
love you banyak-banyak!!!
lanjut***
" kamu kok malah belain dia bukannya belain aku yang jelas-jelas di sini suami kamu, atau jangan-jangan sudah mulai goyah perasaannya akibat mendengar perkataan pria itu yang aneh? " tanya Dafa membuat Alika Jengah karena dirinya tadi itu hanya ingin waspadai saja bukan membela Raka.
"yang bilang aku belain Raka itu siapa, jadi kamu Seenaknya saja mengatakan hal yang tidak-tidak seperti itu? aku tadi itu hanya mau waspadai saja loh bukan ada maksud ataupun niat yang lainnya, Kamu kenapa sih bawaannya selalu curigaan terus dan perkataanku selalu saja kamu buat itu salah? " Alika sambil mengerutkan keningnya.
" Terus kalau perkataan kamu yang seperti tadi jika bukan membela artinya apa?" tanya Daffa sinis membuat Alika bingung harus mengatakan apa agar suaminya itu paham dengan maksud dan tujuannya mengatakan semua itu.
" Terserah kamu mau ngomong apa Aku bingung harus menjelaskan lagi yang seperti bagaimana agar kamu paham, jika memang masih selalu saja curiga terus itu urusannya kamu tapi aku bodo amat! " tegas Alika yang benar-benar Jengah dengan sikap suaminya itu yang over duper cemburu kelas kakap.
" Loh kenapa jadi dia yang perasaan yang harusnya marah kan aku, soalnya tadi kan dia membela pria itu secara langsung? masa iya aku harus mengalah terus tapi jika aku juga mengikuti egoku Percuma saja dong Datang Bulan Madu Di Sini, wahai kau para wanita Kenapa jadi makhluk yang paling benar di dunia ini setidaknya salah sedikit Kenapa Kan tidak masalah? " batin Daffa frustasi.
" sayang kamu di mana, masa iya Dari tadi aku di biarkan sendirian saja semenjak kita pulang?" teriak Daffa ketika Alika lebih betah berada di kamar dengan Mengunci pintu dari dalam membuat Raka akhirnya jomblo sendirian di luar.
__ADS_1
Alika jelas tidak mendengar perkataan suaminya itu, karena dirinya sekarang sedang menggunakan earphone jadi otomatis Daffa berteriak sampai jungkir balik model apapun tidak ada yang bakalan merespon.
Daffa mengerutkan keningnya karena Alika seolah bodo amat dengan teriakan nya Dari tadi, padahal bisa dibilang suara yang Daffa keluarkan tadi adalah nada oktaf yang paling tertinggi versinya.
" ini orang tidur apa sekalian mati sih Suaminya gembel di luar tapi tidak peduli sama sekali, apa dia tidak sadar kalau sudah punya suami? tidak lucu juga kan kalau aku harus menggedor pintu lama-lama dia bisa ngamuk terus jatah Harianku bakalan dikurangi, Wah kalau sampai hal itu terjadi Si Joni lama-lama lupa tempat untuk pulang karena terlalu kelamaan dibiarkan beristirahat! "gumam Daffa monolog.
tok tok tok
Dafa hanya mondar-mandir di depan kamar mereka karena dari tadi tidak ada yang respon sama sekali dirinya, sampai-sampai pikirnya Bagaimana kalau dirinya mencongkel pintu agar bisa segera masuk ke dalam dan memastikan keadaan istrinya yang tadi ngambek padanya?
Dafa yang sudah mendapatkan kunci serep pintu kamar dirinya dan Alika langsung membukanya secara perlahan, ketika sudah sampai di dalam dirinya membulatkan matanya sempurna karena ternyata Alika dari tadi tidak merespon dirinya Karena Wanita itu sedang mendengarkan lagu menggunakan earphone.
Dafa perlahan mendekati sang istri yang tengah sibuk dengan ponselnya Bahkan tak menyadari keberadaan orang lain di sekitarnya, lalu tanpa banyak berbicara lagi dapat langsung membuang badannya secara otomatis tepat disamping Alika hingga wanita itu sedikit terjungkal ke samping karena tidak siap dengan gerakan kasur big size itu.
Bugh
__ADS_1
"Awww, kamu kenapa tiba-tiba muncul terus mengagetkan orang seperti itu? untung juga aku masih sehat juga kalau jantungan sudah almarhum, Lain kali itu melakukan sesuatu harus memikirkan dengan keadaan orang lain Jangan asal jeplak saja bisa habis semua manusia di dunia ini kalau orangnya seperti kamu semua! " sungut Alika sambil menatap kesal kearah suaminya Itu yang malah menyengir kuda seolah tak ada salah.
" ya Siapa suruh dari tadi aku panggil sampai tenggorokanku kering tidak ada yang mau merespon dari dalam sini, Jadi kalau aku melakukan hal yang seperti tadi Harap dimaklumi aja itu namanya sedang mengekspresikan kekesalan. " sahut Daffa santai.
Alika mendengus kesal mendengar jawaban yang diberikan oleh Daffa barusan, padahal dirinya sedang Spot jantung suaminya malah ngeyel seperti itu.
" Ih kenapa kamu malah ngomong sama aku pergi sana jauh-jauh tadi saja marah-marah tidak jelas, eh sekarang malah nongol seolah tidak terjadi apapun dasar pria yang tidak peka!" usir Alika sambil menatap tajam kearah Daffa ya malah menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" memangnya kalau bukan di sini tempat aku di mana lagi, Masa di kamar sebelah sama tante yang lain? Memangnya kamu ikhlas Kalau suamimu yang tampan membahana Ini Mendua, Wih kalau sampai hal itu terjadi Aku adalah orang yang paling berterima kasih karena sudah terjadi keajaiban dalam hidup kita! " ujar Dafa antusias tidak menyadari Jika ada yang sudah terbakar tapi bukan api.
" apa kamu bilang tadi mau pergi ke ke kamar sebelah untuk ketemu sama tante-tante, Wah boleh saja aku sih tidak masalah tapi kalau kamu bisa aku pun juga bisa dong? " Alika sengaja mengatakan hal itu ingin melihat ekspresi suaminya Bagaimana jika dirinya mengatakan hal yang tidak-tidak'
" loh kok kamu malah menjawab perasaan tadi hanya ngomong doang tidak lebih dari itu, jadi kamu juga bisa kan mengatakan sesuatu yang tidak terlalu berlebihan seperti tadi? karena mendengar saja dibuat merinding apalagi benar-benar kenyataan, Aku tidak akan bakal ikhlas menerima semua yang kamu katakan barusan karena itu sama saja menjatuhkan Harga Diriku sebagai seorang pria yang tidak ingin rela segala sesuatu yang diklaim milik yang menjadi milik orang lain! " Wah ternyata Dava adalah tipe manusia yang serius ketika diajak bercanda selalu jawabannya harus mengarah kearah serius jika hidup monoton seperti begitu sama saja bohong.
Alika menghembuskan nafasnya kasar juga cukup dirinya berdebat dengan sang suami karena akhir-akhirnya harusnya dirinya selalu dipaksa mengalah, padahal sebenarnya posisi paling enak itu ketika wanita diatas tapi kalau sudah model seperti begitu biarlah Alika pasrah.
__ADS_1
woman on top
" sebahagia anda saja deh ituan Terserah mau ngomong apa, Bila perlu lu ngomong sebanyak mungkin yang ingin anda ucapkan silakan saja karena mungkin dengan hal itu terjadi ada rasa kepuasan Yang Tersendiri begitu!" Sindir Alika secara halus membuat Dafa bungkam karena kalau sudah begini Jika ia meladeni terus bisa dipastikan orang dunia kalah bahkan lebih sadis dari itu.