MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 159


__ADS_3

Ana Sebenarnya bukan bersungguh-sungguh mengatakan hal itu semua hanya saja kasihan juga sih kan anak orang kalau dipermainkan terus, tuh pasti besok lusa hari itu bakalan tetap terjadi dan dirinya tidak bisa mengelak ke arah manapun.


Apalagi ketika melihat wajah antusias Alan yang seolah bahwa apa yang dirinya impikan selama ini bakalan terjadi, tentu saja dirinya tidak mungkin menolak hal sepenting itu jadi daripada memusingkan hal yang tidak ada di depan mata lebih baik yang sudah pasti dan tidak mungkin tidak terbantahkan lagi.


" tapi ada persyaratannya yaitu Kamu tidak usah datang untuk menemui ku lagi, dan juga itu bakal berlaku sampai orang tua kamu datang menemui Mama sama Papa ku." apa yang dikatakan anak itu membuat alat menatap tak percaya ke arah nya sebab itu sama saja dengan membuat dirinya Hidup enggan mati tak mau.


sedangkan Ana hanya bisa tersenyum dalam hati karena dirinya yakin jika Alan ingin sekali melayangkan protes, sebab memang permintaannya itu sangat tidak masuk akal masa iya dilamar belum resmi juga pakai acara melarang untuk ketemuan segala.


" Kenapa tidak sekalian menyuruhku tinggal di bulan saja agar tidak tergoda untuk datang ke tempat kamu, Kenapa tidak sekalian menyuruhku tinggal di bulan saja agar tidak tergoda untuk datang ke tempat kamu?" tanya Alan sinis.


Ana tersenyum senang mendengar ide yang diberikan oleh Alan itu, sebab sepertinya apa yang dikatakan oleh pria itu merupakan sebuah ide yang patut untuk dilaksanakan.


" sepertinya boleh juga saran yang kamu katakan tadi, biar sekalian saat sudah sah dulu baru bisa ketemu Kalau sekarang mah masing-masing soalnya kelihatannya kayak anak-anak ABG labil tiap detik menit terus ketemu melulu." Alan hanya bisa menghela nafasnya kasar bukannya memperbaiki perkataannya Ana adalah menimpali balik dengan sesuatu yang membuat dirinya bertambah kesal.

__ADS_1


" Kamu itu kenapa sih jadi orang tidak ikhlas kali dalam Memperbaiki sebuah hubungan, kalau sifat kamu seperti begini aku bakalan suruh mama sama papa terbang juga dari sana ke sini Terus besoknya mereka langsung mengurus soal pernikahan kita tidak ada komentar sedikitpun dari pihak manapun!" Sungut Alan membuat Ana menatap sinis ke arahnya.


" Memangnya kamu berani menghadapi Mama yang setiap ketemu kamu itu sudah kayak Tom and Jerry, aku saja bingung gimana nanti kalau kita sudah menikah kira-kira apa disuruh tidur dimana ya jangan-jangan disuruh tidur di depan gerbang!" ketika mendengar anak menyebut soal calon mertuanya Alan langsung bungkam tidak berani berkomentar banyak.


" ya kalau sampai aku disuruh tidur di gerbang Emangnya kamu sebagai istri itu kegunaannya di mana, setidaknya kamu harus bisa memposisikan diri sebagai seorang istri yang membela suaminya tanpa terkecuali?" tanya Alan yang tidak mau kalah ketika dirinya dari tadi selalu dikerjai oleh Ana.


" ya Tergantung kalau kamu salah masa iya aku harus membela kamu, itu sama saja dengan membuat mama malah marah besar pada aku! Lain kali itu jadi calon menantu usahakan sikapnya itu jangan terlalu berlebihan biar nanti tidak ribet, tapi sepertinya Mama itu ada dendam kesumat sama kamu Makanya mau ada salah atau tidak tetap saja selalu begitu sikapnya." Astaga ini anak bukan yang memberikan suntikan semangat yang membara kepada Alan dirinya malah membuat semangat pria itu menjadi kendor istilah gaul nya kalah sebelum bertanding.


" Ya begitulah nasib ku selalu saja tidak bisa untuk ditebak kedepannya karena, tapi ngomong-ngomong seperti nya aku bakalan tidak dikasih makan siang Soalnya dari tadi tidak ada yang datang untuk Mengantar ke sini!" Sindir Alan membuat Ana agar ia tersadar jika memang dari tadi akibat dari perdebatan kecil mereka berdua hal yang penting pun jadi terabaikan.


Alan menatap tak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Ana itu, kenapa malah dirinya yang disalahkan adalah jelas-jelas sebagai tuan rumah di tempat itu adalah Ana jadi yang harus menawarkan segala sesuatu ya wanita itu juga bukan dirinya.


" Kamu sepertinya tidak ikhlas menerima tamu Soalnya dibiarkan kelaparan begitu saja, padahal sebenarnya aku tadi datang itu untuk menumpang makan di sini." Ana hanya bisa tertawa kecil karena bingung harus menjawab apa jadi memilih jalan aman Bukankah lebih baik dirinya menyelesaikan masalah dengan mengurus apa yang diinginkan oleh Alan.

__ADS_1


" Iya sudah jangan terlalu bawel deh jadi orang masa iya hanya masalah sepele saja kamu bahas dari a sampai z, Lain kali itu tudepoin aja jangan ngalor-ngidul kemana-mana hasil akhirnya tetap ke arah situ. " Ketus Ana dalam keluar dari ruangan itu karena jika tidak maka bisa dipastikan keduanya bakal berdebat lagi.


pada saat Ana sampai di dapur ternyata asisten sekaligus pegawainya itu merupakan orang yang patut diberikan penghargaan, Bagaimana tidak saat Dirinya belum memberikan perintah segala sesuatunya sudah disiapkan kan.


" Ibu pasti mau menyuruhku untuk menyiapkan makanan kan, Nah ini sudah ku siapkan tanpa perlu di minta maaf jika tidak sesuai selera tapi menurutku ini yang paling terbaik?" tanya Rena penuh antusias membuat Alan menggelengkan kepalanya tak percaya karena ternyata akibat dari pengalaman pribadi wanita itu menjadi lebih peka dengan keadaan sekitar.


" kamu waktu itu sebenarnya ada masalah apa sampai bisa bisa sama pacar kamu yang katanya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya? apa kamu selingkuh atau dia yang selingkuh, Kalau memang dia yang selingkuh dengerin apa yang aku katakan ini ya dia bisa kenapa kamu tidak kalau dia hanya satu Ya setidaknya kamu 2/3?" penjelasan Ana yang begitu tidak masuk akal membuat Rena bukannya senang karena diperhatikan malah menatap tak percaya.


" Ibu secara tidak langsung menyuruh saya menjadi bad girl gitu, Wah Ibu kayaknya susah deh soalnya saya itu orangnya setia minta ampun biarpun di 2 kan Saya mah biasa saja?" Ana menatap tak percaya dengan pemikiran kuno kolot wanita berada dihadapannya itu masa iya disakiti berulang kali hanya pasrah saja tanpa melawan sedikitpun.


" Astaga kebodohan kamu itu dapat dari mana sih sampai bisa membuat malu kaum wanita satu dunia, saya yang sebagai wanita yang tidak pernah mengalami hal itu saja merasa malu masa iya kamu yang mengalaminya biasa saja? Lain kali itu jadi orang jangan terlalu murahan sedikit-sedikit Ya dikasih mahal lah Bila perlu tidak pakai diskon, biar Kalau ada cowok yang mau macam-macam mereka juga bakal pikir-pikir dulu karena kamu bukan wanita sembarangan!" Ana bahkan lupa tujuan awalnya datang ke situ Itu untuk apa.


padahal Alan boleh menunggu sampai bengkok didalam tapi ternyata tidak ada yang mengingat kehadirannya sama sekali,begitulah kaum wanita kalau sudah ketemu pasti ada saja pembahasan yang dilakukan.

__ADS_1


"Ibu,kira kira kalau misal nya nih Ibu yang dapat hal seperti yang saya alami kira kira kira respon Ibu bakal seperti apa ya?" Tanya Rena tiba tiba membuat Ana menatap heran kearahnya.


__ADS_2