama sekali?
" Apa dia bilang tadi, aku hanya tidur dan memangku kaki saja? Oh Tuhan sepertinya wanita ini meremehkan kelebihan seorang Daffa Adrian, maka dengan berat hati aku harus membuktikan jika aku adalah pria yang sangat bertanggung jawab!" batin Daffa geram dengan perkataan Alika yang menyindir dirinya tepat di hadapan sang asisten.
" hentikan mobil ini, dan kamu Ben turun sekarang!" perintah Daffa tak ingin dibantah tapi dengan nada yang terdengar begitu tajam.
Alika salah paham dengan maksud dafa itu, dalam hatinya dirinya berpikir bahwa Daffa ingin agar Ben berjalan kaki ke kota dengan tidak menaiki mobilnya.
" kalau dia turun itu artinya aku juga bakalan ikut turun, kamu pulang sendiri ke kota sana! dasar pria aneh sukanya melakukan sesuatu sekehendak hati, Awas saja juga aku bertemu denganmu sekali lagi bakalan ku buat perhitungan dengan mu sampai tidak bisa bernafas!" Ketus Alika yang tanpa sadar jika Dafa sudah berada disampingnya tepat di belakang kursi kemudi sedangkan Ben berada di jok belakang sebagai penumpang dengan tuannya sebagai sopir.
Cup
Dafa mendaratkan sebuah ciuman manis di pipinya Alika, membuat wanita cantik itu yang sedang semangat buat marah-marah langsung menghentikan perkataannya.
tatapan Alika nyalang ke arah samping, dan betapa terkejutnya dirinya saat sadar Siapa yang berada disampingnya kini.
" loh kok kamu di sini terus Ben mana, Astaga jangan bilang kamu meninggalkannya di jalan? Kenapa sih jadi orang selalu menyebalkan, atau kamu memang kepribadiannya aneh ....
Cup
__ADS_1
Daffa kali ini langsung mengeksekusi bibir ranumnya Alika itu, sebab kalau tidak melakukan hal itu bisa dipastikan sampai besok pagi pun wanita itu tidak berhenti berceloteh.
" Kalau kamu tidak berhenti bicara lagi Bakalan kul**at habis bibir kamu itu!" ancam Dafa serius membuat wajah Alika memerah karena malu.
Blush
" Oh my God kenapa nih orang lagi dan lagi selalu melakukan hal itu secara tiba-tiba, dia sadar tidak kalau melakukan hal itu terus kepadaku tidak bagus untuk kesehatan jantung?" sungut Alika dalam hati Mana berani berbicara secara langsung jika tidak ingin Daffa macam-macam lagi padanya.
" Nah karena kamu sudah diam Jadi sekarang kita bisa langsung berangkat, Jangan banyak bicara akan ku buktikan kepada kamu bahwa aku bukan majikan yang hanya tinggal terima bersih!" ujar Dafa lalu tancapkan membuat Alika panik karena merasa Ben Masih ada di luar.
" ih mana bisa begitu Itu Ben kan lagi di luar, masa iya kita meninggalkan anak orang sendirian? kasihan kan emaknya, harus kehilangan anaknya yang masih berstatus Bujang Lapok tanpa meninggalkan keturunan sama sekali." Ben yang tadi sangat senang karena Alika mengkhawatirkan dirinya sehingga ingin jingkrak-jingkrak eh langsung nyungsep ke bawah tanah mendengar kata-kata terakhirnya.
" Saya masih di sini Nona!" ujar Ben datar tidak ada nada bahagia sama sekali sebab harga dirinya sudah dihancur leburkan oleh Alika.
Alika pun menoleh kearah sumber suara dan langsung tersenyum ketika melihat anaknya orang itu sedang duduk manis di kursi penumpang belakang, hanya saja Alika bingung kenapa Wajah pria itu sangat tidak bersahabat Memangnya ada yang salah?
" wajah kamu kenapa, lagi ada masalah atau sesuatu yang dipikirkan?" tanya Alika memastikan.
" Saya baik Nona!" Ujar Ben datar.
" Syukurlah kalau kamu baik-baik saja itu artinya stok Bujang lapuk di kota ini masih aman tidak berkurang satupun, kalau tidak kan kasihan jodoh kalian yang sedang OTW di tengah jalan harus putar haluan ke tempat lain." ucap Alika yang tanpa sadar membuat harga diri Ben jatuh sakit tapi tak berdarah.
Ku Menangis😭😭
" terus saja Nona menghina Harga Diriku semampu Anda sampai di mana, Aku mah orangnya gitu baik hati sabar tidak sombong dikatain sejelek apapun saja Tinggal tersenyum doang." gumam Ben pelan.
" Nona kalau ngomong Kebanyakan cabenya, jadi terasa sangat menggigit!" Sindir Ben yang sudah tidak bisa tahan lagi dengan ocehan Alika yang menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pria sejati.
" Oh jelas itu harus, karena jika tidak maka bisa dipastikan segala sesuatunya tidak akan ada yang bisa membuat seseorang berubah, bakalan tetap songong berbuat seolah paling keren padahal sangat memalukan." Alika Kakaknya lagi sedang ingin balas dendam kepada pria yang sedang duduk di belakang kemudi mobil itu.
sebab wanita cantik itu masih merasa kesal dengan Sikap yang ditunjukkan Daffa padanya tadi pagi, tanpa sebab ataupun akibat itu tiba-tiba memarahi dirinya seperti baru kehabisan melakukan kesalahan yang fatal.
Daffa hanya bisa memijat pelipisnya, karena dirinya saja kebingungan harus berbuat apa lagi agar Alika mengerti dengan kemauan serta perasaannya.
Kalau dibilang dirinya egois dan Arrogant, kata-kata itu memang tidak pernah salah karena memang terbukti benarnya 100% salahnya 0%.
hanya saja dirinya melakukan hal itu agar orang-orang tidak semena-mena pada dirinya, dan juga dirinya hanya ingin menunjukkan sisi kelemah lembutannya serta kasih sayangnya hanya kepada orang yang sangat spesial baginya.
perasaannya kepada Alika masih terasa abu-abu belum bisa dipastikan Apa itu cinta atau hanya sekedar perasaan kagum, sebab manusia siapa sih yang tidak kagum ketika melihat seorang wanita berkelas yang selalu tampil apa adanya dan selalu tersenyum dengan begitu cantik.
begitulah wajah abang tampan Daffa Adrian, mana bisa mau senyum orang kalau dia tersenyum sedikit saja rasa madu dan gula bakalan kala saking manisnya.
__ADS_1
( auto gombalin Abang tampan bolehlah selagi Pak misua tidak membaca karya autor kan nggak masalah, lain halnya kalau suami tukang kepoin novelnya istri bisa berabe atuh ceritanya🤦♀️🤦♀️🤦♀️)
My Mima
" Kamu kenapa cerewet sekali pagi ini, kuping aku bisa lepas nih karena terlalu banyak mendengar celotehan kamu yang tidak jelas satu itu?" kesal Daffa membuat Alika langsung bungkam bukan karena takut melainkan ya capek berdebat dengan pria seperti Daffa.
Ben yang sebenarnya menyadari jika tuannya itu merasa sindiran Alika barusan tak meninggalkan kesempatan yang ada, Lagian kapan lagi menjatuhkan harga diri tuannya itu yang selama ini selalu mengerjai dirinya tanpa memikirkan perasaan jomblonya yang lagi ingin mencari jodoh.
" Nona Alika Bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Ben sambil menahan senyumnya ketika melihat Dafa menaikkan alisnya sebelah sepertinya rasa penasaran pria itu ada mendengar pertanyaan Ben barusan.
" saya itu sebenarnya lagi mau Kak bicara tapi karena kamu sudah bertanya dengan sopan, sok atuh kasih pertanyaan ke saya kalau saya bisa menjawab pasti bakalan saya jawab!" ujar Alika yang belum terlalu semangat Karena ia merasa kesal dengan Rafa yang sangat menyebalkan itu.
" kalau Nona Alika dikasih jodoh sama Tuhan, maunya yang seperti apa kriteria yang diinginkan?" tanya Ben memastikan.
wadidaw pertanyaan ini mah yang sebenarnya Alika lagi tidak ingin membahasnya, pasalnya trauma menghadapi sebuah hubungan baru saja ia alami.
waktu berpacaran dengan Raka tidak sebentar bahkan mungkin sudah masuk hitungan tahun, akan tetapi penghianatan yang membuat hubungan yang terasa indah menjadi di bubar di tengah jalan.
Jika boleh memilih lebih baik darinya sendirian saja, Lagian siapa bilang manusia hidup hanya untuk ****, mencari kepuasan dan mendapatkan keturunan?
karena **** tanpa cinta kepuasan tanpa kesetiaan serta keturunan tanpa ada rasa tanggung jawab itu sama saja bohong, Lebih baik sendiri memanjakan mata dan pikiran jadi tidak terlalu ribet.
" harus ya dijawab pertanyaan itu?" tanya Alika memelas.
Belum Ben menjawab Dafa sudah menimpali lebih dahulu, maklumlah ternyata pertanyaan Ben itu mewakili pertanyaannya sendiri.
" ya harus dijawab dong Masa tidak, Lagian Apa susahnya sih menjawab kamu kan tidak perlu melakukan pekerjaan yang berat tinggal ngomong doang!" Kenapa jadi Daffa yang ngegas ya?
hidup ini sungguh tak berarti, Bila Tuhan tak mendampingi... segala jadi tak pasti bila kita terus ingkar kasihnya...
hanya dikau Tuhan Aku berteduh Dermaga Cinta Indah berseri jiwaku berpaut dalam kasihmu ajaib Tuhan kasihmu untukku...
jalan hidup terasa membentang...
tangan Kasihmu terus membimbingku jiwaku ragaku aman selalu kasihmu Tuhan untukku selamanya...
semuanya terdiam ketika mendengar nada dering yang berasal dari ponselnya Alika, sebuah nada yang begitu menyayat jiwa yang menginginkan semua umat bersyukur bahwa segala makhluk ciptaan yang ada di bumi ini tidak pernah diberikan cobaan yang melebihi dari batas kemampuannya.
" baiklah jika itu kemauan kalian aku akan menjawabnya, Tolong jangan dipotong ataupun dilanjutkan ke tempat lain karena aku tidak ingin ada yang menjadi biang gosip di antara kita!" sinis Alika yang sebenarnya mulai terasa sensitif ketika membahas hal pribadi.
" Aku tidak pernah meminta muluk-muluk pada Tuhan, karena aku yakin dia sudah menyiapkan seseorang yang terbaik dari yang ada. hanya saja jika diberikan pilihan suatu saat nanti, aku tak perlu dia kaya bukan karena harta orang tuaku yang sudah banyak. hanya saja Aku ingin dia menjadi pribadi yang bertanggung jawab, memiliki standar nilai kesetiaan yang tinggi serta tidak mempermainkan sebuah hubungan.Aku juga tidak memerlukan pria yang romantis karena sepertinya di zaman modern seperti ini jarang menemukan pria seperti itu, hanya saja jika besok lusa dikasih sama Tuhan pria yang romantis dan selalu membuat aku betah di sampingnya maka bagiku Itu adalah sebuah bonus dari Tuhan." ujar Alika sambil tersenyum dan perkataannya itu membuat pria yang berada di sampingnya itu merasa begitu bahagia mendapatkan seorang wanita yang tidak pernah menaruh standar yang begitu tinggi dalam hidupnya.
__ADS_1
" wah kalau begitu saya yang hanya sebagai asisten dari tuan Daffa bisa mencalonkan diri dong nona, soalnya kalau Setia bertanggung jawab itu adalah komitmen saya dalam hidup. untuk kebahagiaan Saya akan berusaha melakukan yang terbaik, tidak ada air mata yang akan keluar karena menurut saya hujan tiap hari saja sudah banjir apalagi kalau ditambah dengan air mata bisa tertutup bumi ini dengan air." perkataan Ben itu ia selipkan dengan nada candaan agar suasana tidak terlalu begitu Canggung.
" Ih kamu nih aku pikir beneran mau gombalin aku, padahal berakhirnya di banjir bandang.Sana pelihara Hiu, soalnya tuh hewan sangat senang kalau kamu kasih air yang banyak banget apalagi kalau kamu temani dia tidur pasti dia lebih berbahagia lagi karena perutnya bakalan kenyang dapat makanan gratis." ledek Alika membuat suasana kembali riuh wanita itu bahkan melupakan kekesalannya sesaat kepada Dafa yang juga ikutan tertawa.