
" maaf ya Om kloningan sepertinya nya harus mencoba memastikan satu hal agar membuat hatiku tidak penasaran, sebab kalau tidak aku bakalan bertanya-tanya sepanjang hari karena tidak bisa memastikan apa yang ada dalam pikiranku." setelah mengatakan hal itu Diana langsung meremas sesuatu yang dia dapat Deka itu membuat pria itu langsung meringis kesakitan dan menatap tajam kearah Diana.
" Maksud kamu melakukan hal itu apa, Nanti kalau dia meledak Siapa yang mau tanggung jawab jika aku bakalan berpuasa seumur hidup nantinya?" tanya Deka yang berusaha menahan sakit di hadapan Diana yang malah memasang wajah tak percaya nya.
" ya bukan seperti itu juga aku kan Kira yang berada dihadapanku sekarang itu kloningannya om Deka, soalnya mana mampu dia menyeberang dari sebelah ke sini pasti alhasil dia bakalan jadi almarhum seketika?" jelas Diana dengan wajah polosnya membuat Deka ingin sekali benarkan wanita itu karena sudah main-main dengan aset berharga masa depannya.
" Kamu ini sebenarnya hidup di zaman apa sih sampai bisa percaya hal begituan Memangnya manusia mampu menciptakan orang dengan model dan bentuk yang sama serta bisa hidup, kamu ini kayaknya otakmu perlu dibersihkan supaya memastikan ada tidak kotoran di dalamnya sebab setiap hari pikiran kamu itu membuat orang lain yang bakalan kewalahan sendirian. "sungut Deka kesal sebab yang dibawa sana itu rasa-rasanya berdenyut bukannya keenakan tetapi kesakitan yang tak terhingga hingga ke saraf-saraf nya sekalian.
Diana yang mau lihat wajah Dek ah seperti orang kesakitan langsung memasang wajah tak enak hati nya, karena Biar bagaimanapun akibat kekenyalannya hampir saja nyawa orang bakalan melayang.
" sakit ya? Apa mau aku oles Pakai salep biar tidak tambah perih, Kalau perlu aku urut biar mungkin jangan sampai urat-uratnya yang tegang kembali rileks?" pertanyaan yang dilontarkan Diana itu sungguh membuat Deka hanya bisa menghela nafasnya kasar.
dirinya tak menyangka bakalan Bertemu dengan wanita yang absurd dan bar bar seperti Diana itu, bahkan tanpa malu ataupun takut dirinya yang menawarkan sesuatu yang jika gadis lain lakukan itu pasti bakalan menyesal seumur hidup.
" Kamu yakin mau mengobati itunya saya, Nanti kalau saya bakalan melakukan hal yang lebih kamu bakalan mundur atau tetap di tempat?" tanya Deka memastikan membuat Diana menatap heran ke arah pria yang sudah dewasa tapi tidak tahu menikah.
" Yakinlah Om masa iya menawarkan bantuan kok setengah-setengah, kalau tidak yakin Mana mau saya melakukan hal itu Jadi orang kok tidak percayaan sekali tanda tanya kalau memang tidak mau ya sudah saya juga tidak bakalan memaksa melihat benda pusaka milik orang lain, nanti kalau sama suami saya baru saya pastikan bakalan menjadikan hal itu sebagai barang mainan saya yang baru." Deka tidak tahu harus menjawab Apa perkataan Diana barusan yang membuat dirinya panas dingin membayangkan Jika sesuatu yang biasanya tersembunyi dijadikan mainan seseorang wanita pula.
" Ya Tuhan kenapa ada wanita seperti ini di dunia? lama-lama bisa kiamat dadakan kalau semuanya otaknya pada miring kayak dia, aku kok bisa ya mau maunya dengan sukarela datang ke tempat ini dan alhasil harga diriku yang menjadi taruhannya dan wanita ini malah malas tahu seolah tak peduli sama sekali dengan kejadian yang tadi?" sungut Deka dalam hati lalu memilih menatap kearah lain.
sedangkan Diana seolah tidak menyadari kesalahannya sama sekali karena menurutnya menawarkan bantuan kepada seseorang itu tidak masalah, meskipun bantuan yang diberikan itu merupakan tempat yang terlarang dan tidak boleh disentuh oleh orang yang belum halal.
" om Kok bisa sih datang kesini Memangnya yang ngijinin kesini itu siapa, Lebih baik kembali lagi ke tempat asalnya kemudian Anggap saja kita tidak saling kenal karena saya juga capek loh setiap kali bertemu hanya berdebat saja? " Deka membulatkan matanya sempurna karena Diana secara tak langsung sudah mengusir dirinya secara halus.
__ADS_1
bahkan di mata wanita itu pengorbanan Dari Dirinya lakukan dengan nekat memanjat balkon tidak dihargai sama sekali, setidaknya ada ucapan terima kasih atas pengorbanan yang dilakukan Deka malah diusir secara sadar pula.
" Kamu mengusir saya dari sini, menurut kamu tempat ini ini milik nenek moyang kamu yang kamu bawa dari Indonesia? asal kamu tahu ya tempat ini itu bebas terserah siapa yang mau datang tidak masalah dan juga tidak ada yang tahu untuk melarang, Jadi kamu jangan terlalu percaya diri kalau apa yang kamu katakan bakalan saya turuti dengan sesuka hati dan juga atas kemauan kamu karena itu tidak akan pernah terjadi!" Diana sampai membuka mulutnya lebar karena merasa terkejut dengan rasa percaya dirinya Deka itu.
" wow, selamat Tuan anda tercatat sebagai salah satu Tamu Yang Tak Diundang dan pulang pun tak mau Padahal sudah diusir! saya bakalan memberikan penghargaan yang begitu besar kepada anda atas dedikasi yang telah anda berikan sehingga membuat saya emosi, Dan saya harap anda kembali merenungi dosa apa yang telah anda lakukan sehingga membuat orang lain tidak nyaman yaitu saya." sinis Diana membuat Deka menatap sambil tersenyum mengejek ke arahnya.
" Terima kasih penghargaan Iya tapi maaf saya tidak peduli sama sekali dan juga tidak membutuhkannya, jadi alangkah baiknya jika penghargaan yang ingin anda berikan itu diberikan kepada orang lain yang selama ini selalu dibuat emosi dengan sifat anda itu." balas Deka tak mau kalah membuat Diana mendengus kesal.
" Kenapa sih tadi harus mengikat datang ke sini membuat aku nanti bakalan tidak tidur lagi ini malam karena masih saja emosinya belum meledak di ubun-ubun, kalau bisa Lain kali itu Usahakan jangan lagi saling peduli apalagi saling kenal karena memang saya sampai sekarang tuh Belum tahu loh namanya Om itu siapa?" Ketus Diana yang merasa tidak suka jika setiap dirinya berada selalu sedih tidak mengganggu padahal harusnya itu kan dirinya yang melakukannya karena kebiasaannya dari dulu ya seperti itu mengganggu orang hobi nomor satunya.
" kalau tidak ingin saya ganggu maka dari itu dari awal jangan pernah mengganggu Saya sedikitpun, asal anda tahu mulai dari sekarang ini adalah Giliran saya untuk mengganggu anda balik sebab sudah macam-macam dengan saya yang sedang tidak ingin bermain." ujar Deka lalu memilih duduk disalah satu kursi yang ada di balkon kamar itu sembari menikmati wajah kesal Diana yang begitu menghiburnya.
" Ya sudah sana pulang nanti kalau digerebek sama Satpol PP terus dibawa ke KUA kan urusannya bisa berakibat fatal, kamu mah enak sudah tua jadi tidak ada yang bakalan ngelarang kamu Eh aku yang orang tua saja sudah tidak peduli pasti mereka bakalan marah besar!" usir Diana membuat Deka ingin sekali tertawa dengan sikap polos wanita itu.
" Terserah kamu mau ngomong apa aku tidak peduli sedikitpun! Aku mau bobo cantik biar besok tidak ada namanya mata panda agar oppa-oppa Korea bakalan klepek-klepek, soalnya mereka bakalan terpesona dengan kecantikan natural yang dimiliki oleh ku dan mereka adalah orang pertama yang bakalan menyaksikan itu!" ujar Diana begitu percaya diri.
" dan aku juga adalah orang pertama yang memastikan kalau kedua mata mereka bakalan kucongkel dari tempatnya agar tidak bisa melihat siapapun lagi, wajah oplas seperti begitu saja kamu bangga kalau mau bangga itu harus pria yang sepertiku natural tanpa ada sentuhan benda medis sedikit saja!" Dika malam ini terlihat begitu berbeda sangat cerewet dan berusaha menjadi pria yang humoris Walau terkadang banyolannya yaitu terdengar begitu garing.
Diana benar-benar meninggalkan Deka sendiri yang di situ lalu segera menutup jendela balkon agar katak Sawah Besar itu tidak berani masuk, karena jika tidak maka bisa dipastikan orang yang paling histeris adalah Arin yang tidak menjaga jika ada penyusup berkaki dua yang biasa mereka temui Tengah berada di tempat itu.
" yah di aku malah pergi bukannya menemani aku ngobrol di sini, Kenapa terlihat begitu sedihkan ketika kehadiran kita tidak dihargai sama sekali padahal perjuangannya sudah menguras Tenaga pikiran dan juga air mata. kalau sudah begini masa iya harus aku menjadi satpam mereka berdua sedangkan mereka malah molor asik-asikan, Lebih baik aku tunggu saja deh sampai dia tidur dengan baik dulu baru aku masuk kedalam kamarnya!" bisa ae Bang Deka.
sedangkan Diana yang benar-benar sudah merasa mengantuk memilih untuk tidur tetapi masih juga terganggu pendengarannya dengan obrolan Arin yang tidak tahu habisnya dengan Si Cecep Masduki, dirinya ingin sekali mengambil ponsel yang berada di tangan Arin dan menyelundupkan nya entah ke negeri mana agar hidupnya sedikit sunyi.
__ADS_1
" Woi Cep! bisa tidak dimatikan dulu panggilannya, Emangnya kamu pikir pacar kamu itu bisa hidup sendirian tanpa orang lain? ya orang lain itu kan aku sedikit terganggu dengan obrolan kalian yang lebaynya mengalahkan Dewi Santika, dan juga narsisnya mengalahkan Dewa batangan! "Sindir Diana karena dirinya ingin tidur tetapi situasi dan kondisi sekarang ini sangat tidak menunjang dan yang lebih parahnya lagi yang melakukan hal itu adalah Arin.
" ini orang bawaannya sirik terus sama orang lain kalau ingin ditiru saja Masa begitu saja susah, kita kan lagi melepas rindu karena sudah berapa lama tidak bersua dan mendengar kabar Kenapa jadi kamu yang emosi? sebenarnya kalau marah Itu tandanya tak mampu Jadi kalau kamu ngomong seperti itu Aku Yang ada malah tambah kasihan, jadi lebih baik kamu tidur menikmati suasana kejombloan kamu itu dengan mendengarkan aku yang ngobrol sama besok lusa bisa kamu praktekkan juga." Diana menatap tak percaya Karena sahabatnya itu yang sudah terlihat seperti seorang petualang hebat yang sedang mencari teman untuk diajak berpetualang.
antara fokus mendengar obrolan dan juga mata yang sudah tidak bisa diajak kompromi akhirnya seseorang Diana pelangi teler juga, terlihat wajahnya begitu damai berbeda dengan dirinya ketika sudah bangun bakalan memarahi siapapun yang sudah mencari ganggu dengannya.
satu jam lamanya Deka menurut tanpa kepastian membuat pria itu sudah jengah sebab sama saja dengan dirinya seperti maling yang aku ketahuan, padahal dirinya tidak berencana mengambil apapun barang yang ada di ruangan itu.
" syukur juga tidak ada nyamuk nyamuk yang kurang Ajar. Kalau tidak bisa dipastikan darahku bakalan kering lima menit lagi karena sudah membiarkan tubuh sendiri Menjadi santapan makhluk kurang ajar itu, nasib nasib kalah sebelum bertanding dan alhasil menjadi satpam dadakan yang tidak dihargai sama sekali oleh pemilik rumah." Lirih Deka dalam hati selalu mencoba untuk menajamkan telinganya memastikan bahwa Diana sudah tidur belum.
suasana dirasanya sudah aman Deka pun memilih untuk membuka secara paksa jendela balkon kamar itu, mengingat keahlian yang dirinya punya Maka hal itu tidak begitu sulit dilakukan bagaimanapun praktek di lapangan itu merupakan hal yang paling penting sebab tolak ukur keberhasilan yaitu langsung diketahui saat itu juga.
Ceklek
Arin yang sedang asyik menelepon langsung menatap kearah jendela yang didengarnya terbuka, ia begitu terkejut ketika melihat Deka Tengah menatap ke arahnya sambil tersenyum.
" Tolong jangan teriak aku ke sini aja ingin numpang tidur dengan dia saja, soalnya tadi kami berdua sudah janjian jadinya tolong Jangan berpikiran yang tidak-tidak ya!" bohong Deka tak masalah karena hal itu untuk kebaikan ya juga kan.
" kalau begitu aku tidur saya di kamarnya Om daripada aku bakalan jadi obat nyamuk di sini, biar aku bisa ngobrol puas sama Cecep Masduki ku." tolak Arin yang benar-benar tidak ingin berduaan Eh salah maksudnya bertiga an dengan Deka dan Diana yang sudah molor entah sampai di alam yang bagian mananya.
" Nah itu baru ide yang cemerlang saya bakal mendukung sepenuh hati juga sampai kamu berpikiran seperti itu, jadi ini kunci kamar saya silakan kamu ke sana tapi tolong jangan diajak apapun barang yang ada disitu karena saya bakalan menuntut kamu saat itu juga!" Tegas Deka membuat Arin bergidik ngeri.
" jangan galak-galak ke saya dong Om, bukannya harus bersyukur karena saya sudah bantuin kalian buat berduaan di sini? tetapi sebelum itu saya mau ngomong kalau Om ingin melakukan hal itu tolong pelan-pelan saja ya soalnya hal ini baru pertama kali bagi Diana, kasihan kan anak orang kalau sampai besok pagi ke jalannya kayak bebek nanti bisa menjadi viral 1 Korea Dong!" setelah mengatakan hal itu Arin pun pergi sebab dirinya juga ingin mengobrol yang lebih intens dengan kekasih hatinya.
__ADS_1