MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 184


__ADS_3

Ana yang sedang menunggu Alan meeting dibuat pusing sendiri memikirkan soal sang Mama,yang pasti sedang heboh di rumah.


Padahal tanpa dirinya sadari jika sang Mama ternyata sedang shopping,sebab suntuk sendirian di rumah ketika semua orang pada sibuk dengan dunia masing masing.


Begitu juga dengan Sandra yang tengah bosan karena hanya terkurung dalam Apartemen nya Alan tanpa melakukan apapun,memilih untuk mengajak suaminya pergi ke Mall untuk cuci mata.


Sandra tidak pernah merasa takut ketika pergi keluar rumah karena biar bagaimanapun dirinya adalah orang indonesia tulen,otomatis jika hilang di negeri sendiri pasti mustahil karena tinggal bertanya saja.


Karena apa gunanya bahasa persatuan jika tidak bisa di gunakan,maka dari itu biar jauh di negeri orang saat pulang jangan lupa bahasa sendiri jangan pernah merubah logat apalagi bahasa mu sendiri.


Itulah yang di lakukan oleh Sandra yang bahkan medok surabaya tak ia hilangkan sama sekali,jadi tidak terlalu kentara kalau sebenarnya ia baru pulang dari luar negeri.


"Pah,nanti kalau ada Spg yang tebar pesona ingat ya kamu jangan macam macam atau aku bakal marah besar!" bisik Sandra ketika sampai di tempat itu malah suami nya yang jadi primadona padahal usianya tidak muda lagi.


"Ya ampun Mah,Papa itu mana pernah menatap kearah lain selain ke Mama?" Tanya Alexis sambil tersenyum kearah Istrinya itu.


" Mama kan hanya waspada saja jangan sampai nanti beneran bahwa apa yang Mama katakan menjadi kenyataan, Soalnya papa itu kan suka nggak tahan kalau digodain sama cewek pasti bakalan kasih tebar pesona memang!" Ujar Sandra dengan tatapan menyelidik.


"Iya nanti Papa pake Masker dulu biar sekalian cari aman memang,soalnya Papa takut jatah malam bakal berkurang!" Bisik Alexis yang malah memberi kode di tempat umum.


Sandra yang aslinya tukang jahil pun tidak tinggal diam memberi kode pada suami nya itu,kalau dirinya juga tidak masalah melakukan hal gila itu.


" kayaknya kebetulan, Sayang. Soalnya banyak toko yang kosong,jadi kita bisa gunakan kesempatan dalam kesempitan." Bisik Sandra pula membuat keduanya langsung tertawa karena mengingat tingkah konyol mereka itu.


"Kayak nya belum juga celana turun,eh sudah di grebek." Ujar Alexis.


"Belum juga Ahhhh,ihhhh sudah ditarik ke pos satpam." Sandra menimpali sampai keduanya langsung tertawa tanpa melihat keadaan sekitar jika semua orang pada menatap mereka berdua yang bertingkah sangat aneh layaknya ABG yang sedang pacaran.


Kebetulan Lia juga berada di tempat itu sangat terkejut dengan orang orang yang berbisik sambil melihat ke arah tertentu,dirinya juga yang ratu penasaran pun tidak mau ketinggalan.


"Ada pangeran inggris kah yang datang?" Gumam Lia yang sangat Nge-fans dengan kehidupan Kerajaan Inggris yang menurutnya serba glamour Tetapi kesederhanaannya lebih di tonjolkan dan juga para istri mereka yang cantik dan elegan.


"Permisi,ence! Kalau boleh tahu ini ada apa ya pada kumpul rame rame,apa ada sesuatu yang wow begitu?" Tanya Lia antusias.


"Itu Tante ada pasangan yang sangat paripurna meski tidak muda lagi." Tunjuk salah satu anak SMA yang bukan nya sekolah malah ke Mall memang nya dia pikir saat pulang dari mall nanti segala macam rumus matematika bakal di kuasai.


Netra Lia membulat sempurna ketika melihat siapa yang sedang menjadi bahan tontonan, yang merupakan sahabat waktu SMA dulu yang setiap ketemu bakal saling ejek sampai ada yang ngambek.


'Lho itu kan Buluk?" Tanya Lia tak percaya.


Sandra yang merasa ada yang menyebut kata kata yang paling ia benci dulu,langsung mencari tahu kira kira siapa yang berani mengungkit aib di masa lalu nya itu.


"Kurang ajar,siapa sih yang berani mengatakan hal itu kepadaku?" Tanya Sandra kesal membuat Alexis menatap heran kearah Istrinya itu.


"Kamu kenapa Sayang?" Tanya Alexis penasaran.


"Aku kesal Mas,tapi sudahlah mungkin hanya perasaan aku saja tadi." Ujar Sandra memasang wajah cemberut nya.


"Heiii Buluk!" Teriak Lia lagi karena yakin tadi pasti Sandra tidak mendengar nya.


Sandra menoleh kearah sumber suara dan langsung tertawa ngakak,karena ternyata ada teman masa lalu nya yang sedang mengajak perang.


"Ehhh tenyata ada Cebol Burik toh,aku pikir siapa tadi yang memanggil ku dengan sebutan yang sangat manis itu?" Ujar Sandra sambil mencubit gemas pipi Lia hingga memerah.

__ADS_1


Lia pun tak kalah gemas dengan membalas apa yang di lakukan oleh Sandra itu,hingga membuat Alexis heran. Apakah cara para wanita Indonesia setiap bertemu kawan lama,pasti akan berbuat seperti itu atau tidak.


"Kamu lagi selingkuh buluk?" Tanya Lia sambil menunjukan kearah Alexis yang juga tengah menatap kearah nya sambil mengerutkan kening nya.


"Eh Cebol Burik,lain kali kalau tidak tahu apa apa lebih baik tanya dulu biar tidak salah paham. Dia itu suamiku yang tadi kamu sangka selingkuhan ku,makan satu saja tidak habis habis masa iya cari yang lain memang nya ada yang bentukan ujung nya terbuat dari emas seperti Monas?" Tanya Sandra.


Lia hanya ber-oh saja karena sama saja diri nya mau merespon bagaimana lagi,akhirnya pasti juga bakal ketemu.


"Kalian sejak kapan ada disini?' Tanya Lia.


Sandra akhirnya mengingat kelakuan teman debat nya itu,karena gara gara wanita itu membuat putranya galau setengah hari karena Lia yang melarang putrinya untuk tidak berhubungan dengan siapa siapa.


"Ini semua tuh kan gara,coba tadi kalau tidak macam macam dengan melarang Ana dan Alan ketemu pasti aku tidak bakal jengkel ke Kamu!" Ketus Sandra .


"Lho itu kan hak ku sebagai Mama nya Ana,kenapa jadi kamu yang sewot? Lagian awas saja kalau kamu berani ngegas terus ke aku,atau aku bakal tidak akan pernah memberikan restu untuk anak kamu yang merupakan Buluk 02." Sinis Lia santai membuat Sandra meradang.


Persetan dengan restu yang di dapatkan, karena biar bagaimanapun orang yang sudah sengaja menyakiti kita harus kembali di sadarkan dengan cara kita agar dia paham jika apa yang di lakukan itu adalah sebuah kesalahan.


"Wah jadi ceritanya kamu mau balas dendam karena aku dulu melarang kamu berhubungan dengan Andra?" Tanya Sandra dengan tatapan menyelidik.


"Eh siapa bilang begitu,yang ada itu Andra yang klepek klepek dan mengejar diriku?" Lia tak mau kalah telak dari Sandra.


"Ya padahal dulu aku sempat lihat lho,kalau ada orang yang sampai mau loncat ke kali gara gara cinta nya di tolak. Jelas di tolak lah,orang bentukan nya seperti buluk begitu?' Ujar Sandra lagi membuat Lia mendengus kesal.


"Kamu kali yang nangis darah karena di tolak sama Ketos kita dulu." Lia yang merasa tak ada bahan untuk membalas Sandra memilih untuk menutup gemas mulut sahabat nya dahulu.


"Aku bakal buat anak kamu kesusahan sampai menyerah untuk mengejar anak ku." Ancam Lia sambil berbisik.


"Oh tenang aku tuh tidak masalah,soalnya masih banyak wanita di Kanada yang bakal dengan senang hati menerima Putra ku yang tampan dan juga kaya itu!" Sahut Sandra tak mau kalah.


"Ya itu memang tidak bisa di pungkiri karena Bibit dari Andra itu tidak di ragukan,kamu yang harus beruntung. Hanya saja aku takut jangan sampai nanti putri mu yang bakal mengejar Alan,karena mau minta tanggung jawab. Kamu pasti tahu kan gaya pacaran anak anak jaman sekarang,pada nyicil dahulu sebelum menikah?" Bravo akhirnya Lia punya lawan yang sepadan.


"Mah,kita jadi belanja atau tidak?" Tanya Alexis memastikan.


"Jadi dong Pah,tapi bareng sama Buluk kesayangan aku ini ya?" Tawar Sandra sambil menarik tangan Lia agar ikut dengan nya.


Lia yang ingin sekali menolak akhirnya hanya bisa pasrah,karena memang sikap Sandra yang sangat pemaksa itu tidak bisa di blok sama sekali oleh dirinya.


"Aku masih ada urusan lain di rumah." Bohong Lia karena jengah melihat sikap Sandra yang terlalu heboh seperti anak gadis.


"Nanti urusan kamu itu aku yang bantu beres kan." Sahut Sandra Santai.


"Kalau misal nya urusan aku itu yaitu memuaskan suamiku,memang nya kamu mau ikutan juga?" Tanya Lia sinis.


"Eh kalau soal itu kan aku juga bisa menyesuaikannya dengan suamiku." Ujar Sandra cengengesan.


"Idih dasar yang otak ny sudah terkontaminasi sama Bule,dimana saja pasti ngomong nya Vulgar semua." ejek Lia.


"Habis nya enak sih,aku saja sampai ketagihan." Bisik Sandra.


"Buluk mesum." ledek Lia.


"Cebol Burik sok polos!" Ledek Sandra balik membuat Alexis hanya bisa berjalan sambil menundukan kepalanya karena malu dengan sikap kedua wanita paruh baya itu yang sudah seperti Abg yang sedang belajar nakal.

__ADS_1


"Kalau tahu bakal hancur begini,lebih baik aku tinggal di rumah saja,daripada kalau disini malu nya sungguh berton ton rasanya!" Gumam Alexis stres tapi tidak mungkin juga kan membantah apa yang di inginkan oleh Sandra.


"Aku jadi ingat dulu kalau kira sudah kumpul pasti bakal heboh,sampai sampai suami kamu itu selalu saja kabur karena malu dengan kehebohan kita berdua." Ujar Sandra sedikit bernostalgia.


"Hemm, kamu benar belum lagi dengan singkatan panggilan yang di kasih ke kita itu bikin gemas saja." Lia menimpali.


"CeBuBur alias Cebol Buluk Burik." Keduanya langsung tertawa.


"Eh Buluk,itu suami kamu bukan?" Tanya Sandra ketika sadar jika cs nya sedang duduk bersama seorang wanita muda.


Jika Sandra begitu antusias akan bertemu dengan Andra,berbeda dengan Lia yang meradang karena melihat Andra suami nya sedang tertawa Dengan wanita lain.


"Kurang ajar,tadi katanya ada meeting di kantor tapi sekarang kok malah ada di sini bersama dengan wanita muda sambil cengengesan tidak jelas seperti orang yang sedang ketahuan selingkuh? " terlihat Lia begitu gemas dan langsung tanpa babibu mendekati Andra sambil menggebrak meja sehingga membuat berkas-berkas yang ada di situ langsung melayang entah kemana.


sedangkan Sandra hanya menarik tangan suaminya Alexis agar ikut menonton drama rumah tangga yang sedang ditampilkan oleh Lia dan Andra itu, kira-kira nanti akhirnya nanti bagaimana tinggal tunggu saja.


Brakkk


Kedua orang yang tadi sedang serius langsung terkejut karena apa yang di lakukan oleh Lia barusan,apalagi tatapan membunuh milik wanita itu sungguh sangat menakutkan.


"Mama,kok ada disini?" Tanya Andra heran.


"Kenapa,kaget? Wah jadi ini ya meeting di kantor yang sangat penting,sampai sampai jalan pun tidak pamit sama istri sendiri soalnya yabg lebih muda lagi nungguin?" Sindir Lia sambil menatap tajam kearah Suami nya itu yang malah tak paham dengan semua nya.


"Hajar Cebol Burik ku Sayang,aku mendukung kamu dari garda terdepan!" Teriak Sandra yang malah jadi provokator kelas Ikan lele jumbo itu.


"Sayang,jangan seperti itu dong? Bukan nya kita harus melerai mereka,agar jangan bertengkar di depan umum?" Tanya Alexis sambil berbisik.


"Tidak bisa begitu dong,pokok nya ini semua harus di beri kompor gas agar lebih panas lagi." Sahut Sandra tak mau kalah.


"Astaga,kalian itu teman seperti apa sih di masa lalu." Tanya Alexis heran.


"Teman saat susah dan senang,saat tidak ada masalah dan mencari masalah." Sahut Sandra Santai.


Alexis hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang Istri,yang memang tidak ada dua nya di dunia.


Lia masih menatap sinis kearah suami nya itu, karena bagaimanapun Andra itu tidak pernah melakukan hal itu kepadanya pasti jika ke mana-mana bakalan melaporkan apa yang ia lakukan dan dengan siapa. Berbeda dengan pagi ini yang nyelonong pergi begitu saja tanpa pamit bahkan menoleh kearahnya pun tidak.


"Jadi apa anda masih ingin mengelak Tuan Andra yang terhormat?" Tanya Lia dengan wajah yang sudah sangat tidak bersahabat.


Andra hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana Lagi,karena tidak enak hati pada Klien nya dan juga merasa bersalah pada istirnya itu.


"Mah,bisa tidak penjelasan nya nanti setelah meeting ini selesai,kasihan Miss Anne yang datang jauh jauh tapi kita biarkan dia menunggu?" Tanya Andra dengan nada memohon.


"Oh Tidak bisa begitu,Kalau sampai kamu lebih penting kan wanita jadi jadian ini maka aku bakal kenalin My Buluk kepada Bule kanada!" Ancam Sandra yang tidak memberikan waktu Lia untuk menjawab.


Andra mendengus kesal karena baru sadar jika provokator sejati sedang berada di sekitar mereka,sedangkan dari tadi dirinya tidak sadar sama sekali dengan kehadiran Sandra itu.


"Heh Buluk,kamu itu kenapa sih selalu saja jadi Kompor Gas untuk masalah kami?" Tanya Andra kesal.


"Bodoh amat,yang penting intinya hanya satu yaitu mulai saat ini setiap kalian ada masalah aku yang akan jadi wasit nya!" Sahut Sandra sambil menaik turunkan alisnya.


"Jadi wasit bukan buat penengah tapi malah buat aku tambah mumet,ayolah kamu bujuk teman kamu untuk menunggu aku sampai selesai kerja!" Bujuk Andra.

__ADS_1


"Wah Lia,ini tidak bisa di biarkan masa iya kamu yang sebagai istri Sah di usir dan dia lebih memilih wanita lain yang jelas jelas calon pelakor?" Tanya Sandra agil menatap heran kearah Lia.


__ADS_2