MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 119


__ADS_3

Raka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya kini dirinya serasa berada di dalam sebuah ruangan yang sempit minim penerangan dan juga membuat nafasnya terasa sesak, sungguh inikah cobaan yang harus ia hadapi jika ingin melanjutkan hidup ke tahap yang selanjutnya.


hanya saja pria itu tetap saja berusaha untuk menyalahkan Deka dan Dafa serta Alika atas apa yang ia alami sekarang, sebab kehidupannya yang glamor dan hura-hura berakhir hanya dalam satu malam.


" Apa mereka tidak salah memberikan aku tempat tinggal yang seperti begini, Wah ini sama besarnya dengan toilet para pekerja ku? awas aja mereka Takkan ku biarkan lolos ketika aku bisa berhasil keluar dari sini, mereka pikir seorang Raka Alfian bakal menyerah menerima nasib tanpa sedikitpun untuk berontak?" batin Raka sambil menatap sekelilingnya dengan perasaan yang sangat tidak nyaman karena merasa jijik sebab debu berterbangan di mana-mana.


" tapi tadi katanya kalau besok ada para wanita seksi yang bakalan berkeliaran di sini dengan memakai bikini, Mentari Cepatlah kau muncul Sebab aku sudah sangat penasaran Mataku Ini harus mendapatkan vitamin sebab Sudah beberapa jam dirinya berpuasa! " batin Raka lagi yang merasa sedikit senang seperti mendapatkan air dingin di padang gurun.


pria itu mulai melihat sekeliling rumah atau bisa di sebut dengan gubuk Derita nya, mulai dari perkakas untuk makan dan berharap ada kulkas dengan berisi wine di dalamnya. tapi sayang harapan tak sesuai dengan kenyataan karena memang ada kulkas usang disitu tetapi isinya hanya air putih doang, mungkin Deka ingin mengajarkan gaya hidup sehat kepada Raka yaitu minum air putih lebih bagus daripada alkohol.


"Oh shitt, ini kok bisa ya aku hanya dikasih air putih toh tanpa ada minuman yang bisa bikin aku sedikit Fly? Dia pikir aku ini pria polos yang tidak ada keinginan untuk berfantasi di tengah Deritaku, dasar pria pelit Setidaknya kalau membuang seseorang siapkan dulu peralatan yang memadai Jangan asal hantam pergi begini?" sungut Raka yang merasa hidupnya sudah berantakan tidak ada lagi semangatnya sama sekali dan memilih tidur Persetan dengan tempat tidur yang berdebu ataupun kasur yang keras.


" Ya Tuhan aku tahu emang aku orang berdosa Tapi tolong puaskanlah dahagaku malam ini saja, yaitu kirimkan aku wanita cantik Walau dalam mimpi dengan Pakaiannya yang seksi dan sedang bermain dengan si Joni di bawah sana! " sungguh permintaan yang konyol untuk manusia yang sekonyol Raka yang harapan terkabulnya hanya 0,01% karena hukuman yang diberikan Tuhan sepertinya belum bereaksi terhadap pria itu.


ternyata seorang Raka Alfian biarpun dihukum dengan cara apapun tetap tidak akan pernah bisa berubah, sebab sikap kurang ajar nya itu sudah turun menurun dan tidak akan pernah bisa berhenti karena sudah menjadi darah dalam daging.


kata orang Karma itu dibayar tunai kadang dibayar cepat tapi terkadang Karma itu dia berjalan secara merangkak, agar ingin melihat kira-kira orang tersebut mau berubah secara cepat atau tidak


sedangkan Deka yang merasa tugasnya sudah Paripurna memilih untuk kembali ke hotel, dan menikmati istirahatnya yang tidak bisa tenang dalam beberapa hari ini karena masalah yang menimpa tuannya.


" Semoga itu kutu kupret tidak bereaksi lagi dan membuat diriku harus kembali seperti anak jalanan, yang hanya keluyuran kesana kemari mengurusnya bahkan tidak bisa mengurus diri sendiri secara benar!" batin Deka semoga harapan pria itu bisa terkabulkan.


" nanti urusan Tuan Daffa besok saja pasti sekarang dia sudah istirahat maklumlah pengantin baru lagi kejar target, kalau sampai aku mengganggunya bisa panjang urusannya melebihi mengurusi kutukupret Alfian itu!" sambung Deka lagi.


karena jalanan yang lumayan lengang karena sudah memasuki tengah malam membuat Deka tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai, setelah memarkirkan mobil di basement Hotel pria itu lalu segera menuju lift ke arah lantai tempat dirinya menginap.


karena pikirannya fokus untuk segera sampai di kamar Deka sampai tidak sadar jika dirinya menabrak seseorang, kesadarannya kembali ketika mendengar suara benda jatuh.

__ADS_1


Bugh...


"Awww, siapa sih jalan ke orang mabok saja masa iya badan aku sebesar ini sempat-sempatnya ditabrak, gimana rasanya sakit banget lagi? Awas saja aku bakal balas dendam kalau sampai dia malah nyolot dan tidak mau meminta maaf, tapi tadi kok keras banget ya itu manusia apa batu jangan bilang dia jelmaan seorang Hulk?" batin seorang wanita cantik yang ditabrak oleh Deka sambil mengusap pelan bokong yang mendarat sempurna di lantai tadi'.


sedangkan Deka yang kesadarannya kembali menatap tak percaya pada sosok yang sedang duduk di hadapannya itu, bahkan pria itu tidak sadar jika dirinya yang menyebabkan wanita itu duduk di situ sambil meringis kesakitan.


" are you oke?" tanya Deka yang sengaja menggunakan bahasa Inggris karena maklum mereka sedang berada di luar negeri jadi pasti orang yang ia temui tidak mungkin mengerti bahasa Indonesia.


wanita itu bukannya menjawab malah memelototkan matanya menatap tajam kearah Deka yang terlihat memasang wajah heran, karena sepertinya tidak menyadari kesalahan yang ia lakukan barusan.


" dasar manusia aneh sudah tahu kalau ditabrak terus jatuh pasti rasanya sakit, malah bertanya yang tidak tidak lagi? Memangnya dia pikir aku ini robot apa Biarpun dibanting pun tidak masalah, Kenapa bisa sial seperti ini mana sudah tengah malam lagi ketemu sama manusia aneh?" bukannya menjawab pertanyaan Deka di wanita itu malah mendung cara membuat Deka mengerutkan keningnya.


" Anda dari Indonesia, kalau Boleh saya tahu anda Kenapa sampai bisa berjongkok di bawah situ? mari sini saya bantu Anda untuk bangkit, sebab tidak baik karena di situ kotor dan berdebu?" tanya Deka yang sok perhatian membuat wanita itu merasa Jengah.


" stop, jangan pasang wajah begonya kamu itu menyebalkan tahu tidak? Lain kali kalau jalan pakai mata bukan pakai dengkulmu, sampai orang sebesar ini saja kamu tidak melihat jadinya tabrak sembarangan kan? sudah begitu malah bertanya seperti tidak ada dosa sama sekali, kamu lama-lama saya bakal laporkan ke polisi karena kasus pelecehan terhadap saya tadi!" sungut wanita itu memasang tampang juteknya membuat Deka mengerutkan keningnya karena sejak kapan dirinya melecehkan wanita dihadapannya itu.


wanita itu menatap sengit kearah Deka yang terlihat bukannya meminta maaf dengan tulus malah balik mengancamnya, ini mah namanya lari dari tanggung jawab dan berbuat seolah-olah menjadi korban agar tidak ada namanya ganti rugi.


dengan segera wanita yang bertubuh Mungil tapi memiliki hidung yang sangat Mancung dan kulit yang putih bersih bangkit dari bawah lantai dan berdiri tepat di hadapan Deka, dirinya tidak terima ketika ada orang yang bukannya menyadari kesalahannya malah balik menyalahkan orang lain.


"hei Kamu tahu tidak tadi tubuh batu kayunya kamu itu menabrak aku sampai jatuh, terus setelah aku jatuh Bukannya kamu minta maaf malah memarahiku lagi? kamu pikir aku ini manusia transparan begitu yang bisa kamu injak atau kamu lakukan sesuka hati tanpa merasa sakit, Hello jangan macam-macam deh kamu sama saya ya! "ujar wanita itu sengit membuat Deka mengerutkan keningnya Kalau sudah seperti begini urusan ya bisa dipastikan kan dirinya tak bisa tidur dengan tenang malam ini.


" kamu mau mengancam saya, sebenarnya di sini kamu juga salah lah kalau misalnya tadi saya keliru tidak melihat jalan dengan benar dan kamu yang harusnya melihat dengan baik kenapa malah menabrak saya juga? disitu membuktikan bahwa kamu itu juga merupakan wanita ceroboh, yang malah menyalahkan orang lain padahal sebenarnya dirinya lebih salah! "keributan keduanya tidak bisa berhenti karena sama saja jika tidak ada yang mau mengalah.


" menurut kamu saya yang tidak lihat jalan terus kamu tetap harus benar, Wah kamu jadi orang keterlaluan sekali ya sama wanita tidak ada punya rasa hormatnya? jangan bilang sudah setua itu kamu belum laku-laku, Ya Walau Sebenarnya saya juga tidak kaget karena memang manusia seperti kamu Mana ada wanita yang bakal klepek-klepek yang ada bakal lari terbirit-birit." Sindir wanita itu membuat Deka hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


Deka mengusap wajahnya kasar mencoba untuk menetralkan emosinya karena jika tidak bisa dipastikan dirinya bakalan berbuat yang tidak-tidak kepada wanita itu, hanya saja biarlah kali ini dirinya sedikit menurunkan ego biar masalah cepat kelar dan ia bisa segera beristirahat dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun.

__ADS_1


" Baiklah Nona Saya minta maaf jika sudah menabrak Anda hingga mengalami cedera dan harus memerlukan penanganan medis, ini kartu nama saya kalau ada apa-apa silakan menghubungi saya dan tenang saja saya adalah pria yang bertanggung jawab dan tidak bakal lari berapapun biaya yang anda minta! "Deka sengaja mengatakan hal itu untuk menyindir wanita mungil di hadapannya itu membuat netra coklat itu membulat sempurna karena merasa harga dirinya sedang diremehkan.


"kamu....


belum selesai wanita itu berbicara ada orang yang memanggilnya dari belakang, membuat fokusnya buyar dan menoleh kearah sumber suara begitupun juga dengan Deka.


" Diana, kamu kok masih disini aku pikir tadi sudah lebih dulu ke kamar? sampai membuatku buru-buru meninggalkan tempat pesta hanya untuk menyusul kamu kesini, sini sayang sudah tengah malam ngapain Masih keluyuran sama orang asing lagi?" Panggil salah satu wanita yang seumuran dengan Diana.


" sayang, jangan bilang wanita dihadapanku ini memiliki kelainan begituan? pantasan dari tadi dia sangar banget denganku, tahu-tahu jeruk makan jeruk toh aku pikir suka sama terong doang? " batin Deka sambil menatap sinis ke arah Diana yang juga tak kalah sinis.


" kenapa lihat-lihat, Memangnya ada hal yang bikin kamu merasa aneh begitu? "tanya Diana Ketus.


" pantesan galak hobinya yang sama begituan, cantik-cantik kok nyeleneh? " Sindir Deka sambil menatap Diana dan juga wanita yang sedang berdiri tak jauh dari mereka membuat Diana pun Paham maksud dari Deka barusan.


"eh apa kamu bilang barusan, kamu jangan macam-macam ya Kamu pikir aku ini wanita apaan? kamu mau bukti kalau aku masih normal, sini aku buktikan Biar mata kamu loncat keluar dari tempatnya! " teriak Diana yang tak terima melihat tatapan sinis dari Deka itu.


Saya rasa urusan kita sudah selesai nona, jadi tolong urusi kekasihmu itu sebab kalau aku lama-lama berdekatan dengan kalian lama-lama bisa terkontaminasi otakku! "setelah mengatakan hal itu Deka segera menuju ke ke kamarnya dan Mengunci pintu dari dalam tak peduli dengan teriakan Diana yang menendang pintu kamarnya.


" Woi pria Kurang ajar kamu buka pintunya sekarang berani-beraninya ya kamu menuduhku yang tidak tidak seperti itu, cepat keluar Kamu pikir aku tidak bisa mendobrak pintu ini!" teriak Diana yang tidak terima dengan perkataan Deka tadi dan sudah begitu malah pergi meninggalkan dirinya tanpa meminta maaf pula.


" Astaga Diana kamu tuh kenapa sih ini sudah gelap loh semua orang sudah pada tidur, kita kalau diusir kembali ke Indonesia gimana coba rugi dong liburannya?" tanya Arin merupakan sahabatnya Diana yang tadi membuat Deka salah paham kepada keduanya.


"ini semua tuh gara-gara kamu tahu tidak? tadi apa pakai acara Panggil sayang-sayang segala akhirnya itu pria Bodoh tuh jadi berpikiran aneh aneh kan, Jadi sekarang dia itu masuk ke dalam sambil menertawakan aku karena dikiranya memiliki perilaku yang tidak normal! " sungut Diana sambil menatap tajam kearah Arin yang tidak mengerti Dimana letak kesalahannya karena Bukankah sebagai seorang sahabat panggilan sayang dan cinta itu sudah biasa.


" Loh kok malah aku yang salah perasaan kalau dia yang curiga itu kan resikonya di Iya tapi kita kan tidak berpikiran seperti itu apalagi melakukannya, Lagian kekasihku lebih tampan loh daripada kamu yang jelas-jelas cantik tapi mulutnya ngalahin boncabe level 50?" sungut Arin yang tidak terima ketika Diana menyalahkan dirinya tanpa melakukan kesalahan sama sekali.


" Kamu itu kenapa sih dibilangin malah ngeyel, Ayo pokoknya kamu harus membantuku gimana caranya agar pria itu tidak menatapku dengan tersenyum mengejek. Kamu tahu kan kalau seorang Diana Pelangi tidak pernah mau ada yang menjatuhkan harga dirinya tanpa meminta maaf, Pokoknya bagaimanapun caranya pria itu harus takluk di bawah kakiku! " Arin hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap malas ke Diana yang terlihat berapi-api membalaskan dendamnya kepada Deka yang jelas-jelas udah tidur tenang di dalam kamar hotelnya.

__ADS_1


" ya sudah Tidak masalah kamu mau balas dendam atau mau ajak dia buat SmackDown sekalipun tapi nanti besok dulu, Sekarang waktunya kita istirahat cantik Karena besok itu kan jadwal kita travelling ke mana-mana Jadi ngapain sekarang harus begadang coba dianya saja sudah masuk tidur? " ajak Arin lalu menarik tangan Diana tanpa permisi karena jika tidak bisa dipastikan sahabatnya yang keras kepala itu bakal mengganggu Deka semalaman di depan pintu kamar pria itu.


__ADS_2