MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 210


__ADS_3

Sebenarnya Apa yang di lakukan oleh Dea itu merupakan hal yang sangat masuk akal karena dirinya tidak ingin mempunyai dendam di masa lalu dan juga kondisinya sekarang pun sedang berbadan dua, kata orang zaman dulu Pamali jika memendam rasa dendam kepada orang lain sehingga membuat proses lahiran ya nanti bakalan sangat kesulitan.


" aku juga punya salah di masa lalu kepada Raka dan itu merupakan masalah yang sangat besar jadi otomatis di sini yang harusnya minta maaf aku pun harus melakukan itu, dan untuk semua kesalahan telah ia lakukan di masa lalu sudah aku maafkan dari jauh-jauh hari karena biar bagaimanapun ada hati yang harus aku jaga untuk saat ini!" Dea mengatakan hal itu sambil menoleh ke arah samping nya yang ada Tio di situ dan sedang tersenyum kepadanya.


meskipun dirinya sedang bersedih tapi Dinda turut bahagia atas kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh wanita yang dulu selalu saja menempel kepada putranya itu, apalagi melihat perut Dea yang sudah sedikit membuncit pertanda ada kehidupan lain di dalam sana.


" selamat untuk kalian berdua Semoga nanti proses lahiran akan lancar dan ibunya tidak kenapa-napa, dan juga sekali lagi Tante minta maaf Dari lubuk hati yang paling dalam jika selama ini menjadi orang yang angkuh dan juga selalu memperlakukan orang lain dengan sekehendak hati! "Dinda tidak ingin ketika putranya dimakamkan nanti membawa beban berat atas kesalahan yang ia lakukan semasa hidupnya.


" Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan di masa lalunya karena biar bagaimanapun manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna ataupun luput dari salah, tante Tenang saja karena aku yakin pasti banyak orang bakalan mendoakan Pak Raka yang selama ini selalu ringan tangan dan juga beliau tidak pernah tutup mata untuk membantu kesusahan orang-orang di sekitarnya selama ini apalagi melakukannya dengan setengah hati beliau tidak pernah berbuat seperti itu! "jelas Dea membuat Dinda tersenyum karena ternyata ada kebaikan yang selalu diberikan oleh putranya kepada orang di sekitarnya yang tidak pernah ia lakukan di dalam hidupnya.


" Jadi maksud kamu anaknya tante selama ini selalu membantu orang lain dan itu dilakukannya tanpa ada unsur paksaan sama sekali, kalau memang hal itu benar-benar terjadi tante merasa sangat bahagia karena ternyata yang selama ini tidak pernah mengajarkan kebaikan kepada anak sendiri malah berbuat hal itu tanpa ada yang namanya keluhan sedikitpun apa lagi membanggakan diri!" Dinda begitu bahagia mendengarkan apa yang dikatakan oleh dia tadi dan juga ada rasa bangga yang tidak bisa ia ucapkan Tetapi hanya bisa dilakukan dengan menatap kearah tubuh kaku putranya yang sudah semakin pucat dan membiru itu.

__ADS_1


" Kapan jenazahnya Tuan Raka akan dibawa pulang nyonya?" tanya Tio yang daritadi hanya sebagai pendengar yang setia tanpa mau menyelah atau pun menimpali apa yang dikatakan oleh Dea.


Dinda yang biasanya ingin dipanggil nyonya besar dan juga ingin dihargai mendadak menjadi tidak menyukai panggilan yang diberikan oleh Tio kepadanya barusan, karena menurutnya masa-masa itu sudah hilang dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi karena sudah pergi dibawa oleh putranya dan tidak akan pernah ia ulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya.


" Tolong Jangan panggil saya dengan sebutan seperti itu karena saya merasa sangat tidak nyaman, jika memang tidak keberatan silakan panggil saya seperti yang biasa digunakan oleh Dea!" pinta Dinda dengan senyum yang begitu tulus yang tidak pernah ia lakukan selama ini Ketika berhadapan dengan siapapun meskipun itu adalah suami serta anaknya sendiri.


Dea bersyukur dalam hati ketika melihat perubahan yang dialami oleh Dinda saat ini meskipun Bisa dibilang sudah sangat terlambat, sebab wanita paruh baya itu berubah ketika dirinya kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya dan tidak akan pernah kembali lagi hanya karena kesalahan masa lalu yang telah ia lakukan.


" kebetulan Papanya sedang mengurus segala sesuatu di rumah setelah tadi menyelesaikan administrasi di depan ya tinggal kita menunggu saja kapan bakalan dibawa pulang untuk dimakamkan, tapi yang tante bingung mau pergi melihat petugas agar segera mengurus segalanya dan Raka bisa segera dibawa pulang tetapi tidak tega meninggalkan dia sendirian di sini tanpa ada yang menemani. "Dinda baru menyadari ternyata melakukan sesuatu itu seorang diri sangat kesulitan dibandingkan dengan meminta tolong kepada orang lain.


" kalau memang tante tidak keberatan Izinkan saya untuk melakukan hal itu Dan biar kalian berdua yang menjaga di tempat ini supaya nanti Saat beres kita bisa langsung berangkat?" Tio meminta izin kepada Dinda Karena biar bagaimanapun izin dari wanita itu sangat penting sebab yang ia urus adalah anak kandung dari Dinda sendiri.

__ADS_1


Dinda tersenyum bahagia karena disaat dirinya kesulitan tidak menemukan kendala sedikitpun untuk meminta bantuan kepada orang di sekitar, karena secara tidak langsung bantuan itu datang dengan sendirinya tanpa ia sadari ataupun ia inginkan sehingga merasa begitu terbantu dengan keberadaan Dea serta pria yang ada di sampingnya saat ini.


" kalau memang kamu tidak keberatan melakukan hal itu tentu akan sangat berterima kasih kepadamu Nak , dan maafkan kami juga karena tidak dapat memberikan apapun kepada kamu untuk membayar atas Kelelahan yang kamu alami karena sudah tidak ada yang kami punya semuanya sudah habis ludes tidak tersisa sedikitpun karena Raka sangat tidak menyukai apa yang kami gunakan dan juga kami banggakan selama ini. "Dinda mengatakan hal itu dengan kejujuran yang tidak terbantahkan sebab ekspresinya penuh dengan ketulusan tidak ada kebohongan di dalamnya Tio merasa iba kepadanya.


" tante Tenang saja jangan menjadi beban pikiran karena saya melakukan semua ini dengan tulus tanpa mengharap imbalan sedikitpun, karena bukan ke sesama manusia di dunia ini kita harus saling tolong-menolong karena dalam kehidupan kita tidak mungkin selalu senang pasti bakal mengalami kesusahan suatu saat nanti! "ujar Tio harus segera pergi dari situ yang tersisa sekarang di tempat itu hanyalah Dea dan Dinda yang terdiam dan menatap kearah Raka yang sudah tidak mungkin merespon kehadiran mereka di tempat itu.


"Maafkan saya Pak,karena kehadiran saya ditengah tengah hubungan anda dengan Alika membuat kalian berdua Harus Berpisah. Tapi saya berjanji akan menjadi wanita yang lebih bermartabat,agar bisa menjaga harga diri dan juga wibawa pria yang bakal menjadi suami saya kelak!" lirih Dea dalam hati sebab ia juga merasa belum menjadi wanita yang baik dan pantas sambil menatap kearah tubuh kaku Raka.


Dinda masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sebab anak yang hanya satu satunya ia miliki sudah pergi dan tak mungkin kembali lagi,karena hal itu membuat dirinya menjadi bingung untuk mau bicara apa lagi dan harus bersikap seperti apa.


"Nak,kamu saat pergi dari rumah karena masih marah sama Mama? Apa sekarang kamu masih marah ke Mama,kalau iya Mama minta maaf Nak karena selama ini belum bisa menjadi Mama yang terbaik untuk kamu!" lirih Dinda sambil menitikkan air matanya.

__ADS_1


__ADS_2