MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode nya 19


__ADS_3

HAII READERKU TERSEYENG


JANGAN LUPA LIKE N KOMMENYA...


KARENA DUKUNGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...


LOPE U FULL


***HAPPY READING YA GUYS


LANJUT*** ***


Keesokan paginya dikediaman Mariano,terlihat seorang wanita cantik sedang berdiri di depan cermin.Ia terlihat sudah cantik hanya saja wajahnya sedikit meringis,bagaimana tidak ia harus bertemu dengan pria yang semalam berhasil membuat dirinya jadi orang linglung.


"Ahhh gimana dong,masa iya saat bertemu dengannya terus aku harus pasang wajah datar dan dingin begitu?" gumam Alika kesal.


"Alikaaa,bangun sebelum depan pintu kamarmu Mama pasang Bom," Teriak Alice dari luar.

__ADS_1


Alika yang sedang galau langsung keluar kamar,dan menatap kesal kearah Mamanya itu.


"Terserah Mama saja mau taruh bom dimana,bila perlu semua isi rumah juga nggak Papa.Trus setelah itu kita tidur dikolong jembatan,lumayan saat hujan kita ketiban air gratis saat panas kita punya sinar laser langsung dari sumbernya." Oceh Alika kesal.


"Heh,Kamu lagi galau?soalnya ukuran hidung kamu tidak kaya biasanya," ejek Alice yang membuat Alika bertambah dongkol.


"Ma,suka sekali sih gangguin aku.Coba sekali sekali gangguin Papa gitu kan enak lihatnya,bagaimana tuan Andika terhormat marah ke istrinya," gerutu Alika kesal.


"Papa kamu tidak seru diajak bercanda,soalnya jawaban nya pasti bikin emosi semua," omel Alice sambil memasang wajah cemberut.


"Ya iyalah sayang,kamu kalau berdebat dengan jagoan mu ini akan sangat sulit untuk menang," ujar Dika percaya diri.


"Ma,Pa bisa tidak jangan berdebat disini!Aku lagi galau,pusing,meriang panas dingin badanku.Tapi kalian seakan tak menyadari kehadiran anak kalian sebiji sebuah disini," Kesal Alika.


"Drama queen kamu ,orang kita bahas apa tapi kamu nya buat diri seperti orang yang teraniaya disini," ejek Alice sambil tersenyum mengejek.


"Pa,bisa tidak hari ini aku cancel dulu ya,pertemuan dengan manusia setengah es itu," pinta Alika.

__ADS_1


"Heh,siapa maksud kamu?" Tanya Dika bingung.


"Ya itu tuh loh,yang kemarin datang bahas tentang proyek kerja sama dengan perusahan Papa!" jelas Alika sambil mengunyah makanan.


"Ralat ya,perusahan Kita khususnya kamu.Tidak bisa ditunda lagi urusan proyek itu,karena asal kamu tahu proyek ini belum mulai saja sudah banyak pekerja yang datang melamar.Kasihan orang orang itu,bukan kah hidup perlu makan bukan hanya numpang bernapas saja," jelas Dika.


Yap,begitulah prinsip yang dijalan kan oleh keluarga besar Mariano,apapun yang mereka punya dan capai dalam hidup.Itu semua jika tak berguna bagi khalayak umum,sama saja bohong.


Bukan kah Tuhan selalu menghendaki semua umatnya,menjadi orang yang selalu berbagi tanpa takut miskin ataupun bahwa kenapa ia yang kerja orang lain yang menikmatinya.


"Baiklah Pa,aku ikut apa mau nya Papa saja deh!" Sahut Alika sendu.


"Lagian apa sih alasan kamu untuk tidak mau ketemu pemuda tampan itu,malahan Mama berdoa agar kalian berjodoh dunia akhirat. Tanpa memikirkan pria yang sudah membuat kamu jadi bodoh,membangkang dan tak membantu Papa kamu mengurus perusahaan. " Alice menimpali.


"Ma,sudah lah nggak usah dibahas lagi.Aku tahu aku salah keliru,dan itu tak kan terulang lagi," janji Alika.


"Jadi bagimana kelanjutan hubungan kalian?" Tanya Dika penasaran.

__ADS_1


"Sudah selesai Pa,dan tidak ada sambungnya lagi untuk selamanya." Sahut Alika pelan tapi pasti.


__ADS_2