MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 199


__ADS_3

"Kamu yakin bisa menyelesaikan tugas kampus soal Desainer?" Tanya Diana memastikan sebab tidak terlihat kesulitan sedikit pun di wajah Deka walau hanya sedikit saja.


Deka hanya tersenyum sebab memang apa yang di tanyakan oleh Diana itu tidak ada yang salah,karena dirinya yang notabene pegawai kantoran bagian real estate dan juga perhotelan mana paham soal yang beginian.


Hanya saja selalu ada pepatah yang mengatakan bahwa jangan hanya melihat Orang dari cover luar nya saja,setidak nya lihat isi dalam nya kira kira seperti apa?


"Kamu pikir aku ini kalau sekolah hanya terpaku pada satu mata kuliah,kamu tahu kan kalau anak Arsitek itu selalu harus mempunyai jiwa seni untuk menggambar nah sama juga kan dengan anak Desainer!" Jelas Deka membuat Diana hanya mangut mangut saja.


"Kalau begitu Om lanjut kerjanya aku mau buat nasi goreng dulu,om juga kalau mau aku buatkan sekalian?" Tanya Diana memastikan.


Deka tersenyum bahagia ingin menangis tapi di tahan saja,sebab apa yang ia rasakan sekarang seperti seorang istri yang sedang memberikan perhatian padanya.


"Wah kebetulan aku juga lapar,tapi bisa di request tidak rasanya?" Tanya Deka memastikan membuat Diana menatap penuh tanda tanya kearah nya.


Pasti dalam pikiran gadis itu sekarang adalah keterlaluan sekali pria itu,sudah di kasih hati malah minta jantung.


"Apa?" Tanya Diana hanya kata kata itulah yang keluar.


"Aku mau Nasi Goreng nya tapi pake Cinta dan kasih sayang!" Ujar Deka sambil memasang wajah terbaik nya Versi pria itu.


Diana mendengus kesal mendengar apa yang di katakan oleh Deka itu,sebab tadi ia mengira ada hal penting yang menjadi pantangan pria itu.


'" Dasar manusia aneh,kok bisa sih ada orang yang tidak tahu malu seperti kamu itu?" Tanya Diana tapi sama sekali memerlukan jawaban karena ia langsung pergi dari situ.


Ketika sampai di dapur ia pun mulai memikirkan ide gila yang tepat untuk sikap aneh Deka barusan,karena memang orang seperti itu sepantasnya harus di perlakukan seperti itu.


Ia pun mulai memasak Nasi Goreng pake udang dan sosis serta jangan lupakan dengan cabe rawit 15 buah,karena memang Diana sangat suka dengan makanan yang rasanya pedas menggigit.


Deka mana tahu jika sebentar perutnya akan di ajak perang sedemikian rupa,karena dalam pikiran nya bahwa rasa Cinta yang ia minta pasti adalah rasa yang sangat menggugah selera karena di buat pake Cinta.


Arin yang berada di dalam kamar sebenar nya merasa lapar hanya saja ia juga mana berani menunjukan batang hidung nya,padahal tadi sudah melakukan kesalahan yang tidak bisa ditolerir.

__ADS_1


"Ah kalau aku disini dan saja kira kira perutku bakal kenyang karena makan angin atau gantian aku yang tepar,atau lebih baik keluar terus pasang muka tebal biar disangka aku sudah lupa dengan kejadian yang tadi?" Gumam Arin monolog.


Sebenarnya sebuah masalah itu sederhana saja jika kita mau untuk mencoba tidak hanya duduk dan menunggu,karena kesempatan itu tidak pernah datang untuk dua kali.


Dengan sambil mengintip Arin keluar dari kamar,fokus nya hanya tertuju kepada ruang tamu dan hanya melihat Deka sedang fokus pada tugas nya Diana sedangkan yang empunya entah menghilang kemana.


"Ehemm,kenapa kayak pencuri di rumah sendiri? Sana kedapur aku udah goreng Nasi,rasanya maknyus lho soal nya bikin nya pake Cinta hasil permintaan nya si Om!" Diana yang melihat gerak gerik Arin diri nya langsung tahu jika sahabat nya itu sedang kelaparan.


Arin menghembuskan nafasnya kasar karena akhirnya tidak ada pembahasan lanjutan soal Cecep tadi,sudah begitu Diana malah masak makanan kesukaan nya pula.


Beda hal dengan Deka yang sedang merasakan ada begitu banyak kupu kupu yang berterbangan di kepalanya,sebab apa yang di minta ternyata di kerjakan oleh pujaan hati tentu saja kebahagiaan yang tak terhingga.


"Dimana punya ku Sayang?" Tanya Deka yang sengaja memanggil Diana seperti itu karena memang ia ingin sekali melihat respon wanita cantik itu.


"Eh atas dasar apa kamu memanggil ku seperti itu,ingat ya kita itu bukan siapa siapa?" Tanya Diana tak terima.


"Kalau ada apa apa nya pun aku tak masalah,soalnya lebih cocok yang seperti itu?" Tanya Deka santai.


"Kalau kamu mau nikahnya sama orang lain terus akunya bagaimana?" Tanya Deka memelas.


Mendengar pertanyaan Deka membuat Diana yang sedang mengunyah makanan super pedas itu langsung tersedak,sebab siapa yang tidak seperti itu ketika pertanyaan yang di lontarkan sangat membuat dirinya tidak siap memberikan respon secara benar.


"Ya kalau memang dia bukan jodoh nya Om,aku siap kok menjadi pelarian saja! Soalnya aku sama Kang Mas Cecep Masduki seperti nya tidak bakal mendapat restu!" Arin menimpali membuat Diana sedikit terbantu.


"Nah tuh Om ada yang menawarkan diri secara cuma cuma,jadi kenapa tidak di sesuaikan saja biar lebih mengena soalnya kasihan anak orang kalau di anggurin?" Diana terlihat begitu santai seolah tanpa beban sedikitpun dengan apa yang di katakan oleh dirinya tadi.


"Kamu kenapa bicara seperti itu,memang nya perasaan seseorang bisa berpindah tempat dalam hitungan menit?" Tanya Deka kesal dan juga tidak terima.


"Ya mana aku tahu menahu soal perasan Om itu mau kemana,kan aku bukan Cenayang yang dapat membaca perasaan seseorang?" Diana tampak menyodorkan kembali nasi goreng yang sudah di tolak oleh Deka tadi dan entah apa yang di pikirkan oleh pria itu yang memilih berdiam diri.


"Om ngambek?" Tanya Arin heran.

__ADS_1


"Menurutmu?" Tanya Deka sinis.


"Lho kok marah nya kesaya,memang nya apa yang saya lakukan?" Tanya Arin heran.


"Karena sahabat mu itu yang tidak pernah mau mengerti,masa selalu menyebut orang lain padahal jelas jelas ada aku disini?" Tanya Deka.


"Om sini aku suapin deh biar diam,daripada ngomong terus!" Diana langsung memberikan satu suapan untuk Deka yang sudah terdiam.


'Gimana enak tidak?" Tanya Diana.


"untuk ukuran calon istri pekerja kantoran masakan ini sangat enak!" Sahut Deka tapi sebenar nya sangat tersiksa dengan rasanya yang sungguh pedas menggigit.


"Kalau pedas nya masih kurang aku ambilkan sambal ya?" Tanya Diana yang hendak beranjak dari situ tapi Deka mencegah nya.


"Stop,ini sudah pas jangan di tambah apapun lagi!" Sahut Deka yang 15 buah cabe saja sudah membuat dirinya tersiksa apalagi tambah sambal bisa nyonyor sekalian.


"Oh gitu yah,soalnya Wajah Om itu biasa saja jadi aku pikir suka yang pedas menggigit!" Jelas Diana tanpa beban.


Demi cinta aku rela bertaruh nyawa,mungkin itu yang di rasakan oleh Deka kini ketika dirinya baru awal berjuang sudah di hadapkan dengan rintangan entah nanti bagaimana di pertengahan dan akhir.


Apalagi melihat wajah santai Diana itu,terlihat seperti orang yang sedang melakukan kesalahan tapi tidak mau ambil pusing.


Arin hanya geleng geleng kepala melihat sikap sahabat nya itu,perasaan Deka secara langsung sudah menunjukan perasaannya tapi kenapa malah Diana seolah tidak menyadari nya.


Mungkin benar kalau pengalaman adalah guru yang paling berharga,sebab Diana kan tidak pernah pacaran jadi mana paham soal yang begituan.


"Om,ceritanya Teman aku disuruh suapin Om sampai makanan nya habis begitu?" Tanya Arin sambil tersenyum mengejek.


Diana akhirnya sadar jika dirinya sudah melakukan hal yang tidak tidak dari tadi,kok bisa bisanya ia sampai melupakan hal sepenting itu.


"Eh kamu beneran lho Rin,ini Om modus banget jadi orang!" Ketus Diana lalu menyerahkan piring makanan itu tepat di hadapan Deka lalu segera pergi dari situ dengan wajah yang memerah karena malu.

__ADS_1


Deka menatap tajam kearah Arin,coba saja kalau tadi mulut gadis itu tidak ember pasti hal ini tidak akan terjadi.


__ADS_2