
ketika semuanya menjadi sesuatu yang tidak pantas untuk dipertahankan maka Lepaskanlah dengan ikhlas, karena segala sesuatu yang ada di dunia ini hanyalah titipan semata dan sekali waktu bakal diambil dan kita tidak tahu kapan itu bakal terjadi.
Sandra tahu jika memaksakan kehendak kepada Ana itu sebenarnya tidak bagus, hanya saja jika dunia berhenti berputar dan mereka tidak menua maka bisa dipastikan biarpun 100 tahun lagi pasti dapat menunggu agar menantunya itu siap.
" jangan bilang kamu pernah melakukan kesalahan dimasa lalu hingga membuat sampai sekarang Ana tidak mempercayai kamu, Wah kalau sampai hal itu benar-benar terjadi bisa dipastikan Ana tidak bakalan pernah mau menikah dengan kamu?" tanya Sandra penuh selidik membuat Alan hanya bisa menghela nafasnya kasar.
karena apa yang dikatakan oleh Mamanya itu sangat benar sekali dan Alan tahu bahwa Ana masih meragukan perasaannya, Ya jelas wanita cantik itu masih ragu karena Alan kembali ke Indonesia bukan untuk Ana melainkan untuk Alika. hanya saja nasib tidak berpihak pada pria itu karena Alika sudah keburu diembat orang lain, dan akhirnya dirinya memilih putar haluan dengan mendekati Ana.
" Mama pasti paham kan Bagaimana keadaan kami berdua dulu, doakan saja semoga dia tidak mengingat kesalahanku di masa lalu dan bisa membuka hatinya untukku sekarang ! " Lirih Alan frustasi karena memang dirinya tidak pernah menyalahkan Ana dengan sikap wanita itu yang seperti belum terlalu menjalani keseriusan dengannya.
" itu semua kan letaknya kesalahan dari kamu coba kalau itu hari kamu tidak terlalu nampak menunjukkan perasaan kepada Alika dia belum tentu bisa kecewa itu, Namun karena kekonyolan dan ketololan kamu akhirnya semuanya terjadi kan dan sekarang kena batunya Kamu sendiri lagi?" Sandra bukannya memberikan solusi malah membuat Alan menjadi tambah merasa bersalah kepada Ana.
" Mama tolong dong jangan bikin mental aku tambah Down, aku sekarang itu lagi berusaha berjuang mati-matian untuk hubungan kami sebagai orang tua harusnya memberikan aku dukungan semangat agar aku tidak putus asa di tengah jalan. nah ini Mamah lebih parah malah membuat aku seperti orang yang tidak punya semangat hidup lagi, dan alhasil semuanya jadi kosong melompong tidak tahu harus berbuat apa lagi?" sungut Alan membuat Sandra mengedikkan bahunya tak peduli karena bukan dirinya yang bersalah tetapi putranya itu sendiri.
__ADS_1
" Makanya jadi orang itu jangan plin-plan sudah tidak dapat kan sahabatnya eh malah menyerang balik sahabatnya yang lain, ya alhasil Dia yang selama ini menjadi saksi bisu kegigihan kamu mendekati Alika ya bakal berubah menjadi dingin karena merasa dirinya hanya dijadikan pelampiasan saja!" Sindir Sandra membuat Alan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena ternyata Mamanya itu benar-benar tidak mendukung dirinya Yang ada malah menyalahkan nya balik.
" oke mama Tenang saja aku bakalan kasih kabar Mama dalam waktu 1 * 30 hari untuk datang dan melamar Ana sebagai calon istriku, dan saat hari itu datang Mama adalah orang pertama yang bakal aku kasih kabar tentang berita gembira itu!" ujar Alan dengan semangat 45 membuat Sandra tak kalah semangat dari putranya karena merasa yakin jika Alan bakalan lebih berusaha lagi besok lusa nya dan tidak menjadi pria lemah yang hanya mengharapkan keberuntungan Semata.
" Baguslah kalau kayak begitu Mama bakal menunggu saat itu tiba, dan kamu tenang saja Mama bakal melakukan yang terbaik untuk melamar calon menantu Mama agar lebih berkesan dan diingat sepanjang hidupnya! " sahut Sandra dari seberang.
ketika Anak dan mama itu sedang melepaskan rindu sekaligus membahas tentang masa depannya Alan, tiba-tiba sang Papa muncul dan menanyakan kan tentang perusahaan yang selalu ia dapatkan komentar yang tidak bagus dari para pegawainya.
" kamu disitu kerja atau hanya menguntit anak orang, Setiap Hari Papa selalu mendapatkan komplain dari para pegawai dan juga investor Perusahaan kita yang berada di situ? Sebenarnya kamu itu bisa Papa andalkan atau tidak sih, kalau memang tidak bisa diandalkan lebih baik kamu kembali kesini dan Papa yang gantian ke situ? " tanya Alexis kepada putranya itu.
" Papa dengar kabar itu dari mana? Aku saja tiap hari masuk bahkan sampai bokong ku ini lama-lama keluar akar karena terlalu lama duduk memeriksa Berkas berkas yang tidak habis nya itu, Lagian kalau memang papa ke sini mau melanjutkan perusahaannya silakan saja soalnya benar kata Papa aku ingin selalu menguntit calon istriku takut diambil orang!" sahut Alan yang terdengar begitu santai membuat Alexis merasa kesal kepada Putra semata wayangnya itu.
" kamu kalau orang tua saat berbicara itu harus didengar bukan malah dibantah, mau jadi apa kamu ke depannya kalau sikap kamu seperti begitu tidak ada yang serius? lagian itu anak orang mau dikasih makan apa jika kerja kamu hanya keluyuran tiap hari, ingat ya bro cinta tidak bakal bikin orang kenyang karena cinta itu butuh modal Bukan butuh ngomong doang!" ujar Alexis seolah memukul telak wajah putranya itu yang tidak bisa berkutik ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Papanya barusan karena memang sangat benar sekali.
__ADS_1
" Iya Papa aku bakalan kembali ke kantor tapi setelah menemani Ana menemui kliennya dulu, soalnya ya Papa kliennya itu pria masih muda dan juga seperti seorang Flamboyan ya aku takut Ana nya bakal kepincut! " ujar Alan memelas berharap agar Alexis mengasihani dirinya dan tidak memarahinya lagi.
" itu hanya alasannya kamu saja tapi sebenarnya tidak seperti yang kamu pikirkan, lain kali itu biarkan wanita melakukan apa yang dianggap mereka benar tidak perlu seposesif itu nanti mereka bakal merasa terkekang dan menjadi bosan dan akhirnya memilih pisah?" ucap Alexis karena merasa Jengah dengan sikap putranya itu yang terlihat seperti seseorang yang sangat takut apa yang menjadi miliknya bakal diambil orang tapi sebenarnya itu hanya pemikirannya saja kenyataannya tidak sampai segitunya juga'
" papa kok malah marahin anak mama sih, dia itu sudah jauh-jauh meninggalkan kita hanya karena ikut dengan apa yang Papa perintahkan jadi lain kali menghargai dia dong jangan malah memarahinya seperti anak kecil!" ujar Sandra tak terima ketika Alexis memarahi Putra mereka itu padahal sebenarnya Alexis itu benar dia sedang menasehati Alan agar bersikap menjadi seorang pria dewasa.
" anak sama mama tidak ada bedanya sama saja sikapnya sudah tahu salah masih dipertahankan juga, Terserah kalian berdua saja yang penting besok lusa kalau ada apa-apa jangan coba-coba melibatkan Papa karena Papa bakalan lepas tangan!" sungut Alexis lalu segera pergi dari situ.
" sudah ya mama mau bicara sama papa kamu yang sudah mulai memancing Mama untuk emosi, ingat ya nak jangan kasih kendor mendekati calon menantu Mama tenang saja kalau soal melamar itu ahlinya Papa sama Mama Yang penting kamu bagian PDKT!" setelah mengatakan itu Sandra segera mematikan ponselnya dan berlari mendekati suaminya yang terlihat sedang memasang wajah kesalnya.
" aduh tuh orang tua bucin akut nya tidak pernah stop sampai-sampai ngomong sama anak pun pakai kegiatan ngambek, terserah mereka berdua Mau ngapain Yang penting intinya aku tetap sama Ana!" gumam Alan monolog sambil menoleh ke arah restoran yang terlihat Ana sudah selesai meeting dan sedang bersalaman dengan Justin.
" Papa Alexis Erlangga kamu stop aku mau ngomong sama kamu, bisa tidak Lain kali kalau berbicara itu Jangan selalu menggunakan emosi Memangnya kamu pikir kamu saja yang bisa emosi orang lain tidak bisa?" teriak Sandra mengikuti langkah kaki suaminya.
__ADS_1
Alexis yang melihat wajah ditekuk milik istrinya itu langsung mengerutkan keningnya Sebenarnya ada masalah apa lagi sih dengan wanita paruh baya itu, jangan bilang kali ini dirinya lagi yang disalahkan Oh tidak akan pernah bisa lagi ferguso.