
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Ana kali ini merasa gemas dengan benda persegi yang sedang ia pegang Jika saja benda itu tidak berguna bisa dipastikan ia sudah mencium tanah air, Bagaimana tidak orang yang berada di seberang selalu saja mengatakan hal yang tidak-tidak padahal dirinya baru selesai mandi.
masa iya setiap Ia melakukan sebuah kegiatan harus melaporkan dahulu kepada Alan, jika memang harus seperti itu biarlah dirinya menjadi penyandang wakil presiden jomblo Abadi pun ia tak masalah.
" kamu itu bersikap seolah seorang cenayang yang bisa membaca setiap pergerakan seseorang, padahal itu sebenarnya hanya kecurigaan tidak jelasnya kamu saja? masa iya sesuatu yang salah kamu pertahankan kalau itu benar, Kalau sudah seperti ini aku harus gimana mengakui hal yang tidak aku lakukan begitu Itu? " Ana benar-benar dibuat kesal seharian ini dengan sikap anehnya Alan yang tidak masuk akal sama sekali dalam nalarnya.
Allan mendengus kesal di seberang wanita yang baru beberapa menit lalu sah menjadi kekasihnya itu masih saja tetap mengatakan hal yang ia yakini benar.
" tapi sayang aku kan hanya mewaspadai hal itu saja, supaya kamu ingat kalau mau kemana-mana masih punya aku jadinya tidak bakalan berbuat yang aneh-aneh! " perkataan Alan itu bukannya membuat Ana merasa lega tetapi kebalikannya wanita itu bertambah kesal.
" Sesuka kamu saja mau ngomong apa tapi jangan berlebihan juga karena aku sangat tidak menyukainya, Ya sudah kamu mau ngomong apa lagi soalnya aku capek banget pengen tidur? " Ana memilih untuk mengalah karena dirinya juga tak melupakan sikap keras kepalanya Alan yang ketika sudah menganggap hal yang ia katakan itu benar sulit untuk kembali berubah pikiran.
__ADS_1
Alan yang mendengar jawaban yang diberikan oleh kekasihnya itu yakin jika kini Ana Tengah kesal padanya, dirinya pun mencoba untuk meminta maaf agar masalah keduanya tidak berlarut-larut.
" sayang kamu marah padaku jika tadi ngomongnya sudah ngelantur, Kalau iya aku minta maaf ya Janji deh nggak bakal ngulangin lagi? hanya saja Entah kenapa aku kayak ketakutan di sini, takut kamu bakalan ketemu sama si Lisa dibelakangku dan akhirnya memilih untuk berpaling itu kan aku tak suka! " ujar Alan sendu membuat Ana bukannya merasa kasihan malah merasa lucu soalnya objek yang membuat alam Cemburu itu entah gimana bentukannya Anna saja bingung.
" kamu itu itu aku kan sudah bilang kalau si lowis itu tidak ada, hanya akal-akalan aku saja agar membuat kamu kesal!" ledek Ana membuat mendengus kesal karena dirinya yang panik ternyata hanya dijadikan bahan tertawaan oleh kekasihnya sendiri.
" jadi Kamu kerjain aku mengarang namanya Lisa itu itu, padahal aku sudah siapkan sebuah jurus maut loh untuk menghadapi dia nantinya?" tanya Alan dan Hanya di anggukan kepala oleh Ana padahal Alan tak melihatnya.
" kamu Kok tidak jawab Padahal aku lagi penasaran setengah mampus nih, Apa perlu aku ke situ biar melihat jawabannya kamu secara langsung? " tanya Alan lagi lagi.
" Ya jelas lah aku tidak melihatnya orang kita kan bicara lewat telepon, Kenapa mendadak otak kamu jadi tidak berfungsi Apa karena efek merindukanku? "tanya Alan begitu percaya diri.
" Eh kalau ngomong jangan terlalu kelebihan pedenya Bro, Emangnya kamu pikir aku tuh nggak punya kerjaan apa selain merindukan kamu? sudah aku mau tidur soalnya capek banget Semalam kamu Mana ada pengertiannya menyuruh aku untuk tidur, dasar maunya menang sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain yang sedang menderita lahir batin!" sungut Ana tapi ditanggapi santai oleh Alan.
" Ya terserah aku dong mau ngapain orang apa yang kamu punya semuanya itu kan miliknya aku, jadi mau ngapain aja juga terserah sebab tidak ada yang bakalan melarang!" sahut Alan santai diseberang membuat Ana merasa heran kenapa tubuhnya tapi diklaim sebagai miliknya Alan sekarang dapat peraturan itu dari mana coba?
" ya Ya terserah kamu saja Tuan pokoknya Jangan menggangguku dulu soalnya aku pengen banget istirahat sekarang nih, aku mohon banget kali ini kamu pengertian sedikit saja soalnya ini tulang aku tuh merontok semua rasanya!" pinta Ana dengan nada yang terdengar begitu memelas membuat Alan di seberang pun jadi tak tega.
__ADS_1
" Ya sudah my honey bunny sweety silakan tidur nyenyak. jangan lupa mimpikan aku yang di seberang sini, karena aku pun merasakan rindu yang sama seperti yang kau rasakan sekarang!" goda Alan membuat Ana ingin sekali muntah karena pria itu ada saja stok kata-katanya untuk menggoda seorang wanita.
" Ya sudah kalau begitu pegang kata-kata kamu tidak boleh terlihat lebay, Aku mau tidur ingat ya jangan coba-coba gangguin aku atau kalau tidak kamu dan aku end!" setelah mengatakan hal itu tanpa menunggu waktu yang lama Ana segera mematikan panggilannya itu sebelum Alan berubah pikiran.
tanpa banyak bicara lagi Anna langsung naik ke atas tempat tidur, karena jujur tubuhnya sekarang benar-benar butuh istirahat yang cukup karena dari semalam dirinya tidur dengan keadaan yang sangat tidak benar.
berbeda dengan Daffa dan Alika yang setelah selesai bertempur keduanya merasa lapar yang begitu Dahsyat, hanya saja gaya Jalan Alika yang seperti bebek membuat Dafa jadi tidak tega.
" aku ambilin kamu makanan ya biar kita makan dalam kamar sekalian, soalnya aku tidak tega melihat kamu seperti itu?" tawar Daffa membuat Alika mendengus kesal.
" ini semua kan gara-gara kamu coba kalau tadi kamu tidak gila itu kan tidak mungkin seperti begini jadinya, jadi jangan banyak ngomong cepat lakukan sesuai dengan apa yang kamu katakan tadi sebelum aku mati kelaparan di sini!" perintah Alika dengan wajahnya yang benar-benar tidak bersahabat sama sekali.
Ya iyalah mau bersahabat bagaimana orang dirinya duduk berdiri saja kesusahan Setengah Mati, Dan ini semua akibat ulah dari tuan suami yang tidak ada rasa puasnya sama sekali.
bertepatan dengan Dafa yang keluar kamar terlihat Alice dan suaminya itu baru pulang, mereka membawa kantong belanjaan yang terlihat seperti makanan yang sangat besar dan yang sangat dibutuhkan oleh Daffa sekarang ya itu sudah benda yang sedang dipegang mereka itu'
" Kamu sudah bangun, terus Alika nya mana Kok tidak ikutan turun ke bawah? Emangnya tuh anak tidak kelaparan apa, orang Papa sama Mama saja lapar banget nih?" tanya Dika memastikan.
__ADS_1