
Daffa yang ingin membantah apa yang dikatakan istrinya itu kemudian langsung diam mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Alika,biar bagaimanapun Kasihan juga istrinya jika harus dipaksa untuk mengikuti semua kemauannya padahal dirinya hanya ingin membuat hubungan mereka berdua semakin erat.
" Kamu marah padaku karena sudah meminta sesuatu yang aneh-aneh, tapi kan aku hanya menawarkan untuk bisa menjadi sebuah gaya yang paling fantastis karena dengan begitu bisa dipastikan Daffa Junior bakalan langsung terbentuk di dalam sana? " Bujuk Daffa yang masih berusaha agar mendapatkan yang diinginkan soalnya dirinya benar-benar tergoda dengan bentuk tubuh istrinya sudah terpampang jelas di hadapannya kini.
" kamu benar-benar pengen melakukan hal itu di balkon kamar hotelnya Kita, memangnya kayak apa sih yang sudah kamu Siapkan untuk membuat adonan Daffa Junior? " tanya Alika sambil mengedipkan matanya membuat Daffa begitu bahagia karena dirinya yakin sebentar lagi kemauannya itu sudah bakal bisa terealisasikan.
" akunya lagi pengen mempraktekkan gaya katak loncat yang paling seksi dan membahana, Terus kamunya nya memakai gaya Ratu siluman sedang mengajak ngebor!" jelas Daffa membuat Alika mendengus kesal karena ada saja pemikiran aneh-aneh dari suaminya itu yang menurutnya terkadang seperti sesuatu yang sulit untuk dicerna dengan pikiran yang begitu sehat.
" Astaga itu kata-kata kamu dapat dari mana sih Kok bisa-bisanya kamu menyuruhku melakukan hal yang seperti siluman begitu, Memangnya tanpa ngaku ini kelihatan seperti seorang siluman yang sekali-sekali bisa menggaruk ataupun mencakar mangsanya yang berada dihadapannya itu?" tanya Alika sambil mengerutkan keningnya karena memang tidak paham dengan jalan isi otaknya Daffa itu.
" Ya itu kan namanya fantasi jadi otomatis segala sesuatu yang ada dipikiran langsung diucapkan di di mulut begitu saja tanpa memikirkan apapun lagi, Lagian aku yakin kamu pasti bakalan berteriak enakan atas servis yang bakal diberikan oleh katak loncat itu?" demi Dewa Merkurius Alika hanya bisa mendesah pasrah karena tidak tahu lagi harus berkata apa-apa lagi kepada pria yang berstatus suami yaitu.
" Ya sudah kalau memang kamu tapi ingat ya kalau mau melakukan hal itu di balkon jangan sampai 2 jam kotor seperti biasanya,, karena itu posisinya bakalan berdiri dan otomatis Pinggangku bakalan pindah dari posisinya jika kamu melakukan dengan waktu yang seperti biasanya!" Daffa begitu berbinar mendengar kalimat yang diucapkan oleh istrinya karena sepertinya mainannya dirinya inginkan bakal didapatkan saat itu juga.
" Oh my God Dewi Fortuna Terima kasih sekali kau datang dalam hidupku saat ini dan akhirnya segala yang ada di dalam otakku bisa terealisasikan tanpa menunggu lagi, dan juga kau bidadari hatiku Tenang saja abangmu ini bakal melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginanmu tanpa menundanya lagi." setelah mengatakan hal itu tanpa banyak bicara dah langsung membopong tubuh istrinya itu menuju balkon yang posisi Cahaya langit yang begitu mendukung dan juga Angin Malam yang begitu santai hingga membuat mereka berpikir bakalan kedinginan ataupun kepanasan.
Alika hanya bisa pasrah dalam hati yang berharap agar tidak ada yang melihat aksi mereka, karena jika tidak bisa dipastikan dirinya bakalan malu semalu malunya sedangkan Daffa pasti biasa saja responnya bukan ke wajah pria itu sudah seperti tembok yang urat malunya sudah Sedikit tergerus.
__ADS_1
" Wow it's amazing view!" setelah mengatakan hal itu tangan Daffa mulai nakal kesana-kemari untuk membelai itu istrinya itu Dan Terakhir bermain di antara dua gundukan kembar yang begitu menggoda iman dan pikirannya selama ini.
" Kamu itu sebenarnya Ketika dilihat dengan kasat mata selalu menggoda iman dan pikiran apalagi kalau sudah berada dihadapanku ingin rasanya aku makan kamu terus tanpa menyiksakan sedikitpun, Kamu kenapa sih selalu menggoda hatiku dan juga membuat aku jadi tidak bisa menahan untuk berhenti menerkam kamu selama ini?" tanya Dafa pelan di sela-sela kegiatan dirinya yang membuka seluruh kancing kemeja yang di gunakan oleh Alika yang membuat pemiliknya hanya bisa mendesah pasrah apalagi ketika seluruh kacamatanya juga ikutan jatuh kacamata pembungkus kedua pepaya mengkal miliknya itu.
" Yank, kamu kenapa sih Nakal banget di bagian itu kan geli?" tanya Alika sambil mendesah tidak karuan membuat Daffa tambah semangat karena dirinya yakin istrinya itu pun sudah mulai menikmati permainannya.
" aku nakal begini akibat dari kamu yang terlalu menggoda dan juga sangat membuat aku tidak bisa menahan nya, apalagi yang di bawah sana aku yakin pasti sudah becek dan membuat aku ingin sekali memasukinya dan mengorek isi dalamnya." goda Daffa membuat Alika bisa merem melek menikmati permainan suaminya yang sudah mulai mengeksplorasi seluruh bagian tubuhnya.
Alika yang sadar dengan tugasnya yaitu melucuti semua pakaian Daffa langsung melakukan tugasnya itu dengan begitu cepat hingga akhirnya keduanya pun kita sama-sama polos,Daffa yang melihat tokoh istrinya yang sudah seperti bayi yang baru lahir begitu terpesona Apalagi langsung di bawah remang-remang Cahaya Bulan.
Alika yang biasanya protes hari ini hanya bisa menikmati permainan sang suami, yang sudah mulai bermain di antara area kedua pa ha nya itu.
Alika begitu terkejut dengan Sikap yang ditunjukkan oleh dakwah itu yang terlihat begitu menikmati seperti orang yang sudah kehausan dan tak bisa menahan hasrat untuk minum, Lupakan semua cairan cintanya itu dinikmati oleh suaminya itu tanpa merasa jijik ataupun seperti terpaksa. Namun wanita yang sudah terlihat begitu menikmati permainan cara suami itu bahkan menarik rambut apa agar lebih maju dan masuk ke dalam, membuat Daffa tersenyum dan merasa yakin jika istrinya itu sudah mulai menikmati apa yang diberikannya.
" ya seperti itu Yang!" desah Alika membuat Daffa tambah semangat.
tak berselang lama tubuh Alika bergetar hebat pertanda wanita itu akan mencapai klimaksnya, membuat Dafa tambah gencar dibawa sana dan tak lama Alika menekan kepala suaminya itu dan mengeluarkan cairan yang membasahi seluruh wajah Daffa.
__ADS_1
slurppp
Daffa langsung menjilat dan menelan nya layaknya sirup yang diminum waktu siang panas,membuat Alika tidak tahu harus merespon seperti apa lagi.
Setelah membuat sang Istri puas kini giliran si Joni yang harus di puaskan,Daffa tanpa meminta lagi karena yakin Jika Alika tidak mungkin menolak keinginan nya itu langsung memasukan adik kecilnya itu di tempat yang seharusnya.
Jlebb
Alika langsung membulatkan matanya sempurna ketika merasa perubahan pada adik kecil suaminya itu,ini dirinya yang salah atau memang Benda itu tambah besar?
"Kenapa Yang?" Tanya Daffa yang menghentikan aksinya itu karena melihat perubahan wajah sang Istri.
"Kok tambah besar ya?" Tanya Alika heran.
Daffa ingin sekali tertawa melihat wajah istrinya itu yang begitu terkejut,dirinya tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya tapi takut Alika kesal kepadanya.
"Bukan kah bagus dia sangat besar tidak seperti tongkol jagung tanpa bentuk,dan bakal membuat kamu jadi merem melek?" Goda Daffa sambil terus memaju mundurkan pinggang nya.
__ADS_1