MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 130


__ADS_3

manajer keuangan tidak menyangka jika Hari ini adalah hari kesialan yang tengah dihadapinya, dijadikan bahan ledekan dan juga sindiran oleh Alan.


Alan masih menatap penuh tanda tanya ke arah pria itu yang dari tadi sepertinya tidak ada niat untuk melakukan presentasi, jika sudah seperti ini Mungkinkah dirinya hanya bisa diam dan menunggu sampai akhirnya Ana bakalan minggat terus itu karena bosan menunggu.


" kalian yang menunggu saya untuk rapat terus sudah saya penuh yaitu dengan berada di tempat ini, tapi pertanyaannya Kenapa daritadi seolah saya sedang dipermainkan oleh kalian semua? Saya minta kalau memang mulai 1 detik dari sekarang tidak ada yang merespon, tolong antarkan surat pengunduran diri kalian dan jangan lupa untuk taruh di atas meja saya!"Alan benar-benar kesal dengan keadaan sekarang yang tengah dihadapinya dan memilih untuk keluar dari ruangan yaitu Sebelum ada manusia yang bakal menjadi korban amukan.


sepeninggal Alan semua orang yang ada dalam ruangan itu hanya bisa mengelus dada mereka, sedangkan Dio masih dalam mode menatap semua manusia yang berada di situ.


" kalian kenapa tadi kok bisa-bisanya tidak ada yang membuka mulut untuk menjelaskan segala sesuatu kepada tuan Alan, ini semua gara-gara kalian kita bakalan kena marah satu minggu kedepannya karena sudah tidak becus untuk bekerja?" tanya Dio dengan tatapan menusuk terhadap semua orang yang berada di situ.


Dio, yang merupakan asisten dari Alan sekaligus tangan kanannya membuat mereka semua tidak berani membantah perkataannya. alhasil juga setiap masalah yang terjadi di kantor itu Dio juga yang bakal kena sasaran nya.

__ADS_1


" maafkan kami Tuhan tapi tadi itu karena terlalu gugup akibat bentakan dari tuan Alan ya akhirnya semuanya jadi bingung harus berbicara apa, nanti kedepannya Kami bakal usaha untuk memperbaiki lebih baik lagi agar tidak ada yang kecewa nantinya!" tegas manajer keuangan itu sambil menundukkan kepalanya padahal dirinya tadi merupakan korban yang paling dianiaya di tempat itu.


Dio menatap tajam kearah pria yang bertugas subur itu, coba saja kalau tadi tidak mentalnya Down maka bisa dipastikan rapat sekarang masih tetap berlanjut.


" Sudah Terlambat karena kita bakal mengadakan rapat lagi entah kapan tergantung dari tuan Alan, karena jika kita yang mengatur semuanya dan tidak mendengarkan dia alhasil nanti seperti tadi lagi kejadiannya! jadi bersiap-siap saja kalau memang di pagi buta ataupun tengah malam disuruh rapat ya sudah lakukan saja, karena yang seperti sekarang ini saja sudah sangat mengecewakan nya apalagi nanti ke depannya jika tidak ada niat buat berubah!" setelah mengatakan hal itu Dio pun pergi dari situ karena sangat membosankan berada di ruangan di tengah orang-orang yang ngomongnya banyak tapi cara kerjanya nihil.


semua yang berada di ruangan itu hanya bisa Saling pandang otomatis dalam hati mereka saling menyalahkan juga, karena dalam pikiran mereka apa yang mereka lakukan sekarang itu sudah sangat maksimal Namun ternyata hanya pemikiran tanpa pembuktian sama saja 0 bulat.


Alan yang sudah kembali ke ruangan ya terlihat masih menahan kekesalan, membuat Ana yang dari tadi sibuk dengan ponselnya langsung menghentikan kegiatannya itu.


" kamu kenapa, perasaan tadi ke sana senyum-senyum sekarang balik kesini dengan wajah kesal seperti begitu? terus Kenapa baliknya juga secepat ini memangnya kalian tidak jadi meeting, Wah gaya pertemuan kalian ini seperti apa sih kira-kira banyak masalah bisa terselesaikan tidak kalau seperti begitu?" tanya Ana penuh selidik tapi tak digubris oleh Alan dan memilih memeluk erat tubuh kekasihnya itu agar lebih rileks dan emosinya sedikit reda.

__ADS_1


" aku lagi emosi dan juga kesal, katanya dulu waktu mau melamar kerja segala sesuatu bisa dan merupakan lulusan yang sangat terpercaya. ini apa coba masa hanya diminta buat menyampaikan presentasi saja mereka tidak bisa, sudah begitu yang katanya sekertaris kepercayaan pilihannya Papa pun tidak bisa menunjukkan kinerja nya yang bisa membuat aku puas?" sungut Alan membuat Ana sadar jika ini semua menyangkut pekerjaan dan pertemuannya Baru berlangsung beberapa jam yang lalu.


" Jadi ceritanya kamu lagi kesal pada para bawahannya kamu yang melakukan sesuatu tidak pas di dalam benak kamu, sebenarnya Memang betul Seseorang itu harus bekerja sesuai dengan kemampuannya agar tidak makan gaji buta percuma. hanya saja Bagaimana cara kamu berkomunikasi dengan mereka saat meminta pertemuan ataupun membahas sesuatu masalah, jangan sampai kamu jangan bahas membuat orang mentalnya jadi kebingungan dan entah tidak tahu harus berbicara apa lagi karena saking gugupnya !" jelas Ana membuat Alan mendelik kesal karena tak terima disalahkan.


..." kamu kok tega Malah menyalahkanku seperti begitu, aku marah karena mereka kerjanya tidak becus bukan akunya yang tidak becus Sebagai seorang pemimpin? Lagian kalau aku menjadi seorang pemimpin yang lemah dan suka ditindas, mau jadi apa tempat ini nanti yang ada bakal kena kamu kan dari Tuhan Alexis Erlangga!" jelas Alan membuat Ana hanya bisa menggelengkan kepalanya....


" aku itu bukan menyuruh kamu menjadi pemimpin yang santai terus selalu mentolerir kesalahan para bawahan, hanya saja kamu bisa dong membaca keadaan mana yang boleh kamu marah-marah terus mana yang harus kamu bicarakan secara perlahan! karena Biar bagaimanapun semua orang yang bekerja di perusahaan kamu itu bukan anak kecil lagi yang tidak pantas untuk kamu hormati, tau tidak bahkan ada yang rambutnya sudah sedikit memutih pertanda kalau mereka itu sudah tua dan wajib untuk dihormati oleh kita yang kaum lebih mudah!" bahagianya Alan ketika kekasihnya itu berubah menjadi seorang penceramah yang baik hati dan tidak sombong.


" Iya aku minta maaf maaf hanya Tadi kan kamu tidak ada ditempat jadi bakal tidak tahu kejadian yang sebenarnya, tapi ya sudahlah jangan dibahas lagi tentang mereka lebih baik bahas tentang kita kan ada gunanya!" ujar Alan sambil menaik turunkan alisnya membuat Ana mendelik kesal.


" kamu itu Jadi orang kok bisa sih punya pemikiran yang aneh-aneh katanya perusahaan lagi pusing memikirkan masalah, kamu malah inginnya membahas tentang kita yang sebenarnya sudah ribet dari awal?" tanya Ana yang tak bisa menahan tawanya ketika melihat wajah tak percaya milik Alan yang mendengar penolakan darinya.

__ADS_1


" perusahaan itu dari dulu sampai sekarang otomatis punya masalah, jadi setidaknya bahaslah sekolah kita karena yang menjadi prioritas nomor satu sekarang ada kita." sahut alien sambil menaik turunkan alisnya Seraya menggoda wanita itu agar menghentikan aksinya untuk marah-marah tidak jelas kepada Alan.


__ADS_2