
karena penerangan yang minim Deka kamu milih menyalakan senter di ponselnya, karena dirinya yakin jika Raka tidak mungkin pergi jauh karena seseorang biarpun maniak parah harga diri selalu di atas segala-galanya.
" itu pria ulat bulu sebenarnya berada di mana sih Kok bisa-bisanya menghilang begitu saja, selalu saja menyusahkan orang tidak bisa kah melihat orang senang Walau sedikit saja?"Sungut Deka yang berjalan terus tanpa mau berhenti sebelum bisa menemukan Raka si pembuat onar.
" aduh itu orang kok bukannya malah menjauh yang tapi malah mendekat, kalau seperti begini Kapan aku kaburnya? terus Masa dia jalannya Lenggang, jangan bilang pakaianku sudah dibuang ke tong sampah?" batin Raka frustasi bingung harus berbuat apa.
"Woi manusia aneh bin ajaib kamu keluar sekarang aku bakal kasih kamu pakaian yang baru dan belum terpakai sama sekali, soalnya sepertinya perikemanusiaan aku sedang muncul di permukaan jadi tidak tega melihat sesama manusia kesusahan?" teriak Deka.
" kalau begitu mana pakaianku kasih ke aku sekarang dasar manusia aneh, kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang tidak jelas seperti begitu seolah-olah tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu diriku saja?" ujar Raka yang berdiri membelakangi DK sebab Si Otong nya tidak mungkin juga akan ditunjukkan di hadapan pemilik terong Belanda.
Deka mengerutkan keningnya karena merasa terkejut dengan sikap Raka yang tiba-tiba muncul secara mendadak, bisa dibilang prei itulah Yadnya makhluk astral yang pergi tanpa bilang datang tanpa diundang.
" Ya sudah kamu ikut saya ke mobil, tapi ingat saya yang jalan lebih dulu baru kamu dari belakang Jangan pernah kamu lebih mendahului saya. sebab saya tidak ingin melihat penampakan kamu yang bikin sakit mata itu, kalau saya berjalan lebih dulu kan Rasanya lebih nyaman aman tentram dan damai tidak ada ganguan sedikitpun dari manusia-manusia yang tidak berpendidikan moral seperti kalian!" perintah Deka yang merasa tidak nyaman jika Raka yang berjalan mendahuluinya.
__ADS_1
Raka mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Deka barusan, karena jika bukan karena ulahnya sendiri tidak mungkin juga Raka mau merendahkan harga dirinya di hadapan orang lain apalagi dengan level yang dibawah mereka.
" sudah ke sana pergi ke mobil lebih dulu jangan banyak ngomong, hanya Begitu Saja Kok ribut nya minta ampun apalagi kalau diminta yang lebih aneh lagi pasti bakal lebih parah urusannya nanti?" ujar Raka penuh percaya diri'
" ingat ya masa depan kamu tuh di tangan aku jadi jangan nyolot sana-sini atau membuat aku berubah pikiran, bertemu kamu itu merupakan musibah terbesar dalam hidupku apa lagi di kehidupan Tuan Daffa dan nyonya Bos Alika!" Ujar Deka sambil mengambil langkah kaki yang panjang untuk segera sampai di mobil dan setelah itu dirinya mengeluarkan paper bag yang berisi pakaian yang entah Raka suka atau tidak.
" ini pakaiannya cepetan pakai jangan bikin diri ke anak gadis karena waktu kita sudah tidak banyak lagi, satu lagi saya juga tidak suka pekerjaan menunggu karena saya bukan pembantu dan pesuruh kamu Jadi melakukan sesuatu sekehendak hati kamu!" perintah Deka tegas dan tak ingin dibantah membuat Raka menjadi tambah kesal karena hari ini dirinya itu dijadikan seperti batu kayu yang tidak bisa mengelak sama sekali'
Raka ingin memastikan apa benar itu adalah pakaian yang diberikan Deka padanya, sebab jauh dari kata modis apalagi mahal yang ada sudah seperti kain keset kaki yang bertuliskan welcome .,
" kamu tidak salah memberikan aku pakaian aneh begini, kalo tahunya jadi bakal begini lebih baik sekalian aku olahraga belajar nungging aja deh supaya bisa merilekskan pikiran dari pada berduaan sama kamu yang ada bikin emosi!" Ketus Raka kesal sebab Deka memberikan dirinya kaos oblong bergambarka boneka kartun dan juga celana training.
dan jangan lupa juga ukurannya sudah seperti orang yang hendak tenggelam di tengah laut yang keluar hanya tersisa kaki saat berenang dan juga seperti wanita yang sedang memikul gaunnya untuk menikah.
__ADS_1
" Ya sudah kalau kamu memang tidak menginginkannya mana kembalikan padaku Soalnya kalau kau kasih ke orang lain pasti mereka bakal terima kasih, bukannya malah mengatakan hal yang tidak tidak seperti kamu itu yang manusia tapi tidak tahu berterima kasih sama sekali?" Raka bergegas masuk ke dalam mobil dan mengganti pakaiannya Persetan dengan perkataan Deka barusan karena Biar bagaimanapun malu itu tidak ada obatnya.
sedangkan Deka tersenyum penuh arti karena sudah berhasil membuat pria yang berada dalam mobilnya itu mengikuti apa yang kita inginkan, padahal sebenarnya dalam mobil itu ada stelan milik Deka yang lainnya yang lebih modus sesuai dengan gaya anak-anak zaman kini hanya saja dirinya tidak rela jika hal itu dipakai oleh Raka.
" Makanya jadi orang tuh jangan terlalu sombong yang berlebihan Emangnya kamu pikir di dunia ini hanya kamu saja yang bisa memerintah orang lain, apalagi menipu orang lain dengan mulut Bodohnya kamu itu sorry aku seorang Deka tidak bakalan gampang di bodohin." batin Deka sambil tersenyum smirk.
Sedangkan di dalam kamar hotel Alika sedang menatap heran ke arah suaminya sebab dari tadi terlihat begitu kali seseorang sedang menunggu sesuatu, tapi entah Apakah itu terlihat Daffa seperti enggan menceritakan kepadanya.
" Kamu kenapa sih mas dari tadi itu hanya mondar-mandir mondar-mandir sambil menatap kearah HP kamu, kalau kamu lagi nungguin telepon dari seseorang lebih baik kamu yang nelpon lebih dulu agar tidak kelamaan menunggu seperti itu kan? jangan jadi orang yang melupakan sesuatu saking paniknya, karena Biar bagaimanapun mencari tahu lebih dulu Itu kan tidak ada salahnya daripada menunggu!" perintah Alika yang sebenarnya tidak tahu menahu soal masalah ini karena menurut wanita itu kepolisian sudah menangani Raka Jadi mereka tidak perlu lagi cemas padahal sebenarnya itu salah besar.
" kamu tidur lebih dulu saja deh aku nanti setelah ini, tapi untuk menghubungi orang yang di seberang itu lebih dulu kayaknya susah deh yang soalnya Sinyalnya lagi buruk dan tempat itu!" bohong Dafa yang tidak ingin istrinya mencurigai kepadanya lebih parah lagi sebab Besok dirinya sudah berencana membawa perkirakan menjauh dari jangkauan semua orang yang pernah ia kenal di masa lalu.
" Ya sudah kalau kayak begitu ya kamu istirahat saja kan daripada berdiri layaknya setrikaan aku jadi pusing ngelihatnya dari tadi, kamu sih enak respon Ya bisa saja tapi aku yang mau lihat itu jadi pusing sendiri bingung harus mau berbuat apa?" Sungut Alika dalam memilih untuk tidur karena baginya jika menunggu Daffa bisa dipastikan besok pagi baru mereka tidur.
__ADS_1