
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Mirna tampak antusias menyuruh Dori membawa masuk kotak makan yang mereka bawa tadi dari rumah, karena ia ingin menunjukkan kepada keluarga besannya itu juga dirinya adalah mertua yang paling pengertian.
" astaga kalian membawa makanan sebanyak ini, memangnya bisa kita habiskan? ini pesan atau masak sendiri, kalau masak sendiri Wah sungguh aku minta maaf karena sudah merepotkan?" tanya Alice penasaran so pasti belum dijawab Mirna tapi langsung diserobot lebih dahulu oleh Dori.
__ADS_1
" Ah tidak masalah kok Nyonya, soal masak-memasak itu kan keahliannya saya Jadi otomatis tidak perlu merasa sungkan apalagi malu hati!" ujar Dori percaya diri membuat Mirna hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah tak tahu malu asisten rumah tangga mereka itu.
" Wow ini makanan yang biasa di drakor kan, kamu belajar secara otodidak atau lewat mbah Google?" tanya Alice penasaran.
" Oh Tenang saja nyonya, ini itu insting alamiah miliknya saya yang selalu bekerja tepat saat diperlukan!" ujar Dori lagi.
" kalau ngobrol terus kapan kita bakalan makannya, bisa tidak kalau ketemu jangan ngerumpi hal yang tidak pasti di dunia ini? kalau mau kelaparan Ya silakan saja tapi sorry saya tidak berminat buat gabung, karena Biar bagaimanapun kalian berbicara soal yang begituan itu pasti tidak bakalan ada ujungnya!" sinis Dika karena memang dari tadi dirinya sudah Janganlah mendengar ocehan dari asisten rumah tangga milik keluarga Adrian itu.
" ya sudah kamu pergi ambil siapkan kita minum setelah itu sini Duduk gabung makan bareng sama Kita, jangan merasa sungkan ataupun malu hati karena semua manusia di dunia ini sama saja dimata Tuhan hanya mungkin berbeda keberuntungannya saja!" kali ini Alika yang memberikan perintah.
__ADS_1
" Oh tenang saja kalau calon adik yang ngomong mah Bibi bakalan melakukan sesuka hati dan Serela bahkan seikhlas mungkin, jadi semuanya Silakan duduk manis biarkan Dori yang bekerja karena itu adalah tugas dan kewajibannya saya!" ujar Dori sambil tersenyum lalu pergi dari situ untuk mengambil sesuatu yang bisa diambil dan dipakai.
sepeninggal Dori, Alice langsung bertanya secara antusias tentang kehebohan asisten rumah tangganya Mirna itu yang terlihat begitu kocak.
" dia Kenapa bisa heboh itu, apa di rumah juga seperti begitu atau hanya saat ketemu orang baru saja?" tanya Alice penasaran.
" dia mah kebiasaan nya begitu Jeng, saya saja kadang-kadang Jengah melihatnya Soalnya kalau sudah nyerocos tidak bisa berhenti kayak air terjun! hanya Saya suka sama catatannya dia yang tidak perlu dibilang beberapa kali, dan juga suasana tampak lebih ramai kalau ada dia Jadi tidak boring kalau sendirian saja!" jelas Mirna sambil menggelengkan kepala.
" Saya suka sama yang ceplas-ceplos tapi tidak suka nyinyir, karena terlihat apa adanya tidak melebih-lebihkan sesuatu dan dan juga orang seperti begitu Tuh kebanyakan jujurnya daripada bohong!" sahut Alice dan disetujui oleh Bey dan istrinya.
__ADS_1
Setelah semuanya siap Mereka pun mulai menikmati sarapan pagi yang terasa begitu spesial, kalau menurut ibu-ibu si itu merupakan hal yang sangat membuat mereka bahagia namun berbeda dengan kaum pria makanannya tetap makanan hanya bisa mengenyangkan perut setelah itu keluar habis.
" Ya ampun saat makan beginian tuh Terasa seperti lagi ngelihat Oppa tampan sedang makan, cara kunyah nya kemudian menelannya unyu banget deh!" ujar Mirna sambil tersenyum.