MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 190


__ADS_3

Dea begitu merasa tersiksa karena harga dirinya yang tidak bisa ia Jaga di hadapan para orang kaya yang begitu saja mengatakan hal yang tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, padahal sebenarnya ya tidak punya maksud apapun selain hanya ingin mengunjungi Raka dan memastikan keadaan pria itu apakah masih hidup atau sudah mati karena pria itu itulah yang membuat masa depannya menjadi hancur seperti sekarang ini.


jika dirinya tidak pernah bertemu dengan pria itu ataupun mengenalnya otomatis hidupnya tidak bakalan se rusak dan sehancur ini, hanya saja semua sudah terjadi tidak mungkin disesali lagi kan Tinggal bagaimana cara membenahi diri tapi memang Dea nya yang tidak ada keinginan untuk melakukan hal itu.


Coba kalau dari awal dirinya selalu menjaga diri dan tidak melakukan hal yang aneh-aneh sepeninggal Raka otomatis dirinya sekarang menjadi orang baik, tapi yang ada malah tambah parah menjadi daun muda untuk para suami orang yang kekurangan melayang dari sang istri bahkan bisa dibilang dirinya adalah bibit pelakor yang harus dimusnahkan dari jagat raya ini.


tapi Intinya cuma satu setiap orang melakukan kejahatan di dunia karena punya alasan yang kuat yaitu ekonomi yang mendorongnya melakukan hal itu, Tidak mungkin orang yang memiliki pekerjaan yang begitu mapan mau mengganggu ataupun merusak hubungan orang lain karena itu sama saja dengan melakukan hal yang sangat dilarang oleh agama dan juga Tuhan'


sedangkan Nita dan suaminya Ricky yang baru saja pulang dari belanja begitu bahagia, biarpun itu hanya hasil dari barang-barang kreditan tapi mereka merasa yakin bahwa nanti akan ada yang membayarkan secara sukarela. padahal sebenarnya apa yang mereka pikirkan itu belum tentu menjadi sebuah kepastian,dan juga tidak ada orang yang ikhlas barang mereka tidak bakal di bayar karena modal janji saja.


Padahal mereka tidak sadar jika Alika sedang berbahagia dengan kehamilannya,Dan juga sikap Daffa yang semakin perhatian tidak pernah mau Alika melakukan pekerjaan rumah apapun.


"Sayang,aku itu hamil bukan sakit keras jadi dilarang melakukan apapun! Kalau aku dilarang terus seperti ini,lama lama bisa sakit beneran!" Ketus Alika yang sangat tidak menyukai sikap Daffa yang terlalu berlebihan itu.


Daffa hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu,sebab dirinya juga sadar jika sikapnya itu sangat berlebihan tapi mau bagaimana lagi.


"Sayang,aku itu melakukannya karena tidak mau kamu kenapa napa. Maka dari itu lebih baik mewaspadai lebih dahulu,agar tidak ada yang terjadi kedepan nya karena kita sudah berjaga jaga dari awal!" Ujar Daffa membuat Alika hanya bisa pasrah karena memang seperti nya pria itu sangat sulit untuk di ajak kompromi.


"Ya sudah terserah kamu saja,soalnya aku capek mau bicara apa lagi!" Alika memilih pasrah sebab memang susah sekali berbicara dengan Daffa yang sangat keras kepala itu.


"Hehe memang itu sudah kenyataan seorang suami harus lebih memperhatikan bagaimana keadaan dan juga kondisi keluarganya,karena itulah cerminan seorang suami yang patut di acungi jempol !" Sahut Daffa penuh percaya diri.


"Iya kamu itu paling terbaik dari versi kamu bukan orang lain,soalnya aku saja tidak ingin memberikan pujian yang menurutku hanya sangat merugikan!" Ledek Alika dan lebih memilih sibuk pada ponselnya.


"Oh iya lupa,gimana dengan asisten kamu itu? Kenapa sampai sekarang belum ada kabar,jangan bilang dia sudah dapat jodoh disini?" Tanya Alika penasaran.


"Tadi katanya mau kembali ke Indonesia,soalnya kalau ia tidak melakukan hal itu bisa di pastikan jodohnya bakal di ambil orang!" Ujar Daffa membuat Alika menatap heran kearah nya.


"Jodohnya yang model seperti apa sih,Mas? Soalnya aku jadi penasaran,manusia kaku kayak dia itu kira kira cara menggaet wanita seperti apa ya? Pasti dengan cara pemaksaan dan membuat wanita nya yang jadi ketakutan,sebab kamu tahu sendiri kan gimana kejahatan Asisten kamu itu!" Tanya Alika sambil terkekeh geli.


Daffa tidak memungkiri apa yang dikatakan istrinya itu sebab memang benar jika Deka merupakan orang yang paling susah bergaul dan kaku dengan orang lain,terkadang pria itu tidak mengeluarkan sedikitpun kata kata ketika apa yang orang bicarakan tidak penting sama sekali.


"Ya kamu pasti tau lah gimana seseorang pria jika ingin punya keluarga,pasti bakal lebih cerewet dan juga gesit sehingga wanita nya pun jengah dan bosan!" Jelas Daffa.


"Syukur kalau ada wanita yang mau bertahan dengan dia,soalnya kasihan kalau harus melihat kemesraan kita berdua,sedangkan dia tidak punya gebetan yang bisa di ajak buat ngobrol!" Sahut Alika.

__ADS_1


Daffa memang mengijinkan Deka untuk kembali ke Tanah air hari ini karena memang alasan yang diberikan sangat bisa di terima,sebab biar bagaimanapun pria itu butuh pendamping di usia yang tidak muda lagi.


Tapi dengan catatan bahwa pria itu memang benar benar harus berusaha mengejar seorang wanita,karena jika tidak maka bisa di pastikan Deka bakal di kirim ke pedalaman Afrika dan kalau belum nikah maka tidak di inginkan untuk kembali!


Deka yang sudah berada di dalam pesawat begitu antusias ketika akan pulang kembali,padahal selama ini dirinya tidak peduli dengan perjalanan pulang karena baginya tidak ada yang sedang menunggu dirinya di rumah.


Tapi kali ini berbeda sebab ia ingin cepat pulang agar bisa memperjuangkan Diana,yang selama mereka berpisah tidak pernah sedikitpun saling memberi kabar.


Bukan karena tidak mau tetapi oleh karena kecanggungan yang bakal terjadi ,bisa dipastikan tidak akan ada obrolan dan hanya terdengar helaan nafas yang panjang.


"Aku pulang untuk kamu,semoga saja kamu tidak marah atau malah menganggap ku tidak akan pernah ada!" Harap Deka penuh dengan ketulusan membuat siapa saja bisa terenyuh karena merasa keseriusan dan juga ketulusan pria yang sudah berkepala tiga itu.


"Eh Yana,Si Om sudah ngasih kabar ke kamu atau belum sih?" Tanya Arin memastikan.


Diana menatap heran kearah sahabat nya itu yang selalu saja bertanya hal yang aneh aneh,padahal dirinya saja tidak pernah berpikiran sampai di situ.


"Kamu tanya apa tadi,boleh di ulang soalnya aku sepertinya gagal paham deh?" Tanya Diana sinis.


Arin hanya bisa cengengesan saja karena memang salah nya juga bertanya hal yang tidak tidak,sebab ia memang sedang ingin agar sahabatnya punya teman curhat dan berbagi dalam susah dan senang.


Bukan karena ia tidak menyukai Diana melainkan dirinya ingin ada yang menjaga sahabatnya itu,sebab ia belum tentu bisa melakukan itu semua mengingat hubungan yang sedang ia jalani bersama Cecep.


"Menurut kamu orang seperti dia itu apa bisa di percaya,kalau kamu percaya tapi aku mah tidak pernah percaya pada orang asing yang sok akrab!" Terlihat Diana begitu cuek dan tidak mau ambil pusing dengan semuanya ini.


"Tapi kan si Om bukan tipe orang yang suka memberikan harapan palsu pada wanita,soal nya dia itu selalu saja perhatian ke kamu tidak peduli mau ada aku ataupun orang lain yang ada disitu." jelas Arin tapi malah membuat Diana jengah karena sahabatnya itu terlalu dini dalam menyimpulkan sesuatu.


"Menurut kamu seperti itu? Kalau menurutku dia itu sebenarnya merupakan pria aneh yang selalu saja merusak hariku,untung juga kita sudah berpisah kalau tidak bisa ribet urusannya nanti!" Jelas Diana.


"Tapi kalau misal nih dia datang terus minta kalian berhubungan lebih serius menurut kamu gimana,apa kamu terima atau membiarkan saja?" Tanya Arin yang masih percaya dengan keyakinannya.


Diana menatap jengah kearah nya karena kasih pertanyaan yang sangat bikin emosi,padahal Deka itu siapa sampai harus terlalu di pedulikan segala urusan nya.


"Kalau dia datang terus benar benar serius maka dalam waktu satu minggu kami bakal menikah,tapi kalau dia tidak pernah datang maka stop bahas pria aneh itu yang bikin kamu sudah seperti orang yang stres!" Ujar Diana serius.


"Oh tenang saja,aku bakal melakukan seperti apa yang kamu maksud. Tapi ingat juga dengan janji kamu barusan,karena itu merupakan utang yang harus kamu lunasi jika sesuai kenyataan!" kedua gadis itu saling memantapkan hati untuk perjanjian mereka yang entah nanti siapa yang bakal menang.

__ADS_1


Orang tua Diana yaitu Bima dan Dinda tidak peduli dimana dan bagaimana keadaan Diana,karena bagi mereka siapa yang pergi dari rumah itu artinya sudah siap hidup susah tanpa fasilitas sedikitpun dari keluarga pelangi.


Namun Nenek Diana yang tinggal di Kota cemara merasa tak terima,ketika cucu kesayangan nya itu diusir pergi dari rumah dengan tidak membawa apapun.


Maka dari itu ketika dirinya mendengar hal tersebut,saat itu juga dirinya langsung berangkat untuk mengurus sikap Putra dan Menantu nya yang tidak pernah berubah.


"Kalian itu punya anak satu saja,tapi tidak pernah di urua. Memang nya bisa kalian itu apa sih,percuma saja mengumpulkan harta yang banyak jika memberikan kebahagiaan untuk anak sendiri saja tidak bisa!" Sungut Mala yang merupakan nenek dari Diana.


"Tapi Bu,dia itu setiap kali kamu nasehat pasti tidak akan pernah di dengar. Malah yang ada selalu membantah dan juga tidak pernah mendengar kan walau sedikit saja,ya maka dari itu kami mengancam dia dengan cara begitu eh tau tau nya dia juga ikutan seperti itu!" Ujar Dinda yang tidak terima jika ia dan suaminya yang di salahkan..


"Tapi kan tidak harus seperti itu dalam mengambil sikap,biar bagaimanapun dia itu adalah anak kalian satu satunya Lho! Lagian untuk apa harta yang kalian kumpulkan jika anak tidak pernah merasakan nya ,kalau begitu lebih baik dahulu kalian sekalian tidak usah punya anak saja kan biar masalah bakal beres!" Ketus Lala karena sikap keras kepala orang orang yang berada dalam rumah megah itu.


"Pokok nya dia harus mengikuti semua peraturan yang sudah Bima katakan jika kembali kerumah ini,dan Ibu tolong jangan ikut campur agar anak itu tidak jadi gadis pembangkan!" tegas Bima yang dari tadi hanya sebagai pendengar saja.


Keturunan Pelangi di kenal memiliki watak yang keras dan juga memiliki kemauan yang keras dan tidak pernah goyah sedikitpun.


Dan hal itu bisa di buktikan dengan perdebatan yang terjadi di ruang tamu rumah keluarga Bima Pelangi,dimana sang Mama tidak mau mengalah kepada anak anak nya yang menurutnya terlalu keras kepada Diana.


"Peraturan kamu yang sudah seperti orang tua jaman siti nurbaya,yang malah memaksa anak menikah walau tahu jika perangai pria pilihan kalian itu sangat tidak bagus?" Tanya Mala sinis.


"Tapi Bu,anak itu sudah seharusnya menikah bukan hanya keluyuran dan bikin malu." Dinda menimpali apa yang dikatakan sang Mertua.


"Ya begitulah caranya dia menghabiskan uang kalian,soalnya kalau tidak mau buat apa juga kalian bekerja siang malam sampai cucuku sudah seperti anak yang tidak di harapkan?" Sahut Mala sinis.


"Tapi kalau punya suami kan dia lebih terpimpin bukan malah keluyuran tidak jelas,dan hanya membuat malu keluarga kita!" Ujar Dinda ketus karena mertuanya itu yang selalu saja membela Diana padahal mereka tidak lagi ingin ada yang membela Diana.


"Hei yang harusnya malu itu kalian bukan cucuku,sadar tidak kalau kalian sudah membuat penerus keluarga pelangi ada yang menjadi gembel tanpa apapun. Lagian kalau kalian mau nikah lagi ya silahkan saja,tapi jangan pernah memaksakan cucuku untuk mengikuti ide gila kalian itu!" Sungut Mala yang ingin sekali menghajar Menantu dan anak nya itu dengan tongkat yang biasa ia pakai.


"Lho Ibu kok malah suruh kita yang menikah,apa Ibu tidak pikir dulu sebelum mengatakan hal itu atau memang Ibu sengaja?" Tanya Bima sambil memijat kepalanya yang mulai terasa pening karena sikap yang di tunjukan oleh sang Mama.


"Mah,tolong Jangan terlalu ikut campur terlalu dalam dengan urusan keluarga Bima! Karena biar bagaimanapun disini yang menjadi kepala keluarga itu aku,yang mesti di dengar oleh siapapun!" Mala membulatkan mata nya sempurna ketika melihat dan mendengar nada penolakan yang di berikan oleh putranya itu.


" Wah kamu ini memang sudah belajar jadi Anak pembangkang,karena sudah berani menyuruh Mama diam. Mau jadi apa kamu nanti kalau Mama saja kamu tidak dengar,intinya cuma satu yaitu jika MENYANGKUT DIANA MAMA TETAP BAKAL IKUT CAMPUR DENGAN ATAU TANPA IZIN KAMU!" Tegas Mala dengan nada penuh penekanan hingga membuat Bima tak bisa berkutik lagi.


"Tejo,kamu antar saya ke rumah nya Arin yang lebih aman dari rumah nya sendiri,soalnya dia lebih bagus di sana daripada tinggal bareng sama orang orang yang tidak punya hati!" setelah mengatakan hal itu Mala pun pergi tanpa menoleh kearah Bima dan Diana yang sedang menatap tak percaya kearahnya.

__ADS_1


"Mas,Ibu kok malah marah marah terus pergi?" Tanya Dinda heran.


"Sudah ah,aku lagi pusing nih!" Jelas Bima.


__ADS_2