
Alan tak bisa menahan tawanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Ana tadi, karena secara tidak langsung wanita itu menyiratkan jika ingin dihalalkan dulu baru bisa disentuh sana di pegang sini.
" jadi kamu ingin supaya kita segera menikah agar aku bisa sepuasnya melakukan hal yang kuinginkan kepada kamu, Oh Tenang saja aku pasti melakukan apa yang kamu mau karena di dalam hatiku pun menginginkan hal itu?" tanya Alan memastikan sambil mendekap erat tubuh Ana hingga membuat wanita itu kesulitan bernafas.
" kamu kalau Peluknya jangan terlalu kencang dong aku bisa mati muda kalau seperti begini gayanya, Jadi orang kok tega sekali melakukan hal yang menurut kamu benar!" Ketus Ana sambil mendorong kuat tubuh Alan agar menjauh darinya.
" ya kalau aku tidak peluk kamu Percuma dong tidur di sini, soalnya maksud dan tujuan aku buat numpang tidur di sini ya untuk melakukan hal itu! " tolak Alan atas permintaan yang dilontarkan oleh Ana tadi.
Anna menatap tak percaya kearah pria yang kini tengah pura-pura memejamkan mata agar pikirannya sudah tidur sehingga dirinya tidak meminta yang aneh-aneh, Jika saja ini masih siang garing sudah pasti Ana bakal melakukan hal yang tidak pernah dibayangkan oleh pria itu sama sekali.
" kamu itu memang keterlaluan jadi orang tidak punya rasa malu, sudah begitu melakukan sesuatu sekehendak hati tanpa memikirkan perasaan orang lain! " Sindir Ana kesal tapi yang namanya Alan Sejak kapan mau peduli dengan perkataan orang lain.
" sudah malam ayo tidur nanti kalau besok pagi aku bangun telat kamu yang bakalan tanggung jawab sama mama dan papa kamu, soalnya aku udah mau tidur kamu malah gangguin Ya sudah resikonya harus kamu yang tanggung! " ujar Alan membuat Ana menatap tak percaya ke arahnya karena sepertinya pria itu memang selalu saja berlaku sesuka hatinya.
" dasar pria aneh, kok bisa-bisanya ya aku jatuh cinta sama pria model seperti begini dulu dan sekarang?" tanya Ana pelan tetapi masih bisa didengar oleh Alan yang sebenarnya pura-pura memejamkan mata karena takut nanti Ana bakalan berubah pikiran dan mengusir dirinya dari situ.
" aku kan pria paling tertampan di jagat raya ini jadi mana ada wanita yang bakalan menolak pesona aku, jadi kamu jangan bertanya yang aneh-aneh yang diri kamu sendiri saja bingung menjawabnya seperti apa! " ujar Alan membuat Ana! gemas dan menghajar kepala pria itu hingga membuatnya meringis kesakitan.
" aw, sayang kamu tega sekali menghajarku? ini namanya KDRT tingkat dewa, sakitnya dapat hancurnya dapat tetapi bukannya mendapat perhatian dan kasih sayang malah dianggurin begitu saja!" ujar Alan tak terima ketika Ana berlaku kasar kepadanya.
" Siapa suruh ngomong nya selalu ngelantur membuat orang menjadi emosi, menurut aku pukulan itu tidak seberapa karena aku ingin sekali membunuhmu sekarang juga! " Ketus Ana karena dirinya sebenarnya sudah mengantuk hanya saja apa yang dilakukan
Alan terhadapnya membuat matanya seolah enggan untuk terpejam.
" Ya sudah Maafkan aku sekarang kita tidur ya Jangan marah lagi Nanti cantiknya luntur loh, tapi untung juga Aku cinta mati makanya biarpun luntur aku sih Oke saja tidak bakalan menyimpang ke kanan ataupun ke kiri!" ujar Alan penuh percaya diri membuat Ana menatap jengah kearahnya.
" Abu Nawas jadi orang, coba saja kalau Alika sekarang belum menikah sama dakwah pasti dirinya bakalan tetap kepincut sama dia dan aku adalah orang yang di garis ke-10. jangan mengucapkan sesuatu yang sudah aku ketahui Ceritanya dari awal karena aku sangat membencinya, bahkan sampai sekarang pun aku berpikir jika diriku hanyalah pelarian kamu saja tidak ada rasa cinta yang mendalam seperti yang kamu rasakan terhadap Alika!" setelah mengatakan perasaannya yang dirasakannya selama ini Ana memilih untuk menatap kearah lain sambil memunggungi Alan karena dirinya tidak ingin mendengar apapun lagi dari pria itu.
__ADS_1
Alan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena dirinya tahu sampai kapanpun pasti Ana selalu berpikiran seperti itu, namun dirinya juga tak bisa menyalahkan wanita itu begitu saja karena biar bagaimanapun saksi perjalanan cintanya 100% disaksikan oleh kekasihnya sekarang ini.
" Ya Tuhan bantu aku untuk meyakinkan dia kalau sebenarnya sudah lama dirinya menempati tempat khusus di dalam hatiku, hanya saja aku lebih mementingkan Obsesi dibandingkan perasaan hingga akhirnya tidak memikirkan hatinya sama sekali! " batin Alan karena tidak mampu untuk mengungkapkan secara langsung sebab dirinya yakin Ana merupakan wanita yang tidak ingin mendengarkan janji tanpa bukti.
" Selamat malam sayangku, Aku harap nanti tidur kamu mimpikan kita sedang berada di pelaminan! agar kamu sadar Jika kamu adalah segalanya bagiku untuk sekarang dan selamanya, tolong Lihatlah ketulusanku dan jangan pernah hiraukan masa laluku yang sebenarnya tidak pernah jauh dari kamu!" ujar Alan pelan lalu mengecup pelan punggung Ana yang telah membelakanginya itu.
Ana hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar bingung harus bersikap Bagaimana ataupun merespon Seperti apa, jika orang lain bakalan tersanjung ataupun ingin berteriak jika dirinya bahagia maka Ana tidak ada niat sedikitpun untuk melakukan hal konyol seperti itu.
di kamar sebelah Lia dan suaminya Andra sebenarnya menyadari kedatangan alam tadi, masa iya ada mobil yang terparkir di depan gerbang mereka berdua tidak mendengar kedatangannya sama sekali kan mustahil.
kedua manusia paruh baya itu tentu bukan orang yang kolot karena tidak paham dengan maksud kedatangan Alan di tengah malam, hanya saja jika mereka berdua heboh otomatis tetangga juga bakalan lebih heboh lagi daripada mereka.
Reader pasti tahulah mulut lemes nya para Tetangga yang suka sekali nyinyir tanpa tahu kebenaran yang pasti, hingga akhir akhirnya terjadilah perang dunia bukan pakai senjata ataupun kekuatan melainkan tarik menarik rambut seperti hendak dicatok.
" papa, pokoknya mama tidak bisa tinggal diam di dalam sini kita harus mengeluarkan pria aneh itu dari dalam kamar anak sekarang juga! memangnya papa mau besok pagi Anak kita sudah tidak perawan lagi karena sudah di jebol oleh pria itu malam ini, kalau Papa mau itu urusannya Papa karena Mama tidak peduli sebab mama maunya sekarang juga bakalan bertindak!" tegas Lia yang gemas sekali dengan kelakuan Alan yang tidak pernah tahu tempatnya dan menghormati keberadaan mereka.
Andra menatap heran ke arah istrinya itu yang entah mengapa setiap kali berhubungan dengan namanya Alan pasti darah tingginya bakalan kumat, padahal pria itu selama ini tidak pernah berbuat yang aneh-aneh terhadap anak gadis mereka Tapi entah mengapa Lia Rasa Rasanya seperti membenci kehadiran pria itu.
" Papa Mana paham soal beginian ini Urusannya Mama dengan anaknya si Sandra itu, Siapa suruh sudah berbuat yang aneh-aneh di waktu dulu ya sekarang mama juga tidak bakalan tinggal doyan dong kalau anaknya sudah macam-macam dengan anak kita!" Ketus Lia jika mengingat kelakuan temannya yang bernama Sandra yang merupakan Mama dari Alan.
Andra akhirnya paham ternyata ada dendam yang sedang disimpan oleh istrinya dan dirinya yakin dendam itu pasti soal hati, sebab dulu waktu dirinya baru jadian dengan Lia selalu menyebut tentang masa lalunya yang ditikung oleh sahabatnya sendiri.
" Mama cemburu sama Mamanya Alan, Terus kalau sampai hal itu terjadi Posisi Papa sekarang di mana?" tanya Andra sambil menaikkan alisnya sebelah ingin memastikan jawaban apa yang bakalan diberikan oleh istrinya itu.
Lia menatap kesal kearah suaminya yang secara tidak langsung sudah mengungkit kembali hal yang tidak ingin dirinya ingat, padahal sebenarnya dirinya juga sih yang salah karena menunjukkan emosinya kepada orang masa lalu tepat di hadapan sang suami otomatis segala macam pertanyaan pasti bakalan mengudara.
" papa kalau tidak paham apa-apa itu Tolong ya jangan menanyakan sesuatu yang bikin Mama emosi saja, ini itu menyangkut harga diri dan sesuatu yang mestinya tidak boleh ada penipuan ataupun penikungan. mamanya saja seperti begitu apalagi anaknya nanti besok lusa bakalan lebih parah lagi loh, mungkin Putri kita bakalan diselingkuhin sama pacarnya waktu masih di Kanada sana terus dia datang kesini mengaku jomblo kan kita tidak tahu statusnya seperti apa?" Lia masih saja mempertahankan pendapatnya yang menurut Andra terlalu sangat berlebihan dan mengada-ada.
__ADS_1
" mama, papa itu juga sebenarnya paling tidak suka dengan orang yang suka membohongi orang lain. hanya saja kalau kita tidak tahu soal jalan ceritanya lebih baik jangan mengambil kesimpulan yang belum tentu kebenarannya, segala sesuatu di dunia ini perlu bukti bukan hanya kata-kata saja !" ujar Andra yang ingin istrinya itu move on dari masa lalu yang membelenggu hingga akhirnya Putri mereka yang bakalan menjadi sasarannya karena tidak disetujui oleh Lia yang masih memendam kekesalannya kepada Sandra mamanya Alan.
" ih Terserah Papa saja deh soalnya setiap apa yang ingin Mama lakukan itu selalu salah dimata papa entah kapan benarnya, yang penting Intinya cuma satu kalau sampai besok anak gadis Mama kenapa-napa papa adalah orang pertama yang bakal Mama cekik batang lehernya!" Ketus Lia kesal lalu memilih untuk kembali ke kamarnya karena jika lama-lama di situ bisa dipastikan bukan ribut dengan Alan melainkan dirinya bakalan ribut dengan Andra suaminya.
" punya bini satu saja kok Susah sekali sih diatur, untung juga aku tidak ada rencana buat mengambil satu lagi kalau tidak bisa dipastikan kepalaku langsung botak dadakan karena pusing memikirkan kecerewetan mereka!" desah Andra frustasi sambil mengacak gemas rambutnya sendiri karena bingung harus berbuat apa lagi agar istrinya itu menghentikan tinggal barbarnya.
karena merasa Lia yang sudah aman terkendali dan tidak bakalan melakukan keributan di tengah malam Andra pun memilih kembali menyusul sang istri ke kamar, jika nanti memang keduanya bakal terjadi perang dunia lanjutan dirinya pastikan bahwa perang itu adalah suatu kenikmatan yang tidak bisa ditolak.
kalau saja istriku mengajakku perang lagi bakal ku ladeni dengan caraku sampai dia minta ampun, soalnya seorang Andra Silvana kok dilawan jangan-jangan istriku belum tahu jurus ampuh yang selama ini aku miliki yaitu gaya katak terbang anda." ujar Andra antusias bahkan langkah kakinya pun dipercepat agar segera sampai ke dalam kamar dan melihat gaya istrinya merajuk itu kira-kira seperti apa kali ini Apakah dengan menendang nya keluar kamar ataukah menyuruhnya tidur di sofa atau malah diri menyuruh dirinya bekerja berat di atas tempat tidur?
Ketika Andra sedang berbunga-bunga mengharapkan kejutan yang tak terduga dari istrinya berbeda dengan Raka kini yang tengah frustasi, Bagaimana tidak frustasi ketika dirinya dibuang ditempat yang sama sekali tidak dikenalnya sedikitpun.
Jika saja dirinya memiliki alat komunikasi entah apapun itu atau juga memiliki kendaraan untuk mengantarnya ke mana saja pasti responnya bakalan biasa saja, tapi yang ini lebih dari kata parah mungkin bisa dibilang yang sangat tidak pernah terduga ataupun terbayangkan.
memang benar kata orang segala sesuatu perbuatan di dunia ini otomatis harus ada pertanggungjawaban yang sudah dipikirkan secara matang, apalagi dengan melakukan kesalahan fatal seperti yang dilakukan oleh Raka yaitu menculik istri orang.
" aku harus tanya ke mana lagi coba, semua orang yang aku tanya pada menatapku seolah ketakutan seperti aku ini adalah alien yang baru turun dari UFO. Padahal kalau bisa dibilang aku sudah kasih senyuman terbaikku yang selama ini selalu aku simpan rapat hanya untuk Alika, kok bisa-bisanya ya mereka mereka melihatku seperti seseorang yang sangat menakutkan?" ujar Raka monolog ketika mengingat respon setiap orang yang ditemuinya.
" kalau saja aku punya kekuatan untuk berjalan kaki beribu-ribu KM pasti sudah aku lakukan, Nah ini kalau aku jalan terus tidak ada kepastian sama sekali sama saja bohong!" sambung Raka lagi karena kebingungan harus seperti apa dirinya pun sudah tidak ingin menyentuh masalah dari pagi sampai pagi model seperti itu saja.
jika dulu dirinya ingin memakan apapun tinggal bilang maka sekarang hal itu tidak ia dapatkan sama sekali, karena setiap hari yang dijumpainya hanyalah susu dan roti serta makanan wong deso yang terdiri dari Pumkin serta beras merah dan telur.
Parahnya lagi jika dulu dirinya hanya tahu memakannya maka sekarang dirinya harus mengolahnya terlebih dahulu, sungguh kehidupan pria itu berbanding terbalik 180° dari yang dulu.
sudah begitu kebutuhan biologisnya yang merupakan makanan sehari-hari nya tidak didapatkan juga dari tempat itu, membuatnya begitu tersiksa harus bermain busa sabun setiap saat hanya untuk membuat adik kecilnya tidak mengamuk.
seorang maniak dipaksa untuk bersikap manis tanpa memikirkan hal yang aneh sungguh terlihat sangat menyiksa, apalagi kata-kata Deka yang menjanjikan bakal ada wanita cantik berbikini membuat dirinya serasa terbang melayang tapi ternyata itu semua tidak sesuai dengan kenyataan.
__ADS_1
membuat dirinya yang tadi begitu merasa bahagia karena tak masalah hidup daerah terpencil yang penting intinya masalahnya yang lain bisa terpenuhi, seketika pemikiran itu buyar hilang pergi begitu saja sebab kenyataan sangat berbeda jauh dengan ekspektasi yang ada.
pria itu hanya bisa berharap kemurahan hati dari Dafa untuk berubah pikiran, sebab jika tidak maka bisa dipastikan dirinya bakalan menjadi penduduk Abadi situ.