
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Ana kini sudah dalam perjalanan pulang menuju ke rumahnya tanpa dirinya sadari jika kedua orang tuanya sedang menunggunya dengan harap-harap cemas, karena Biar bagaimanapun orang tua mana yang tidak khawatir ketika anak semata wayang mereka tidak pulang dari semalaman tanpa memberi kabar.
Ana pulang dengan diantar oleh Alan, penasaran kan Bagaimana ceritanya ketika Ana yang bawa mobil sendiri dan juga Alan yang membawa Mobilnya juga menghantarkan Ana pulang.
Jadi ceritanya Alan mengikuti mobil anak dari belakang ingin memastikan Jika kekasih hatinya itu sampai dengan selamat.
terdengar lebay sih Tapi kalau jika sudah kehendaknya seperti itu mau bagaimana lagi, apalagi Alan yang tidak suka dibantah dan mempunyai kemauan yang sangat keras.
pacaran, Kayaknya seperti begitu. soalnya kedua manusia itu bahkan sudah mengetahui keberadaan masing-masing luar dalam, terus Alan juga bersikeras tidak ingin Ana marah padanya ataupun menyebut nama si Lisa atau Louis. yang batang hidungnya pun tidak ada karena hanya ada dalam imajinasinya Anna saja.
" kamu hati-hati ya masuk ke dalam rumahnya, ingat kalau Om sama Tante tanya macam-macam kamu telepon aku saja biar aku yang bantu jelaskan ke mereka!" pesan Alan membuat Ana menatap Jengah kearah pria itu. karena pesan itu sudah Entah berapa kali yang ia sebut kan tadi sepanjang perjalanan dari hotel ke rumah yang membuat Ana tidak fokus menyetir karena sibuk dengan chat masuk dari Alan'
" Astaga nggak perlu segitunya juga kali aku itu mau masuk kedalam rumah bukan mau pergi perang jadi harus kamu pesan yang selebay itu?" sungut Ana Ketus karena Siapa yang tidak emosi ketika diperhatikan Memang sih Semua orang pasti bahagia tapi kalau secara berlebihan jatuhnya lebay jadinya.
" Ya aku kan hanya ingin memastikan agar pujaan hatiku sampai dengan selamat di dalam rumah tanpa kekurangan apapun Jadi wajar dong harus lebay karena sesuatu yang lebay itu membuktikan kalau aku itu beneran sayang sama kamu!" jelas Alan bukan membuat Ana tersanjung malah membuatnya ingin muntah.
" idih kamu itu kayak orang aneh untung juga ngomongnya di depan apa saja Coba kalau ada yang mendengar malunya itu nggak ketulungan tahu tidak? lagian perhatian sih Boleh tidak ada yang ngelarang tapi kan jatuhnya jangan lebay juga kali, Memangnya kamu tidak merasa lelah Apa yang kamu katakan itu bikin orang yang mendengar merasa geli sendiri?" apa yang dikatakan Ana itu hanya ditanggapi santai oleh Alan karena baginya apa yang ia lakukan itu tidak merugikan siapapun bahkan terkesan dirinya sebagai seorang pria yang romantis.
..." Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya Tapi tolong jangan melupakan pesan yang tadi sudah aku katakan ke kamu, ingat aku bakalan langsung datang Dalam waktu 5 menit Jika kamu dalam bahaya dan itu adalah janjinya Alan!" tegas Alan membuat Ana kebingungan dengan pria yang ada di hadapannya kini sebenarnya niat mau pulang atau mau ngoceh terus....
" kamu mau pulang tidak, dari tadi nyerocos terus tidak mau berhenti sekali saja kamu ngomong aku sudah paham enggak perlu diulangi lagi kan?" sungut Ana karena dari tadi dirinya hanya berhenti di depan gerbang tidak bisa masuk orang Alan nya saja belum pulang padahal dirinya sudah gerah dan jangan lupakan sesuatu di bawah sana yang sudah sangat tidak nyaman karena di kotak-katik oleh Alan sepanjang waktu.
" Iya aku ingin pulang yang tapi setelah kamu paham dengan apa yang kukatakan, Jadi kalau kamu masih suka marah seperti ini aku tidak bakalan pulang, karena pastinya kamu bakalan menemui si Lisa itu?" kekeh Alan membuat Ana akhirnya paham jika dari tadi Alan sengaja mengalihkan perhatiannya agar tidak memikirkan si Luis padahal dirinya saja bingung ini sih Louis yang mana? karena itu hanya ada di dalam kebohongannya saja tidak ada di dunia nyata.
" kamu tenang saja aku tidak bakalan kemana-mana kok, jadi di biar masalahnya gampang bisa tidak kamu pulang sekarang kaki Aku pegel nih serasa jadi ke satpam yang hobinya Jaga pintu gerbang!" pinta Anna bukan dengan wajah memelas melainkan kan dengan tatapan tajam sebab Batas kesabaran seolah habis akibat melihat sikap Alan yang terlalu berlebihan.
" ya sudah kalau seperti begitu aku pulang dulu, tapi ingat jangan merindukanku soalnya nanti kalau aku datang bakal salah lagi!" Agoda alam membuat anak hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ada ya pria di dunia yang se narsis Alan ini.
Setelah Alan pergi Ana pun menyuruh satpam rumah itu untuk membawa masuk mobilnya ke dalam garasi, sebab dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk kalau kebalik setelah itu dia pun masuk ke dalam rumah.
ketika sampai di dalam harapan Ana untuk segera berendam pupus sudah ketika melihat wajah penasaran memilih kedua orangtuanya di ruang keluarga, Ana bahkan sempat menghela nafasnya kasar karena pasti ada saja pertanyaan yang bakalan dilontarkan kepadanya untuk menuntut jawaban yang mereka inginkan.
__ADS_1
" masih ingat pulang, Mama pikir kamu sudah lupa rumah Kamu kalau ada di sini? " tanya Lia sinis membuat Ana menatap heran ke arahnya. ini sebenarnya kenapa lagi masa iya dirinya baru tidak pulang selama satu malam langsung ada pertanyaan aneh seperti begini bagaimana ceritanya kalau dirinya tidak pulang selama satu minggu?
Ana menatap kearah Papanya seolah menuntut jawaban karena dirinya masih kebingungan dengan arah pertanyaan Lia barusan?
hanya saja harapan Ana itu tak bisa terlaksana karena Andra adalah salah satu tipe suami yang takut istri, Jadi mau tidak mau Ana yang bakalan sendiri menghadap Mamanya nantinya.
" maksud Mama tanya seperti itu apa ya, soalnya aku bingung cara jawabnya seperti apa Kalau ada pertanyaan dadakan yang tidak jelas?" tanya Ana bahkan memilih untuk tetap berdiri sebab dirinya benar-benar ingin segera mandi.
Lia menghela nafasnya kasar. masa iya pertanyaannya sejelas itu tapi tidak dimengerti oleh Anna, itu kan tidak masuk akal sama sekali dan membuat dirinya jadi kebingungan sendiri mana yang pura-pura lupa atau memang benar-benar lupa?
" Mama itu tadi kan tanya ke kamu kenapa sekarang kamu jadi balik bertanya, apa karena itu cunguk Alan Smith yang membuat kamu aneh seperti begini?" Sindir Lia membuat Ana agar nya paham jika orang tuanya itu sebenarnya sedang kepo dengan urusannya.
" oh oh jadi ceritanya Mama kepo nih mau ingin tahu gimana yang sebenarnya boleh kalau kayak begitu, apa yang ingin Mama dengarkan cukup mama tanyakan supaya aku segera menjawabnya!" pinta Ana sambil tersenyum.
Lia yang tadi ingin marah-marah mendadak mengurungkan niatnya itu, apalagi ketika melihat wajah putrinya yang jarang sekali tersenyum itu sedang tersenyum bahagia ke arahnya.
" sini duduk di samping mama baru kamu ngomong biar lebih jelas lagi, Apakah kamu enggak pegal Kalau dipaksa berdiri terus?" tawar Lia yang sudah mengubah nada bicaranya ketika melihat Ana yang bersikap santai tidak ada kegugupan sama sekali.
" akhirnya aku disuruh duduk juga. dikiranya jadi terdakwa sepanjang waktu, dan akhirnya dilupakan kan kalo biar bagaimanapun Ana adalah anaknya Kalian disini?" Sindir Ana membuat Andra dan istrinya itu hanya bisa tertawa saja.
" ya bukan apa-apa juga sih, hanya saja tidak tega ketika ada tamu yang datang terus tidak disuruh duduk. Nanti katanya tuan rumah pelit atau apalah itu kan jadi malu, terus Tuan Andra sama Nyonya Lia bakalan dijadikan viral karena pelitnya kelas kakap bukan kaleng-kaleng!" sahut Lia santai tanpa beban sedangkan Ana mendengus kesal karena dirinya disamakan dengan tamu.
" coba kamu ulangi lagi perkataan kamu yang barusan, kamu menginap di mana Bisa kamu jelaskan kepadaku nona?" tanya Lia dengan Tatapan yang serius tidak ada nada Bercanda sama sekali di dalamnya Karena antara terkejut dan tak percaya ya dengan apa yang dikatakan oleh Ana barusan.
Ana menghela nafasnya kasar ternyata Mamanya itu sangat peka dengan setiap apa yang ia ucapkan, jika salah kalau sudah seperti ini Dirinya mah bisa apa selain menjelaskan.
" semalam itu aku menginap di hotel, karena saat aku pulang Papa sama Mama Mama belum pulang. ya sudah daripada sendirian Mendingan aku singgah saja di hotel, yang arah jalan pulang. Lagian aku capek banget karena semalam tidurnya enggak bener, Terus pagi-pagi harus sudah ke rumahnya Alika untuk membantu."Jelas Ana tapi sepertinya belum bisa membuat Lia merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh putrinya itu.
"Kamu bisa jelaskan juga kenapa sampai semalam tidur tidak benar,terus kenapa harus takut tidur sendirian di rumah?Bukan kah selama ini sudah biasa Kami meninggalkan kamu untuk urusan Bisnis Papa kamu,kenapa mendadak mewek begitu?" Tanya Lia memastikan.
Ana hanya bisa menghela nafasnya kasar,ternyata memang benar jiwa kepo seorang Ibu-Ibu selalu mengalahkan para reporter yang sedang mencari berita.
"Mah,bisa tidak nanti saja baru aku jawab?Soalnya sekarang aku mau mandi,ini badan gerah semua rasanya mau remuk karena dari kemarin belum mandi terus tidak istirahat sama sekali !" Pinta Ana dengan wajahnya yang serius.
"Kenapa tidak beli pakaian kamu saja jika ada uang,terus memangnya kerja apa saja sampai remuk begitu?" Alamak kenapa Lia tidak bisa berhenti untuk bertanya ya?
"Kamu pergi sana Nak,nanti baru lanjutkan lagi interogasinya.Kalau untuk urusan yang lain serahkan saja pada Papa,nanti semua bakal beres dan teratur!" Ucap Andra yang tidak tega melihat keadaan putrinya itu.
__ADS_1
Sepeninggal Ana kini giliran Lia yang menatap kesal kearah suaminya itu,karena selalu saja menghalangi dirinya ketika hendak membahas sesuatu yang penting dengan Ana.
Bugh
Bugh
Lia memukul kuat bahu suaminya itu menggunakan bantal sofa yang ada,karena siapa yang tidak kesal ketika suami nya itu malah menatap heran kearahnya.
"Mah,kok Papa Malah dipukul seperti ini ?Memangnya Papa salah apa sampai Mama marah tidak jelas begitu,mau dibilang KDRT atau apa Hah?" Tanya Andra kesal sambil mengusap pelan bahunyayang sedikit nyeri.
"Siapa suruh main suruh Ana pergi begitu saja padahal Mama kan masih ingin bicara,mau nya Papa apa sih pengen lihat dia hamidun dulu atau perutnya bentuk bola dulu baru sadar?" Tanya Lia kesal.
"Astaga Mah,itu anak sendiri lho!Masa iya di doakan yang buruk begitu,tapi kalau memang benar dia nanti Bola yah kita harusnya bersyukur dong karena bakal dapat cucu?" Sahut Andra santai tak peduli dengan istrinya yang sedang menatap tajam kearahnya.
"Orang lagi kesal juga malah bicara tidak jelas,memangnya Papa mau dia punya suami yang tidak tahu asal usulnya ?" Sungut Lia.
"Mama ku tersayang,lain kali itu jangan terlalu memikirkan sesuatu yang kebenarannya masih di ragukan.Karena nanti akibatnya bakal susah juga kan,kesannya seperti mau bagaimana begitu kita seolah mendoakan yang buruk buruk kepada anak kita itu!" Jelas Andra sambil menjawil gemas hidung minimalis milik istrinya itu.
"Papa itu telinganya error atau apa sih,memangnya tadi Mama ngomong apa sampai punya tanggapan aneh seperti itu?" Tanya Lia ketus.
"Oh Tidak seperti itu ya,soalnya Papa kan memikirkan kearah sana jadi kalau tidak seperti itu ya sudah masalahnya dimana?" Tanya Andra santai.
Lia pun kebingungan harus menjawab apa,karena memang tidak ada masalah yang serius lagi berbeda dengan Ana yang harus mengahadapi kekonyolan Alan yang padahal baru meninggalkan dirinya beberapa menit yang lalu.
Derth derth derth,
Ponsel Ana bergetar ketika dirinya sudah selesai mandi dan sedang memakai pakaiannya.
"Ini kutu kupret kenapa lagi,padahal tadi baru ketemu kok malah sekarang telepon lagi?" Tanya Ana kesal.
Alan di seberang sedang uring uringan karena panggilannya tak kunjung di gubris oleh Ana,padahal dirinya sedang merasa kangen dan ingin sekali mendengar suara kekasih hatinya itu.
"Ini anak kemana lagi sih,apa tidak sadar kalau aku sedang merindukannya?" Tanya Alan dalam hati.
Senyuman langsung terbit di wajahnya ketika Ana sudah mengangkat panggilan darinya,sebelum Ana mengucapkan Hallo ia sudah nyerocos lebih dahulu.
"Kamu di mana saja kenapa dari tadi tidak angkat,jangan bilang sedang bersama dengan Louis ?" Tanya Alan tanpa jeda.
__ADS_1
"Stopp,kamu kalau masih curiga tidak jelas lebih baik jangan menghubungi aku lagi !" Teriak Ana karena tidak suka dengan pertanyaan Alan yang ke Alay an sangat menggangu.
"Ya mana bisa tidak curiga jika tadi selalu Nama Louis yang kamu bawa bawa?Jadi sebelum itu terjadi maka dari itu tiap detik menit aku bakal menghubungi kamu,biar sadar jika kamu itu punya nya Alan Smith seorang!" Tegas Alan yang tak ingin di bantah.