MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 70(Belah Duren part2)


__ADS_3

Like N KOMENNYA


LOPE U FULL


LANJUT


setelah selesai pesta resepsi yang begitu mengandung drama, kini pasangan itu sudah berada dalam kamar pengantin yang di dekor begitu kelihatan berlebihan.


begitu juga dengan tampang kusut milik Daffa itu, siapa sih yang tidak emosi ketika wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya ditaksir oleh pria lain dan lebih parahnya pria itu ada 2.


tadi saat resepsi dirinya sebagai suami tidak bisa berbuat apa-apa, Karena tamu undangan yang begitu memperhatikan gerak-gerik dirinya dan Alika.


flashback on


" Halo my sweety honey, kamu tahu tidak ini adalah hari yang terburuk dalam hidupku? karena aku harus datang dan menyaksikan kamu bersanding dengan pria lain, padahal yang jelas-jelas di sini aku lebih segala-galanya dari dia! kamu hentikan dong kekonyolan ini semua, karena aku akan setia menunggu kamu sampai kapanpun!" pinta Alan yang Bahkan sampai berlutut di hadapan Alika tanpa mempedulikan semua pasang mata yang sedang menatap ke arahnya.


" hei kamu gila atuh apa sih, kok bisa-bisanya melakukan hal itu di hadapanku? Menurut kamu aku ini apa sampai kamu melakukan hal itu tanpa pedulikan kehadiranku, sekarang kamu atur posisi untuk pulang atau aku yang bakalan berubah posisi kamu dan depak kamu dari tempat ini!" sungut Daffa kesal.


" Kenapa jadi kamu yang kesal, perasaan aku ngomongnya ke Alika deh jangan kamu yang jawab? itu Alika mulutnya kan punya jadi Bisa dong Dia sendiri yang menjawab, Lagian kamu disini yang merebut dia dariku bukannya aku?" sinis Alan yang benar-benar terlihat sedang mencari masalah ditengah pernikahannya orang.


" untung juga sekarang di sini semua orang pada berkumpul, kalau tidak bisa kupastikan saat ini juga adalah hari terakhirku hidup di dunia ini! " tegas Alan yang tak ingin di bantah.


Alika yang berdiri di samping suaminya itu, langsung memeluk erat lengan Daffa sembari mengusapnya pelan. darinya tak ingin suaminya itu sampai lepas kontrol dan melakukan hal yang tidak-tidak, karena jika sampai hal itu terjadi maka bisa dipastikan rusak sudah reputasinya.


" kamu yang sabar ya ya biarkan saja dia mau bicara apa, soalnya terkadang tubuh sama pikirannya itu tidak sinkron dari susah diajak kerjasama! tapi kamu harus percaya deh sama aku, meskipun semua orang di luar mau ngomong apa tapi kamu sekarang adalah suamiku dan itu sudah sah dan mutlak tidak bisa untuk diganggu! "bisik Alika mesra di telinga Daffa membuat pria itu yang tadi sedang kesal mendadak tersenyum sumringah karena semua.


" nah dengarkan cucunguk apa yang dikatakan istriku, Jadi sebelum kesabaranku habis lebih baik kamu atur posisi pergi makan atau apapun itu sebelum aku ubah kau menjadi perkedel yang tidak berguna! "perintah Daffa sambil tersenyum sinis,


" Kenapa jadi kamu yang ngegas kepadaku, perasaan Alika nya saja tidak terlalu lebay tapi kenapa jadi kamu yang gantiin posisinya dia?" tanya Alan tak terima.


" kamu lupa atau memang sengaja lupa? aku perlu mengulang penjelasan atau memberikan kembali undangan pernikahan kami biar kamu baca disitu ada tertera nama Alika sama siapa? " Sindir Daffa membuat Alan mendengus kesal.


Alan tak terima dengan ucapan pria sombong yang telah menikahi wanita Pujaan hatinya itu, Jika saja negara ini menganut sistem poliandri maka bisa dipastikan ia bakal memaksa Alika melakukan berbagai cara Agar mau dengannya.


" Kamu kenapa sih jadi orang sombong sekali,, Aku bakal mendoakan semoga pernikahan kalian pertahanannya 1 * 24 jam Setelah itu bakalan bubar tanpa tersisa! "sinis Alan karena kesal dengan perkataan Daffa tadi yang sengaja menyindir dirinya.


" Maksud kamu ngomong seperti itu tadi apa, kalau kamu tidak ikhlas datang ke sini lebih baik sekalian tidak usah datang? Aku pikir kamu sahabat aku makanya kamu harus hadir di saat seperti ini, tapi kalau kejadiannya seperti ini lebih baik tidak usah saja membuang-buang tenaga dan juga menguras emosi ku?" kesal Alika karena sikap Alan yang bagaikan anak kecil sedang mengamuk karena mainannya dicuri orang lain.


Daffa maju dengan perlahan lalu menatap tajam kearah Alan karena sudah berani merusak suasana pernikahan ia dan istrinya malam ini, dengan setengah berbisik Daffa berkata kepada Alan dengan Tatapan yang mengejek.


" aku kalau jadi kamu bakalan tidak usah hadir di sini saat ini, apalagi nanti bakalan menjadi bahan tertawaan semua orang karena dikira gagal move on sebab ditinggal nikah. orang bijak pasti paham dengan perkataanku barusan tapi itu juga tergantung kamunya bisa mencerna nya atau tidak!" sinis Daffa membuat Alan bungkam dan memilih untuk menjauh tapi pandangannya tetap mengarah kepada Alika.


" kamu ikut dengan aku sekarang, dasar pria yang tidak punya rasa malu kalau tahu begini mendingan tidak usah datang sekalian"! Ujar Ana tajam sambil menarik tangan Alan agar ikut dengannya.


Alan pasrah tidak tahu Harus Berbuat Apalagi apalagi ketika melihat wajah Alika yang tidak begitu bersahabat, belum lagi tingkah Ana yang sudah seperti macan Asia yang ingin sekali mengamuk sekali waktu.


" kamu marah, Emangnya aku salah apa? Perasaan dari tadi aku coba bersikap Manis, Tapi masih saja di sana Artikan oleh orang-orang lain Masa Iya kamu juga ikutan kayak mereka?" tanya Alan yang katanya merasa kesal dengan sikap Ana yang seolah tak peduli dengan dirinya.


" kamu bisa diam tidak, sudah puas mempermalukan diri sendiri? atau kalau memang belum Ya sudah sana pergi mau melakukan apa saja Sesuka kamu, tapi setelah itu kamu pergi dari hadapanku dan tidak usah kembali lagi!" tegas Ana membuat semua orang menoleh ke hadapan keduanya.


begitu pula dengan Alika yang merasa yakin jika sahabatnya itu sedang benar-benar marah, namun mau bagaimana lagi dirinya bukan seperti yang dulu yang masih bebas melakukan sesuatu sekehendak hati.

__ADS_1


" Alan, Kamu itu kenapa sih tidak menyadari perasaan Ana ke kamu! nanti kalau seperti itu terus, entah kapan dia bakalan bertahan dengan perasaannya?" batin Alika karena tak sanggup lagi memikirkan keadaan kedua sahabat yang sepertinya masih belum menyadari jika kini banyak pasang mata yang sedang menatap kearah mereka.


" papa, Ana Kenapa ya kok terlihat kesal sekali? apa ini gara-gara masalah semalam, atau karena Alan menyukai Alika?" tanya Lia karena sedari tadi memperhatikan interaksi antara Daffa dan Alan yang sepertinya sangat tidak saling menyukai.


" itu sudah biasa mah, Sejak kapan masalah anak muda itu bakalan beres dalam waktu singkat! yang ada bakalan saling berdebat, berantem terus akhirnya bucin akut nya kelewat batas!" sahut Andra santai karena memang dari dulu permasalahan anak muda itu merupakan masalah klasik yang sudah pasti bakal ditebak ujungnya.


" Iya juga sih, tapi kayaknya berbuat salah dunia itu milik mereka sendiri! terus kita yang lain ini mereka anggap apa coba, masa iya Hanya dianggap seperti orang yang lagi buang kentut terus baunya hilang habis ya Habis? "ini kenapa kedua pasangan ini jadi malah berdebat ya?


sedangkan Ana menatap tajam kearah Alan tanpa ekspresi, sudah cukup dirinya selama ini berubah menjadi seorang malaikat penolong.


" Please you get out of here now!" tegas Ana sambil membuang wajahnya ke tempat lain tak ingin menatap ke arah Alan sama sekali.


Degg


jantung Alan serasa Berhenti sejenak, Bagaimana tidak perkataan Ana tadi terasa Menghujam sampai ke dalam dan ia pun tak menyangka hal itu bakal terjadi.


" Ana, aku mohon Tolong dengarkan aku kali ini saja! aku janji tidak akan mengulangi hal itu lagi, hanya saja tolong jangan kamu memperlakukanku seperti ini terasa sakit!" Lirih Alan Sambil mencoba meraih tangan Ana tapi tepis oleh wanita itu.


" dari tadi ke mana saja kalau tahu bahwa hal ini bakalan terjadi, dari tadi pikiran kamu lari kemana sampai melakukan sesuatu Sesuka hati? Kamu pikir aku ini robot atau pun boneka yang bisa saja kamu permainkan sesuka hati, tanpa memikirkan apa yang harus aku lakukan nantinya?" tanya Ana mencoba menahan tangisnya lalu pergi ke atas pelaminan tempat Alika Dan Daffa berada.


" halo beb, banyak selamat ya buat kalian! kayaknya aku langsung pulang deh, Soalnya kepala Aku puyeng banget!" pamitan na mencoba tetap tersenyum karena tidak ingin Alika kepikiran padahal ini adalah hari bahagia wanita itu.


" kamu kan bisa istirahat di kamarku, masa iya langsung pulang begitu saja padahal ini tamu undangannya saja belum semuanya yang datang?" tawar Alika yang mana Bukan membuat Ana senang malah bertambah kesal'


" Kamu sengaja mau pamer padaku Gimana keadaan kamar pengantin kamu begitu, Idih kagak bakal pengaruh sama aku? Lagian Memang Benar kok kepalaku mumet banget, masa iya dipaksa terus nanti enak Jadi kalian susahnya di aku dong?" sungut Ana.


" Iya kamu sana pergi Biar berkurang salah satu pengganggu di jagat raya ini, soalnya Biar bagaimanapun Malam ini aku ingin menikmati waktu berdua hanya dengan istriku tidak ada yang ganggu sama sekali!" usir Daffa kepada Ana.


"Dasar manusia tidak tahu terima kasih,bukan nya bersyukur karena di bantuin eh ini malah mengusirku tanpa sadar diri terlebih dahulu!" Ketus Ana lalu segera pergi dari situ tapi tak sadar jika Alan ternyata juga mengikutinya dari belakang.


"Raka!"Gumam Alika pelan.


"Mau apa dia kesini lagi?" Tanya Daffa kesal.


"Aku juga bingung Mas,padahal tadi saat Pemberkatan Nikah sudah di usir tapi kok masih saja datang?" Sahut Alika yang juga tak kalah pusing.


"Ini Si Deka nya Mana,jangan bilang dia pulang tidur?" Sungut Daffa yang mencari keberadaan Deka dari tadi yang tidak terlihat dimana rimbanya.


Di sebuah sudut Ruangan terlihat Deka sedang menatap sinis kearah Wanita yang berpakaian kurang bahan,atau bisa di bilang setengah jadi.


"Hei kamu asisten sialan,cepat lepaskan aku sekarang!"Teriak Bila kesal.


"Kalau aku Asisten sialan artinya kamu wanita pembawa sial dong?" Ujar Deka sambil tersenyum smirk.


"Kamu cepat lepaskan aku,karena aku ingin membuat perhitungan dengan wanita tidak tahu diri itu!" Teriak Vika histeris.


"Apa katamu?Wah Bagaimana reaksi Tuan Daffa kalau sampai tahu istrinya di katakan wanita tak tahu diri,pasti dia bakal potong lidah kamu itu lalu di jadikan umpan ikan Hiu !" Ancam Deka sambil tertawa sinis.


"Kamu pikir aku bakal takut,hei asal kamu tahu karena dia pria yang aki sukai tidak pernah memandang ku sedikit pun karena selalu memikirkan Dia!" Vika mengatakan hal itu sambil berteriak histeris.


Deka bukan nya tidak mengenal siapa itu Vika,karena wanita itu adalah wanita yang selalu dijadikan Raka pelampiasan nafsu bejatnya itu.

__ADS_1


"Itu semua karena salahnya kamu yang tidak becus melakukan sesuatu untuk menarik hatinya,atau mungkin Nyonya Bos yang terlalu sempurna?" Sindir Deka.


Kalau saja tadi Deka tidak tanggap terhadap gerak gerik Vika yang datang bersama Raka,maka bisa di pastikan wanita itu bakal nekat.


"Hehe jadi kamu pikir Raka bakal diam saja,oh kamu salah besar sobat karena dia pasti sudah perbuat keributan di dalam sana!" Sinis Vika.


Deka hanya bisa tertawa sambil berjalan mengelilingi tubuh Vika yang dirinya ikat di kursi,ia tak percaya pada apa yang dilihat kok bisa ada wanita yang tidak punya malu seperti itu.


"Oh tenang saja,kalau soal Tuan Deka itu jangan terlalu di pikirkan. Karena memusnahkan sekelompok mafia saja dirinya bisa,apalagi satu kutu busuk seperti partner S*x Kamu itu!" Ujar Deka.


"Dasar pria kurang ajar,awas saja kamu setelah bebas dari sini aku bakal bikin perhitungan!" Vika mengatakan hal itu sambil berteriak.


"Siapa yang bilang kamu bakal lolos dari sini?" Tanya Deka sambil tersenyum mengejek.


"Maksud kamu apa?" Tanya Vika penasaran.


"Ya iyalah aku sudah membuat kesepakatan dengan para bandit,yang katanya sedang cari wanita yang jago urusan ranjang ya sepertinya kamu adalah salah satu kriteria yang diperlukan!" Ujar Deka sambil tersenyum mengejek.


"Tidak,pokoknya aku tidak mau!Kamu jangan kurang ajar,atau Raka bakal melakukan yang tidak tidak!" teriak Bila takut.


"Oh Raka ya namanya,bukankah dia itu hanya satu kerikil kecil yang kalau dibuang didasar laut bakalan langsung hilang?" Tanya Deka"


Raka kini sedang berhadapan dengan Daffa yang tidak ingin pria itu mendekati istrinya,karena biar bagaimanapun bukam hanya sehari saja Raka fan Alika berhubungan.


"Kamu kenapa bisa disini?" Tanya Daffa pelan karena wibawanya juga adalah hal yang utama didepan kolega bisnisnya.


"Ya untuk melihat kekasih ku lah,masa iya mau ketemu sama kamu?" Tanya Raka santai.


"Pergi sebelum aku bertindak!" Usir Daffa yang tak habis pikir dengan pesona istrinya itu karena banyak sekali PEBINOR yang berkeliaran di sekitar mereka.


"Aku bakal pergi setelah apa yang menjadi hak Milikku dikembalikan!" Sahut Raka penuh percaya diri.


"Hehe,menurut kamu hak apa yang sudah aku ambil?" Tanya Daffa sambil tersenyum mengejek.


Raka meradang karena ternyata gosip diluaran sana memang benar,yaitu seorang Daffa tidak mudah untuk.di pancing dari zona amannya.


"Aku sepertinya harus bertindak,persetan dengan rasa malu yang penting Alika sadar dengan ketulusan yang aku lakukan!" Batin Raka percaya diri.


"Permisi semuanya!" Ujar Raka yang berdiri ditengah tengah pelaminan dengan memegang Mikropon.


Semua orang yang sedang asyik berbincang,seketika menoleh kearah sumber suara.


Mereka sangat terkejut dengan perkataan salah satu pengusaha muda itu, yaitu meminta perhatian dari mereka.


semuanya merasa yakin jika Raka bakalan mempersembahkan sebuah lagu atau pertunjukan, yang bakal menghibur semua tamu undangan yang datang.


" oke baiklah terima kasih semuanya, karena sudah datang di dan mendengar apa yang bakal saya katakan nantinya dan juga sekaligus sebagai saksi." tegas Raka membuat Alika dan Dafa Saling pandang.


" Astaga Mas, kalau misalnya dia nekat gimana dong! Terus ini si Deka lagi ke mana, saya menghilang begitu saja tanpa kita tahu di mana dia sekarang!" ujar Alika yang sangat merasa cemas jika Raka mengatakan hal yang bukan-bukan.


Raka yang melihat kecemasan di wajahnya Alika, membuat dirinya merasa diatas angin karena Akhirnya bisa membungkam wajah cantik itu dan membawanya pergi dari sini.

__ADS_1


" Aku suka wajah cemas kamu itu, dan membuat aku jadi gemas sekali!" batin Raka sambil tersenyum.


Cie yang lagi nungguin Belah Duren, bakal di cancel dulu deh soalnya masa iya nikahan tanpa konflik. ini cerita author ya suka-suka autor lah mau dirombak seperti apapun'..


__ADS_2