MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 196


__ADS_3

Raka yang begitu antusias bahkan tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada wanita yang sudah menolong nya itu,karena biar bagaiamana ini yang sudah ia harapkan selama beberapa minggu ini.


Biarkan diri nya dikatakan dengan caci atau makian menurut yang di inginkan oleh Da Young,yang pernah menolong nya keluar dari tempat yang ia juga bingung berada di korea bagian mana nya.


Ketika sampai di jalan yang tadi di maksud oleh Da Young,pria itu melihat mobil yang di maksud baru muncul dan sudah di penuhi oleh penumpang yang bergantung di sisi mobil bahkan ada yang berada di atap,sungguh pemandangan yang jauh dari kata layak dan pantas ketika dirinya melihat drama yang sering di tonton oleh Alika ketika mereka berdua masih bersama.


"Ini mobil di korea apa di india ya,katanya mereka kaya raya kok bisa sengsara ini? Apa ini hanya terjadi pada daerah terpencil ini,atau masih ada daerah yang lain?" Tanya Raka dalam hati dan segera memalang mobil tersebut dengan cara berdiri ditengah jalan dan merentangkan kedua tangan nya.


Karena jika ia tak melakukan hal itu otomatis tidak akan pernah ada yang mau memberikan diri nya tumpangan,apalagi dengan penampilan dirinya yang sudah seperti gelandangan kelas Mujair.


cittt,bunyi roda yang bergesekan di jalan beraspal itu begitu terasa di telinga Raka,dalam hati nya ia hanya merapalkan doa agar rem mobil itu tidak blong.


Jangan lupakan dengan semua cacian dan makian yang di dapatkan oleh Raka,tapi ada untung nya kalau dirinya tidak mengerti bahasa korea yaitu orang mau memarahi dirinya model apapun ia hanya membalas dengan senyuman bahkan mungkin malah balik mengucapkan terima kasih kepada para penumpang yang lain.


"Dasar manusia bodoh,apa dia pikir nyawanya ada terjual bebas di toko bangunan?" Teriak salah satu wanita paruh baya.


"Biasa, orang asing itu kadang otak nya geser karena tidak mengerti cara hidupnya di negeri orang!" teman nya wanita tua itu ikutan berkomentar layak nya juri dadakan untuk pertunjukan uji nyali yang sedang Raka sajikan barusan.


Namun Raka yang notabene tidak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan Memilih Untuk santai saja yang penting Intinya satu yaitu dirinya mendapatkan tumpangan,kalau soal yang lain tak masalah sebab itu merupakan hak mereka dalam berkomentar yang penting dirinya tidak mengerti mereka mau marah dengan cara apapun.


"Kamu mau kemana?" Tanya Sopir itu yang kebetulan mengerti bahasa asing dan merasa yakin jika Raka adalah salah satu turis yang terdampar di tempat itu.


"Aku mau ke kota yang ada Bandara dan juga kota besar nya !" Sahut Raka antusias.


"Tapi mobil ku sudah penuh,kalau mau duduk tidak ada tempat tapi kalau mau bergelantungan ya tidak masalah!" Jelas sopir itu membuat Raka bergidik ngeri.


Bagaimana tidak hanya karena ingin agar bisa bebas dari tempat ini,dirinya melakukan hal gila yang tidak pernah ia bayangkan seumur hidup.


Dulu dirinya duduk di dalam mobil ber-ac dan penumpangnya hanyalah dirinya seorang ,tapi sekarang malah setiap jengkal mobil ini ada makhluk yang bernafas tengah menatap dirinya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


Sopir yang terlalu lama menunggu jawaban dari Raka,langsung memukul kepala pria itu agar jangan terlalu lama berpikir.

__ADS_1


"Bugh,hei aku ini masih punya pekerjaan yang lain! Bisakah kasih keputusan hanya memerlukan waktu satu detik saja ,karena kalau tidak aku bakal meninggalkan dirimu tanpa bertanya lagi!" teriak sopir itu.


"Aku ikut terserah mau dimana saja tempat yang kosong,tapi tolong jangan pernah tinggalkan aku!" Lirih Raka yang sudah seperti orang yang tidak punya harga dirinya sama sekali.


Kini mereka mulai kembali pergi dengan mobil yang di paksa membawa muatan lebih dari kapasitas nya,namun Raka memilih tak peduli karena dirinya hanya ingin mengingat tempat ini soalnya siapa tahu ia bakal di buang di tempat ini lagi.


Ketika orang lain sibuk menyanyi dan bersenda gurau,pria itu memilih untuk berdiam diri karena memang percuma mengajak penumpang lain bicara jika bahasa mereka bakal berbeda.


semua orang pun tidak ada yang peduli padanya karena mereka tahu jika orang seperti Raka itu tidak akan pernah mengerti bahasa yang mereka ucapkan.


Apalagi tampang Raka yang sangat tidak ada bagusnya karena tiap hari terbakar oleh sinar matahari,sebab jika ia tidak bekerja maka otomatis bahan makanan untuk nya pun di tahan dan tidak pernah di berikan.


Persetan Semua orang mau berpikiran Apa karena baginya yang ia pikirkan itu yaitu tentang masalah dirinya bukan tentang kehidupan orang lain, sebab ketika dirinya kesusahan semua orang yang berada disekitarnya ataupun orang yang ia jumpai sekarang ini tidak ada di sampingnya untuk memberikan bantuan ataupun sekadar menjadi teman ngobrol agar bebannya terasa lebih ringan.


jadi tidak masalah jika dirinya memperlakukan sikap nya seperti orang asing,di tengah kerumunan orang banyak yang entah berapa banyak jumlah nya.


" Kamu darimana asal nya ,kenapa malah terdampar di kampung yang berada di pinggiran kota itu?" Tanya Sopir yang mungkin merasa iba dengan wajah kebingungan milik Raka itu.


" aku terdampar di sini karena salah naik kapal dan orang yang menelantarkan ku tidak bertanggung jawab dengan cara memulangkan ku, dan alhasil aku seperti orang yang tidak punya apa apa dan siapa siapa yang bisa di andalkan!" Sahut Raka.


"Aku tidak tahu kalau ada teman senasib di tempat itu ,tapi kenapa tempat daur ulang itu hanya ada orang tertentu yang tidak pernah ada wajah asing yang lain ?" Tanya Raka heran.


Pria itu tertawa ketika mendengar Raka yang penasaran seperti itu ,padahal selama ini yang ia ketahui adalah jaeyoung dan putrinya yang tidak pernah bergaul dengan orang luar.


"Kamu selama di tempat itu pernahkah bertemu dengan Ja Young dan putrinya Da Young?" Tanya Sopir itu.


"Pernah bahkan putrinya yang memberi tahu jika ada mobil yang bakal selalu lewat,maka dari itu aku datang ke tepi jalanan itu!" Jelas Raka.


Pria itu mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan Raka barusan, sebab setahu nya bahwa Ja Young merupakan wanita pembunuh berdarah dingin jika ada yang berani mengusik kehidupan dirinya dan sang putri.


"Kamu yakin mereka yang melakukan hal ini ,atau mengira yang melakukan hal ini ada lah Da Young padahal sebenar nya adalah orang lain yang ingin menyelamatkan kamu dari wanita iblis itu ?" Tanya Sopir itu memastikan membuat Raka jadi tambah bingung.

__ADS_1


"Maksud kamu bicara seperti itu apa ?" Tanya Raka heran.


Sopir itu hanya bisa tersenyum karena melihat wajah penuh keheranan milik Raka itu,ternyata memang pria itu tidak mengenal siapa sebenar nya keluarga Young di tempat yang ia tinggalin itu.


Padahal semua orang sangat segan dengan ibu dan anak itu yang tidak pernah mau kehidupan pribadi mereka diusik oleh siapapun termasuk orang asing sekalipun ,jadi intinya cuma satu yaitu Raka merupakan orang yang sangat beruntung.


"Intinya kedua wanita yang kamu temui disana merupakan orang yang harus nya di hindari,tapi kamu malah bergaul dengan mereka berdua. Itu artinya nasib kamu sedang beruntung ,sebab masih bisa keluar dari situ dengan keadaan masih bernafas!" Sahut pria itu sambil tersenyum.


Perkataan yang begitu ambigu membuat Raka kebingungan untuk mencerna semua yang di katakan pria itu ,tapi tidak sopan jika dirinya bertanya lebih detail lagi nanti dikira tidak tahu sopan santun.


Pria itupun memilih seolah tidak mendengar apapun karena nanti sama saja jika dirinya memberikan pertanyaan lagi kira-kira bisa dijawab atau tidak, atau memang kebiasaan pria itu hanya ingin membuat orang mati penasaran dan tidak tahu menahu apapun.


ketika melihat Raka yang hanya terdiam dan tidak merespon apa yang ia katakan tadi pria yakin bahwa pemuda itu sedang mencerna apa yang ia katakan dan juga tidak enak hati untuk menanyakan kepadanya secara langsung, padahal sebenarnya Ia hanya ingin menjelaskan dari sudut pandang apa yang ia ketahui dan juga tidak ada yang dilebih-lebihkan.


" aku yakin kamu pasti sedang penasaran kan sebenarnya mereka itu siapa Dan juga bagaimana bisa sampai di tempat itu dan menjadi pemilik tempat daur ulang yang kamu tinggali, sebenarnya menjelaskan soal mereka itu hanya bikin kepala sakit dan juga tidak akan pernah ada ujungnya maka dari itu aku mempersingkat segalanya agar di dalam otakmu itu bisa terbaca. putrinya itu merupakan salah seorang mantan narapidana yang keluar dari rumah tahanan akibat dibantu oleh seseorang yang bernama Daffa Adrian dan dibantu oleh asisten yaitu Tuan Deka, yang merupakan orang yang menyuruh mereka untuk mengelola tempat itu serta semua keuntungannya Biar mereka yang rasakan yang penting Intinya satu mereka berdua tidak menjadi wanita yang penjahat. maka dari itu mereka bisa sampai ke tempat itu yaitu karena atas perintah dari orang asing berdua itu yang telah menangkap mereka berdua seperti keluarga dan tidak ingin ada orang-orang lainnya lagi yang menjadi korban selanjutnya, mungkin dengan membiarkan kamu lolos dari situ karena mereka merasa bahwa kamu itu mengenal dengan salah satu dari orang-orang terkenal yang aku Sebutkan di awal tadi," perkataan Sopir itu membuat Raka akhirnya paham pantas saja ke dua wanita itu seolah tidak mau membantu dirinya karena mereka tahu jika Raka telah melakukan kesalahan yaitu dengan mengusik ketenangan Daffa Adrian dan juga keluarganya.


Sopir itu kembali melihat tampang Raka Yang sepertinya sudah mulai paham dengan apa yang ia katakan dan juga menerka sebenarnya maksud dan tujuannya mengatakan semua itu apa, maka dari itu ia pun tak melanjutkan penjelasannya yang menurutnya hanya membuang-buang waktu sebab bahasa Inggris yang ia ucapkan sekarang ini didapatkannya tidak dengan mudah karena memang menjadi sopir di daerah terpencil seperti itu harus menguasai bahasa asing dan yang mengajarkannya yaitu istrinya sendiri.


" karena kamu sudah paham otomatis aku tidak perlu bersusah payah untuk menjelaskan kepadamu yang selanjutnya karena itu memang tidak ada gunanya sama sekali, yang penting Intinya cuma satu kamu sudah keluar dari sana dengan nyawa masih utuh dan tidak kekurangan apapun. kamu tenang saja nanti untuk uang tiket mau kembali ke negara asal mau biar aku yang tanggung, jadi yang kamu pikirkan sekarang ya itu Bagaimana reaksi keluargamu melihat penampilan mu yang sekarang ini yang sudah jauh dari kata layak dan juga jauh dari kata orang yang beradab dan berada di kota yang besar dan Metropolitan!" sungguh Raka tak menyangka jika ada orang yang berbaik hati mau saja membantu dirinya padahal sebenarnya Ia juga sebenarnya apa pusing kira-kira nanti bakal mendapatkan uang tiket dari mana untuk bisa kembali ke Indonesia.


biarlah itu semua menjadi misteri Dan intinya ada 1 yaitu dirinya bisa mendapatkan bantuan tanpa harus bekerja keras ataupun menjadi pengemudi seperti yang ia lakukan kepada kedua wanita yang ia tidak ketahui identitas mereka di tempat daur ulang itu, Mungkinkah dirinya bakalan berubah ketika kejadian demi kejadian tak terduga ya alami dan membuat dirinya kesulitan diantara orang asing.


Jika boleh meminta diri nya ingin segera pulang dan bertanya kepada kedua orang tua nya kenapa tega nya tidak mencarinya ,bukankah mereka tahu tujuan awal ia datang ke tempat itu tapi kalau ia tak memberikan kabar otomatis mereka pasti bakal bertanya.


Padahal tanpa pria itu sadari jika sebenar nya kedua orang tua nya sedang utang sana utang sini ,karena mereka yakin jika dirinya menghilang itu karena sedang berbulan madu di pulau yang terpencil.


Yang ada itu bukan bulan madu di pulau terpencil tetapi malah di buang di tempat antah berantah yang tidak ada kejelasan sama sekali ,sehingga membuat anak mereka sudah seperti orang gila tanpa arah dalam hidupnya.


Jika boleh memilih tentu saja ia ingin teriak dan minta tolong,tapi mana bisa dilakukan di tempat asing yang bahasa nya saja sangat berbeda.


Hanya saja syukurlah sekarang diri nya sudah bergelantungan di samping sopir bus,yang benar benar lawan bicara yang patut di ucapkan beribu terima kasih oleh Raka.

__ADS_1


Karena jarang ada orang yang menawarkan bantuan tanpa di minta,pasti yang ada saat kita meminta bantuan pada orang yang kita kenal pasti bakal di marahin habis habisan lalu tanpa hati pergi dari situ tanpa menoleh kearah belakang lagi.


Syukuri apa yang kamu alami sekarang karena belum tentu datang dua kali,dan juga belum tentu nasib orang lain seberuntung dirimu.


__ADS_2