
Sandra tidak terima dengan apa yng di lakukan oleh Alan tadi,karena biar bagaimana pun dirinya ingin agar Alan lebih mementingkan urusan tentang menikah daripada tidak sama sekali.
"Eh kamu itu jangan keenakan cepat pulang,persetan dengan urusan kantor yang tidak berharga itu cepat kembali bawa calon menantu karena jika tidak Mama tidak akan pernah pergi melamar dia untuk kamu." Ujar Sandra dengan nada yang memaksa.
Alan hanya bisa mendengus kesal mendengar nada Mama nya yang begitu memaksa,padahal dirinya juga harus menjelaskan kepada Ana baru lah diri nya bisa membawa wanita itu pergi menemui kedua orang tuanya.
" Mama itu jadi orang memaksa sekali loh seperti hari esok sudah habis saja,lagian aku kan juga masih harus mengurus hal yang perlu aku urus!" Ujar Alan karena tidak menyukai sikap pemaksa sang Mama.
"Oh jadi ceritanya kamu tidak masalah jika nanti punya istrinya ditunda dulu soalnya kamu kan sepertinya terlalu mengulur waktu, Mama si tidak keberatan Kalau memang kamu tidak mau dalam waktu dekat ini soalnya kan yang punya istri kamu bukan mama ?" sindir Sandra.
Alan mengerutkan keningnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Mamanya itu yang kesannya seperti memaksa tetapi membuat dirinya emosi dulu, padahal tadi jelas-jelas sudah mengatakan Jika masih ada keperluan lain yang tidak bisa ditinggal Tapi tetap saja rasa pengertian itu tidak pernah ada.
" Mama, aku kan bilang setelah mengurus pekerjaan yang ada Baru bisa pulang bukannya mengatakan jika tidak ingin menikah dalam waktu dekat.. jadi tolong jangan mengatakan sesuatu yang tidak pernah aku katakan sedikitpun karena itu sama saja dengan mama memfitnah anak sendiri, syukur-syukur kalau perkataan Mama tidak bocor kemana-mana kalau tidak jadinya kan bisa berabe kalau sampai orang tuanya Ana dengar. "pinta Alan ingin menjelaskan secara detail tapi yang namanya Sandra Sejak kapan mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh anaknya itu secara luas dan terperinci.
"Nah tuh kamu tahu kalau sampai orang tua nya Ana dengan masalah bisa berabe,maka dari itu sebelum semua terlambat dan tambah berabe lebih baik bikin lebih santai dan rileks." Ujar Sandra membujuk putranya itu.
Alan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar,sebab dirinya takut jika Ana belum siap bertemu orang tuanya.
" aku boleh ngomong sama orang tua kamu?" tanya Ana setengah berbisik meminta izin kepada kekasihnya itu yang terlihat begitu Dilema.
Alan yang mendengar apa yang ditanya oleh Ana,merasa bingung sebab dalam pikirannya jika Ana masih enggan atau canggung ketika berbicara dengan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Mah ada yang mau ngomong nih!" Ujar Alan membuat Sandra di seberang merasa heran.
"Siapa?" Tanya Sandra tapi tidak ada jawaban yang diberikan oleh Alan.
"Hallo Mah,ini aku Ana!" Sahut Ana secepat mungkin agar Sandra tidak penasaran.
Sandra membulatkan matanya sempurna mendengar siapa yang sedang menyapa dirinya dari seberang,bahkan parahnya sampai bahu suaminya menjadi sasaran dari pukulan maut yang berasal darinya karena gerakan yang refleks.
"Ahhh,Pah dengarkan tadi suara calon menantu kita?" Tanya Sandra kepada suami nya itu.
Alexis hanya bisa menatap penuh tanda tanya karena respon yang terlalu berlebihan dari sang Istri, karena setahunya tidak perlu sampai berlebihan begitu karena biar bagaiamana pun nantinya mereka bakal sering ketemu.
Sandra akhirnya tersadar jika terlalu lama dirinya membiarkan Anda menunggu jawaban darinya, mungkin karena reaksi yang terlalu berlebihan tapi itulah yang sedang dirasakan oleh wanita paruh baya.
" kami masih di sini kok Nak. Tidak kemana-mana, jadi ceritanya kamu sedang sama Alan tapi kenapa anak nakal itu tidak kasih tahu mama ya tadi?" Tanya Sandra memastikan.
Alan hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung kenapa malah dirinya yang di salahkan,padahal jelas jelas tadi tidak ada yang menanyakan soal keberadaan Ana.
"Hehe mungkin karena tadi tidak ada yang bertanya soal aku jadinya dia juga tidak ada niat untuk mengatakan nya!" Sahut Ana membuat Alan bernafas lega.
"Tapi kan tetap saja dia salah karena terlalu membangkang jadi orang dan juga tidak pernah penurut sedikitpun,tapi syukurlah karena kamu sudah ada dan Mama bisa dengar suara kamu jadi tidak masalah!" Jelas Sandra sambil tersenyum padahal Ana tidak melihat hal itu sedikitpun.
__ADS_1
"Mama sudah masuk kedalam Apartemen nya Alan belum,soalnya kalian pasti capek karena sudah melakukan perjalanan yang sangat jauh dan juga otomatis pasti memerlukan istirahat yang cukup agar tidak ngedrop!" Ujar Ana perhatian.
"Nah ini di yang membuat Mama selalu senang kalau punya anak cewek,pasti tidak ada yang kesepian dan juga pasti bakal menanyakan keadaan Mama sama Papa. Bukan seperti cecunguk bodoh itu yang mana pernah ada niat untuk melakukan hal itu,yang ada mungkin dia malah mendoakan agar kami cepat mati!" Jelas Sandra lagi dan lagi menjadikan Alan sebagai bahan gibah tepat langsung di hadapan orang nya.
"Hehe kayak nya gitu terus Ya Mah?" Tanya Ana yang sengaja menimpali perkataan Sandra hingga membuat Alan merasa kesal pada nya.
"Mah sudah dong kalau bicaranya jadi tidak berbobot lebih baik tidak usah sekalian,karena nanti nya bakal membuat calon istriku jadi tercemar otak nya!" Sungut Alan.
"Ih memalukan siapa juga yang tidak punya kerjaan dan membicarakan orang yang tidak punya faedah seperti kamu,yang hanya membuat orang lain kesusahan!" Ketus Sandra tidak mau kalah.
"Ya sudah Mah,nanti kakau kerjaan Nya Alan sudah beres pasti kami bakal langsung menuju kesitu." setelah berbasa basi ala kadar nya Ana pun segera mematikan panggilan itu.
Sandra begitu bahagia karena akhirnya setelah sekian purnama bisa berbicara dengan calon menantu,yang hanya bisa di lihat dari foto milik Alan daripada secara langsung.
"Papa,Mama sudah tidak sabar bertemu dengan kedua orang tua nya Ana." Ujar Sandra.
"Sabar saja Mah,kita juga harus menunggu kesiapan Alan tidak asal keburu buru nanti yang ada dia pusing sendiri." Ujar Alexis mencoba membuat sang istri paham.
"Iya Mama juga tahu,hanya saja kalau ketemu calon mantu dulu baru masuk lamar kan tidak masalah ?" Tanya Sandra yang mencoba tetap pada pendiriannya.
"terserah Mama saja soalnya Papa pengen istirahat,capek jalan jauh sudah begitu datang bukan langsung istirahat malah mendengarkan perdebatan kalian tadi!" Setelah mengatakan hal itu Alexis mulai memasuki kamar yang sudah Alan persiapkan untuk mereka jika nanti datang di tempat itu.
__ADS_1