
kini keduanya sudah berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa dalam pergulatan mereka semalam, Alika mencoba untuk selalu menghindar dari sentuhan suaminya karena jika tidak bisa dipastikan mandi yang rencananya sebentar saja bakal memakan waktu entah sampai kapan.
Daffa yang menyadari tingkah suaminya hanya tersenyum sebab dirinya yakin mereka tahu persis bagaimana cara bermain suaminya itu, hanya saja tidak mungkin juga kan dirinya memaksakan kehendak jika sang istri sedang kelelahan sebab Bukankah masih ada hari esok untuk melakukan hal itu?
" Kamu kenapa melihatku seperti itu, jangan bilang kamu takut kusentuh? padahal sebenarnya aku sih memang ingin menyentuhmu, hanya saja ada sesuatu penting yang harus aku urus mau tidak mau di cancel dulu ya! kamu tidak bakalan marah kan kalau aku menunda permainan kita, tapi tenang saja nanti setelah urusan itu beres Aku bakal melakukan semua yang kamu inginkan! " Alika mengerutkan keningnya mendengar perkataan Daffa barusan karena itu terdengar seperti dirinya yang memaksakan kehendak padahal jelas-jelas disini Tak ada niat sama sekali.
" percaya diri sekali kamu jika aku yang memaksa meminta hal itu, Lain kali itu Jangan bersikap seolah-olah menjadi kaum yang teraniaya di sini karena sebenarnya kamu itu pemaksa! " sinis Alika.
" hahaha kamu tahu sekali yang membalikan perkataanku barusan, aku kan hanya ingin sekali-sekali berlagak seperti pria polos yang tidak tahu menahu soal surga dunia! " goda Daffa.
" Terus kalau kamu jadi pria polos yang Maniac nya aku begitu, itu mah namanya enak di kamu sengsara nya di aku? Lain kali kalau sudah selalu bersikap mesumnya Terima nasib saja jangan mencoba untuk membalikan fakta karena nanti sangat jauh dari kenyataan! "Sindir Alika membuat Dafa mau Tidak mau Tidak mungkin juga menjawab perkataan istrinya itu sebab tidak salah sih.
" ternyata kamu benar sekali lho sayang Kalau suamimu ini sangat mesum, hanya saja mesumnya hanya sama kamu doang kalau misalnya sama orang lain itu yang namanya kurang ajar! " menggoda Dafa membuat Alika hanya menggelengkan kepalanya karena lebih memilih fokus selesaikan mandi agar bisa mengisi perutnya yang keroncongan.
Daffa yang mengira istrinya itu ingin cepat-cepat menghindar darinya karena melihat gaya mandi Alika yang sudah seperti bebek hanya celup setelah itu langsung bangun membuat pria itu menatap heran, karena dirinya tidak mengajak Alika berbuat hal aneh namun Kenapa sang istri sampai Waspada pada itu.
" Ya ampun Sayang aku kan udah ngomong tadi Kalau tidak bakalan mengganggu mandinya Kamu kenapa jadi orang seperti ketakutan begitu, ayo sini mandi secara perlahan jangan terlalu terburu-buru nanti alamatnya tidak bersih dengan benar! " ajak Daffa sambil menarik tangan istrinya.
" kamu kalau bicara tuh jangan sembarangan deh masa sama kamu aku takut, Aku itu lagi kelaparan jadi pengen cepat-cepat mandinya supaya bisa keluar membuatkan sarapan bukannya malah berpikir yang tidak-tidak seperti kamu? " sungut Alika sambil menatap Jengah ke arah Daffa yang terlalu percaya diri membayangkan ketakutan Alika yang tidak pernah ia rasakan sama sekali.
" Oh aku pikir Tadinya kamu ingin cepat menghindar dariku agar tidak aku gangguin terus-menerus Ternyata begitu ya, maklumlah setiap berdekatan dengan kamu aku sepertinya tidak bisa berpikir secara jernih sebab duniamu mengalihkan perhatianku! " Dafa coba menggombali sang istri namun bukannya membuat alih ke merasa terbang melayang malah membuat wanita itu merasa Jengah.
" candaan kamu itu sudah basi tahu tidak, yang ada membuat Aku kelaparan tambah parah dan ingin pingsan di sini! " ujar Alika.
Daffa memilih melepaskan sang istri karena merasa tak tega,sebab isterinya itu kelaparan juga karena dirinya yang kalau sudah bermain seolah lupa waktu.
"Ya sudah aku juga mau keluar soalnya tidak seru kalau mandi sendiri tidak ada temannya,sekalian mau bantuin kamu masak!" ujar Daffa membuat Alika menatap heran kearahnya.
"Tadi katanya ada urusan penting,kenapa sekarang berubah haluan?" Tanya Alika memastikan.
__ADS_1
"Ya habisnya apa yang kamu katakan itu benar,jika lapar terus aku pingsan siapa yang mau tanggung jawab.Maka dari itu setelah kenyang baru memikirkan pekerjaan kayaknya lebih tepat,daripada lapar baru berpikir sepertinya yang ada hanya bikin sengsara!" Jelas Daffa dan di anggukan kepala oleh Alika.
"Nah itu tahu tapi masih saja berlagak bego,lama lama aku sleding baru nyaho!" Ledek Alika lalu mengambil jubah mandi yang berada disitu dan keluar dari kamar mandi.
Daffa yang tadi melihat tubuh polos Alika hanya bisa mengembuskan nafasnya kasar,karena sungguh godaan yang paling sengsara yaitu sesuatu yang hanya bisa di lihat tanpa bisa di sentuh.
"Sengsara sekali sih My Jackie,hanya bisa membayangkan tanpa bisa di praktekkan langsung.Kalau begini terus lama lama bisa gantung diri di bawah pohon tomat,karena sengsara nya itu lho sampai di bawah mimpi!" Gumam Daffa monolog.
setelah selesai sarapan Daffa pun bergegas menghubungi Deka yang dari semalam seperti hilang kabar, padahal dirinya sedang berharap-harap cemas Menanti kabar yang tidak mengecewakan darinya.
Alika melihat suaminya itu sedikit menjauh menjadi curiga dan berpikir bahwa semalam itu kecurigaannya beralaskan yang tepat, sebab tingkah Daffa itu terlihat begitu mencemaskan sesuatu dan dirinya sebagai seorang istri saja merasa kebingungan.
" Kamu kenapa lagi, memangnya kalau menelpon seseorang berada di dekatku ada masalah begitu? sampai kamu harus menjauh seperti begitu Perasaan aku saja tidak terlalu mempermasalahkannya kok, seperti mau ngomong sama selingkuhan saja sampai harus pakai sembunyi di sudut-sudut segala! " ujar Alika sambil memasang tatapan penuh selidik ke arah Daffa.
Daffa mendengus kesal karena ternyata istrinya itu memperhatikan dirinya dari tadi, Terus yang bukan-bukan padahal sebenarnya ya sudah menghubungi Deka masa iya sih selingkuhannya adalah Deka.
pucuk dicinta ulam pun tiba ternyata Deka yang lebih dulu menelpon Daffa, terlihat pria itu mengangkat tangan dan memberi kodenya kepada istrinya agar diam.
" maaf sayang aku terima telepon dari Deka dulu ya, nanti setelah itu baru kita mengobrol lagi! " lalu Daffa memilih masuk ke dalam kamar dan tidak berbicara dekat dengan Alika.
"dasar urusan pria itu kebanyakan anehnya mengalahkan anak gadis, Masa mau berbicara saja harus bersembunyi dulu padahal sebenarnya aku juga tidak mau terlalu peduli juga sih dengan pembicaraan mereka! "ujar Alika pelan.
" Iya kenapa, Terus kamu semalam itu ke mana saja kamu pikir aku tidak nungguin kamu? sekarang Sudah berani ya melakukan sesuatu, Padahal aku disini boleh menunggu kabar yang jelas dari kamu! " sungut Daffa membuat Deka hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Tuanya itu sebab terlihat mereka seperti kedua remaja yang sedang menunggu kabar.
"maaf tuan saya baru balik ke hotel sekitar jam 1 malam, jadi tidak enak hati kalau harus mengganggu anda dijamin begitu maka dari itu saya putuskan pagi-pagi baru memberi kabar kepada anda! " jelas Deka membuat Dafa Diam saja tidak jadi berkomentar banyak lagi sebab apa yang dikatakan oleh asistennya itu sangat benar.
"jadi bagaimana pria itu sudah kau amankan belum, Awas aja kalau belum kamu bakal aku pindah tugas? Kenapa gara-gara ini tanpa bisa balik lagi! " tegas Dafa membuat Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar.
" sudah beres tuan dan saya pastikan malam pertama dirinya tidak bisa tidur dengan tenang, bahkan mungkin sekarang dah tidak bisa bangun dari tempat tidur karena tulang-tulangnya remuk semua!" ucap DK yang mengingat tempat tidur yang disiapkan untuk Raka yang jauh dari kata layak.
__ADS_1
Daffa mengerutkan keningnya karena bingung mendengar apa yang dikatakan asistennya itu, sebab hukuman yang diberikan oleh Deka tidak berkompromi dulu dengannya bukan karena tidak menghargainya tapi karena itu sudah diserahkan kepada pria itu.
" memangnya hukuman apa yang kamu kasih ke dia sampai kamu dengan entengnya berbicara seperti itu, Awas ya kalau sampai hukumannya itu bukan membuat dihajar lah Tetapi malah berapi-api melakukan balas dendam! " ujar Dafa.
" saya sudah mengasingkan pria itu di salah satu pulau terpencil di negara ini yang bisa dipastikan hanya dapat diakses dengan menggunakan mobil itu juga 3 jam perjalanan dari kota, dan lebih parahnya lagi di tempat itu satu pun tidak ada mobil yang masuk Sebab mereka tidak pernah keluar masuk ataupun bergaul dengan orang asing! di situ ada salah satu tempat pengolahan limbah punyanya misterking yang sudah saya ajak kerjasama untuk membantu dan dia pun tak keberatan. " jelas Deka membuat Daffa bertambah pusing dengan ide gila asistennya itu.
" Ya Tuhan an-nissa ya pikir kamu menghabisi dia terus membuangnya ke laut. kok malah kamu punya pemikiran seperti itu, manusia seperti Raka itu super nekat dia bakal menggunakan segala macam cara agar bisa keluar dari tempat itu." ujar Daffa frustasi karena ternyata ide gila dari Deka bukannya membuat dirinya tenang malah tambah mencemaskan yang tidak-tidak.
" hal ini sudah saya pikirkan matang-matang tuan dan saya yakin tidak akan mengecewakan Anda sedikitpun, karena Saya sedikit waspada takutnya nya nya bos mengetahui hal ini dan bakalan marah. sebab biar bagaimanapun pria itu adalah masa lalunya mana bos jadi kalau membiarkan dia di Pulau terpencil serasa merupakan ide yang cukup bagus daripada harus menghabisi nyawa seseorang, Nanti kalau dia mengulangi hal itu maka saya bakal menghabisi dirinya pakai tangan saya sendiri! "jelas Deka membuat Dafa geram.
" Jadi maksudnya kamu lebih mendukung dia bersama istriku daripada denganku, jadinya kamu mencoba untuk membuat dia lolos agar mereka 2 bisa kembali lagi? " tanya Daffa membuat Deka hanya terdiam karena dirinya yakin Tuanya itu sedang kesal padanya.
" Bukan maksudnya begitu tuan Tapi tadi saya itu selalu berbicara karena....
" Baiklah saya percayakan semuanya ke kamu dan Ingat saya tidak terima yang namanya kegagalan, Apa yang kamu perbuat harus ada yang bisa kamu bertanggung jawab kan karena tidak mungkin juga akan kamu kembali lagi ke sana dan menjemputnya! usahakan pantau dia terus jangan biarkan dia lolos agar bisa segera sadar dengan apa yang dilakukan, bila perlu selalu hubungi Mr Kim karena dia yang punya tempat itu!" Dafa dengan segera memotong perkataan asistennya itu karena biar bagaimanapun Apa yang dilakukan oleh Deka sudah sedikit banyak membantu hubungannya dengan Alika jauh dari gangguan masa lalunya mereka.
Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar ketika Daffa menerima keputusanya itu, jika tidak bisa dibayangkan dirinya harus kembali ke tempat dimana Raka berada dan menghabisi pria itu sesuai dengan keinginan Dafa.
" baik Tuhan saya bakal melakukan apa yang Anda perintahkan untuk selalu berhubungan dengan Mr Kim, Apa Anda dan memerlukan sarapan biar saya yang memesankan untuk anda? karena...
" Woi pria sialan Buka pintu Kamarnya sekarang juga, Aku mau buat perhitungan dengan kamu yang sudah mau macam-macam denganku!" perkataan Deka terputus ketika mendengar ada yang menggedor pintu kamarnya dan masih bisa didengar oleh Dafa di seberang.
" Kamu lagi di mana Kok bisa ada yang teriak di dekat kamu, mana itu suara wanita lagi jangan bilang-bilang kamu lagi di rumah bordir? Wah ternyata kamu diam-diam gila ************ juga, Ingat jangan melakukan hal yang aneh-aneh karena penyakit menular itu bisa terjadi dimana saja dan kapan pun! fisik tidak menjamin seseorang itu sehat apalagi yang sudah sering bergonta-ganti pasangan, kalau sampai kamu kenapa-napa ya hidup bakal tamat saat itu juga!" tegas Daffa yang terlihat salah pengertian dikiranya Deka sedang menikmati hari dengan wanita ternyata orang yang teriak dengar itu adalah yang sedang ingin mencari masalah dengan Deka.
" maaf tuan Anda salah paham itu sebenarnya adalah wanita yang...
" kamu keluar atau aku yang bakal masuk ke dalam!" teriak Diana lagi membuat Daffa tambah salah paham lagi kepada Deka.
" sudah sana kamu samperin wanitanya kamu itu yang aku bayangkan pasti terlihat jelek dan item, masa sejauh ke Negeri Ini masih saja memilih keluaran belanga bekas bahkan jauh dari kata standar!" Sindir Daffa lalu segera mematikan ponselnya.
__ADS_1