
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Daffa menatap tak percaya pada Alika,karena dengan tanpa perasaan wanita itu mengatai dirinya gila.
"Apa kamu bilang tadi?" Tanya Daffa tajam.
"Aku tidak mengatakan apapun kok!" Bohong Alika.
"Kamu pikir saya ini tuli,jadi tidak mendengar apa yang kamu katakan?" Ujar Daffa yang sudah memojokkan Alika di dinding.
Alika membulatkan matanya karena kaget dengan sikap yang di tunjukan Daffa barusan,Netra keduanya saling bertemu hingga membuat jantung mereka berpacu begitu kuat.
"Ya Tuhan tolong menjauh dariku pria gila,sebelum jantung ku benar benar lepas dari tempatnya." Pinta Alika dalam hati.
"Ini cewek kalau dilihat dari dekat cantik sekali,aku jadi tidak fokus nih!' Batin Daffa lalu tanpa sadar ia sudah mendekatkan wajahnya kearah Alika.
Entah kekuatan dari mana Daffa sudah berhasil mengecup bibir Alika,membuat nafas wanita itu berhenti seketika.
Cup
Daffa terus mengecup tanpa henti,membuat Alika meradang karena sikap Daffa yang kurang ajar.
__ADS_1
Plak
Sebuah tamparan mendarat keras di pipi Daffa,kalian tahu pasti siapa pelakunya.
Yap Alika yang sudah terbebas dari kukungan Daffa,langsung berontak dan menampar Daffa yang sangat lancang itu.
"Kamu kalau mau kurang ajar jangan denganku,cari wanita murahan yang bisa kamu dekati karena aku bukan orang yang sembarangan!" Ujar Alika lalu segera pergi dari situ ketika Lift sudah terbuka.
Daffa menatap Nanar kearah punggung Alika yang semakin menghilang,dirinya tersenyum padahal tak tahu kah dirinya jika Alika sedang marah.
"Manis!" Ujar Daffa pelan.
Tanpa ragu dirinya mengikuti langkah kaki Alika ke dalam ruangan nya,terlihat wanita itu sambil duduk menatap tajam kearahnya.
"Keluar dari sini brengsek,atau tidak bakalan kuhajar kamu sampai bengkok!" Ancam Alika tapi tak di hiraukan oleh Daffa.
"Oh ya masa iya,memangnya kamu berani?" Tanya Daffa sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Kurang ajar kamu ya,cepat keluar dari sini sebelum aku marah dan memanggil security Biar mereka memenggal kepala, Soalnya kalau ngomong suka ngasal." sungut Alika kesal.
" Baiklah kalau begitu aku bakalan berbicara serius lupakan kejadian yang tidak terlalu serius itu, hari ini adalah jadwal kita untuk meninjau proyek secara langsung. jadi kita akan berangkat ke sana sama-sama, tidak ada penolakan sama sekali karena aku juga tidak doyan wanita rata tidak ada bagus-bagusnya sepertimu." perkataan Daffa itu semua membuat harga diri Alika terinjak-injak.
" katanya tidak doyan, tapi tadi Asal main nyosor saja. dasar pria lain dihati lain di mulut, Awas aja kalau besok lusa dia macam-macam lagi Aku tidak akan segan-segan mengeluarkan jurus Elang Totok kodok." batin Alika dalam hati.
" Ya sudah berangkat lebih dulu Aku kan punya mobil jadi bisa jalan sendiri lah, Lagian aku juga masih waras untuk membawa diriku sendiri!" usir Alika yang tidak ingin berlama-lama dengan Daffa di ruang itu.
__ADS_1
" tadi kamu dengar tidak aku ngomong apa, kalau kita akan pergi sama-sama tidak ada yang namanya masing-masing paham kan?" tanya Daffa kesal karena Alika yang seolah ingin mengabaikan dirinya dengan menjaga jarak.
" ya Mana bisa begitu aku kan bawa mobil ya mesti jalan sendiri dong ngapain juga harus numpang, Kamu kenapa sih suka mengatur diriku Aku ini sudah besar Jadi tahu dong mau gimana?" Alika benar-benar Tak habis pikir dengan jalan pikiran Dafa itu.
" Loh kok gitu kamu lupa kalau aku ini siapanya kamu sekarang?" tanya Daffa yang tak habis pikir dengan Alika.
" Oh jadi kamu mau bahas soal itu bolehlah, kamu tahu ya kita itu masih berencana untuk menikah bukan sudah menikah! jadi kalau ngomong sesuatu itu di sadar dong, jangan mempermalukan diri sendiri seperti ini terkesan nya kamu sedang menjajakan dirimu kepada wanita!" ejek Alika dengan kata-kata sinisnya.
" kamu kalau ngomong sekali lagi aku bakalan bikin kamu tidak perawan lagi, jadi lebih baik diam terus kita pergi sekarang!" tegas Daffa yang sudah menarik tangan Alika agar keluar dari ruangannya.
" eh lepasin tangan aku nggak, enak saja kalau ngomong emang situ pikir aku wanita apaan?" tanya Alika sinis membuat Dafa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" kalau menurut kamu wanita model apa?" tanya Daffa santai.
" oh Tuhanku Kok bisa ya aku ketemu sama pria aneh pagi-pagi begini, mana tampangnya menyebalkan lagi." sungut Alika dalam hati.
kini keduanya sudah berjalan berdampingan menuju ke arah parkiran, percaya tidak wajah dapat ini sudah kembali ke habitatnya lagi yaitu Ketus dingin dan datar.
pria itu bahkan tidak membalas sapaan para pegawai di kantor mariano Group membuat Alika Jengah, soalnya saat bersamanya mulut bahwa tidak pernah berhenti untuk berkomat-kamit cari masalah eh Saat ketemu orang luar dinginnya ngalahin balok es.
" kamu lagi mau jaga image begitu, sayang cepat sekali para wanita yang tertipu Oleh image sialan itu." ledek Alika.
Daffa memilih cuek in the best, karena baginya apa yang Alika katakan itu tidak ada bagus-bagusnya sama sekali yang ada yang membuat dirinya emosi.
Deka merasa heran melihat tampang tak bersahabat milik Bosnya itu, berbeda jauh dengan Alika yang sedang sumringah seperti sedang mendapatkan hadiah yang sangat diinginkan.
__ADS_1