
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
" CEO dari Hongkong, tidak ada rasa tanggung jawabnya sama sekali! Dia pikir aku tidak punya pekerjaan sama sekali apa jadi melakukan sesuatu sekehendak hati, Awas aja kalau macam-macam lagi seperti ini bakalan ku cancel kerjasamanya!" sungut Alan sambil memasang wajah cemberut nya membuat asistennya Beni menatap heran ke arah pria itu.
" Sebenarnya Anda kesal kepada tuan Daffa, atau au kau Karena dia sudah mengambil Nona Alika dari anda?" batin Beni penasaran karena memang selama ini jika ada klien yang berhalangan hadir Alan selalu tak pernah mempermasalahkannya namun berbeda dengan Daffa kali ini.
Alan yang menyadari tatapan heran dari asistennya itu bertambah kesal, dirinya yakin jika pria itu pasti teman berpikir keras tentang sikapnya kini.
" Kenapa lihatin aku seperti itu, apa yang mau kamu tanyakan? ingat Jangan berpikiran macam-macam sebelum kamu juga bakalan menjadi korban berikutnya, Sudah tahu orang lagi kesal malah memasang tampang menjijikkan seperti itu!" entah setan apa yang merasuki Alan hingga Siapa saja yang ia temui bakalan menjadi sasaran kemarahannya.
" Saya tidak apa-apa kok tuan, Tadi hanya melihat cicak di dinding yang sedang merayu! " akhirnya itulah perkataan yang keluar dari mulutnya Beni karena bingung harus menjawab apa ketika tatapan tuannya itu begitu menusuk.
"Ckck, kalau mau berbohong usahakan belajar lebih giat lagi, karena wajah bodoh kamu itu tidak ada bagusnya untuk dipakai buat berbohong!" Benny hanya menelan perkataan tuannya itu. Mana berani membantah karena pasti akhir-akhirnya dirinya lah yang disalahkan, Sultan mah bebas biarpun salah Jadi benar.
" kita langsung ke hotel atau cari makan dulu tuan?" tanya Beni memastikan.
" kita pergi ke tempat yang dulu Alika bekerja, Aku ingin bertanya pada pria yang dulu mengaku sebagai kekasihnya?" sahut Alan membuat Beni akhirnya menghembuskan nafasnya kasar karena tebakannya tidak pernah meleset jika di dalam pikiran Alan kini hanya ada Alika.
" Oh Beni otak jenius mu pantas melamar diri menjadi seorang cenayang, karena belum ada 5 menit target sudah meminta untuk bertemu dengan nona Alika." batin Beni.
sebenarnya Alan tujuannya kembali ke Indonesia bukan hanya untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Adrian Group, melainkan untuk bertemu dengan sahabat semasa SMP sampai SMA nya itu.
wanita yang dari dulu membuat dirinya Masih betah sendirian, tidak pernah memikirkan orang lain lagi karena begitu kuat rasa cintanya untuk Alika mariano seorang.
Sesampainya di tempat Travel yang ia yakini Alika bekerja di situ tanpa banyak bicara Alan langsung masuk ke dalam.
namun Lagi Dan Lagi Allah merasa heran karena tempat travel itu sunyi tampak seperti tidak ada orang di dalamnya, padahal jelas di depan pintunya terbuka lebar dan tertulis Kalau dibuka.
" Ini orang pada ke mana sih, perasaan masih jam kerja , kok bisa-bisanya menghilang kayak Ditelan Bumi?" gumam Alan yang masih bisa didengar oleh Beni'
" apa sebaiknya kita pulang saja tuan, nanti lain kali baru kita balik lagi ke sini?" tanya Beni memastikan.
" Oh tidak bisa begitu, kamu pikir waktu saya dipakai untuk bolak-balik ke sini saja? lebih baik gunakan kaki kamu sebaik mungkin untuk mengecek ruangan di sini. jangan sampai ada salah satu pegawai yang terdampar, biar kita bisa ngomong sama pemilik tempat ini karena ada hal yang harus aku selesaikan sekarang juga!" perintah Alan lalu segera menuju ke ruangan lain untuk mencari keberadaan Raka'
sedangkan Beni menuju ke arah pos satpam yang sedang berjaga, dari keterangan pria itu bawa kantor dibuka dan ada pegawai mungkin sedang di pantry.
Alan yang berada di depan ruangan Raka, langsung menghentikan gerakan tangannya yang ingin mengetuk pintu.
niatnya itu ia urungkan ketika mendengar suara aneh dari dalam ruangan itu, suara yang sangat ia kenal ketika orang sedang melakukan kegiatan apa kini.
dengan perlahan Alan memutar handle pintu dan pemandangan sungguh tak menyenangkan terjadi di hadapannya, Raka sedang bersenggama dengan dua orang wanita sekaligus.
__ADS_1
Jelaskan posisi kedua wanita itu sedang berlomba untuk memuaskan pria yang hanya tertidur tanpa melakukan gerakan apapun, hal yang dilakukan mereka bukan membuat Alan menikmatinya tapi pria itu malah merasa jijik dan emosi.
karena pria yang sedang berada dalam posisi mendesah penuh kenikmatan itu, malah menyebutkan nama wanita yang sangat Alan cintai.
"Ohh Alika Sayang, kamu sungguh sangat nikmat! Aku sangat mencintaimu, aku mohon Kembalilah Padaku dan kita akan melakukan making love bersama-sama!" Desah Raka yang meracau tidak jelas membuat Alan mengepalkan tangannya menahan emosinya.
"Kurang ajar,dia berbuat Maksiat dengan orang lain tapi Nama Alika ku yang di sebut!" Kesal Alan.
jika Alan sedang emosi karena perbuatan Raka yang menyebut nama Alika, itupun tak beda jauh dengan kedua wanita yang tengah menggagahi Raka itu.
" kurang ajar wanita sialan itu, kami yang bekerja keras malah nama dia yang disebut? Apa sih yang di banggakan oleh wanita aneh itu, untuk menjaga kesucian padahal sebenarnya hanya kedok semata!" Dea kesal karena tidak ada waktu sedikitpun untuk Raka melupakan Alika yang Bahkan terlihat Wanita itu sudah tidak mau mengenalnya lagi.
" ini tidak bisa kubiarkan orang tua Alika harus tahu kelakuan pria yang menjadi kekasihnya, karena aku yang lebih pantas dan berhak menjaga Alika daripada siapapun apalagi pria bejat ini!" tegas Alan lalu segera pergi dari situ sebelum Raka menyadari kehadirannya.
Benny yang baru saja kembali dari pos satpam merasa heran dengan wajah tak bersahabat majikan itu, ia merasa pasti ada hal yang terjadi di dalam sana namun dirinya juga tak punya kuasa untuk menanyakan lebih jauh.
" kita langsung ke kediaman nya mariano sekarang!" perintah Alan sebelum Beni menanyakannya.
karena sudah tahu tujuan tuannya Benny pun segera melajukan mobil menuju arah yang dimaksud, asisten Alan itu Bahkan tak berani menanyakan apapun pada sang majikan yang terlihat wajahnya tidak begitu bersahabat'
" ini ada apa lagi, Kenapa semenjak Tuan datang ke negara ini tiap detik menit selalu tersulut emosi? " batin Beni heran tapi dirinya juga tak punya kuasa untuk bertanya lebih lanjut.
karena jarak tempat travel Alika bekerja dan rumah mariano yang tidak begitu, membuat alam tetap memerlukan waktu yang lama untuk sampai di sana.
" Permisi Mang, tante Alice sama Om Dika ada?" tanya Alan memastikan membuat satpam yang bekerja di situ menatap penuh tanda tanya dengan pria asing yang baru ia lihat ini tetapi sangat mengenal majikannya.
" tuan sama Nyonya ada di dalam, hanya saja maaf kalau boleh tahu anda siapa ya?" Tanya satpam yang bernama Badrun itu penasaran.
" Oh perkenalkan nama saya Alan Smith, saya merupakan temannya Alika waktu semasa sekolah dulu hanya karena sudah lama pindah ke luar negeri jadi jarang ke sini." jelas Alan membuat Badrun menganggukkan kepalanya dan membuka pintu pagar agar memudahkan Alan dan Benny untuk masuk.
" silakan langsung masuk saja tuan, tuan dan nyonya sedang bersantai di dalam!" ujar Badrun yang tidak terlalu merasa khawatir kepada Alan karena pria itu sepertinya terlihat sangat mengenal baik keluarga mariano.
ketika sampai di ruang tamu kalau masih tersenyum melihat pasangan paruh baya yang dari dulu selalu saja terlihat akur, terkadang dirinya merasa iri karena orang tuanya tidak harmonis mereka.
" Selamat siang Om tante maaf mengganggu!" sapa Alan sambil tersenyum membuat Alice dan suaminya menoleh ke arah ah sumber suara dan mencoba mengenali pria yang sepertinya tak asing menurut mereka.
" kamu siapa, sepertinya tidak asing?" tanya Alice penasaran membuat Alan ingin sekali tertawa karena melihat wajah Alice Yang benar-benar penasaran dengan dirinya.
" Astaga tante sampai hati sekali lho bisa melupakan pria setampan aku, Aku merajuk nih karena merasa tersingkirkan di jagat raya!" ujar Alan yang pura-pura merajuk membuat Alice pun mengingat sosok yang biasa datang ke rumah situ.
" Astaga ini beneran kamu si kampret sialan cunguk bodoh pembuat onar hitam dekil dan....
" Tante stop! jangan dilanjutkan lagi kata-kata penghinaan nya Aku udah kenyang, Lagian kira-kira dong mau menghinanya masa sepanjang itu malah lengkap lagi?" ujar Alan memasang wajah sedihnya membuat Dika dan Alice hanya bisa menahan tawa mereka.
" Ayo silakan duduk, soalnya tante kesian tidak menyuruh kamu duduk nanti kau mengejeknya terus katanya nggak punya permen buat kasih ke kamu!" ledek Alice Yang sepertinya masih belum puas untuk menggoda pria itu.
__ADS_1
" sebahagia tante saja deh mau menghinaku model apa, soalnya sudah biasa jadi tidak ada rasa kagetnya lagi!" Sinder Alan Sambil tertawa membuat Alice memukul pelan bahu pria itu.
" kamu sudah besar tanpa nakal ya sama orang tua, Kapan balik ke Indonesianya terus kamu datang sama istri kamu kan?" tanya Alice membuat Alan mendesah kesal selalu saja ada pertanyaan itu setiap kali bertemu dengannya.
" kan kan jodohnya aku itu Alika tante, masa iya aku harus mencari orang lain sedangkan Hatiku hanya untuk dia saja!" jawaban yang dilontarkan oleh Alan itu sama sekali tidak terduga dan tidak terpikirkan oleh Dika dan istrinya.
keduanya bahkan saling berpandangan antara terkejut dan seperti tak mempercayai sesuatu, karena terdapat ketulusan dari nada bicara Alan hanya saja mereka tahu bahwa Alika selalu menganggap pria itu sahabat-sahabatnya saja.
" kamu bercandanya tidak lucu lho Alan?" ujar Alice yang mencoba untuk mengubah topik pembicaraan.
" Aku serius tante malah duarius yang ada, aku bakalan datang melamar Alika jika om dan tante mengijinkannya!" sahut alam yang memang tidak ada nada bermain ataupun Sesuatu yang hanya bisa dianggap sebagai angin lalu.
Dika dan Alice menghela nafas bersamaan, keduanya sebenarnya tahu bagaimana sikap dan perhatian yang diberikan dulu kepada Alika dari Alan.
hanya saja Alika kini sudah mempunyai calon suami, bahkan keduanya sedang berduaan sekarang.
mereka tidak ingin menjadi orang tua yang memaksakan kehendak demi masa depan Putri mereka, karena nantinya yang menjalani kehidupan Bukan Mereka melainkan Alika nantinya.
" menurut kamu selama ini perasaan Alika kamu tuh kayak bagaimana?" tanya Dika karena menurut pria itu jawaban dari Alan adalah penentu dari kehidupan Alika kedepannya.
kalau memang jika nantinya dirinya tahu bahwa Alika sangat mencintai Alan maka ia akan berusaha berbicara kepada keluarga Adrian soal pembatalan perjodohan.
kebahagiaan putrinya adalah yang utama dari segalanya, kalau memang harus kehilangan rekan bisnis yang paling berpengaruh tak masalah yang penting putrinya selalu berbahagia.
" dia selalu menolak untuk serius denganku, karena menurut Alika memiliki sahabat tanpa melibatkan perasaan itu adalah hal yang utama. karena dirinya bisa berkeluh kesah atau menceritakan masalahnya tanpa merasa terbebani sedikitpun, meskipun aku sudah menunjukkan keseriusanku bagaimanapun caranya Tapi tetap saja Malika ingin kami bersahabat!" jelas Alan penting hubungannya dan Alika selama ini.
" akan tetapi jika Om sama Tante merestui, Aku akan berusaha mendapatkan hati Alika bagaimanapun caranya!" pinta alam sambil tersenyum membuat Dika dan Alice tersenyum penuh kelegaan.
" sepertinya Emang kalian ditakdirkan untuk menjadi sahabat selamanya! karena Alika sudah dijodohkan dengan pria lain, dan mereka juga sedang mempersiapkan pernikahan ya mungkin dalam waktu dekat ini! " sahut Dika memasang tatapan bersalahnya tapi berbeda dengan Alan ia bukan merasa sedih tapi malah seperti mendapatkan sebuah kemenangan yang baru.
" apa Om sama Tante yakin jika pria itu bisa membahagiakan Alika kelak, sedangkan sikapnya saja tidak ada namanya kesetiaan sama sekali? " tanya alat memastikan membuat Ika dan sang istri Saling pandang karena merasa heran.
" Kenapa kamu bisa berkata seperti itu, dan Apa kamu mengenal calon suaminya Alika? " tanya Alice penasaran.
" justru aku sangat terkenal dan juga mempunyai bukti dari kekurang ajaran pria itu, yang bukan menghancurkan 1 orang wanita saja melainkan dengan banyak wanita. Aku bahkan punya bukti ketika ia bermain serong di belakang Alika, maka dari itu aku mau minta izin Om sama Tante untuk merestui hubunganku biar nanti aku yang bakalan berjuang sendirian!" Alen mantap mengatakan hal itu bahkan terdapat pada keseriusan di dalamnya tidak ada candaan sama sekali membuat Elis sudah menitikan air mata karena merasa gagal memberikan yang terbaik untuk putrinya tapi syukur juga belum sampai di jenjang yang lebih serius'
" papa telepon Alika sekarang untuk pulang. Mama tidak ingin dia berlama-lama dengan pria itu, Takutnya dia bakalan melakukan hal yang tidak-tidak padahal Alika nya kita papa!" pinta Alice yang sudah berusaha menahan tangisnya.
Alan tersenyum penuh kemenangan biarlah Alika membenci dirinya tapi yang pasti ia akan melakukan apapun demi menjaga wanita yang sangat dicintai itu.
" Maafkan aku jika dengan cara ini kita bisa bersama maka aku akan melakukannya, Tolong jangan membenciku karena aku tidak sanggup jika itu terjadi!" lirih Alan dalam hati.
" papah gimana, Alika sudah bisa dihubungi atau belum?" tanya Alice penasaran dan hanya dibalas gelengan kepala oleh sang suami.
" aku bakalan pergi mencari mereka tante, Tenanglah disini Jangan khawatir aku yang bakalan menghandle semuanya!" ujar Alan yang berusaha menenangkan Alice dan suaminya agar jangan terlalu panik.
__ADS_1