
Daffa tidak ingin meladeni perkataan Alika karena nanti bisa menambah masalah, Bagaimana keras kepala sang istri sudah masuk di dalam kotak Java selama ini jadi lebih baik dirinya memilih diam daripada nanti jatahnya bakalan hangus.
" Ya sudah kalau begitu aku minta maaf deh, tidak bakalan ngomongnya aneh-aneh istriku hilang cantik jangan marah-marah ya!" bujuk Daffa agar Alika tak marah-marah lagi.
" Aku tidak marah kok Yang tadi itu hanya tes kantong saja, Lagian Apa gunanya coba untuk marah-marah nanti dikira udah tua karena sukanya marah-marah?" Alika sambil tersenyum membuat Dafa tak percaya juga dari tadi dirinya ternyata dikerjain orang wanita yang sangat ia cintai itu.
jika mencintaimu adalah kebodohanku maka Biarkanlah aku menjadi orang bodoh terus, karena dengan begitu rasa cintaku tidak bakal lekang oleh waktu dan pergi tergerus oleh ombak.
cie autor sok puitis, Padahal nanti jatuhnya bakalan terdengar lebay.
" Oh iya soal aku yang menghilang tadi kamu sudah kasih kabar ke Papa sama Mama belum, Semoga saja kamu belum kasih kabar ya Karena aku tahu bakalan paniknya seperti apa mereka nantinya? " pertanyaan Alika barusan sontak membuat Daffa terkejut karena dirinya tadi sudah mengabarkan ke keluarga di tanah air dan bisa dipastikan mereka pasti sedang OTW ke sini.
" Astaga Yang, maaf tapi itu sudah terjadi habis akunya bingung mencari pertolongan ke mana lagi ya mau tidak mau menghubungi Papa di Indonesia. "ujar Dafa cemas Bagaimana kalau orang tuanya dan mertuanya benar-benar ke sini Wah cuaca sedang tidak mendukung sama sekali.
" kamu kok bisa bisanya ya cepat menyerah seperti begitu, Kamu kan tahu kalau mereka itu sudah tua semua kalau nanti kenapa-napa gimana coba? Bisa tidak lain kali itu diusahakan dulu, nanti kalau memang sudah tidak bisa sama sekali barulah bisa mencari pertolongan?" sungut Alika.
Daffa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena memang apa yang dikatakan istrinya itu sangat benar tapi mau bagaimana lagi sudah kepalang tangan tinggal di hadapi saja bukan untuk lari.
"Terus kalau Deka kamu apakan dia, jangan bilang kamu juga suruh dia untuk ke sini? Astaga Mas Kamu itu kenapa sih orangnya terlalu kelebihan panik, sampai-sampai melakukan sesuatu hal yang tidak jelas seperti begitu?" tanya Alika memastikan.
" itu manusia cuman mungkin sebentar lagi bakal sampai karena biar bagaimanapun dia harus bertanggung jawab atas semua ini, Siapa suruh memberi kabar terlalu lama! Coba kalau dia kasih tahu secepat mungkin pasti aku tidak bakal sepanik itu dan juga bakal bisa mewaspadai semuanya, Nah kalau sudah begini mau bagaimana lagi sudah terlanjur juga kan jadi Biarkan saja dia ke sini suka membereskan pria itu agar mungkin tidak bisa kembali lagi ke Indonesia!" Daffa yang terlihat santai jika berurusan soal Deka karena dirinya sedang geram terhadap asisten itu.
" Ya kamu kan tahu kalau selama kita pergi dia yang mengurus semuanya jadi kalau memang dia tidak sempat ataupun dia sedikit teledor itu kita harus memakluminya, karena Biar bagaimanapun jangan terlalu memaksakan kehendak kita kepada orang lain Siapa tahu dia punya kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan?" Alika benar-benar dibuat jumlah dengan sikap suaminya itu yang tidak ada rasa pengertian sama sekali kepada para bawahannya.
" mengerti sih boleh tapi jangan terlalu kelebihan mengertinya karena biar bagaimanapun mereka harus bekerja sesuai dengan apa yang mereka terima, agar kelak menjadi orang yang bertanggung jawab dan tidak lari dari tugas dan diberikan begitu saja karena Biar bagaimanapun itu menyangkut kehidupan orang lain! "Dafa benar-benar tidak ingin ada yang membela Deka karena Biar bagaimanapun dirinya tetap pada prinsipnya yaitu siang salah tetap harus di tegur.
" Ya sudah terserah kamu saja mau melakukan apa pada orang itu ketika dia datang ke sini, hanya saja Tolong jangan terlalu berlebihan karena kasihan deh bukan anak kecil lagi yang bisa saja kita permainkan sesuka hati! Alika angkat tangan jika menyangkut Hal ini karena sama saja Daffa adalah orang yang paling susah untuk di bilang apa lagi menerima nasehat orang lain.
__ADS_1
" aku tahu bagaimana caranya menyikapi seseorang yang melakukan sebuah kesalahan meskipun itu tidak disengaja, hanya saja harus dibilang agar tidak menjadi sebuah kebiasaan dan besok lusa bisa menjadi sebuah bahan Ingatan!" Dafa sambil tersenyum mengatakan hal itu mengusap pelan rambut istrinya membuat Alika hanya bisa menghela nafasnya kasar.
" Ya sudah lebih baik kamu mandi sana gih Soalnya dari tadi kayaknya aku cium bau asem, dan sepertinya hal itu berasal dari kamu Siapa suruh nggak gembel di luar tidak mau masuk ke dalam?" ledek Alika membuat Dafa menatap tak percaya ke arahnya karena Biar bagaimanapun asal muasal Bau badannya itu berasal dari wanita itu yang tadi Mengunci pintu dari dalam.
" ini semua kan gara-gara kamu Siapa suruh tadi pakai cara mengunci pintu dari dalam segala sudah begitu pakai earphone sialan itu, membuat diriku seperti orang kebingungan yang tidak tahu harus berbuat apa lagi!" Ketus Dafa kesal karena Alika tidak menyadari kesalahannya malah yang ada meledek dirinya dan ia tak terima sama sekali.
" ih Siapa suruh juga situ pada ngomong yang tidak jelas Ya makanya Terima nasib saja Enak saja main asalnya nyeplak kalau mau ngomong, untuk juga earphone yang ku pasang kalau ku pasang double dipintu ini dengan kunci yang lain kamu mana bisa masuk?" sinis Alika sambil menatap tajam kearah Dafa yang sudah menghilang di balik kamar mandi karena mungkin sudah kelelahan mendengar celotehan sang istri yang dari tadi hanya ngegas titik terus.
Pasangan suami istri itu malam ini tertidur dengan tidak melakukan apapun,bukan karena sedang bertengkar melainkan benar benar kelelahan.
Tapi sebelum itu ada perjanjian yang dibuat keduanya, yaitu Keesokan paginya harus ada olahraga ranjang sampai Daffa puas.
flashback on
" Malam ini kita langsung istirahat ya soalnya badan aku ini remuk redam semua loh tadi sudah diikat berjam-jam, setelah itu dipaksa berdebat sama kamu ya mau tidak mau dia harus diistirahatkan dalam waktu yang cukup lama! jadi karena kamu suami yang pengertian tolong ikut ya apa keinginanku tadi, biar kelihatannya sangat manis begitu dan akunya jadi terhura!" pinta Alika sambil tersenyum yang paling manis membuat Daffa menatap tak percaya ke arahnya kalau ini namanya sudah dikasih kartu merah sebelum pertandingan dimulai dan ia sangat tak menginginkan hal itu.
" loh Kok Masa Gitu aku saja sudah berencana dengan fantasi yang berbagai macam gaya, tapi belum apa-apa Kamu sudah bicara seperti itu waduh aku harus ngomong gimana lagi dong biar kamu paham Kalau suamimu ini sedang pengen?" tanya Dafa tak terima membuat Alika menatap Jengah ke arahnya karena itu sudah masuk di dalam pemaksaan.
" dunia mau kiamat atau tidak Apa urusannya dengan kita, Lagian dunia itu sudah pasti tidak akan pernah kiamat Karena untuk apa Tuhan menciptakan orang-orang agar bisa berpikir dan membangun sesuatu yang lebih bagus dan sedap dipandang kemudian merusaknya?" jawaban yang diberikan oleh Daffa membuat Alika tersenyum karena ia sudah tahu apa yang harus dilakukan agar suaminya itu paham.
" Nah karena jawaban kamu tadi kan dunia ini pasti tetap tidak akan kiamat! Ya sudah kalau begitu pasti ada hari esok yang lebih panjang lagi, Jadi kalau hari ini kita istirahat kan tidak masalah Bukannya ada hari esok menurut kamu?" tanya Alika sambil tersenyum membuat Dafa menghembuskan nafasnya kasar karena ternyata tadi itu pertanyaan jebakan berasal dari istrinya.
" ya tadi kamu itu sengaja mengatakan itu semua agar aku kalau salah jawab dan kamu langsung berbicara seperti, wah kamu tega sekali mengatakan hal itu sampai membuat suami sendiri saja kebingungan harus menjawab apa?" tanya Daffa tak terima tapi mau bagaimana lagi ketika melihat Alika sudah mengatur posisinya bergelung di bawah selimut.
"Ya Tuhan masih hidup kok gini amat ya lagi ingin begituan eh malah dipaksa tidur, sudah begitu ini mata tidak bisa diajak kompromi setidaknya tidur lah masa melek terus?" sungut Daffa monolog ketika sudah 2 jam duduk di atas kasur belum ada niatan untuk tidur mungkin karena kebiasaan selama beberapa bulan terakhir ini selalu begadang membuat kebiasaan itu dibawa-bawa.
Sedangkan Alika jangan ditanya lagi bagaimana keadaanya kini,karena sudah mulai bermimpi bertemu pangeran dari negeri antah berantah.
__ADS_1
Di lain tempat Deka kini tengah meregangkan ototnya terasa kaku karena kelamaan duduk, tapi setelah itu tidak ada yang namanya menikmati waktu santai karena dirinya datang ke sini bukan untuk berlibur melainkan mengurus masalah bosnya.
" semoga saja segala sesuatu belum terlambat, dan nyonya Bos baik-baik saja karena jika tidak aku juga bingung harus bagaimana menghadapi semua ini?" gumam DK frustasi tapi tidak mungkin juga kan dirinya harus berleha-leha.
padahal kini orang yang ia cemaskan Tengah tidur sedang berpelukan, bahkan mungkin bahasa kasarnya angin saja tidak bisa lewat.
tapi Deka juga masih bisa menggunakan akal sehat karena disitu waktu sudah menunjukkan pukul 4 dini hari, mana ada kendaraan yang lewat di jam segitu jadi pria itu memilih untuk menginap di hotel terdekat yang berada di bandara.
sedangkan para pasangan paruh baya yang tadi berbeda jam dengan Deka perginya Tengah tidur dengan Damainya tanpa ada gangguan sedikitpun, maklumlah mereka mana pernah memikirkan hal yang seperti dipikirkan oleh kaum misqueen.
...Skip...
Guys kita langsung ke Keesokan paginya ya soalnya kasihan loh Masa orang lagi tidur kita ceritain, padahal sebenarnya kayak tidur orang dari dulu sampai sekarang itu tidak pernah jauh dari kata ngorok tengkurap nungging buang angin dan juga jungkir balik Kalau bahasa gaulnya orang Merauke mah kuda kayu.
" papa, kita sudah sampai nih Apa tidak sebaiknya kita mengabari ke Dafa saja agar menjemput kita di bandara, soalnya daripada kita kebingungan harus pergi di sudut kota yang bagian mana? " tanya Mirna kepada suaminya karena biar bagaimanapun dirinya tidak paham dengan negara ini karena selama ini dirinya meminta kepada Bey untuk menemaninya berlibur ke sini tapi suaminya itu tidak pernah menyanggupinya.
" mama, dia itu menginap di hotel yang biasa Papa datangi waktu ketemu klien di sini. Jadi untuk apa menelpon mereka segala di pagi-pagi begini kan kamu tahu saja kebiasaan pengantin baru, mereka sedang olahraga pagi terus kita gangguin kan jadinya tidak enak juga dong sama menantu kita?" sahut Bey Membuat Mirna mendengus kesal karena sepertinya suaminya itu melupakan sesuatu hal yang sangat penting dan merupakan tujuan awal mereka datang ke tempat itu.
" ih papa tuh gimana sih masa hal yang penting begini kok lupa, kita kesini itu karena menantu kita diculik bukan mau menemani mereka berbulan madu? memangnya papa pikir otak Mama tidak waras apa, sampai mengganggu orang yang sedang berbulan madu padahal dulu saja kan Papa tidak pernah melakukan diganggu oleh siapapun jadi selalu mengajak Mama katanya buat perjalanan bisnis padahal hanya alasan ingin berduaan saja?" Sindir Mirna membuat wajah Bey memerah karena di situ Bukan Hanya mereka berdua saja yang ada tetapi ada biasa mereka yaitu Dika dan Alice.
" Astaga istriku ini jujur banget sih jadi orang, setidaknya lihat tempat dulu masa ada orang lain asal nyeplak saja Harga Diriku benar-benar tergadaikan?" sungut Bey dalam hati.
Dika yang menyadari ekspresi Bey itu hanya bisa tersenyum saja, karena dirinya yakin jika pria paruh baya itu sedang menahan malu terhadap dirinya dan sang istri.
"sudah jangan merasa malu seperti begitu dulu kita sama posisinya berada di saat ini seperti dibicarakan oleh istrimu, malah aku dan istriku lebih parah sampai sekarang! " bisik Dika sambil tersenyum membuat Bey hanya bisa menghembuskan nafasnya karena ternyata ekspresi wajahnya itu dipahami oleh Dika.
" jadi gimana kita kasih kabar ke Daffa atau langsung menuju kesana saja, karena Kasihan juga sih kalau sampai dia harus ke sini untuk menjemput kita padahal dia juga sedang stress sekarang? "tanya Alice memastikan.
__ADS_1
" kita langsung ke sana saja deh lagian sepertinya jarak ke sana juga tidak terlalu jauh, sudah jam segini taksi juga sudah mulai keluar masuk jadi tidak terlalu susah menemukan transportasi untuk mengantar kesana!" akhirnya mereka pun setuju jika langsung menuju ke hotel tempat Daffa menginap karena tidak ada niatan untuk mengganggu pria yang sedang mencemaskan keberadaan sang istri.
Yaelah aki-aki sama istri mereka dikacangin tuh sama Dafa karena ternyata pria itu kini tengah sedang bersama sang istri berlomba meraih kenikmatan surga, bahkan keduanya seolah melupakan sekitar dan juga cemas nya orang lain memikirkan mereka.