MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
Episode 188


__ADS_3

Andra bingung harus berbicara apa biar istrinya itu paham dan sedikit membuka matanya lebar,karena sebenarnya pekerjaan nya adalah selalu berhubungan dengan wanita karir dan juga seksi.


Hanya saja mungkin Lia berpikiran lain karena memang saat meeting sekertaris nya sedang berhalangan untuk hadir,karena harus menghandle pekerjaan yang sedang berada di luar kota.


"Mah,bisa tidak paham dengan kejadian yang ada karena Papa juga capek harus menjelaskan yang model bagaimana,karena tidak ada yang percaya sedikitpun!" Pinta Andra dengan wajah memelas.


"Ya maka dari itu di butuhkan seseorang itu penjelasan bukan kata maaf,karena kata maaf itu tidak bisa mewakili apapun!" Ujar Sandra yang selalu saja menjadi kompor gas di setiap penjelasan yang ingin di lakukan oleh Andra.


"Mah jangan macam macam begitu dong,kan tadi Papa sudah bilang biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dengan cara mereka sendiri karena mereka itu bukan anak kecil yang segala sesuatu nya harus di atur oleh siapa saja?" Pinta Alexis karena tidak menyukai sikap yang di tunjukan oleh Istrinya itu.


"Tapi Pah,lihat sendiri kan sikap Andra yang terlalu lelet itu? Sampai Mama saja bingung,kenapa ada suami yang model seperti itu di bumi ini?" Tanya Sandra yang benar benar di buat kagum dengan kebodohan yang sedang di tampilkan oleh Andra itu.


"Ya sudah terserah dari dia saja,lebih baik kita masuk kedalam kamar terus Mama usahakan kasih ******* yang paling seksi biar mereka juga ingin!" Ajak Alexis dan di setujui sangat oleh Sandra yang juga sudah bosan melihat drama rumah tangga yang tidak tahu habis nya itu.


"Heii kalian,kami pamit undur diri soal nya aku lagi mau kasih makan burung yang sudah nakal minta di elus!" Sandra mengatakan hal itu sambil tersenyum mengejek kearah Lia yang sangat tak percaya dengan sikap yang di tunjukan oleh sahabat nya itu.


"Eh dasar manusia kurang ajar,kok bisa bisanya kau melakukan hal itu saat masih ada tamu?" Teriak Lia tak terima.


"Idih tamu kayak kalian itu yang tidak sadar diri,masa iya pake acara berantem di rumah orang segala padahal hanya tamu yang tak di undang!" Sahut Sandra Santai lalu segera pergi dari situ.


"Dasar Maniak kurang ajar yang tidak tahu terima kasih,kok bisa bisa nya melakukan sesuatu yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain?" Sungut Lia tapi tiba tiba langsung berhenti ketika melihat Andra juga sudah beringsut masuk mendekati nya.


"Kamu mau Apa?" Tanya Lia tak terima.


"Aku mau nya kamu dan kamu serta kamu." Ya Tuhan ternyata orang kalau lagi ***** biasa nya langsung bertingkah seperti orang yang tidak waras.


"Eh stop,ini rumah orang mau ngapain harus sadar diri jangan hanya bikin malu." ketus Lia memilih untuk mengambil Tas nya dan keluar dari tempat itu kebetulan pintu juga tertutup tidak terlalu rapat.


Sebab dirinya waspada takutnya Andra bakal melakukan hal yang tidak tidak,dan alhasil rasa malu akan di bawa sampai keok.


Kalau rasa yang lain pun sebenarnya tidak dapat menutupi rasa malu itu sendiri,karena memang apa yang terjadi sebenarnya dapat di hindari jika dirinya bisa menghindar secepat mungkin.


"Lho Mama kok malah keluar,bukan nya harus masuk kedalam?" Tanya Andra yang sebenarnya sudah sangat bahagia karena akhirnya Lia mau keluar dari rumah nya Sandra dan dengan begitu ia bisa dapat dengan mudah membujuk Istrinya itu agar tidak marah marah lagi.


Karena jika ia membujuk Lia dengan berbagai macam rayuan cap kapak milik nya tepat di hadapan Sandra,bisa di pastikan setelah nya dirinya yang akan di jadikan bahan ejekan oleh Sandra.


" kamu itu bisa tidak menanyakan sesuatu yang sebenarnya kamu sudah tahu jawabannya tidak perlu kamu tanyakan lagi, karena sampai kapanpun Kamu tidak akan pernah mendapatkan jawaban sedikitpun dari pertanyaan yang kamu lontarkan itu?" Sungut Lia.

__ADS_1


Entah kebetulan atau di sengaja oleh penulis Ana dan Alan juga sudah sampai di parkiran apartemen itu dan berpapasan dengan kedua orang tua nya yang sudah berada di parkiran tempat itu.


Terlihat Lia menatap sinis kearah putrinya yaitu Ana,Seolah Ana dan Alan tengah melakukan dosa besar dan membuat Mama nya itu begitu kesal dana tersinggung.


"Mama,kalian kok bisa di sini?" Tanya Ana heran.


"Terus kamu juga kok bisa di sini,jangan bilang kalau selama ini kamu memang sering keluar masuk kesini?" Tanya Lia balik bahkan dengan tatapan menyelidik bukan kearah Ana melainkan pria yang berada di samping nya itu.


Alan!!!


"Ampunilah,Mah jangan suka curiga yang tidak jelas bisa kan? Aku saja baru pertama kali kok datang kesini,masuk kedalam rumah nya saja belum masa sudah di curigai yang tidak tidak?" Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung dengan apa yang di katakan oleh sang Mama.


'Ya sudah kalau begitu kalian masuk saja kedalam karena kami mau pulang ke rumah,salam saja ke mertua kalian yang tidak tahu diri itu!" Ketus Lia sambil menatap tajam kearah Alan yang masih saja menjadi sasaran utamanya.


"Ok baik Mama ku yang tukang ngambek,dan juga Papa ku yang wajah nya kusut banget kaya baju yang belum di setrika karena Bibi nya sedang Mudik!" Goda Ana hanya ingin kedua orang tua nya tidak terlalu berbuat sesuatu yang terlihat seperti anak muda.


"Ini semua karena ulah Mama kamu yang marah marah tidak jelas,masa iya sampai sampai Papa bujuk sampai di rumah nya Alan!" Sungut Andra sambil menarik tangan Lia agar ikut dengan nya sekarang juga sebelum dirinya menyeret sang istri karena tingkah nya yang sudah seperti bocah.


"Lanjutkan apa yang ingin kalian lanjutkan,Aku mah tidak berani berkomentar banyak!" setelah mengatakan hal itu Ana langsung menarik tangan Alan agar ikut dnegan nya.


Tanpa listrik tanpa Signal apalagi tempat hiburan yang selama ini menjadi rumah kedua baginya,betapa tersiksa dirinya dengan segala yang terjadi karena ia seperti orang yang baru saja di buang tanpa di tanya dulu mau kemanakah sebenar nya tempat yang ingin ia tuju .


"Alika tidak ku dapatkan eh malah masa depan ku yang hancur berantakan,sungguh bukan lagi miris melainkan hancur berantakan tak berbentuk seperti orang yang sangat tidak berguna sama sekali!" Lirih Raka meratapi nasib yang sangat tidak menentu belum lagi keberadaan Da Young yang sangat sulit untuk di dekati padahal wanita itu adalah satu satu nya Orang di tempat itu yang bisa ia ajak berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing.


"Wanita itu kenapa susah sekali untuk di ajak kompromi,apa memang dia tidak ingin berkomunikasi dengan orang asing seperti ku?" Tanya Raka dalam hati.


Da Young sebenar nya merasa Iba kepada Raka,hanya saja dirinya juga tidak berani melanggar perintah Deka yang sudah membayar mahal atas apa yang ia lakukan hingga bisa terbebas dari segala tuntutan.


"Kasihan pria aneh itu tapi kata Tuan Deka,dia lah pria yang hendak merusak Rumah tangga Tuan dan Nyonya Bos!" Batin Da Young memilih melanjutkan pekerjaan tidak ingin menghiraukan kehadiran Raka sama sekali.


"Haii,Apa hari ini juga kita masih tidak bisa berbicara berdua saja?" Tanya Raka yang entah bagaimana tapi tiba tiba berada tepat di hadapan Da Young membuat wanita itu sangat terkejut.


"Kurang ajar,kamu mau membunuhku Hah!" Teriak Da Young sangat terkejut.


"Tidak akan ku lakukan itu jika kamu memang berniat membantu ku pulang,nanti setelah itu aku bakal transfer uang 500 juta kedalam rekening pribadinya kamu!" Tawar Raka.


"Menurut kamu,apa sebuah Nyawa bisa di beli hanya dengan menggunakan uang 500 juta?" Tanya Da Young sinis.

__ADS_1


"Aku bakal tambahkan lagi jika nyawamu diatas harga itu,tapi kamu harus membuat aku bisa keluar dari tempat ini dahulu baru urusan yang lainnya bakal aku atur!" Sambung Raka lagi.


"Sorry lebih baik kamu tawarkan orang lain saja karena aku tidak butuh,biarpun aku lagi kesulitan tapi kalau soal utang piutang aku tidak bakal melakukan hal itu!"Jelas Da Young memilih untuk segera pergi dari situ karena jika tidak bisa di pastikan Raka akan selalu mengganggunya setiap waktu tanpa henti.


"Kalau kamu tidak mau ku kasi uang,mendingan kita menikah saja biar sama sama kabur dari api neraka jahanam ini!" Jelas Raka sambil teriak membuat Da Young menatap tajam kearah nya.


"Kamu kalau mau gila jangan disini karena aku tidak gila dengan tawaran kamu yang barusan,sebab itu sama saja setiap hari bakal bertemu manusia aneh yang tidak berguna sama sekali!" Tolak Da Young dengan nada penolakan yang begitu membuat orang lain merasa tersinggung tapi berbeda dengan Raka Yang malah tambah semangat untuk mencecar wanita itu agar semakin hari semakin gencar dan akhirnya dengan suka rela membantu nya.


"Disini aku aneh dan juga miskin,tapi asal kamu tahu saja kalau aku di tempat ku merupakan orang yang kaya dan di gilai banyak wanita cantik!" Jelas Raka penuh percaya diri bahkan rasa malu nya di injak nya di bawah kaki agar dirinya bisa lolos dari situ.


Sebab jika di saat genting begini rasa malu masih di pelihara,otomatis bakal merugikan diri sendiri dan segala yang di inginkan tidak akan pernah ia dapatkan lagi.


"Kalau begitu mereka adalah orang bodoh yang tidak punya hati nurani sebab tidak pernah memikirkan orang lain lagi,padahal banyak sekali orang yang lebih berkelas dan memiliki tata krama di luaran sana!" Sinis Da Young.


Raka yakin jika suatu saat pasti ada keajaiban dengan sikap Da Young itu hingga dengan sadar akan membantunya,karena biar bagaimanapun ia tetap akan melakukan hal yang sama yaitu dengan metode membujuk wanita itu sampai akhirnya dengan suka rela membantunya tanpa harus di paksa lagi.


Di kediaman Alfian,kedua orang tua nya sedang gelisah karena anak cowok satu satunya di rumah itu sudah hampir dua minggu tidak pulang pulang,padahal katanya Raka hanya pergi menjemput Alika untuk di jadikan suami kedua bagi wanita itu.


"ini bagaimana Pah, kok sampai sekarang Raka belum kembali juga? Apa jangan jangan Suami Alika sudah menghabisi nyawa putra kita itu,habis dia nya juga nekat sih. Sudah tau kalau Alika nya sudah punya suami,tapi masih saja melakukan hal bodoh!" Tanya Nita Maminya Raka yang selalu saja membenarkan semua perbuatan putranya itu yang sangat susah untuk diajak berubah karena memang kedua orang tuanya juga memiliki sifat yang sama yaitu Ambisi yang terlalu berlebihan dan menganggap bahwa mereka adalah orang kaya yang harus didengarkan oleh masyarakat kecil.


Mereka otomatis mendukung Raka jika sampai bisa merebut Alika dari Daffa sebab Siapa sih yang tidak tahu keluarga Mariano yang begitu terkenal kaya raya di seantero negeri, dan juga apalagi Alika itu merupakan anak tunggal otomatis segala harta kekayaan keluarga Mariano bakalan jatuh ke tangan Raka jika berhasil menjadikan Alika sebagai istrinya.


"Tenang saja Mah,pasti mungkin sekarang dia sudah berhasil merebut Alika dan sekarang mereka sedang berada di pulau terpencil untuk bulan Madu!" Riki suaminya Nita mencoba untuk positif thinking saja.


Nita tersenyum bahagia ketika ada kata yang menguatkan dirinya,Sebab kalau memang benar terjadi dirinya bakal menjadi besan orang kaya dan semua orang yang membenci nya akan merasa segan dengan apa yang menjadi perubahan dirinya sekarang ini.


"Biar tidak usah pulang bawa cucu karena yang ada hanya bikin repot saja,karena Mama itu butuh uang bukan manusia." Nita begitu antusias.


Kedua manusia paruh baya itu begitu tersenyum senang salah sedikit lagi tujuan mereka bakalan tercapai dan tidak akan perlu bersusah payah untuk bekerja lagi, karena bisnis rumah makan mereka itu selalu saja anjlok sebab modal dan juga keuntungan dipakai habis untuk gaya hidup mereka dan untuk membayar gaji para karyawan otomatis mereka harus meminjam sana sini agar bisa dapat.


"Kayaknya mulai dari sekarang Mami harus mulai membuat daftar barang branded yang harus di beli,Kalau putra kita sudah berhasil menguasai harta keluarga Mariano itu!" Ujar Nita.


"Papi juga mau mencari di internet kira kira mobil apa yang termahal dan juga otomatis keluaran terbaru." Riki menimpali apa yang di katakan oleh Nita.


Dan kini mereka berdua malah asyik berselancar di jejaring sosial mencari apa yang ingin mereka cari,tanpa menyadari jika sebenar nya putra mereka di belahan bumi yang lain sedang berjuang hidup hanya untuk menggoreng telur Ayam yang hanya sebiji saja.


"Aduh ini gimana sih caranya untuk menggoreng,mana semua nya sudah gosong dan tersisa hanya satu saja? Ah ternyata susah sekali menjadi orang miskin dan tidak punya apa Apa,ini Mami sama Papi juga apa tidak sadar jika aku sudah lama tidak pulang kerumah!" Raka mendesah frustasi.

__ADS_1


__ADS_2