
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
secara perlahan Alan mendekati tubuh Ana dan memeluknya dari belakang, rasa bersalah menghinggapi dirinya ketika merasa Ana sepertinya terluka dengan perkataannya.
hanya saja dirinya tidak bisa berbuat banyak, ketika Ana benar-benar menunjukkan Sisi keras kepalanya dan tidak ingin dibujuk dengan berbagai kata apapun itu.
" Maafkan aku jika salah, maafkan aku juga jika tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang membuatmu marah! hanya saja Percayalah aku masih sama seperti Alan mu yang dulu, yang selalu saja ingin menarik perhatianmu dan juga mendapatkan hatinya Alika!" bisik Alan sendu yang berharap agar Ana tak mendengarnya.
namun Harapan itu terkadang tak sesuai dengan ekspektasi, Jika Alan tak menginginkan Ana mendengar semua perkataannya berbeda dengan Ana yang merasa begitu kecewa dengan perkataan Alan barusan.
kecewa, ketika nama Alika selalu yang menjadi terutama dan juga dirinya selalu tak bisa menggantikan posisi itu.
jika sedang senang Alan akan melupakan dirinya, tapi jika sedang susah maka dirinya yang bakalan diingat hanya untuk menjadi pendengar sejati tak peduli dengan perasaannya senang ataupun tidak.
Patah Hati, ketika tiap hari nama orang lain yang selalu disebut tetapi kehadiranmu Hanya dianggap sebagai angin lalu padahal dirimu Ingin menjadi yang utama dan terutama dari segala hal yang ada di muka bumi
ketika mencoba move on dia malah kembali, tapi dengan posisi yang tetap sama mencari dirinya hanya karena orang lain meninggalkannya.
jika Alika menerima keberadaannya tidak mungkin kan Alan sekarang berada di sini, tidur sambil memeluk Ana erat.
" Aku membencimu dan berharap besok sudah tidak melihatmu lagi untuk selamanya, Aku membencimu karena tidak pernah mengerti dengan perasaanku sedikitpun!" lirih Ana dalam hati .
Ana berusaha untuk memejamkan matanya secepat mungkin, agar jantungnya tak terlalu jujur Jika sedang berdegup begitu kencang.
Alan yang mendengar Deru nafas Ana yang sudah teratur, dengan perlahan dikecupnya Puncak kepala wanita cantik itu.
Deg
perbuatan yang dilakukan Alan barusan itu membuat wajah Ana memerah karena malu, Jika boleh teriak maka dipastikan ia bakalan melakukan hal itu agar semua orang tahu bahwa dirinya sedang senang.
Eitsss
" ingat Ana dia melakukan hal itu hanya karena kasihan kepadamu, Jangan berharap lebih jika tak ingin disakiti nantinya. Mulai besok bentengi dirimu dengan begitu kokoh cobalah cari peluang kepada pria tampan di luar sana, siapa tahu jodohmu memang sedang ada di depan mata hanya engkau belum menyadarinya saja." batin Ana.
Alan tertidur begitu pulas sampai matahari sudah menyeruak masuk ke dalam kamar pun ia tak merasakan sama sekali, sedangkan Ana memilih untuk ke rumahnya Alika pagi-pagi sekali.
Oleh karena sengaja untuk membantu persiapan pernikahan Alika siang nanti ,sekalian juga untuk menghindari Alan karena memang jujur Ana tidak sanggup melihat wajah pria itu meskipun hanya sedetikpun.
" Pagi Tante Pagi Om, Alika nya ada soalnya aku pengen ketemu nih sama dia?" tanya Ana memastikan.
" Coba kau cek saja putri tidur itu di didalam kamarnya nak, soalnya tante saja capek Panggil dari tadi tapi tidak direspon sama sekali!" sungut Alice sambil memonyongkan bibirnya menunjukkan ke arah pintu tempat kamar Alika berada.
__ADS_1
" itu anak semalam ngapain aja deh, kok bisa-bisanya bangun telat apa sudah lupa kalau hari ini bakal menikah? " gerutu Ana lalu pergi menyusul Alika di dalam kamarnya.
Tok tok tok
Sekeras dan sekencang apapun Ana mengetuk pintu tapi sepertinya pemiliknya belum sepenuhnya bangkit dari dunia mimpi.
" Alika woi bangun sekarang! kalau kamu tidak bangun bakalan aku dobrak nih pintu, Makanya kalau kebiasaan buruk nya tidak diubah jangan minta nikah secepatnya nanti orang lain juga kan yang repot!" teriak Ana menggerutu dari pintu depan.
Dika dan Alice Saling pandang mendengar perkataan Ana itu, ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh Alika jika Ana itu adalah penampakan 11 12 seseorang Alice Mariano.
" papa kalau lihat Anna, selalu mengingat waktu Mama masih muda dulu. cerewet dan juga energik, kalau sudah memarahi orang melakukan kesalahan dari ujung kaki sampai ujung kepala pasti bakal dikatain sampai habis!" ujar Dika Sambil tertawa membuat Alice mendengus kesal.
" Kenapa bawa-bawa Mama sih, perasaan kami berdua beda deh tidak ada kesamaan sama sekali?" tanya Alice sambil mendelik kesal.
" Aduh mama kan hanya ngomong doang kalau tidak merasa ya sudah, masa hanya ngomong begitu saja juga salah?" tanya Dika Yang Tak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya itu.
" Ya jelas salah karena aib itu untuk ditutupi bukan diumbar-umbar, untung juga Tadi hanya Mama saja yang dengar Coba kalau orang lain juga malunya nggak ketulungan!" begitulah seorang Alice selalu menjadikan semua masalah itu berbelit-belit.
" Ya sudah terserah mama saja deh Papa mah no comment, Soalnya dari zaman Bang Toyib ke Abang Alamat Palsu perkataan Mama adalah yang paling Maha Benar di dunia ini!" Sindir Dika yang hanya dibalas dengan mengangkat kedua bahunya oleh Alice.
sedangkan di depan kamarnya Alika, wanita cantik itu masih betah untuk membangunkan sahabatnya yang entah molornya ngalahin siapa tapi yang pasti sudah lebih dari keterlaluan.
" Alika kamu bangun atau tidak, sebelum aku berubah pikiran terus mengunci kamu dari luar supaya tidak usah menikah selamanya!" tekan Anna yang terdengar serius tidak ada kata-kata bercanda di dalamnya.
Alika yang sedang bermimpi bertemu dengan Pangeran berkuda nya seolah tak ingin bangun dan menyatu dengan dunia nyata.
" lho Bukannya itu suaranya Ana yang lagi marah-marah, Kok bisa dia masuk dalam mimpi ku? tapi kok terdengar nya seperti nyata terus suaranya juga kenceng banget, belum lagi suara ketukan pintu terasa rasanya mau jebol...
pintu... itu
" Astaga aku bangun terlambat itu artinya suara yang tadi itu beneran Ana, Wah mampus nih gue bakal kena ngamuk sama macan Asia." sungut Alika dalam hati segera segera bangkit untuk membuka pintu sebelum perkataan Ana itu jadi kenyataan dan tukang bangunan harus kembali bekerja berat lagi.
Ceklek
" ini beneran kamu?" tanya Alika memastikan sesaat setelah membuka pintu.
" kamu masih bernafas kan, Soalnya dari tadi aku panggil tidak ada yang merespon seolah di dalam kamar Ini orang bukan tidur melainkan mati!" Ketus Ana kesal.
" kamu kalau ngomong sadar-sadar dong, masak hari ini merupakan hari bahagianya aku kamu malah mendoakan yang tidak-tidak? Kamu itu sebenarnya jadi manusia punya kata-kata manis tidak sih, soalnya hidup kamu tu ribet banget loh Bawaannya marah melulu?" Ana memilih tak menanggapi gerutuan Alika barusan karena baginya hal itu hanya membuang waktu tenaga dan pikiran.
" kamu keluar dari ruangan ini sekarang atau kamu mandi atau gimana Terserah kamu pokoknya, karena ku ingin mengubah desain kamar ini agar lebih hot!" ujar Ana sambil menaik turunkan alisnya.
" Emang kamu bisa melakukan hal itu, statusnya saja masih jomblo aku yang tidak pernah sold out walau hanya sekali tiba-tiba ngomongin malam pertama? Wah itu adalah keajaiban yang tak terduga, semoga saja besok ada yang kecantol sama kamu biarkan perbaiki merasa kamu itu cepat datang!" ledek Alika.
" Ya sudah kalau besok aku tidak ketemu kamu bantu cari dong Siapa tahu kamu punya kenalan gitu, nggak perlu kantong tebal yang penting manis Buat dibawa jalan an terus tidak merusak suasana yang ada!" ujar Ana santai berbeda dengan Alika yang merasa Jengah.
__ADS_1
" kalau kamu mau aku bakalan panggilin Om kece badai, soalnya mereka itu tidak peduli kamu cerewet atau tidak yang penting mantap!" lirik Alika balik membuat Ana menatap tak percaya ke arahnya.
" kamu kalau ngomong kira-kira dong masak sahabat yang semuda ini kamu jodohin sama om-om, nanti bukannya tambah bahagia malah kerepotan karena mengurus aki-aki yang tulangnya encok terus!" Ketus Ana jutek.
" ya kalau kamu pasang standar yang tinggi bisa dipastikan sampai kapanpun, kamu bakalan sebagai wakil presiden jomblo!" ejek Alika yang seolah belum puas ketika mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Ana barusan.
" Ya aku kan mau sekali dapat jodoh langsung buat seumur hidup bukan nikah hari ini Terus besok cerai, kalau begitu mah mendingan jomblo Abadi saja daripada hasil akhir tetap akan bercerai menjadi status janda." ujar Anna sambil bergidik ngeri.
" Oh kamu salah biarpun janda tapi selalu di depan, karena begitulah semboyan Negeri mereka dianggap sebagai wanita pemersatu bangsa!" jelas Alika Sambil tertawa'
" Eh stop bahas yang tidak jelas karena sepertinya kamu menikmati sekali saat-saat mengejek diriku, karena aku kesini itu mau nggak bantuin kamu menyiapkan kekurangan yang ada!" ujar Anna sambil tersenyum membuat Alika pun terharu karena sahabatnya itu dari dulu tak pernah meninggalkannya.
Alika memeluk erat tubuh Ana dengan bahunya yang bergetar menahan tangis, jadinya Tahu betul Bagaimana sikap Ana itu.
sahabat yang selalu ada di segala cuaca yang tidak pernah meninggalkannya Di Saat senang maupun susah, sahabat yang selalu memarahi nya sambil tersenyum.
" Makasih ya kamu selalu ingat dan tahu apa yang sedang ku butuhkan, Maafkan Aku jika kemarin tidak mengatakan apapun ke kamu padahal hanya kamu sahabatku yang kupunya lagi di dunia ini selain itu cunguk Alan," Alika Sambil tertawa.
" jangan sebut manusia planet itu karena aku benar-benar kesal padanya, kemarin sudah tahu bahwa kamu menikah Bukannya datang bantuin malah pergi keluyuran begitu saja! awas saja kalau dia nikah nantinya Jangan harap aku bakalan datang sekedar untuk menawarkan bantuan!" sungut Ana memasang wajah cemberut nya.
" marahnya tuh jangan berlebihan nanti jatuh cinta baru Nyaho, soalnya benci sama cinta itu beda tipis loh kalau tisu itu berapa mili kalau dia itu tipis banget!" Alika sebenarnya selalu berharap agar kedua sahabatnya itu bisa akur dan membina sebuah hubungan yang serius.
hanya saja setiap kali bertemu bakal berubah menjadi Tom and Jerry ya sama saja bohong, dan Alika tidak ingin kedua sahabatnya itu saling menyakiti dan membuat dirinya yang bakal merasa bersalah.
sedangkan di kediamannya Andra dan juga Amalia kedua manusia paruh baya itu merasa terkejut dengan seseorang yang sedang tidur di atas ranjangnya Ana kini.
" papa ini mama yang salah lihat atau memang beneran Andra semalam tidur di sini, wah wah jangan bilang yang ada udang dibalik bakwan dan kita tidak menyadari hal itu sama sekali?" tanah liat kepada suaminya itu namun Sebenarnya Andra pun sama merasakan keganjilan seperti istrinya.
" Kalau boleh jujur Papa juga heran lho mama, Bagaimana ceritanya sampai dia tidur di kamarnya mana? atau kita tanyakan ke Ana Langsung saja ya, yang tahu jawabannya ya dia saja tidak semalam kan udah masuk tidur tapi kalau mereka masih begadang ya meneketehe?" saran dari Lia membuat suami istri itu merasa sedikit lega karena akhirnya ada titik terang yang bisa mendekat cari tahu.
" tapi pertanyaannya sekarang Ana ada di mana, soalnya tidak memungkinkan di dalam kamar mandi orang keadaan tenang begitu?" tanya Lia merasa heran.
" Ya sudah kalau begitu kita keluar dulu tidak sopan loh orang tidur terus kita lihat yang seperti ini, nanti kita bakalan buruk dibilang orang tua yang keganjenan!" tarik Lia pada tangan suaminya itu akan segera keluar sebelum Alan menyadari keberadaan mereka berdua.
ketika sampai di lantai bawah kondisi rumah pun tampak tetap sunyi, tidak ada tanda-tanda kehidupan bahwa ada anak di sekitar situ.
" ini Ana kemana sih masa iya sudah di cari kemana-mana pun tapi tidak kelihatan juga, atau kita tanya ke satpam saja ya mungkin dilihat posisi mana dia keluar rumah mungkin!" saran an lihat dan Hanya dia kan oleh Andra karena pria itu sepertinya kehilangan daya berpikirnya selama beberapa saat ketika melihat tempat tidur Sang anak yang biasanya sendirian kini ada orang asing.
" Apa itu kenapa sih dari tadi diam saja Mama boleh berpikir sampai keok Papa tidak ada gunanya masih sama sekali dari tadi, kalau anak kita diculik Saat semua orang tertidur gimana dong? papa masih mau lelet kayak begitu, hasil akhir anak bakalan kenapa-napa?" tanya Lia Yang Tak habis pikir dengan respon sang suami.
" mama diam dong jangan ganggu konsentrasi Papa yang lagi usaha untuk berpikir, ini lagi pusing terus mencoba untuk berpikir jernih eh mama malah nanya banyak lagi!" sungut Andra kesal.
Sesampainya di sana tampak satpam rumah mereka sedang berdiri menatap heran ke arah keduanya, sebab tidak biasa Andra dan sang istri keluar rumah pagi ini.
" Bagi Tuhan pagi nyonya Apa ada yang bisa saya bantu, soalnya tumben kesini pagi-pagi begini kayak ada sesuatu hal yang mendesak begitu?" Tanya satpam itu ramah.
__ADS_1
" Mang Tejo tadi lihat tidak ke mana Ana Pergi nya, sebab tumben sekali dia pagi-pagi sudah keluar dari rumah?" tanya Lia memastikan keberadaan putrinya itu.
" Oh tuan dan nyonya sedang mencari keberadaan Nona Ana, dianya itu katanya pergi membantu persiapan pernikahan sahabatnya." jelas satpam itu sambil tersenyum.