
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Dafa yang merasa kasihan kepada istrinya minta izin kepada mertuanya untuk mengantarkan makanan ke dalam kamar, dan syukur juga kedua orang tua Alika seolah paham dan tidak banyak bertanya.
" bawa makanan ya itu yang banyak biar sekalian sama kamu juga, nanti dibilang Papa sama Mama tidak kasih kamu makan lagi! " ujar Alice dengan nada bercanda.
" Iya Mah Ah ini juga aku sudah ambil banyak kok, aku ke atas dulu ya maaf jika tidak bisa menemani makan siang ya!" pamit Daffa yang merasa tak enak hati Bagaimana tidak baru sehari menjadi menantu dirinya dan Alika malah makan dalam kamar.
" iya silakan, nanti kalau masih kurang stoknya kamu balik lagi ke sini saja ngambil! " perintah Alice sambil tersenyum karena menyadari jika menantunya itu sedang merasa tak enak hati.
ketika Daffa sudah berada di dalam kamar dan sedang memakan makanan yang tadi ia bawa terdengar ada keributan di depan gerbang, dan juga terdengar suara Alice dan Dika yang seperti sedang memarahi seseorang.
" itu bukannya suara mama sama papa, Memangnya Mereka kenapa lagi sih? terus manusia gila siapa siang bolong begini mengganggu ketenangan orang, tapi Biarkan saja pasti Papa sama Mama bisa menghandle nya! " Alika memilih bodo amat dengan keributan yang terjadi di depan Bukankah Berpikir itu juga harus membutuhkan tenaga.
" kamu selesaikan makannya saja dulu aku yang bakalan pergi melihat kira-kira apa yang terjadi di depan, nanti kalau ada orang yang nekat gimana soalnya sepertinya suara itu Tak asing bagiku!" setelah mengatakan hal itu dapat mengucap ulang tahun buat istrinya dan berlalu keluar dari dalam kamar.
Bolehkah menatap kesal pada suaminya itu yang jadi pria aku tidak ada manis-manisnya, masa iya malah memikirkan orang lain disaat dirinya berjalan saja sudah sangat susah.
" dasar suami yang tidak peka ini semua kan karena kelakuannya dia makanya aku sudah kaya bebek yang lagi kesusahan berjalan, Bukannya dibantuin atau apa ini Malah ditinggal pergi begitu saja!" sungut Alika menatap Ketus ke arah pintu nafsu makannya Yang tadi sedang berapi-api gini mendadak berubah total.
Jika saja makanan itu adalah dakwah sudah pasti dia bakal mengeksekusinya sekarang juga, karena dengan tega nya menghancurkan mood-nya yang berantakan.
tapi mau bagaimana lagi dirinya memang benar-benar tidak sanggup untuk berjalan soalnya sesuatu di bawah sana udah Terasa seperti dijepit, akhirnya pasrah saja karena mau memaksakan diri juga sama saja cari mati.
sedangkan di depan rumah suara keributan begitu terdengar jelas, apalagi dengan kedatangan Daffa membuat orang yang sedang mengamuk itu bertambah kesal.
"' ini semua gara-gara kamu. kalau bukan karena kamu kami tidak mungkin berpisah seperti ini, cepat Buka pintu gerbangnya biar kuhabisi kau pria Kurang ajar yang tanpa malu mengambil hak miliknya orang lain," teriak Raka dalam keadaan yang kusut antara Apa yang dilakukan semalam sehingga bisa berpenampilan sehancur itu.
Daffa menatap tajam kearah pria yang berada diluar itu dengan tanpa banyak bicara Ia pun membuka gerbang walaupun dicegah oleh Alice, karena wanita paruh baya itu tidak ingin menantunya berhadapan dengan orang yang tidak jelas seperti Raka.
__ADS_1
" Tidak usah dibuka nak gerbangnya Nanti kalau dia melakukan hal yang tidak-tidak kepada kamu gimana, papa kamu telepon polisi dong biar mengamankan manusia aneh ini! " perintah Alice yang benar-benar tidak suka melihat kehadiran mereka yang mengganggu ketenangan keluarga mereka.
" jangan ditelepon Pah polisinya, nanti aku yang bakalan bikin pria ini kapok dengan sendirinya! Soalnya kalau kita melapor ke polisi otomatis dia bakalan selamat daripada pukulan, Karena itu adalah membuat aku sangat tidak menyukainya jadi biarkan aku yang menyelesaikannya dengan cara yang lebih jantan! " pinta Daffa dengan Tatapan yang serius karena dirinya benar-benar harus memberikan pelajaran kepada Raka agar berpikir ulang dalam melakukan sesuatu.
Alice menggelengkan kepala tak setuju dengan perkataan menantunya itu, karena menurutnya orang seperti Raka itu adalah orang yang super nekat, yang bakalan melakukan sesuatu tanpa berpikir dahulu meskipun nyawa orang yang bakalan menjadi taruhannya.
" tidak boleh pokoknya mama tidak mengizinkan kamu mendekati manusia itu, dia itu nekat kalau misalnya kamu kenapa-napa gimana? "tanya Alice yang masih kekeuh dengan pendiriannya.
Daffa tersenyum karena memang wajar jika mertuanya itu merasa khawatir padanya, hanya saja sebuah masalah jika dibiarkan berlarut-larut seperti ini maka bisa dipastikan keselamatan Alika besok lusa kita tidak bisa menjamin nya.
" Maaf mah jika ini sudah menyangkut Alika dapat tidak bisa tinggal diam saja, karena kalau hari ini kita memanggil pihak yang berwajib entah besok lusa kalau nekat apa yang bakalan ia lakukan? " jelas Daffa.
" tapi kalau kamu yang turun tangan sendiri nanti bakalan jadi apa kalau misalnya dia nekat melakukan hal yang tidak-tidak, Mama itu hanya mewaspadai takutnya kamu itu kenapa-napa jadi tolonglah menuruti permintaan mama hanya kali ini saja!" pinta Alice namun suara Dika membuat wanita paruh baya itu akhirnya Hanya bisa pasrah saja.
" Kamu urus dengan cara kamu Nak bapak akan mendukung semuanya, karena itu orang kalau tidak dibikin efek Jera bakalan terus mengganggu ketenangan kita!" perintah Dika tanpa ingin dibantah lalu menarik tubuh istrinya agar ikut dengannya masuk ke dalam rumah karena jika urusan menyangkut Alika bukan menjadi hak mereka lagi melainkan sudah sepenuhnya milik Daffa.
Alice hanya bisa pasrah ketika kemauan suami dan menantunya itu tidak bisa diganggu gugat lagi, mungkin bisa ia lakukan hanyalah mengharapkan semuanya berjalan sesuai dengan rencana tidak ada pihak yang dirugikan dan Semuanya bakal terselesaikan tanpa berlarut-larut.
mereka menatap kesal kearah Daffa yang terlihat begitu akrab dengan kedua orangtuanya Alika, Padahal selama setahun berhubungan dengan Alika jangankan bertemu mengenal mereka pun tidak sama sekali.
" jadi bisa katakan kepada saya Apa tujuan anda untuk datang ke tempat ini, soalnya waktu kedatangan anda sekarang itu sangat mengganggu istirahat siang akibat semalam kami yang terlalu begadang sampai lupa waktu. dan ketika mau istirahat Anda tanpa malunya datang ke sini, padahal istri saya dan juga keluarganya tidak punya kepentingan apapun dengan anda sama sekali! " Dafa sengaja mengatakan hal itu agar Raka sadar posisinya sebagai apa di tempat itu apakah ajarannya masih diharapkan atau tidak itupun Daffa lakukan.
" Aku ingin bertemu dengan Alika sekarang, dan satu lagi aku tidak punya urusan dengan kamu sedikitpun! Jadi anda Jangan membuang waktu percuma untuk hal yang tidak ada gunanya sama sekali, Sebab aku kesini ingin ketemu sama Alika bukan sama siapapun Apalagi kamu! " sinis Raka.
Daffa tertawa pelan melihat rasa percaya diri Raka yang begitu tinggi, dirinya bahkan ingin tertawa sekencang mungkin ketika melihat ada orang yang begitu percaya diri seperti pria yang berada di hadapannya kini.
" menurut kamu mu Penghargaan apa yang cocok diberikan untuk orang yang rasa percaya dirinya begitu tinggi, Sebab aku saja bingung harus melakukan apa biar kamu paham kalau apa yang kamu katakan semuanya dari tadi itu adalah sebuah kebohongan besar? " Sindir Daffa membuat Raka tak terima dan hendak melayangkan sebuah pukulan tetapi dapat dielakan dengan mudah oleh Daffa.
" atas dasar apa kamu ingin memukulku tanpa tahu malu seperti itu, Aku sarankan kamu lebih baik pulang tidur saja daripada banyak bicara dan bertingkah yang tidak jelas! " ujar Daffa sambil tersenyum mengejek karena memang dirinya merasa lucu dengan Sikap yang ditunjukkan Raka ini.
" jangan kamu pikir karena sudah berhasil menikah dengan Alika, maka kamu dengan mudahnya dapat melakukan sesuatu Sesuka Hati? karena aku tidak akan pernah tinggal diam dan akan berusaha merebut kembali apa yang sudah menjadi milikku,, karena kami sudah melalui ratusan hari untuk selalu bersama dan itu tidak mungkin dapat kamu ambil ataupun kamu tolak kebenarannya!" Raka terlihat begitu percaya diri ketika mengatakan sebuah kebohongan yang seperti begitu walaupun kebanyakan ada benarnya juga sih.
" memang benar sih kamu sudah melalui banyak hari dengannya dan aku juga tidak menampik kalau itu, hanya saja apa yang kamu dapatkan ketika melakukan hal itu dengan istriku? jangankan memeluknya memegang tangan pun tidak pernah kamu lakukan, sedangkan aku luar dalamnya pun sudah aku lihat mencicipinya apalagi jadi nikmat apa yang harus aku dustakan? " tanya Daffa sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
" kurang ajar Apa maksudnya kamu mengatakan hal itu, kamu pikir aku bakalan percaya dengan semua kebohongan yang kamu katakan barusan? dia tidak mungkin memberikan hal itu kepada kamu karena sampai kapanpun hatinya itu hanya milik aku, karena sampai kapanpun dia tidak akan pernah menerima keberadaan kamu dan Aku pastikan menjamin hal itu!" teriak Raka yang seolah-olah benar-benar tak menerima kenyataan yang ada.
Daffa tersenyum mengejek ketika melihat Raka yang terlihat begitu frustasi, hanya saja jika iya berubah menjadi orang yang baik dan tidak tegaan maka bisa dipastikan itu bakalan nekat dan melakukan hal yang tidak diharapkan sama sekali.
" jadi apa urusan kamu sudah selesai, soal aku harus kembali ke kamar untuk memastikan keadaan istriku aku tak tega meninggalkan dia terlalu lama ?" tanya Daffa membuat Raka merasa kesal kepadanya terlalu sombong dan juga angkuh.
" jadi bisakah kamu carikan dia saja setelah itu aku yang bakalan tanggung jawab karena biar bagaimanapun dia pasti tidak bakalan menolak kehadiranku mengingat Sudah berapa lama Kami Bersama?" tanya Raka dengan penuh percaya diri membuat Dafa berusaha untuk tetap tenang karena jujur menghadapi pria yang tak punya rasa malu seperti Raka ini benar-benar menguji kesabaran nya.
"bisa ulangi Perkataanmu yang bodoh tadi, karena aku merasa seperti salah dengar makanya aku minta kamu untuk mengulangi lagi?" tanya apa yang besar perannya kali ini benar-benar diuji oleh manusia seperti Raka itu.
"kamu pasti penasaran kan Atau kamu sudah menyerah jika selama bersamamu Alika selalu menyebut Namaku, Ya maklumlah orang aku kan pria yang paling terbaik untuknya dan pasti dia menyadari hal itu!" sinis Raka sambil tersenyum mengejek membuat Daffa tanpa banyak bicara lagi langsung mendaratkan satu bogem mentah padanya.
"jaga bicaramu karena aku tidak terima jika nama istriku disebut oleh pria bodoh Seperti mu, dan satu lagi orang yang paling ingin dilupakan di dunia ini yaitu kamu karena saat berhubungan dengan tidak ada satupun hal baik yang ia dapatkan!" Daffa menghajar aku secara membabi buta untung juga segera dilerai oleh Alika jika tidak anak orang bisa keok.
" stop, Mas Dafa kamu kalau terus memukul anak orang ini bisa dipastikan dia bakalan mati di tangan kamu dan kamu bakalan di pubg dana karena sudah melakukan kejahatan, hal itu terjadi terus akunya gimana dong masa iya baru nikah langsung ditinggal?" teriak Alika membuat Dafa menghentikan aksinya itu karena dia yakin Raka pasti mendengar apa yang Alika katakan barusan dan dengan hal itu saja pria tersebut pasti sadar dengan berapa persen harapannya akan terkabul.
netra Raka membulat sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh Alika barusan, dirinya seolah menolak untuk percaya tetapi apa yang ia dengar itu bukan sebuah kalimat yang sedang bercanda.
" sayang kamu Maksudnya apa ngomong seperti itu, Memangnya hubungan kita selama ini tidak pernah kau menganggap sama sekali? " lirih Raka yang mencoba bangkit meskipun tubuhnya bergetar akibat dahsyatnya pukulan yang diberikan oleh Daffa dan juga kata-kata yang diberikan Alika barusan.
" Kamu tahu kan kalau hubungan kita sudah berakhir, karena di saat kamu melakukan hal yang tidak pantas seperti itu di saat itu juga kita sudah berakhir! karena aku bukan tipe wanita yang mau saja berbagi batangannya untuk orang lain, kalau sudah sadar dengan apa yang kamu lakukan bisa tidak jangan mengusik ketenanganku sekarang ini. karena kamu bersenang-senang saja aku tidak melarangnya, Kenapa tiduran aku yang melakukan hal itu kamu tidak menyukainya?" apa yang Alika katakan membuat Raka kebingungan harus bersikap seperti apa sebab dirinya sadar dengan kesalahan fatal yang telah ia lakukan dahulu tapi mau bagaimana lagi karena itu itu adalah kecanduan yang tidak bisa ia lepaskan sama sekali dirinya juga tidak ingin di posisi yang seperti begitu.
" aku mohon Kembali Padaku, kita mulai Semuanya dari awal dan hanya ada aku aku dan kamu kamu tidak ada mereka. bantu aku agar terlepas dari jeratan ini dan aku tahu hanya kamu saja bisa melakukannya!" Daffa Masih betah berada di samping istrinya dengan menatap was-was takut jika nanti Alika bakalan berubah pikiran.
" kamu kalau bicara itu dipikirkan dahulu atau tidak ya, setelah merusak anak orang kamu dengan entengnya meminta kita untuk memulai dari awal, saat kamu melakukan itu pernah tidak Kamu berpikir jika yang kamu sakiti itu adalah seorang wanita sama seperti wanita yang melahirkan kamu? jika aku menerima kamu suamiku yang sekarang mau taruh di mana? asal kamu tahu saat menerima dia sebagai suamiku aku sudah, aku sudah berjanji pada diriku sendiri bakalan tetap berkomitmen untuk menjalani pernikahan dengannya tanpa ada namanya perpisahan Terus sekarang kamu tanpa beban datang memintaku seperti gitu?" tanya Alika Yang Tak habis pikir dengan harakat yang selalu saja ingin mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain'
Daffa tersenyum bahagia ternyata istrinya itu memang wanita yang luar biasa tidak pernah gagal dalam mengambil sebuah tindakan dan dirinya bangga karena bisa memiliki hati wanita itu.
Raka Nelangsa hilang sudah harapan nya untuk tetap bersama Alika Jika ditanya apakah dirinya bakal menyerah jawabannya tentu tidak ferguso, karena dirinya selalu percaya ya jika sekarang mungkin jodohnya tertunda dengan Arika tapi entah esok Siapa yang tahu?
Jika ditanya bagaimana perasaannya untuk para wanita yang selalu ia permainkan, dan tentu saja jawabannya biasa saja karena dirinya tidak pernah menggunakan perasaan saat bermain dengan mereka yang notabene sendiri yang menyerahkan diri mereka secara sukarela tanpa unsur paksaan. perbarui bahkan saat bermain dengan mereka pun hanya ada nama Alika di dalam benaknya tak peduli Bagaimana perasaan para wanita itu secara fisik.
" jadi karena sudah mendengar jawaban langsung dari istriku Bisakah kamu pergi meninggalkan tempat ini sekarang juga, karena aku tidak ingin dia kelelahan menghadapi manusia yang tidak punya urat malu seperti kamu?" pernyataan sinis dari Daffa itu dan juga harga tetapan sendu Alika untuk pria itu membuat mereka benar-benar hancur dirinya tak percaya jika kisahnya harus berakhir seperti begini.
__ADS_1
" Lika apa tidak bisa dipikirkan lagi tentang hubungan kita yang lalu, apa memang tidak bisa diulang kembali mengingat Semua yang pernah kita lalui?" tanya Raka yang masih berusaha membuat Alika berubah pikiran.