
Ketika sampai di rumah sakit Alika langsung dibawa ke ruangan tempat pemeriksan,namun merujuk dari gejala yang ada dirinya langsung di tangani oleh spesialis nya.
Jika Daffa cemas dan takut sang istri bakal kenapa napa dan memasang wajah khawatir yang berlebihan,berbeda dengan Mirna yang malah sudah seperti cacing kepanasan karena penasaran kira kira ada tidak cacing nakal di dalam perut nya.
"Aduh Mama udah nggak sabar!" Ujar Mirna sambil cengengesan membuat Daffa mendelik kesal.
"Maksud Mama sudah tidak sabar melihat istriku kenapa napa?" Tanya Daffa penasaran dengan nada yang tidak biasa.
"Yap kurang lebih seperti itu sudah,kenapa wajah kamu jadi tidak senang begitu?" Tanya Mirna santai.
"Astaga Mah,kenapa jadi orang kok sampai hati begitu?Biar bagaimana pun dia itu adalah istrinya Daffa menantu Mama,masa iya dengan tidak punya perasaan tega mengatakan hal itu?" Tanya Daffa gusar.
Mirna memilih tak peduli dengan apa yang dikatakan oleh putranya itu,yang menurutnya hanya bikin emosi karena selalu saja memiliki kecurigaan untuk diri nya.
Daffa memilih untuk izin masuk kedalam ruangan pemeriksaan Alika,daripada nanti kalau hanya di luar bareng Mirna bisa di pastikan dirinya bakal emosi karena merasa jengah dengan sikap sang Mama.
"Permisi Suster,apa bisa saya berada di dalam untuk melihat istri saya?" Tanya Daffa dengan wajah nya yang memelas.
"Oh Silahkan Tuan,karena tadi kami juga hendak memanggil anda!" Sahut Suster yang bermata sipit tapi cantik.
Dengan perlahan Daffa mendekati Alika yang masih belum sadar,tapi dengan tidak menggangu proses pemeriksaan sang istri.
"Kita tunggu sampai Nyonya Alika sadar,baru kita melakukan pemeriksaan selanjutnya tapi untuk sekarang hanya bisa memastikan tekanan darah dan juga denyut nadi pasien saja!" Jelas Dokter itu.
"Kira kira istri saya sakit apa?" Tanya Daffa cemas.
__ADS_1
"Dia baik baik saja hanya saja untuk lebih jelas nya tunggu sampai sadar ya,karena kita harus periksa secara menyeluruh!" Jelas Dokter membuat Daffa cemas karena jawaban yang tidak pasti di dapatkan.
Daffa menjadi suami yang tidak tahu harus berkata apa lagi,karena biar bagaimanapun mencemaskan sesuatu yabg tidak ada kepastian itu sangat membingungkan dalam hidup.
Mirna yang melihat sang putra sudah seperti orang yang stres mendadak ingin sekali menghajar dirinya,karena menurut Mirna adalah Daffa secara tidak langsung sudah membuat dirinya jadi pusing memikirkan semuanya.
"Hei kamu kenapa tidak tenang seperti itu,buat mata Mama sakit sekali?" Tanya Mirna sambil bersungut sungut kesal.
"Ini lagi masalah darurat jadi Mama tidak tahu apa apa,soalnya Mama yang tadi tidak bisa di ajak kompromi!" Sungut Daffa.
"Hah,kenapa jadi salahkan Mama seperti itu?Kamu kalau bicara pikir dulu dong,biar begini kan Mama adalah orang yang paling berjasa untuk kamu!" Sinis Mirna membuat Daffa meradang dengan apa yang di katakan oleh Mama nya itu.
"Mas,ini dimana?" Tanya Alika penasaran karena terkejut dengan ruangan yang serba putih padahal kamar hotel tempat mereka menginap berwarna gold.
"Sayang kamu sudah sadar,kalau begitu aku panggil dokter dulu biar mereka segera memeriksa keadaan kamu!" Jelas Daffa antusias.
Mirna memilih mendekati menantu nya itu sekedar memantau keadaan nya,karena kalau tidak otomatis Daffa harus tertahan untuk pergi memanggil dokter.
Kebetulan Daffa yang hendak memanggil Dokter belum pergi orang yang di tunggu sudah datang,membuat pria itu mengurungkan niat nya melakukan hal itu.
"Permisi Nyonya,saya akan mulai memeriksa keadaan anda! Tapi kalau boleh saya tahu apa yang anda rasakan sekarang,mungkin ada keluhan ataupun perasaan yang tidak nyaman?" Tanya Dokter itu penasaran.
"Hmmm sebenar nya tidak ada yang salah hanya saja saya merasa Mual kalau pagi hari,dan juga merasa sensitif dengan sesuatu yang berbau sangat tajam." Jelas Alika dengan wajah yang begitu heran padahal diri nya selama ini sangat menyukai sesuatu yang beraroma sangat tajam.
"Hemmm,baiklah ayo kita mulai beraksi dengan apa yang seharus nya!" Jelas Dokter itu sambil tersenyum dan mulai memberikan gel diatas perut Rata Alika itu dan mulai melalukan USG untuk memastikan dugaannya.
__ADS_1
"Wah,pantasan anda merasakan hal itu karena sudah ada dia yang sebesar biji jagung di dalam sini." Ujar Dokter itu dengan senyuman di wajah nya.
"Ya Tuhan terima kasih karena anugerah yang telah kau berikan kepada kami!" Jelas Mirna membuat Daffa menatap kesal kearah Mama nya itu.
"Maksud nya Mama itu apa ya,dia itu lagi sakit kanker bukan penyakit gampangan?Kenapa malah hal yang menyedihkan membuat Mama begitu bahagia,kenapa jadi orang tua tega sekali?" Tanya Daffa sambil bersungut sungut kesal.
"Astaga heh Cacing gila dan kepanasan kamu itu kalau mau gila dan stres di luar sana jangan disini,karena disini orang lagi bahagia!" Ketus Mirna kesal.
Daffa mengerutkan kening nya karena mendengar apa yang di katakan oleh wanita yang melahirkan dirinya,padahal ia sedang tidak menyukai sesuatu yang bercanda karena Alika yang sedang sakit.
"Sini Mas,biar aku tunjukan kepada kamu cara nya yang benar agar tidak salah paham lagi!" Panggil Alika kepada suami nya itu lalu menaruh tangan Daffa diatas perut nya yang masih rata itu.
"Ini di dalam ada Baby El!" Ujar Alika membuat Netra Daffa membulat sempurna ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Alika barusan.
"Beneran Yang,kira kira sudah berapa lama dia di dalam?" Tanya Daffa penasaran sampai sampai mencium perut rata Alika yang sudah di olesi gel itu.
"Hei stop itu ada Gel yang belum di bersihkan." Ujar Mirna membuat Daffa meringis karena terkejut.
"Mana kita tahu umur nya kalau Papa nya saja belum Konek kalau ada anak nya di dalam sini,maka nya lain kali jangan salah paham kan jadi repot urusan nya!" Ujar Alika mendengus kesal.
"Usia kandungan nya kita kira sudah satu bulan lebih dan juga sekarang sudah sebesar biji jagung!" Jelas Dokter itu membuat Daffa bertambah pusing.
"Kalau satu bulan baru sebesar biji jagung artinya sampai sembilan bulan bakal hanya sebesar jari jempol dong!" Sahut Daffa heran.
Ternyata gaya Papa muda super polos itu sangat lucu dan membuat orang lain hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus bagaimana Lagi untuk membuat Daffa paham.
__ADS_1
"Semua orang itu kalau proses pertumbuhan harus dari kecil ke besar bukan dari besar ke kecil,jadi gizi dan juga pola makan ibu nya yang bakal mengatur pertumbuhan bayi dalam kandungan!" Jelas Dokter itu.
"Oh begitu ya?' Tanya Daffa cengengesan.