MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 48


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT ***


Di dalam mobil itu suasana terasa begitu mencekam,karena Alika dan Daffa sedang memasang tatapan membunuh.


"Ya Tuhan kenapa suasana disini begitu panas ya,apa Volume AC nya aku kasih tambah lagi?" Ujar Deka membuat Alika dan Daffa menatap kearahnya.


"Diam kamu!" Ujar Alika dan Daffa kompak.


Deka terlonjak kaget ketika mendengar teriakan Alika dan Daffa,pria itu seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Maafkan saya Tuan dan Nyonya!" Ujar Deka tak enak hati.


"Lain kali yang gila seperti Tuan mu!" Sindir Alika membuat Daffa mendengus kesal.


"Heii kenapa harus samakan aku dengan si cunguk ini,kamu sadar dia itu beda denganku!" Ujar Daffa tajam.


" Oh jadi menurut kamu kalian itu beda begitu tidak ada yang sama, Sepertinya kamu itu tidak sadar kalau tampang kalian berdua itu sama-sama menyebalkan!" ujar Alika tajam dengan nada mengejek membuat Dafa benar-benar kesal.

__ADS_1


" Deka kamu keluar dari mobil sekarang, dan jangan pernah kembali Jika aku belum suruh kembali!" tegas Dafa tak ingin dibantah.


" Baiklah tuan!" ujar Deka langsung mematikan mobil itu dan keluar dari situ.


melihat Deka yang sudah keluar Daffa pun langsung masuk ke dalam mobil, duduk disamping Alika lalu menarik tubuh wanita itu agar rapat dengannya.


tanpa permisi lagi Dafa melu*at habis bibir merahnya Alika itu, membuat sang empunya tak percaya jika kali ini ciuman keduanya pun diambil oleh pria yang sama.


Alika berusaha memberontak karena merasa tak terima apa yang dilakukan Daffa sekarang, hanya saja percuma karena tidak sebanding.


Alika pun akhirnya bungkam dengan tubuh yang menegang, antara menikmati dan tidak, karena Daffa bahkan melakukan secara dirinya pun Terlena.


" kurang ajar pria mesum tidak punya otak sukanya ambil Kesempatan Dalam kesempitan, Hei kamu pikir aku ini wanita apaan sih sampai seenaknya melakukan hal itu sesuka hati kamu?" Ketus Alika kesal sesaat setelah Dafa melepaskan diri.


" dasar pria aneh Awas aja kalau dia kurang ajar sekali lagi, akan ku ajak dia untuk duel!" batin Alika kesal.


setelah menyelesaikan misinya Daffa pun keluar dari dalam mobil memanggil Deka yang sedang berdiri bak patung Asmat, kasihan itu anak orang dijadikan seperti mayat hidup.


" Woi kamu kembali nyetir sini, Ngapain berdiri Bengong di situ tidak ada wanita cantik yang bakalan lewat!" teriak Daffa memanggil Deka-


Deka mengeryitkan keningnya karena kebingungan dirinya itu selalu berada di posisi yang serba salah, tadi disuruh keluar oleh Daffa dengan tidak sopan Eh sekarang disuruh masuk juga tanpa tidak sopan kata-katanya bingung jadinya.

__ADS_1


sedangkan Alika wajahnya sudah memerah karena malu, Ia pun memalingkan wajah ke arah luar agar tidak ada yang sadar dengan perubahan pada dirinya kini.


" Tuhan tolong pinjamkan aku pintu Kemana saja milik Doraemon dong, soalnya tidak ingin berada satu tempat dengan pria-pria aneh ini!" ujar Alika dalam hati.


tak berselang lama Mereka pun sampai di tempat tujuan, daerahnya begitu Asri jauh dari kata hiruk pikuk perkotaan.


Sangat cocok dijadikan tempat untuk berwisata sekaligus melepas penat setelah seharian bekerja, tempat yang belum tersentuh yang namanya polusi berlebihan.


Setelah turun dari mobil pandangan Alika tak pernah lepas dari keadaan alam di sekitarnya, dirinya begitu menikmati setiap sudut di tempat itu yang sungguh sangat memanjakan mata.


" Ya ampun Ini bagus banget tempatnya, kok aku baru tahu ya di sini ada tempat yang seperti ini?" ujar Alika pelan tapi masih bisa didengar oleh Daffa yang di berada di sampingnya.


" Ya iyalah Sejak kapan mau cari tahu soal keadaan di sini, tiap hari pacaran sama pria yang tidak jelas begitu!" Sindir Daffa membuat Alika kesal.


" Eh kamu kenapa sibuk banget sama urusan ku, Siapa suruh jadi orang tidak laku-laku akhirnya lihat orang punya pacar situ yang sibuk?" Ketus Alika.


Deka hanya menjadi obat nyamuk diantara kedua itu, Bagaimana Ia boleh menimpali sedangkan yang berbicara itu singa dan serigala.


" kalau tahu mereka bakalan berdebat terus Lebih baik aku tadi di kantor saja, soalnya dengar mereka berbicara yang tidak jelas begini rasanya kupingku mau lepas deh!" sungut Deka dalam hati.


" selamat datang tuan Adrian dan Nona Alika, Mari saya temani untuk meninjau proses pembangunan Resort di sini!" ajak pengawas lapangan yang sedang berada di situ.

__ADS_1


setelah memakai alat pelindung diri, mereka pun menyusuri setiap sudut dari tempat itu yang terlihat ada ada begitu banyak karyawannya sedang bekerja.


__ADS_2