
Diana sebenarnya tidak suka marah-marah sih tapi entah kenapa setiap kali bertemu dengan DK tiba-tiba tensi darahnya langsung membludak, alhasil selalu terjadi kehebohan setiap mereka bertemu bahkan tidak mempedulikan tatapan aneh dari orang sekitar karena memang Sikap mereka yang terlihat begitu tidak peduli.
" Ya sudah kalau memang Om punya pemikiran seperti itu silakan saja tidak ada yang melarang kok Karena setiap manusia didunia ini kan selalu diberikan kebebasan buat berpikir. hanya saja Lain kali tolong dimintai dulu pendapat orang tersebut mau tidak mendengar saran dari om, kalau memang tidak mau anda juga harus sadar diri kalau sebenarnya posisi anda itu tidak dibutuhkan!" jelas Diana dengan tampangnya begitu terlihat menyebalkan karena mengatakan sesuatu dengan nada menyindir secara halus.
" saya juga sebenarnya tidak mau repot-repot untuk mengatakan sesuatu kepada anda, hanya saja tadi itu saya hanya mengatakan yang sebenarnya tidak ingin mengadakan ada soalnya bakal membuang Tenaga percuma." setelah mengatakan apa yang ingin didengarkan oleh Diana saat itu juga Deka langsung pergi dari situ karena menurut pria itu ngapain juga bertahan jika kehadiran kita sendiri tidak dihargai oleh orang tersebut.
Arin sebenarnya merasa bersalah kepada Deka yang setiap kali bertemu dengan Diana pasti bakalan dimarahi habis-habisan oleh Cs nya itu, padahal sebenarnya maksud pria itu baik-baik saja tidak ada yang bilang tidak sopan atau juga menyinggung perasaan orang lain. Akan tetapi entah mengapa Diana bawaannya sensi melulu, terkadang Arin sampai bingung memangnya ada masalah apa sahabatnya itu di masa lalu hingga membenci makhluk Tuhan yang bernama pria.
" Kamu itu kenapa kasar sekali sih kepada orang yang lebih tua memangnya mereka punya kesalahan apa kamu, kita sebagai orang yang umurnya lebih mudah itu setidaknya menghormati lah yang lebih tua biar kesannya bukan seperti anak pembangkang lainnya?" tanya Arin yang benar-benar tidak paham dengan jalan pikiran Diana itu.
" entahlah mungkin karena sikap dia saat pertama kali bertemu sudah kesannya tidak bagus jadi kebawa sampai sekarang, habis Siapa suruh orangnya juga selalu cari masalah denganku ya sudah akhirnya aku ladeni saja!" jelas Diana cuek lagian tidak ada faedahnya sama sekali menjelaskan masalah yang jelas-jelas orangnya yang selalu mencari masalah saja tidak ada di situ.
" Ya sudah terserah kamu saja deh yang penting lain kali kalau ketemu usahakan bersikap biasa saja, atau anggap aja dia tidak ada di situ sehingga kalian tidak berselisih paham lagi terus-menerus soalnya aku sebagai pihak ketiga tuh paling sengsara loh?" Pinta Arin.
" Siapa suruh aku kemanapun mau pergi kamu selalu menempel ya sudah kebagian imbasnya ya kamu, sekali-sekali aku kalau mau kemana-mana kamu jangan terlalu lengket kayak perangko kan enak jadinya. Nanti orang selalu berpikiran kita itu semangka makan semangka. Soal nya tidak pernah lepas dari jangkauan di mana ada aku di situ ada kamu terus Dimana ada kamu disitu ada aku jadinya apa dong, Nah karena hal itu pula yang membuat aku jadi berdebat terus sama tuh Om Om karena sudah mencurigai tidak jelas! "jelas Diana.
Arin hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang dirinya juga tahu sebab musabab Diana selalu berdebat dengan Deka saat bertemu, hanya saja dipikirannya hal itu adalah masalah sepele yang tidak perlu diingat setiap waktu hanya membuat beban pikiran dan emosi setiap saat.
sedangkan pasangan yang paling kece badai membahana kini tengah beristirahat santai menikmati waktu berdua yang ada, jika nanti sudah ada ekor bertambah otomatis mereka bukan lagi dua melainkan 3/4.
" yang, kita kalau punya anak kamu maunya berapa?" katanya Dafa kepada istrinya itu.
bukannya menjawab pertanyaan dari sang suami Alika malah menatap sinis ke arahnya, usaha untuk 1 anak saya sampai sekarang belum membuahkan hasil malah bertanya berapa banyak. itu namanya pemaksaan buat berpikir terus menghayal nya terlalu tinggi nanti kalau tidak kesampaian jatuhnya itu sakit Bro, Bukankah di jalani saja itu lebih bagus karena setiap orang sudah diberikan rezeki masing masing dari yang di atas.
__ADS_1
Daffa yang dari tadi tidak mendapatkan jawaban dari istrinya merasa heran dengan pola pikir wanita, padahal dirinya tadi kan hanya berandai-andai bukan langsung to the point tapi sepertinya Alika tidak menyetujui dirinya melakukan hal itu.
" kamu kok tega tidak menjawab pertanyaan suami sendiri? Memangnya ada yang salah, aku kan hanya ingin mendengar jawaban kamu saja bukan memaksakan agar kamu harus hamil sekarang juga kan?" tanya Daffa penasaran.
" habisnya pertanyaan kamu terlalu jauh usaha untuk dapat 1 saja Pinggang aku mau encok tiap malam apalagi kalau sampai lebih dari satu, lama-lama besok pagi Jalan pakai merayap soalnya kelamaan digarap sama suami sendiri!" kesal Alika yang tidak menyukai sikap suaminya Kalau lagi mau ajak main kuda-kudaan tidak akan pernah berhenti jika puas.
" kamu jangan mengeluh seperti begitu dong justru saat kalau begitu kan kamu yang paling cerewet, apa mau aku contohin gimana nadanya saat kamu keenakan?" goda Daffa sambil menaik turunkan alisnya membuat Alika mendengus kesal sebab secara tidak langsung suaminya itu sudah mempermalukan dirinya yang terlihat begitu antusias ketika ML tetapi ketika diajak bicara menolaknya itu sungguh sadis Bro.
" kalau kamu bahas lagi tentang begituan Aku pastikan kamu bakalan puasa selama sebulan, Terserah kamu mau cari teman duet pakai tangan kek Pakai apa kek suka-suka kamu. Jadi orang kok sombong banget kalau berbicara soal absurd itu, padahal sebenarnya ya paling doyan Itu kan kamu di mana mana selalu pakai kesempatan dalam kesempitan. Alasan pergi Honey Moon eh ternyata sampai disini hanya diajak Unboxing tiap saat, sampai-sampai Papa sama mama saja di suruh pulang tempo jangan kelamaan di sini nanti mengganggu." Sindir Alika yang mencoba mengingatkan kembali kepada suaminya tentang permintaan konyol kepada orangtua mereka itu.
" Ya aku kan melakukan ini demi kelangsungan keturunan nya Dafa Junior kalau Papa sama Mama mereka kan sudah jadi ya itu kita berdua masa iya mereka tidak mengerti, dan juga karena menyangkut memberikan sudah tua jadi sedikit pikun tidak paham dengan Maksudnya kita ya Sudah aku bilang aja secara jujur." jelas Daffa membuat Alika menetap Jengah karena suaminya itu yang sudah tahu salah tapi masih saja dengan rasa percaya dirinya mengatakan bahwa ia selalu benar.
" Ya sudah jangan dibahas lagi baik kita lanjutkan saja pembuatan adonan, Siapa tahu kali ini kita berhasil menciptakan sesuatu di dalam sana meskipun hanya ujung kuku doang!" ajak Daffa yang bahkan sudah tidak peduli dengan penolakan sang istri.
menyangkut Mama itu anak baik tidak suka ngomongin orang kalau lagi bobok ya sudah kita skip aja ya, soalnya masih ada kok karakter yang lain yang bisa kita gibahin tidak perlu harus suami istri yang lagi panas panasnya itu kan Yang kata orang angin lewat pun tidak bakalan tembus soalnya terlalu rapat.
" eh Bella Kamu dipanggil tuh keruangannya Pak Alan, hanya saja kata beliau tadi dia tidak suka kalau kamu masuk ke dalam ruangannya dengan memakai rok di atas lutut serta Baju kamu yang setengah jadi!" perintah Nadia yang tadi kebetulan dipanggil ke ruangannya Alan untuk urusan apa nanti sebentar baru kita kepoin.
Bella yang mendengar apa yang dikatakan oleh Nadia membuat dirinya menatap heran ke arah rekan kerjanya itu, karena selama ini dirinya bekerja di tempat itu ya stylenya seperti itu sudah memakai rok diatas lutut kemudian bajunya yang belahan dadanya seperti ingin meledak keluar.
" Memangnya ada yang salah dengan penampilanku perasaan selama ini sah-sah saja, kalau memang Pak Alan mengeluarkan aturan yang baru setidaknya konfirmasi dong ke semua pegawai jangan hanya ke aku saja?" tanya Bella yang masih tidak menyukai dengan aturan baru yang dibuat oleh Alan dan itu tertuju langsung kepadanya karena dirinya adalah orang pertama yang memberikan ultimatum seperti itu.
Nadia hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar sebab dirinya paham jika orang yang tidak mempunyai niat tulus dalam pekerjaan, jika diberikan perintah cara dia mengelak itu dengan berbagai macam rupa dengan mengeluarkan kata-kata penolakan yang tidak sopan seperti yang dilakukan oleh Bella barusan.
__ADS_1
" kamu itu hanya masih menjadi pegawai biasa saja ngelunjak nya minta ampun loh apalagi kalau sudah jadi pemimpin perusahaan entah manusia didalam sini kamu bakalan jadikan apa, kita sebagai pegawai biasa yang berharap kemurahan hati dari majikan setidaknya jangan banyak komentar deh daripada nanti dipecat dengan tidak hormat kamu makan pakai apa, batu?" setelah mengatakan hal itu Nadia pun segera berlalu karena dirinya bakalan puyeng ketika harus menjawab pertanyaan Bella yang sangat tidak masuk akal.
Bella menghentakan kakinya ketika melihat Nadia meninggalkannya begitu saja tanpa mendengarkan keseluruhan protesnya, padahal sebenarnya dirinya itu ingin menjadi orang yang ketika bicara dihargai orang lain tidak malah ditinggalkan seperti begini.
"Ih menyebalkan sekali sih semua orang yang ada disini untung juga karena ingin menggaet hatinya Pak Alan makanya aku masih betah dengan manusia manusia bodoh itu, tapi awas saja setelah aku berhasil menjadi nyonya besar bakalan kudepak satu persatu agar mereka tahu bagaimana cara memperlakukan seseorang Bella?" sungut Bella memasang wajah cemberut nya karena merasa kesal dengan permintaan Alan sekaligus dengan sikap cuek yang ditunjukkan oleh Nadia.
" Permisi nona Bella anda sadar tidak kalau tadi sedang ditunggu Tuan Alan di ruangannya, Apa Anda sudah bosan dengan pekerjaan di sini kalau iya silakan angkat kaki saja dari tempat ini sekarang juga?" tanya Dio yang merupakan asisten dari Alan yang selalu saja membantu Bosnya itu secara tidak langsung dalam menghandle pekerjaan yang ada di situ.
" maaf tuan Dio, soalnya saya harus melakukan apa yang dikatakan Tuan Alan dulu baru bisa menemuinya!" ujar Bella sambil menundukkan kepalanya karena wajah Dio yang begitu cuek membuat dirinya merasa segan.
" Terus kalau sudah tahu bahwa kamu diberikan perintah seperti itu kenapa malah Bengong di sini, Kamu memangnya berani membiarkan majikan menunggu seperti itu? Atau memang benar perkataan saya tadi kalau kamu memang sudah bosan untuk bekerja disini dan ingin resign, Kalau iya ya tinggal katakan saja biar saya jangan capek bolak-balik ke sini Memangnya kamu pikir kamu itu seorang Nyonya besar yang harus saya hargai!" setelah mengatakan hal itu Dio pun pergi kembali ke ruangan Alan untuk menjelaskan apa yang terjadi diluar.
sepeninggal Dio tinggal Bella sendiri dengan kekesalan yang begitu memuncak karena hari ini dirinya sudah di hina berulang kali, mulai dari alam yang memintanya untuk merubah fashionnya dan juga Nadia yang cuek tak peduli padanya Ditambah lagi dengan Dio yang datang malah memarahinya tidak jelas.
" Kenapa sih semua orang di sini ada tidak menyukaiku apa karena aku terlalu begitu sempurna dan mereka merasa iri, tapi Iya juga sih biasanya orang yang iri itu karena tidak mampu maka dari itu mereka selalu saja memarahiku tidak jelas!" Ntah rasa percaya diri itu Bella dapatkan dari mana tapi yang penting Intinya cuma satu jangan terlalu percaya diri berlebihan nanti kalau di skak mat sama orang malu nya itu loh nggak ketulungan.
karena tidak membawa pakaian ganti di lokernya membuat Bella kebingungan, jika dirinya memesan secara online tidak mungkin juga akan datang dalam waktu dekat. Jalan satu-satunya dirinya harus meminjam pakaian dari office girl karena merekalah satu-satunya karyawan yang selalu datang ke perusahaan dengan membawa pakaian ganti, karena dirinya juga tidak ingin dimarahi oleh Alan lagi karena melanggar perintah pria itu.
" dasar Tuan calon suami Bilang saja tidak menyukai diriku dilihat oleh pria lain makanya dia meminta aku mengganti pakaianku, tapi tidak masalah Aku memakai pakaian orang miskin karena ini juga demi masa depanku yang bakalan lebih cerah dari sekarang. Lagian ada pepatah yang mengatakan bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian, biar saja orang mau komentar Seperti apa karena mereka tidak bakalan ngomong lagi besok lusa kalau tahu nasibku sudah berubah!" ujar Bella monolog seolah rasa percaya dirinya itu bakalan menjadi kenyataan yang tidak terbantahkan sama sekali.
setelah merasa penampilannya sesuai dengan apa yang di minta oleh Alan, Bergegaslah seorang itu menuju ke ruangan pemilik perusahaan itu.
tetapi sebelum itu dirinya memastikan dulu jika make up nya sudah paripurna, sehingga tidak membuat dirinya malu di hadapan Alan dan alhasil bakal diusir dari ruangan pria itu.
__ADS_1
sedangkan Alan diruangannya Tengah mengintrogasi Dio tentang Bella yang membuat dirinya tidak nyaman dari tadi pagi, Karena Wanita itu selalu saja mencuri pandang ke arahnya saat dirinya berada di kantin sebab sudah darurat perutnya sudah sangat keroncongan tadi.