
Apa yang diharapkan biasanya akan terjadi jika Orang tersebut banyak bersabar dan itulah yang sudah di dapatkan oleh Raka.
Pria itu kini sudah berada dalam taksi yang akan mengantarkan dirinya pulang,bahagia tentu saja karena akhirnya bisa pulang dan bertemu orang tuanya.
Raka yakin kedua orang tuanya pasti cemas memikirkan dirinya,yang sudah tidak ada kabar sama sekali selama beberapa minggu ini.
Setelah menempuh perjalanan dari Bandara kurang lebih 45 menit,kini Raka sudah berada di depan rumahnya yang ia bangun dari hasil keringatnya.
Dirinya yang biasanya membawa kunci cadangan langsung mengambilnya dan membuka pintu rumah,ketika masuk kedalam dirinya merasa bingung dengan perubahan interior rumah itu.
"Mama sama Papa dapat uang dari mana untuk membeli ini semau,harga barang barang aneh ini kan sangat mahal?" Tanya Raka heran.
Sedangkan kedua orang tuanya kini tengah berada di salah satu Showroom terkenal disitu,keduanya sedang melakukan transaksi salah satu mobil termahal disitu,terlihat Dinda begitu bahagia karena akhirnya bisa mendapatkan mobil yang ia incar.
__ADS_1
"Nanti bayarnya pake credit card atas Nama anak saya RAKA ALFIAN,ingat nama itu ya karena dia yang bakal menjadi pelanggan tetao di showroom ini!" tegas Dinda dengan gaya pongah nya itu.
"Baik Nyonya,kami akan mengkonfirmasi tagihannya atas Nama Tuan Raka Alfian!" Sahut salah satu pegawai tempat itu.
Raka yang sudah sampai di rumah memilih untuk langsung masuk kedalam kamar nya,namun pemandangan aneh sedang terjadi di hadapan nya.
Bagimana tidak seluruh isi pakaian nya dan juga laci nakas yang berada di hadapannya terlihat berantakan,seperti sengaja di lakukan lebih dari seorang untuk mencari sesuatu yang ia juga bingung.
Kemudian pria itu teringat dengan Brankas tempat dirinya menaruh uang pribadi rencana hari esoknya dengan Alika,dengan segera ia pun berlari mengecek nya dan ternyata barang itu sudah dalam posisi terbongkar dengan cara di congkel.
"Ya Tuhan ini adalah tabungan atas Namaku dan Alika,kenapa bisa hilang tak tersisa begini? Apa ini memang pertanda bahwa kami berdua memang tidak akan pernah bisa bersatu,sebab apa yang kami rencanakan hari lalu tidak akan terjadi kedepan nya?" Gumam Raka yang benar benar patah arang tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Dan juga lebih parahnya semua Credit Card yang ia tinggalkan ludes tak tersisa,dirinya takut jika ada pihak yang bakal salah menggunakan nya.
__ADS_1
"Tapi yang tahu kode Pin kan hanya Mama sama Papa,jadi tidak mungkin mereka bakal menggunakan barang itu atas namaku?" Gumam Raka yang merasa lega jika pemikiran nya itu tidak ada yang salah.
Dinda dan Riki yang baru saja kembali dari tempat jual beli mobil dengan menggunakan mobil yng baru saja di ambil itu,merasa aneh dengan keadaan rumah yang Pintu depan nya tidak terkunci.
Berbagai pikiran yang aneh aneh sudah mulai berseliweran di benak mereka berdua,itu semua tidak lari dari pemikiran jika rumah mereka kemasukan maling kurang ajar.
"Pahh,ayo cepat ada maling yang masuk! Pokoknya Mama tidak bakal kasih ampun kalau salah satu barang berharga yang baru Mama beli di ambil oleh mereka,enak saja kalau sampai hal itu terjadi memang nya rumah kita ini panti sosial?" Sungut Dinda yang merasa keberatan jika harta benda yang didapati lewat menipu itu digondol maling.
Namun berbeda dengan reaksi dari Riki yang terlihat biasa saja,sebab baginya jika barang barang itu hilang tinggal beli lagi.
"Mah,menantu kita kan kaya jadi kalau barang yang ada dirumah kita ini hilang tinggal minta beli yang baru. Lagian kita bisa minta di belikan yang lebih bagus lagi,soalnya alasan yang kita kasih kan jelas dan tidak mengada ngada!" Jelas Riki sambil tersenyum smirk.
Dinda tentu saja menyambut ide suaminya itu dengan tak kalah antusias,sebab siapa yang tidak bakal bahagia jikalau sampai hal itu benar benar terjadi.
__ADS_1
"Ih Papa benar sekali,pokoknya Mama setuju nanti kalau mereka sudah datang kita beli yang lebih bagus lagi dan membuat teman teman Mama bakal merasa iri dengan apa yang kita punya!" Sahut Dinda dengan wajah yang begitu berbinar binar seolah apa yang di katakan itu bakal menjadi kenyataan yang tidak terbantahkan.
Raka yang berada didalam kamarnya memilih untuk beristirahat sejenak soalnya kejutan demi kejutan yang ia temui mulai dari menginjakkan kakinya kembali kerumah itu,membuat pria itu sudah tidak dapat berpikir dengan benar lagi.