
Like N KOMENNYA
LOPE U FULL
LANJUT ***
Kini Daffa dan keluarganya sudah datang ditemani oleh Dika,yang sekali kali mencari keberadaan sang istri dan putrinya.
"Ini manusia dua kemana sih,kok bisa bisanya biarkan tamu menunggu sampai tumbuh tunas?" Sungut Dika dalam hati.
Minta pun merasakan hal yang sama,ia sedari tadi gelisah menunggu calon menantu yang dari tadi belum nongol juga.
"Maaf Tuan Mariano,ini Nyonya Alice dan Calon menantu kesayangannya kami dimana?" Tanya Mirna penasaran membuat Daffa jengah.
Ben yang melihat wajah cemberut putranya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya,dirinya tahu betapa tersiksa pria itu akibat dari perbuatan istrinya sekarang.
"Sabar Boy kamu kan tahu Mamanya kamu seperti apa orangnya,jadi lebih baik diam agar aman!" Bisik Ben kepada putranya itu.
"Papa sudahlah jangan cari perkara terus,daripada aku bakalan pulang sekarang!" Sungut Daffa sambil setengah berbisik juga.
Deka hanya menjadi penonton setia tidak bisa bicara banyak,karena dirinya hanya pemanis saja tanpa di butuhkan pendapatnya sama sekali.
"Oh tadi Alice sedang memanggil Alika katanya,jadi nanti ditunggu saja ya Nyonya!" Sahut Dika sambil tersenyum.
"Tapi rasanya seperti sudah berjam jam disini,apa boleh saya yang pergi memanggil mereka?" Tanya Mirna minta izin.
Semua di ruangan itu menatap heran kearah Mirna,apa tidak kelihatan lebay jika wanita itu bersikap begitu.
"Mah,bisa tidak jangan memalukan begitu?" Tanya Daffa kesal.
"Iya Mah sabar saja dong,nanti juga bakalan datang mereka nya!" Ben menimpali perkataan putranya.
"Hadeuh kalian mana tahu urusannya,sudah Diam!Karena Mama itu tanya sama Tuan Dika,bukan sama kalian berdua!" Ketus Mirna tak mau kalah.
__ADS_1
Tap tap tap
Terdengar langkah kaki yang membuat semua orang yang berada di ruang tamu menatap kearah sumber suara,jangan di tanya lagi ekspresi mereka kini.
Wow
(Alika Mariano)
Daffa adalah orang yang paling salting sekarang,karena melihat penampakan di depan matanya kini.
"Oh Tuhan ini malaikat atau Bidadari,kenapa secantik ini!' Panggil Mirna Antusias.
"Bagaimana tidak Nak,kamu setuju kan?" Tanya Mirna meminta persetujuan putranya itu.
"Iya Mah benar sekali!" Puji Daffa yang tak sadar dengan apa yang ia katakan.
"Wah beneran kan,itu Daffa saja sudah terpesona !" Ujar Mirna antusias.
Alika hanya tersenyum kikuk karena mendengar perkataan Daffa barusan,dirinya merasa tersanjung dan juga sedikit malu malu.
" Mama kalau memuji suka ketinggian deh, Aku kan jadi malu!" ujar Alika pelan.
" Wow sudah Panggil Mama segala ya, ternyata kita sepertinya Ketinggalan berita deh Mas." Alice mengatakan hal itu sambil menatap kearah Alika yang sedang menatap dirinya juga.
" Mama apaan sih ngomong Kebanyakan ngelantur nya, Lagian nggak ada salahnya juga kan manggil ya Tante Mirna dengan sebutan mama?" tanya Alika Ketus.
" Ye Mama kan hanya ngomong doang tidak ada maksud apa-apa kok, jangan marah-marah kayak gitu soalnya kelihatan jelek banget!" ejek Alice lagi.
Dika hanya bisa menggelengkan kepala,Bagaimana tidak kedua wanita dalam rumahnya itu tidak pernah berubah untuk masalah berdebat entah mau ada tamu ataupun tidak mereka merasa untuk bodo amat.
__ADS_1
" Ayo semuanya duduk kenapa malah berdiri? Oh iya Alika kamu ajakin Dafa dong keliling rumah, Mungkin ada yang ingin kalian berdua bicarakan secara pribadi?" tawar Alice membuat Alika benar-benar merasa kesal.
" Ya Tuhan, Kenapa sih punya Mama kok gini amat? kok bisa-bisanya Biarkan anak gadisnya sendirian sama anaknya orang, apa tidak takut aku bakalan dinodai?" Ketus alika dalam hati.
" Oh iya tentu saja tante saya juga ingin berbincang berdua saja dengan Alika, Nanti kalau sudah selesai saya bakalan Kembalikan ke kalian lagi!" Daffa menimpali perkataan Alice tadi.
" lho Mama kok gitu sih aku masih mau duduk di sini loh, Lagian apa yang mau dibicarakan aku lagi enggak minat?" tanya Alika heran.
" eh mana bisa begitu pokoknya mama tidak mau tahu kamu harus berduaan ngobrolnya sama Daffa, Mama ingin kalian dekat tidak jauh kayak begini." Alice masih saja tetap dengan pendiriannya.
" Iya benar apa yang dikatakan Mama kamu itu nak, Lagian Tidak ada salahnya kan kalau kalian hanya berdua saja untuk mengobrol tentang masa depan kalian. Tapi ingat jangan kelamaan ngobrol soalnya Ada hal penting yang harus kita bahas, tidak ada kata tapi-tapian ataupun menolak!" nah tuh kan Lihat kali ini mamanya Daffa yang bertindak.
" baiklah terserah kalian saja, kalau begitu Kami pergi dulu Nanti kalau tidak pulang jangan dicariin mungkin anak gadis Mama sudah tinggal nama saja!" Alika sengaja menyindir Alice seolah tak mengerti dengan kemauan.
" Ya sudah sana, ingat kalau mau jalan itu lurus jangan salah belok atau lagi mencoba hal baru belum sah jadi tidak bisa macam-macam!" tegas Alice serius.
Alika heran dalam hati dengan jalan pikiran Mamanya itu, tadi mengusirnya secara halus eh giliran sudah di setujui malah sekarang ada kata-kata aneh yang keluar lagi.
" ya semerdeka dan sebahagia mama sajalah, aku mah bisa apa cuma remahan rengginang doang!" ujar Alika harus segera pergi dari situ dengan disusul oleh Dafa di belakang.
kini kedua manusia yang sudah tidak bisa dibilang ABG lagi karena umur mereka sudah bisa untuk diajak buat nikmati surga dunia, berjalan kaki menuju taman kota yang tidak jauh dari Komplek perumahannya Alika.
sepanjang perjalanan Alika memilih fokus pada ponselnya, tidak ada niatan buat berbicara sedikitpun dengan pria yang berjalan sejajar dengannya kini.
Dafa yang merasa dicueki oleh Alika menjadi Jengah sendiri, pasalnya terlihat benda persegi di tangan wanita itu lebih menarik daripada dirinya.
" kalau tahu bakalan dijadikan patung berjalan seperti ini, lebih baik tadi aku di rumah saja!" Daffa merasa kesal sengaja menyindir Alika agar sadar.
" kalau sudah tahu begitu kenapa tadi Maunya saja disuruh, jadi sekarang Terima nasib Bro jangan banyak berkomentar!" ujar Alika yang masih terus berselancar di dunia maya.
" Kamu itu kenapa sih Jadi orang kok mulutnya nyolot banget, saya itu tadi ngomongnya baik-baik Loh kenapa ya jadi ngegas seperti ini?" tanya Daffa heran.
" Ya jelas harus jelas lah kalau orang yang menjadi lawan bicaranya itu kamu, aku bakalan menyesal kalau bicaranya slow saja. kamu itu tidak pantas di baik baikin, lebih enak diajak buat adu jotos." Sindir Alika membuat Dafa tak bisa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
Daffa masih waras untuk mengajak seorang gadis berdebat di malam yang gelap terus di taman kota lagi, yang ada dirinya yang bakalan jadi tersangka.