
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
"Ih Mas,menurut kamu dia bakal dapat gandengan terus nanti ada yang mau begitu?" Tanya Alika dengan nada mengejek pada Alan.
Alan menyipitkan matanya sambil menatap tajam kearah Alika,karena wanita yang sangat di cintai itu tega mengatakan hal itu.
"Lika kamu mah tega, masa iya pria setampan aku tidak ada yang bakalan berminat? begini-begini itu bakalan jadi rebutan loh, hanya kamunya saja yang selalu menolakku tanpa sebab akibat dan jelas!" perkataan Alan barusan membuat Daffa meradang karena pria itu seolah tak menghargai kehadirannya sama sekali.
" kamu...
" Mas Sudahlah Biarkan saja, Anggap saja dianya lagi ingin menggonggong, agar menarik perhatian kita semua!" bujuk Alika mengusap pelan tangan Daffa agar berhenti marah-marah pada Alan yang selalu saja Sukanya cari perkara.
Dafa yang tadi sedang merasakan emosi yang siap meledak, langsung mengurungkan niatnya itu karena mendengar panggilan Alika yang begitu terasa manis di telinganya.
" tadi dia memanggilku dengan sebutan itu? oh my god, Terima kasih Tuhan akhirnya aku sold out juga!" teriak Daffa dalam hati karena sangat bahagia kehadirannya sudah mulai perlahan diterima oleh Alika.
" eh mana bisa begitu Lika, kamu kok panggilnya dengan sebutan itu Sedangkan aku hanya Hei kau Hei kau saja?" tanya Alan tak terima.
" sangkut pautnya sama kamu itu apa, Jadi orang kok kepo sekali? ya Sana pergi cari janda kembang atau Janda kempis begitu, biar jangan terlalu gangguin aku!" Ketus Alika membuat Alan menatap seolah tak percaya dengan perkataan Cs nya itu.
" Om sama Tante tidak ada niat begitu untuk bantuin aku?" tanya Alan kepada Dika dan Alice.
" eh memangnya kalau bantuin kamu ada faedahnya? Kamu tahu tidak Om sama Tante juga lagi pusing nih sama kelakuan nih cunguk berdua, masa iya besok mau menikah malam ini masih bersantai Ria?" kesel Alice sambil menatap kearah Daffa dan Alika yang terlihat begitu santai Kayak di pantai.
" ya Masa harus tegang terus sih Ma, orang kita kalau mau nikah mah Dibawa santai aja?" sahut Alika membuat Alice benar-benar gemas pada Putri semata wayangnya itu.
" kamu benar-benar mau menikahi anak saya, kamu sadar tidak kalau dia itu punya orang tua jadi otomatis harus dikompromikan dulu? tapi kenapa main asal ambil keputusan tanpa di kompromi, kalian pikir kami berdua sudah mati atau orang tua kamu sudah mati?" kepala keluarga ketika berkata otomatis suasana rumah menjadi Hening kayak di kuburan...
" Maafkan saya Om, Soalnya kalau tidak menikah besok saya takut kutu loncat sedang berterbangan banyak di sekitar kami!" Daffa sengaja menyindir pria-pria yang selalu menempel pada Alika salah satunya ya Alan itu.
" tapikan tidak begini caranya juga, Lagian waktu orang tua kamu datang ke sini tampang kamu tidak ada tanda-tanda ikhlas begitu?" tanya Dika yang masih mengingat jelas wajah terpaksa Daffa hari itu.
" mati aku kenapa Papanya Alika harus membahas itu lagi sih, padahal aku saja tidak mengingatnya lagi! " batin Dafa.
" nah tuh kan Om Apa saya bilang, kalau Alika itu lebih cocoknya sama saya yang merupakan pria sopan santun dan apa adanya!" kali ini narsisnya Alan mulai kambuh diatas permukaan.
" Kamu itu kenapa sih selalu saja ikut campur urusan orang lain, padahal sudah diusir dengan berbagai macam kata tapi masih saja urat malunya tidak putus-putus! "sungut Alika kesal.
" Kamu kan tahu kalau aku lagi berusaha mendapatkan Restu, maka dari itu Jangan harap aku bakalan angkat kaki dari sini! " ujar Alan sambil tersenyum membuat Alika ingin sekali muntah.
" semuanya sudah dipersiapkan, sampai ada niat buat menikah besok langsung? " tanya Alice memastikan.
" Oh tenang saja, pokoknya semuanya nanti Deka yang urus! kami tinggal terima bersih nya saja, Jadi kenapa sekarang kami bersantai-santai! " sahut Daffa membuat Dika dan istrinya Saling pandang.
__ADS_1
" pakaian yang nanti kamu pakai saat pernikahan, gaun resepsi nya terus gimana?" tanya Alice penasaran,
" Oh tenang tadi sore kami sudah pergi fitting, jadi besok pagi-pagi sudah datang ke sini!" sahut Alika membuat Alice hanya bisa mengelus dadanya.
" Ya Tuhan tolong panjangkan sabarku tolong jaga jantung ini biar tidak copot, karena punya anak sebiji Sebuah doang tapi tingkahnya sungguh sangat diluar Nalar!" gumam Alice frustasi.
Siapa yang tidak stres Sekarang sudah pukul 7 malam akan tetapi pernikahan besok digelar pukul 11 di kediaman Mariano.
Bahkan keadaan rumah mereka kini terlihat seperti tidak akan adanya sebuah acara, mau bilang Tapi biar sudah namanya Sultan mah bebas.
" cunguk, kamu yang bagian mempersiapkan dekorasi! Papa Tolong hubungi asisten dan suruh kasih sebar undangan secara online, Mama nanti hubungi Mirna untuk mengurus soal catering dan yang lainnya! sedangkan kalian berdua cepat tidur, mata panda kalian besok kalau sampai terlihat bakalan kucongkel!" Ibu Suri sudah mulai bertindak otomatis para hulubalang harus mengikuti.
" Lho kok gitu Yang menikah kan kita kenapa jadi Mama yang perintah-perintah? aku kan juga ingin mengurusnya, agar bisa menikmati semua proses yang ada!" ujar Alika yang tak terima dengan perintah mamanya.
" kamu masuk kamar sekarang atau besok tidak menikah sama sekali, dan kamu cepat pulang ngapain Masih Disini?" usir Alice terhadap Daffa dan Alika.
kedua manusia itu hanya bisa pasrah karena memang sih Keputusan menikah itu baru terjadi siang tadi, sore ada kesalahpahaman sedikit membuat wajah dapat menjadi bonyok.
jadi persiapannya hanya malam sampai besok pagi, Padahal di lagunya Bang Rhoma Irama dilarang buat begadang tapi mau bagaimana lagi?
begadang boleh begadang kalau tak ada artinya begadang Boleh saja kalau ada perlunya...
Dengan langkah lemas Alika pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas, sedangkan Daffa langsung pulang menuju ke kediaman orangtuanya. Memberitahukan kabar mengejutkan ini, jika tidak maka bisa dipastikan sikap Barbar Mamanya itu bakalan menyerangnya tanpa ampun.
Alan yang disuruh menyiapkan dekorasi memilih Tak Bergerak sama sekali, Masa iya orang lagi patah hati disuruh membuat menyiapkan acara orang yang membuatnya patah hati itu.
" Kamu kenapa masih duduk di situ, cepat hubungi wedding organizer yang ada di kota ini! Awas aja kalau besok pernikahan aku tanpa dekor sama sekalian, kamu yang bakalan kujadikan patung hidup!" ancam Alice membuat Alan bergidik ngeri.
" tante mah tega, orang lagi patah hati kok disuruh-suruh? kaki Aku lemas mata aku rabun hati aku sakit jantung Aku mau copot hidup aku rasanya hambar dan aku juga....
" stop it jangan berlebihan lebay, yang kerja itu ponsel kamu tinggal Hubungi ke sana kemarin bukannya Tubuh kamu yang dari tadi selalu cari perkara!" karena Alice sudah kenal dekat dengan Alan maka tak ada kecanggungan sama sekali ketika memerintahkan anak muda itu untuk membantu.
" tante Aku ingin ketemu sama Alika boleh, Siapa tahu mungkin dia berubah pikiran begitu? "pinta Alan tanpa dosa membuat Dika ingin sekali menghajar pria itu.
" Kamu kalau masih Sayang nyawa lebih baik stop berbicara yang aneh-aneh, jangan menjadi pengganggu yang tidak diharapkan!" sinis Dika kesel.
Demi Alika,pria yang bernama Alan itu rela dikata apa saja. Karena baginya yang terpenting cinta terbalas,padahal itu sebenarnya tidak akan pernah terjadi atau hanya di awan-awan belaka.
" Om, bukan kah usaha itu selalu dan wajib, nanti tergantung rezekinya saja di restui Tuhan atau tidak.Jadi saya minta agar Om mengizinkan saya masuk kedalam dan berbicara dengan Alika, setelah mendapatkan jawaban dari dia entah apapun itu saya akan terima dengan lapang dada!" ujar Alan Penuh permohonan.
" Terserah apapun keinginan kamu Nak, hanya saja Tolong jangan merusak sesuatu yang sedang mulai dibuat! Karena rasanya kecewa itu lebih sakit, dan Tante tidak ingin Alika sama Dafa merasakan itu! Kamu orang berpendidikan punya karir yang mapan pasti Paham maksud Tante barusan, kalau memang kamu menyayangi dia kamu bantu siapkan apa yang akan ia perlukan nantinya!" sahut Alice yang berusaha membuka jalan pikiran Alan agar tidak terpaku pada satu tempat saja.
"Janya kali ini saja Tante, Alan mohon! Setelah itu aku akan berusaha melanjutkan hidup, Tante menunggu bertahun-tahun itu rasanya lebih menyakitkan daripada berjalan tanpa kepastian seperti ini!" Pinta Alan lagi dengan wajah sendunya membuat Alice benar-benar Tak Tega'.
" Baiklah Tante mengijinkan kamu buat ketemu sama Alika, tapi bukan untuk kamu pengaruhi pikirannya melainkan kamu memberi semangat untuknya! Tante tidak ingin merusak keinginan Putri Tante di Hari terakhirnya seperti ini!" tegas Alice dan dibalas oleh anggukan Kepala dari Alan.
" Makasih Tante, aku janji hari ini adalah hari terakhir aku ngomong berdua dengan Alika." ujar Alan lalu tanpa banyak bicara ya langsung berlari menuju ke kamarnya Alika.
__ADS_1
Tok tok tok
" my sweety, boleh aku masuk tidak?" tanya Alan dari depan pintu membuat Alika mengerutkan keningnya karena heran.
" itu orang Kenapa lagi, sudah tahu kalau aku pengen istirahat kok bisa-bisanya dia menggangguku seperti ini?" sungut Alika mau tidak mau terpaksa membukakan pintu untuk Alan.
" Kamu ngapain kesini, nanti kalau Mama sama Papa lihat gimana?" tanya Alika heran.
Alan menggaruk kepalanya yang tak gatal, dirinya yakin jika pasti nanti Alika bakal memarahinya dan ternyata memang benar baru saja terpikirkan eh sudah terlaksana.
" Kamu tahu kan pesonanya Alan Smith itu bagaimana, baru sekali ngomong pasti mulai dari anak-anak sampai emak-emak bakalan bilang iya!" sahut Alan percaya diri.
" Ya sudah aku mau ngapain kesini aku mau tidur loh, kamu sadar kan besok aku mau menikah masa iya ada mata panda yang melingkar di sini?" kesal Alika sambil menunjukkan ke arah bawa kantong matanya.
" Astaga sebentar doang, Kamu kenapa sih bukannya senang aku balik dari Kanada ke sini demi kamu kok malah ketus begitu?" tanya Alan memelas membuat Alika Jengah melihatnya.
" Terserah kamu saja mau ngomong apa, Ayo masuk ke dalam tapi ingat hanya 10 menit ngobrolnya tidak lebih dari itu! kalau sampai lebih dari itu kamu bakalan Aku seret terus aku pulang ke bawah, biar sampai beberapa bulan kemudian baru aku lihat kamu lagi!" ancam Alika sambil menatap tajam kearah Alan yang sedang menyengir.
" Iya aku janji, tidak akan melebihi dari waktu yang kamu berikan Tuan Putri ku! hanya saja wajahnya jangan dibuat Ketus begitu dong, aku kan rasanya seperti masuk di dalam kandang singa betina begitu!" Waduh Alan kok ngomongnya gitu ya nanti kalau di Sleding sama Alika gimana dong?
" kamu bilang apa tadi, singa betina? Wah kamu makin hari makin nyolot ya, Ya sudah tidak usah saja masuk ke dalam!Daripada hariku tambah hancur kalau ngobrol sama kamu, lebih baik bobok cantik biar ada tenaga buat malam pertama." sinis Alika membuat Alan mendengus kesal.
" Aku tahu kamu mau menikah tapi nggak perlu segitunya juga kali, Masa diumbar Terus nanti aku culik kamu sekarang juga baru kapok?" Alan terpaksa mengatakan hal itu agar Alika tidak membicarakan hal yang membuat dirinya merasakan begitu sakit dalam dadanya.
kini kedua manusia yang masih bersahabat dari dulu waktu masih berseragam putih biru dan putih abu-abu, hanya saja kepindahan orang tuanya Alan ke Kanada membuat pria itu mau tak mau harus meninggalkan sahabat sekaligus Cinta Pertamanya itu.
Jika boleh memilih memutar waktu kembali Alan akan mengungkapkan isi hatinya sebelum pergi, hanya sekarang nasi sudah menjadi bubur tidak mungkin harus dirubah jadi nasi lagi.
" kamu mau ngomong apa?" tanya Alika sesaat setelah Alan sudah mendarat kan bokongnya sempurna di sofa yang berada di dalam kamarnya Alika.
" Kamu yakin mau menikah dengan dia?" tanya Alan memastikan tentang perasaan Alika kepada Daffa.
" yakin atau tidak yakin aku harus yakin, karena pria itu pilihan Papa sama Mama! Dan juga kedua orang tuanya juga sudah datang ke sini untuk membicarakan soal Perjodohan kami, entah apa yang kurasakan untuknya sekarang yang pasti aku ingin menjalani hubungan yang serius tidak ada main-main di dalam." jelas Alika dengan tatapan matanya yang kosong.
Alan mengerutkan keningnya seolah masih mencerna dengan maksud perkataan Alika barusan, akhirnya iya paham dengan kecanggungan yang terjadi antara Daffa dan Alika tadi yang sempat Ia tangkap.
" Jadi kalian itu selama ini tidak pernah dekat atau mungkin memiliki hubungan spesial misalnya pacaran begitu, karena Setahuku kamu dulu Itu kan pacarannya sama si Raka Alfian kan?" tanya Alan membuat Alika yang ingin sekali melupakan nama yang disebut itu kini mencuat kembali di permukaan.
1 tahun, bukan waktu yang sedikit untuk saling mengenal!
1 tahun, bukan hanya 1 atau 2 jam untuk saling bersama.
1 tahun, adalah waktu yang sangat panjang yang dilalui dengan penuh cinta dan kegembiraan, akan tetapi semua itu sirna ketika pengkhianatan muncul di tengah-tengah mereka.
apalagi gigi yang Alika rasakan adalah hati yang begitu hancur, ketika kekasih yang ia cintai melakukan making love dengan wanita lain sambil menyebutkan namanya.
sakit, marah serta kecewa itu so pasti perasaan yang paling Alika rasakan saat itu. hanya saja hidup itu harus di lanjutkan bukan, jangan hanya monoton di tengah jalan dan meratapi nasib yang sudah pasti bahwa tidak ada namanya kelanjutan dari hubungan yang ada.
__ADS_1