MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 12


__ADS_3

HAII READER KU TERSEYENG


SEMUA AUTHOR UDAH PADA MINGGAT LHO...


AUTHOR ADALAH ORANG YANG KONSISTEN...TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH WALAU BAYARANNYA KURANG😭😭😭😭


LOPE U FULL


HAPPY READING YA GUYS


LANJUT ^^^^


Jika Raka sedang pusing berbeda dengan Dea dan Vika yang tersenyum penuh kemenangan. Keduanya merasa senang karena akhirnya salah satu penghalang mereka pergi juga ,tinggal bagaimana membuktikan kepada Raka siapa yang terbaik.


"Terima kasih Tuhan akhirnya saingan terberatku enyah juga dari dekatku," gumam Vika.


Berbeda dengan Dea yang sedang polos dihadapan Vika tanpa ada rasa malu sama sekali,ia bahkan dengan sengaja memamerkan bentuk tubuhnya kepada Vika.


"Kamu lihat kan tubuhku lebih mulus daripada punyamu," sinis Dea dalam hati.


"Woii tutup itu tubuh kamu,aku masih selera yang tongkat bisbol bukan yang jeruk makan jeruk," sindir Vika lalu pergi dari situ.


"Sialan dia pikir aku juga napsu apa sama semangka,ishh kamu tunggu saja giliran untuk didepak dari kehidupan Raka," gumam Dea sambil tersenyum smirk.


Raka frustasi karena tak kunjung bertemu Alina,Ia mencari kesana kemari kekasihnya itu tapi sayang tak kunjung ia jumpai.


"Sayang,kamu dimana aku minta maaf," Teriak Raka namun sayang yang di cari tak ditemukan sama sekali.

__ADS_1


Pantaskah ia masih disebut kekasih dari Alika Mariano,mengingat semua yang terjadi tadi sungguh membuat hubungan keduanya berantakan.


"Sayang maafkan aku," lirih Raka sambil membenarkan pakaiannya lalu menuju kedalam mobilnya karena tadi ia juga hendak pulang tapi digoda oleh Dea hingga kejadian itupun terjadi.


Alika yang antara dan tidak memilih pergi ke kafe tempat sahabat karibnya berada,oa ingin berbagi keluh kesah yang sedang ada dalam pikirannya kini.


Alika yang penampilannya sangat kacau dengan matanya yang sembab serta rambutnya yang berantakan tak peduli dengan tatapan para pengunjung disana.



"Tuh cewek cantik kayanya lagi patah hati deh,hancur banget mukanya," ujar salah satu pengunjung kafe itu.


Tanpa Alika sadari dari tadi sepasang mata sedang menatap heran kearahnya,karena wanita yang tadi siang ia temui sangat cantik dan teratur kenapa malam ini jadi parah begitu.


"Tuh cewek kesurupan atau apa ya,kenapa parah begini," gumam Dafa.


Yap Dafa sedang bersama Mamanya untuk makan malam sambil menunggu sang Papa menyusul mereka.


"Shutt Ma,tuh cewek kayanya lagi ada masalah deh nanti saja ya soalnya dia saja tidak konek dengan keadaan sekitar," Saran Dafa.


"Uhh kasihan kira kira dia kenapa ya?" Tanya Mamanya Dafa.


Dafa tak membalas hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu menahu dengan Alika.


"Ana nya ada Mas?" Tanya Alika kepada salah satu pegawai disitu.


"Oh ada Mbak dalam ruangannya." Balas mereka.

__ADS_1


Alika yang sudah tak asing lagi dengan tempat itu,langsung saja memilih menuju keruangan Ana berada.


Ceklek


Alika membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuk dulu atau apalah itu,karena yang ada dalam pikirannya hanyalah bertemu dan mencurahkan isi hatinya.


"Heii kenapa tidak mengetuk dulu," teriak Ana yang sedang fokus pada laporan yang ada ditangannya.


"Anaaa,kamu jahat aku sedang patah hati tapi malah kamu marah marah," tangis Alika dengan suara cempreng nya membuat Ana segera bangkit dan menepuk pelan bahu sahabatnya.


"Heiii kamu kenapa nangis hemm? Ayo duduk baru ceritain ke aku!" pinta Ana.


"Huwaaaa aku sedih aku sedihhh," lirih Alika tapi sayang suaranya tak bisa dikecilkan.


""Aishh nih orang bukanya rem eh tambah gas tangisan nya," Gerutu Ana.


"Alika Mariano ayolah diam dulu baru cerita masalah kamu,jangan kaya anak SD ditinggal pergi emaknya." Bentak Ana yang kesal dengan tangisan Alika yang begitu merusak gendang telinga.


"Aku patah hati aku sedih guyss," Lirih Alika pelan sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Raka kenapa?" Tanya Ana pelan.


"Dia selingkuh dibelakangku lebih parahnya lagi itu adalah teman kerjaku yang otomatis mereka telah membohongiku selama ini." Sambung Alika lagi.


"Akhirnya kamu percaya juga kan ,selama ini kamu selalu bela sikampret sialan itu yang kamu bilang makhluk paling setia dijagat raya ini," sindir Ana yang jengah mengingat pembelaan Alika selama ini kepada Raka.


"Haishh kamu ini bukannya menghibur malah tambahin ceramahnya aku kan butuh kata kata manis bukannya kata kata pedas." Kesal Alika yang sudah menghentikan tangisnya.

__ADS_1


Lagian bagaimanana mau lama lama menangis ,orang yang berada dihadapan nya kini malah mengomelinya hilang sudah keinginan untuk menangis dan akhirnya memilih diam saja.


Ko diam ko aman😂😂


__ADS_2