MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 136


__ADS_3

sedangkan di tempat lain Raka sedang kebingungan harus bagaimana lagi sebab dirinya berada di tempat asing dengan orang-orang yang susah sekali diajak kompromi. padahal dirinya sedang berharap ada orang yang dia kenal untuk datang di tempat itu agar mengantarkannya pulang, sebab dirinya merasa tak betah di tempat itu yang tidak mempunyai alat komunikasi ataupun alat elektronik yang bisa membuatnya sedikit menghilangkan kejenuhan.


" aku mesti ngapain ya jika lama-lama dibiarkan di tempat ini bisa pusing tujuh keliling, kira-kira dong Orang itu kalau mau meninggalkan aku di tempat yang seperti begini lama-lama bisa gila?" desah Raka frustasi.


sepanjang dirinya menoleh ke sana kemari tidak ada orang yang dikenalnya ataupun ada kendaraan yang bisa dipakai nya, ingin meminta bantuan lewat alat komunikasi tetapi sama saja karena alat itu saja dirinya tak punya apalagi sinyal lebih dipastikan kosong melompong lebih parah dari itu.


kalau saja para warga disitu gampang diajak berkomunikasi tidak mungkin dirinya merasa sesulit ini, karena dirinya mengajak mereka berbicara boro-boro menoleh menyahut katanya saja pun tidak padahal dirinya benar-benar memelas.


" tapi sebenarnya aku tidak boleh putus asa Kalau sudah seperti begini mungkin mereka hanya takut dengan orang asing, aku Sepertinya harus belajar bahasa mereka biar bisa menyatu dan setelah itu gampang meminta tolong?" lanjut Raka lagi lalu segera menuju ke tempat daur ulang yang berada di samping kediamannya yang bisa dibilang jauh dari kata layak.


" Oke Baik kamu harus bisa Raka untuk mengambil hati mereka agar bisa diajak kompromi, karena jika tidak bisa dipastikan kamu bakalan mengeram disini dan tidak bakalan keluar lagi! "ujar Raka mencoba untuk menguatkan dirinya agar nanti tidak salah bicara dan semuanya jadi buyar di tengah jalan.


"permisi, Apa saya bisa minta tolong sebentar saja ? " tanya Raka memelas membuat semua orang yang sedang bekerja memilah barang-barang bekas menatap heran kearahnya.

__ADS_1


karena merasa sudah diperhatikan Raka pun Mencoba tersenyum agar mereka semua merasa nyaman dan tidak malah pergi meninggalkannya seperti tadi pagi, dirinya mencoba mengambil hati mereka agar merasa bahwa dirinya benar-benar Tulus Dalam meminta bantuan tidak ada yang disengaja ataupun dibuat-buat.


" di sini itu untuk bisa berkomunikasi dengan orang di kota menggunakan apa ya, Soalnya ada keluarga yang harus saya hubungi dan ini Ada hal penting yang harus saya bahas? "tanya Raka memastikan membuat semua orang malah bertambah menatap heran kearahnya.


" Sebenarnya kalian bisa mengerti bahasanya saya atau tidak, soalnya saya sendiri juga bingung menggunakan bahasa kalian karena tidak saya pahami juga? " tanya Raka lagi dan membuat semua orang berada di situ menggelengkan kepala dan menyuruhnya pergi.


" Uli il-eul banghaeseo yeogiseo nagal su isseubnika?" sinis orang-orang di situ membuat Raka hanya bisa menghela nafasnya kasar karena memang dirinya tidak paham dengan bahasa yang dilontarkan barusan.


" tapi kan saya mau minta tolong kepada kalian Bagaimana caranya saya bisa berbicara dengan orang-orang yang ada di kota, soalnya saya tidak punya ponsel untuk bisa menghubungi mereka karena hilang sewaktu perjalanan ke sini! "jelas Raka membuat seorang pria bertubuh kekar menjadi kesal karena Raka sudah mengganggu pekerjaan mereka.


" ini orang ngomong apa sih tadi, aku kan hanya minta tolong kenapa malah nyolot marah-marah tidak jelas tanda tanya Lagian bahasa mereka pun aku tidak paham sama sekali mau berubah untuk berbicara juga sepertinya aku bakal kesulitan sendiri? "sungut Raka sambil menghembuskan nafasnya kasar coba saja mereka bisa menggunakan bahasa Inggris pasti tidak bakalan kesusahan seperti sekarang ini.


" Baiklah tuan Saya tidak tahu anda tadi berbicara apa Nanti kalau saya sudah paham baru saya balik ke sini lagi, hanya saja wajahnya sudah jelek jangan tambah dipasang jelek lagi kelihatannya sangat mengerikan! " ujar Raka lalu pergi dari situ dengan memasang wajah masam nya sebab apa yang ia inginkan tidak didapatkan sama sekali.

__ADS_1


sepanjang berjalan kembali kearah Gubuk Derita nya Raka tak hentinya mengeluh sepanjang jalan, dirinya merutuki sikap Daffa dan Deka yang dengan Teganya sudah membuat dirinya harus terdampar di Pulau ini.


jika memang ingin balas dendam setidaknya menggunakan cara yang lebih manusiawi, bukan malah membuat hidup orang lain sengsara total tanpa bisa berpikir lebih jelas lagi.


padahal mendapatkan Alika saja tidak tapi sengsara nya sudah diberikan padanya bahkan tidak tanggung-tanggung membuangnya layaknya seorang penjahat tulen, padahal knikmatan apa yang telah Ia ambil dan kebagian Siapa yang telah Ia curi?


" ini karena kelakuan asisten dan tuannya yang sangat menyebalkan itu yang sudah membuat dirinya terdampar di Pulau antabranta, coba saja kalau otak mereka masih bisa berfungsi dengan benar pasti ada tempat lain yang lebih bagus yang bakal diberikan kepadaku! "sungut Raka tak peduli jika orang lain melihatnya seperti orang gila karena berbicara sendiri namun dirinya bingung harus mengekspresikan kekesalannya Bagaimana caranya.


" lihat saja nanti kalau sudah bisa bertemu dengan mereka kembali Demi Tuhan bakalan kupukul sampai tidak terbentuk karena sudah membuat diriku dianggap seperti orang tidak waras sebab orang lain menjawab apa aku malah berbicara apa! " sambung Raka lagi Terserah mau berpikiran apa tapi yang penting intinya dirinya hanya ingin mengekspresikan emosi yang tengah ia rasakan.


di lain tempat Setelah mengantarkan Alika Dan Daffa kembali ke hotel kini pekerjaan berat harus dilalui lagi oleh Deka yaitu mengurus Diana yang daritadi nyolot tanpa henti, coba saja kalau tadi Alika tidak menawarkan tumpangan pasti sekarang pria itu sudah kembali ke kamar hotelnya dan tidur dengan nyaman.


" kamu jadi orang bisa diam tidak, saya tuh jadi bingung memangnya mulut kamu tidak capek digunakan buat ngomong yang tidak jelas? saya saja yang mendengarnya saja jadi bosan sendiri, apalagi orang lain yang selama ini dikenal dengan kamu bisa dipastikan mereka sudah lari karena tidak mampu dengan sikap kamu yang selalu ingin menang sendiri! " Sindir Deka yang sama sekali tidak dipedulikan oleh Diana.

__ADS_1


" Maksud kamu apa berbicara seperti begitu, kalau memang tidak niat mengantar kami pulang lebih baik tidak usah memaksakan diri dari pada akhirnya dosa lho? " tanya Diana kesal karena sepertinya wajah Deka itu terlihat begitu terpaksa dalam membantunya.


" Nah itu kamu sadar kalau aku tidak ada niat sedikitpun untuk membantu manusia seperti kamu, harusnya berterima kasih pada Nyonya Bos sudah menawarkan bantuan hanya Sayangnya aku yang menjadi pihak eksekutor! " sini Deka lagi membuat Diana mendengus kesal.


__ADS_2