
Delima memilih untuk tidak menggubris apa yang dikatakan oleh putrinya itu, arena menurutnya dengan Diana tidak mengusir mereka itu merupakan suatu keajaiban dunia yang harus dicatat.
" kalian kok hanya berdua di sini , jangan bilang kalau kalian ini merupakan pasangan yang kumpul kebo? Wah kurang ajar sekali kamu ya pergi dari rumah hanya untuk melakukan dosa, sudah begitu tinggal di apartemen yang Mama belikan untuk kamu lagi?" tanya Bima yang mencurigai tidak-tidak dan membuat Deka yang dari tadi kalem langsung merespon cepat.
"Om,kami kalau mau kumpul Kebo ya pasti bakal tinggal di apartemenku lah masa iya di sini, nanti kalau seperti begitu Harga Diriku sebagai seorang lelaki bakalan dipertanyakan?" jelas Deka membuat Bima menata tajam ke arahnya karena selalu saja Memotong pembicaraan orang lain tanpa diminta.
" kamu itu di sini sebagai tamu jadi otomatis harus punya sopan santun bukan malah mengganggu perbincangan tuan rumah, kalau kamu seperti begini terus lebih baik pulang ke habitat kamu jangan mengganggu orang lain dan juga melakukan hal yang aneh-aneh!" sungut Bima karena tidak menyukai sikap Deka yang sok dekat sok akrab.
" Maafkan saya Om tapi bukannya tidak sopan tetapi tadi kan Anda mengatakan bahwa kami berdua itu pasangan kumpul kebo ya Saya ingin meralat bahasa yang salah, karena harga diri saya sebagai seorang pria itu sangat saya Junjung tinggi dan tidak mungkin membiarkan hidup menjadi benalu di kehidupan wanitanya!" sumpah demi dewan Neptunus tetapi Diana ingin sekali menghajar mulut Deka itu agar berhenti berbicara sebab dari tadi hanya membuat Kepalanya pusing.
" Om bisa diam tidak dari tadi ngomong terus itu mulu tidak capek cuap-cuap terus, aku yang dengar saja kupingku ini rasanya mau lepas dari tempatnya terus pergi bersembunyi di dalam lemari?" tanya Diana dengan wajahnya yang cemberut karena menilai sikap Deka itu sudah seperti anak kecil dan juga membuat dirinya yang merasa tidak nyaman.
" Nah itu kamu dengar sendiri kan anakku ngomong apa, kalau kamu itu merupakan orang yang kehadirannya tidak diinginkan di tempat ini. jadi lebih baik sekarang kamu pergi terus kembali ke rumah kamu bekerja yang giat agar tidak menyusahkan orang lain, soalnya seorang pria itu harus bisa membuktikan kepada keluarga wanitanya bahwa dirinya bisa memberi makan anak orang sampai lebih bukan kurang!" usir Bima tetapi yang namanya Deka Sejak kapan bakalan Mendengar orang lain katakan jika hal itu tidak menguntungkan dirinya sama sekali.
" kamu belum jawab pertanyaan Papa tadi di sini kalian tinggal hanya berdua, dan tiap hari terjadinya seperti begini tidak ada orang lain lagi selain kalian?" tanya Bima yang masih penasaran dengan apa yang ia lihat sekarang ini dan butuh sebuah penjelasan.
" Halo Om masih ada aku di sini hanya tadi sementara menjadi koki dadakan jadi otomatis tidak nongol ke permukaan, tapi om tenang saja kok mereka berdua itu bukan pasangan yang kumpul kebo hanya saja mereka berdua itu mungkin sedikit lagi OTW ke arah sana!" Diana menatap tak percaya ke arah sahabatnya itu bukannya memberikan jawaban yang membuat agar Bima tidak banyak bertanya eh malah membahas hal yang di luar pikirannya sama sekali.
__ADS_1
" kamu itu bicara apa sih Kok tambah aneh seperti begini, lebih baik kamu selesaikan masakannya tadi itu sebelum gosong dan kita tidak bisa makan siang nantinya!" perintah Diana membuat Arin memberanggut kesal karena selalu saja salah dimata gadis itu.
" Apa kami tidak disuruh duduk nih dan dibiarkan berdiri saja sampai pulang, kalau memang seperti begitu kamu memang tuan rumah yang tidak punya sopan santun terhadap orang tua sendiri?" tanya Delima memastikan membuat Diana menatap heran ke arah Mamanya itu.
" memangnya harus kalau mau duduk pakai disuruh dulu, perasaan kalian datang ke sini tidak ada yang menyuruh Kok kenapa sekarang harus pakai minta izin segala?" tanya Diana sinis.
" eh anak kurang ajar asal kamu tahu ya yang memaksa kami datang ke sini itu nenek kamu Nirmala Pelangi, kami pasti bosan lah tiap saat selalu diteror untuk datang ke sini kalau tidak mah jangan harap?" omel Delima.
" Ya sudah kalau begitu karena kalian sudah datang ke sini dan sudah bertemu denganku kan bisa pulang, nanti kalau nenek bertanya ya suruh saja menelponku agar aku yang bisa menjelaskan kepadanya supaya tidak meneror orang yang paling tersibuk jagat raya ini!" Sindir Diana karena memang selama ini kedua orang tuanya itu selalu sibuk dengan urusan mereka tanpa mempedulikan kehadirannya sama sekali.
" kamu kalau ngomong itu harus sesuai fakta anakku sayang! Memangnya kamu pikir Selama ini Mama sama Papa Sibuk di luar sana itu untuk memberi makan siapa, Ya kamulah masa ada orang lain lagi di dalam kehidupan kami padahal punya anak hanya satu biji doang tapi susah sekali diatur!" Delima gemas dengan Sikap yang ditunjukkan oleh putrinya itu yang masih saja keras kepala Padahal mereka berdua sebagai orang tua sudah mengalah untuk datang ke situ.
" kamu sebagai anak juga seharusnya tidak menurut hal yang lebih ketika orang tua kamu tidak bisa melakukannya, kamu sebagai anak harusnya paham dengan posisi orang tua kamu itu seperti apa bukan malah meminta sesuatu hal yang sebenarnya tidak bisa!" kali ini Bima yang berbicara karena Biar bagaimanapun keluhan yang diberikan oleh Diana Itu Kebanyakan yang salah adalah dirinya yang selalu saja mengajak istrinya itu ke manapun ketika dirinya melakukan perjalanan bisnis.
" Ya sudah kalau begitu Kalian pergi saja kan dari sini begitu saja kok repot, soalnya aku sebagai calon seorang desainer ingin melakukan riset dan percobaan terhadap apa yang aku pelajari bukan malah mendengar ocehan yang tidak jelas!" secara tidak langsung Diana mengusir kedua orang tuanya dari hadapannya mungkin karena kecewa atau karena memang dirinya tidak ingin diganggu.
" eh anak muda kamu naksir kepada manusia yang satu ini?" tanya Bima sambil menunjukkan ke arah Deka dan juga Diana.
__ADS_1
" bukan hanya naksir saja Om melainkan Cinta Mati!" sahut Deka tenang tapi pasti.
" Ya sudah kalau begitu besok kalian akan aku nikahkan segera biar segala urusan beres dan ini orang tidak bakalan kesepian, dan kamu hari ini juga ikut mama sama Papa pulang, ingat jadi anak tidak mau boleh membantah apa yang dikatakan oleh orang tuanya jika tidak ingin besok lusa bakalan hal yang seperti itu terjadi ke kamu"! Diana adalah pihak yang tidak bisa berkomentar kali ini bahkan dirinya Tengah menatap heran ke arah Ketiga orang yang ada di hadapannya itu.
" yang mau menikahkan aku Kenapa Jadi kalian yang repot mengurusnya, lagian yang bilang aku bakalan menikah dengan ini om,siapa?" Tanya Diana.
" kamu kan sudah berjanji kalau kedua orang tua kamu memberikan restu untuk kita bakalan langsung menikah, Iya kenapa harus menunda hal yang baik itu kalau mereka sendiri Langsung memberikan Restu tanpa kita minta ataupun bersusah payah lebih dahulu?" Waduh kali ini Deka yang menyambar Apa yang diucapkan oleh Diana tidak peduli dengan penolakan Gadis itu karena intinya hanya satu yaitu lampu hijau sudah dinyalakan dan dirinya harus gaspol tanpa boleh menginjak rem biar langsung blong.
" Ya sudah terserah kamu saja besok kita bakalan menikah dan aku bakalan menganiaya kamu agar menyesal karena menikahi wanita pembangkang sepertiku, dan juga kepada kalian berdua Selamat sudah bakalan lepas tanggung jawab dan tidak akan repot mengurus anak yang tidak tahu diri seperti aku ini!" Bima dan istrinya bukan marah mendengar apa yang dikatakan oleh Putri mereka itu yang ada keduanya malah terkekeh geli sebab wajah Diana kali ini sungguh sangat menggemaskan karena dari tadi bawaannya selalu saja marah-marah.
sedangkan di Line tempat percaya atau tidak Alan dan Ana Tengah melakukan pemberkatan nikah di salah satu gereja yang tidak jauh dari tempat tinggalnya Ana, kedua anak manusia itu memutuskan menikah setelah seminggu Raka pergi dari dunia ini dan membantu Dinda mengurus pemakaman putranya itu serta sembahyang.
mereka tidak ada dendam sedikitpun kepada pria yang sudah berpulang ke pangkuan penciptanya itu karena Biar bagaimanapun manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna, pasti bakal melakukan kesalahan meskipun itu disengaja ataupun tidak.
jadi otomatis kita manusia hidup hanya bisa mendoakan Mereka agar jalannya lebih mulus tanpa kendala sedikitpun, dan kembali melakukan aktivitas semestinya karena biar bagaimanapun kodrat Tuhan yaitu yang berpulang biarlah berpulang dan yang masih tetap di dunia ini lanjutkan kehidupannya.
Lia dan Sandra yang entah mengapa hari ini terlihat begitu kompak, tidak ada perdebatan seperti biasanya mungkin keduanya sudah sadar bahwa usia mereka sebenarnya sudah tua dan tidak pantas melakukan hal itu.
__ADS_1
kedua wanita dewasa itu begitu bahagia melihat penyatuan anak mereka di atas altar, apalagi ketika mereka mengucapkan janji pernikahan mereka membuat suasana hati keduanya begitu bahagia dan juga terharu.
" ternyata selama ini aku membesarkan anakku dengan begitu baik ya sampai-sampai Anak kamu yang kebagian jatah untuk menjaganya nanti, Aku harap sebagai seorang mertua kamu tidak menyulitkan putriku karena tidak aku bakal mengambilnya pulang dan mengembalikan apa yang sudah kalian kasih!" ujar Lia membuat Sandra menghela nafasnya kasar karena baru beberapa menit dirinya tenang eh kembali kumat sikap cerewet sahabatnya itu.