
JANGAN LUPA LIKE N KOMMEN NYA YA
KARENA DUKUKANGAN KAMU SEMANGAT UNTUKKU...
LOPE U FULL
HAPPY READING YA GUYS
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
LANJUT ^^^^
"Aku balik ke kantor dulu ya Pah,soalnya tadi ijin hanya sebentar saja," pamit Alika.
"Hemm baiklah,tapi ingat jangan lupa untuk membuktikan ke Papa tentang kelakuan pacar kamu itu. Kalau memang dia terbukti tak bersalah,Papa bakal merestui kalian tapi tidak siap siap saja bakal Papa jodohin," ujar Dika yang terdengar serius.
"Ishh Papa niat banget sih buat misahin kami ,terus pake acara jodohkan segala lagi kaya jaman siti Markonah saja." Kesal Alika.
__ADS_1
"Siti Nurbaya Oa bukan markonah." Sahut Dika.
"Oh ternyata sudah diganti ya,aku pulang dulu ah,bye Papa ku sayang." Alika lalu pergi dari tempat itu ia tak ingin berlama lama bisa bisa nanti bakal kenyang dengar omelan sang Ayah.
Ngomong ngomong soal makan siang ,tadi saat meeting bertemu Dafa langsung dengan makan siang karena sudah masuk waktu makan siang.Ia tak tahu menahu urusan Raka,karena tadi katanya ada kerjaan siang ini dan tak bisa ditinggal.
Karena waktu istirahat siang sudah lewat,jalanan sedikit lengang hingga ia dengan cepat kembali ke Travel. Sesampainya disana ia langsung menuju kubikel tempat meja kerjanya berada,tak ada niat untuk keruangan Raka sedikitpun.
Saat sedang asyik memeriksa laporan,sebuah usapan pelan terasa dipuncak kepalanya ia yakin jika itu pasti kerjaan Raka.
"Sayang kamu kok sudah pulang tidak langsung keruangan ku?" Tanya Raka pelan.
"Lho siapa yang bilang kamu bakal gangguin pekerjaan aku,yang ada aku mah malah senang?" Tanya Raka heran.
"Bukannya selama ini pagi sam Siang kita tak pernah bertemu,karena kamu sibuk dengan tamu kamu yang tak jelas batang hidungnya itu?" Tanya Alika balik.
Raka mengeryitkan keningnya pertanda bingung dengan perubahan Alika,padahal tadi sebelum keluar wanita itu baik baik saja kenapa sekarang berubah.
__ADS_1
"Kamu kenapa kok jadi bicara ngelantur seperti ini,ayo kita keruangan ku sekarang bicara baik baik," ajak Raka.
"Aku lagi banyak kerjaan dan tak bisa ditinggal," tolak Alika.
"Sayang pliss jangan seperti ini ya,ok kalau aku salah maafin aku ya tapi kita keruangan ku sekarang bicara baik baik jangan marah marah ya aku sungguh tak sanggup," pinta Raka serius.
"Sepertinya bakal jadi kesempatan bagus nih ,aku harus bisa meletakan kamera itu agar aku tahu bagaimana kelakuanmu dibelakang sana," gumam Alika dalam hati.
"Hemm baiklah,kamu duluan gih aku mau ambil ponsel ku dulu," ujar Alika sambil memaksakan senyuman di wajahnya.
Raka langsung menuju ruangannya tanpa curiga sedikitpun ,yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana agar Alika tak marah kepadanya dan meninggalkan dirinya.
Jika sampai itu terjadi ,bisa dibayangkan betapa hancurnya pria itu karena harus ditinggalkan wanita yang dicintainya itu akibat dari kebiasaan buruk nya itu.
"Semoga saja karena dia capek jadi marah marah,dan tak ada hal buruk yang berarti," gumam Raka lagi.
Melihat Raka yang sudah menjauh Alina lalu mengambil kamera mini dalam tasnya,lalu menyusul Raka dalam ke ruangannya.
__ADS_1
Vika yang melihat Alika yang hendak masuk kedalam ruangan sang partner sexnya,membuat dirinya meradang ia merasakan panas dalam dadanya.Apalagi melihat tatapan penuh cinta milik Raka ,sedang kepadanya hanya tatapan penuh nafsu.