MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 148


__ADS_3

Raka sekarang tengah kebingungan karena harus bersikap seperti apa menghadapi dunia sekitarnya begitu terasa asing, jika orang lain melihatnya secara kasat mata maka mereka pasti berpikiran jika pria itu selalu bahagia karena dikelilingi oleh harta kekayaan dan juga para wanita cantik.


kesempurnaannya itu ditambah lagi ketika dirinya berhubungan dengan Alika, wanita cantik tanpa cacat dan cela memiliki kepribadian yang santai tapi tegas. sungguh sebuah berkat yang di berikan Tuhan melebihi apapun, Namun sayang mungkin karena terlalu merasa disayangi oleh Tuhan dirinya sampai gelap mata tidak sadar dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain yang berhak bahagia dan memiliki kehidupan yang layak,


padahal Tuhan selalu berkata apapun yang kuberikan kepadamu di dunia ini ini merupakan hakmu, tetapi jika suatu saat engkau ku panggil pulang Percayalah Apa yang kau punya sekarang ini bukan merupakan bekal dalam perjalanan bukan juga bekal untuk menghapus dosa melainkan sebuah warisan yang harus kau tinggalkan demi anak cucu.


kini akhirnya Raka sadar Tetapi entah sadar 100% atau tidak hanya dirinya sajalah yang tahu, yang penting Intinya cuma satu hidupnya sekarang berbeda jauh dengan yang terjadi selama beberapa tahun belakangan. masa lalu pria itu merupakan seorang Don Juan terkenal di kalangan para wanita nakal dan juga wanita malam, sekarang jangankan berhubungan dengan wanita nakal atau pun wanita malam berbicara dengan wanita yang dibawah standarnya saja dirinya tak dapat melakukan hal itu.


jika bertanya apakah ia merasa bahagia untuk keadaannya sekarang Tentu saja tidak jawabannya, karena seseorang dengan isi otaknya selalu tidak pernah beres diminta untuk berubah dalam hitungan hari itu adalah perkara yang mustahil seperti orang yang ingin mandi tapi takut basah.


Raka ini duduk termenung di bawah sinar rembulan Sambil mencoba untuk menelaah kira-kira hidupnya Mau Dibawa Kemana Jika seperti begini, di umurnya yang sudah tidak muda lagi memang tidak bisa dipungkiri jika dirinya ingin butuh pendamping tetapi menjadi targetnya itu hanya seorang yaitu Alika mariano yang merupakan istri orang.


orang tersebut pulalah yang membuat dirinya sekarang terdampar di pulau antabranta tanpa alat komunikasi sedikitpun syukur juga listriknya 1 * 24 jam, coba tidak hidupnya bakalan sempurna sengsara nya tidak pernah terbayangkan apalagi meminta sedikitpun.


" ini orang yang ada di sini aku harus mengajaknya berbicara menggunakan bahasa apa ya, sebab jika tidak aku bakalan disini kekal abadi tanpa berpindah sedikitpun! "lirih Raka sambil menatap kearah sekitar yang sudah kembali sunyi tidak seperti tadi siang.


jika pria yang biasa memberikan mereka uang tanpa memikirkannya sedang bersusah hati memikirkan nasib yang tidak menentu, berbeda dengan wanitanya yang selama ini garapnya terlihat begitu bahagia dibawa dentuman alat musik yang keras sehingga membuat orang yang berada di dekatnya harus berbicara dengan begitu kerasnya.


tampak Dea yang menggunakan pakaian super minim sedang berlenggak lenggok seperti cacing kepanasan, dirinya mencoba memikat pria hidung belang yang butuh belaian seperti selama ini yang dilakukannya kepada Raka.


meski diakui jika kekuatan Raka itu sungguh sangat membuat dirinya kewalahan tapi mendesah penuh kenikmatan, dirinya mengakui hal itu dari lubuk hati yang paling dalam tapi jika duduk menunggu saja agar pria itu muncul tanpa kepastian seperti begini yang ada membuat dirinya kesusahan sebab tidak mempunyai uang sama sekali.


" Hai Girls boleh aku gabung? " tanya seorang pria pria yang terlihat memiliki tubuh yang atletis membuat Dea tersenyum bahagia dalam hati karena Akhirnya ada yang mau makan umpan.


" Oh silakan saja ini kan tempat umum Semua orang bisa bergabung begitu saja, kecuali tempat pribadi hanya ada dua orang entah apa yang mereka lakukan yang penting bisa membuat orang menjadi ahhh!" ujar Dea sambel setengah mendesah dan mengedipkan matanya yang sebelah seolah memberi kode pada pria itu jika dirinya bisa dipakai.


" kalau misalnya aku ajak kamu untuk berduaan saja kamu mau tidak, soalnya Kebetulan malam ini aku sedang suntuk ingin mencoba sesuatu yang baru dan wanita yang baru pula?" tanya pria itu sambil tersenyum penuh kemenangan membuat Dea ingin sekali berteriak Jika ternyata pekerjaan menggaet pria itu sesuatu yang sangat tidak menyusahkan Kenapa dirinya tidak mencoba hal itu selama ini.


" Ya tentu saja aku bisa dong yang penting sesuai dengan servis yang bakalan kuberikan nanti, soalnya di dunia ini tidak ada yang gratis jika mau mendapatkan sesuatu yang sangat wow tapi sesuai kantong juga." ujar dia begitu percaya diri membuat pria hidung belang itu ingin sekali menerkam wanita itu di tempat umum toh ini adalah klub malam otomatis melakukan hal mesum di sudut manapun tidak ada yang bakalan peduli yang ada mereka bakal ikut untuk menyesuaikan.


" oke deal kamu tenang saja aku merupakan pria yang bisa kamu percaya, dan juga membuat kamu berteriak penuh kenikmatan hingga mungkin akhirnya bakal minta tambah!" membuat Dea tersenyum penuh bahagia ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria asing yang baru dikenalnya beberapa menit yang lalu.


" Oke perkenalkan namaku Maximus Kamu bisa memanggilku Max, dan siapa nama kamu wanita paling cantik yang pernah aku temui sekarang ini!" Max mulai memberikan gombalan maut yang membuat dia bersemu karena merasa begitu tersanjung dengan apa yang dikatakan oleh pria itu.

__ADS_1


" nama aku Dea terserah kamulah memanggilku apa tapi itulah namaku, Oh iya kamu boleh kan aku minuman doang soalnya tenggorokan Aku udah dari tadi pengen merasakan sesuatu yang panas!" pinta Dea sambil tersenyum.


" Bagaimana kalau kita minumnya berduaan saja di tempat yang cocok, agar bisa menikmati malam ini tidak diganggu oleh orang lain?" tawar Max dijawab dengan anggukan kepala oleh Dea pertanda setuju dengan saran yang diberikan oleh pria itu.


" aku sih Oke saja yang penting ada temannya daripada sendirian kan suntuk, Ya sudah aku ambil tas dulu ya nanti kita pergi kemanapun yang sesuai dengan keinginan kamu!" ujar Dea sambil membelai dada bidang Max itu.


kita hentikan menceritakan tentang anak manusia yang terlama melakukan hal laknat yang tidak pantas untuk dibahas karena nanti dibilangnya lebay, sebab sekarang komentar yang diberikan oleh para pembaca Terkadang seolah menyudutkan pemikiran Penulis itu sendiri.


padahal sebenarnya penulis juga tidak pernah meminta kalian meresapi apa yang ditulis karena ini hanya sama atau untuk hiburan, seperti kalian menonton tok Tok tidak mungkin juga kan harus mengikuti orang yang ada di dalam situ putih bersih mulus dan juga mempunyai otak jenius.


di lain tempat Diana tampak sedang berusaha menghindari Deka yang ternyata malah mengikuti keduanya mencari makan di luar, Padahal tadi sebenarnya Diana berharap jika pria itu sedikit menjauh darinya agar dirinya bisa bernafas lega.


" ini orang Kenapa juga sih harus ngikutin aku Memangnya dia pikir tempat lain itu tidak ada lagi selain Disini, Arin sangat menyebalkan kalau mulutnya tidak lemas tadi masih tidak mungkin bakalan terdampar dengan pria aneh bin ajaib ini!" Sungut Diana dalam hati.


" Kamu kenapa dari tadi kok Kelihatannya tidak semangat begitu padahal ini semua prianya pada bening-bening banget loh, Harusnya kamu bersyukur ada di surga dunianya para pria tertampan di jagat? aku kalau jadi kamu yang statusnya mengambang di udara tidak ada kejelasan mendekati mereka terus minta foto bareng, bukan malah wajahnya ditekuk seperti apakah yang belum disetrika sama sekali Kusut banget!" goda Arin membuat Diana mendengus kesal.


" kamu kalau mau minta fotonya silakan saja tapi aku tidak minat dengan membunuh memory cardnya aku dengan wajah-wajah orang yang tidak kukenal, Lebih baik aku foto bintang bulan yang otomatis bisa dimiliki oleh siapapun yang ada di dunia ini!" seru Diana dengan memasang wajahnya begitu terlihat tidak bersahabat.


" Gimana kalau kamu fotonya bareng aku aja, kebetulan wajah aku kan lebih bagus dari mereka terus tanpa sentuhan pisau operasi sedikit pun? "tanya Deka kepada Diana bukan kepada Arin padahal sebenarnya yang dari tadi antusias mengajak foto yaitu Arin.


mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang dari tapi selalu setia mengikutinya dari belakang membuat Diana mengerutkan keningnya, padahal dirinya tidak ingin berbicara kepada pria itu kenapa malah berbuat seolah mereka sangat kenal dekat selama ini.


" Oh tentu saja Om paling cocok loh kalo fotonya sama Diana temanku ini yang paling cantik kece badai membahana, nanti bakalan aku pasang di instastory kalau kalian merupakan couple gold selanjutnya." ujar Arin begitu antusias.


Diana yang tadi hendak berkomentar dengan apa yang dikatakan oleh Deka itu kini balik menatap tak percaya kearah Arin, Sejak kapan wanita itu menentukan pemikirannya sendiri tanpa bertanya dulu kepada Diana.


" kamu kalau ngomong jangan sembarangan ya


Memangnya Sejak kapan aku melakukan sesuatu harus disuruh sama kamu, jadi orang kok tega banget seolah aku ini anak kecil terus harus diatur sama kamu!" Ujar Diana kesal.


"Hehe aku kan hanya menawari ke kamu saja tidak ada maksud lain,tapi kalau kamu berniat ya tidak masalah!" Ujar Arin sambil terkekeh geli melihat wajah Diana yang dari tadi kesal kepadanya.


"Kenapa diam,mau atau tidak dengan apa yang tawarkan tadi?" Tanya Deka yang sebenarnya tahu jawaban apa Yang bakal diberikan oleh Diana hanya saja dirinya iseng agar wanita itu marah.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Deka barusan membuat Diana tambah emosi,karena pria itu sengaja ingin membuat dirinya marah marah dihadapan orang lain.


"Kamu...


"Kenapa kamu mau marah? Wah ternyata orang yang badannya kecil seperti semut,adalah orang yang paling ngegas kalau mau marah?" Sinis Deka.


"Ishhh,ayo pulang !" Ajak Diana sambil menarik tangan Arin agar ikut denganya.


"Eh jangan seperti begitu dong,memangnya aku ini kuda apa asal kamu tarik begitu saja?" Tolak Arin tapi tak dihiraukan sedikitpun oleh Diana.


"Diam kamu! Setiap kali kamu berbicara selalu saja ada masalah yang muncul,jadi lebih baik diam karena aku bakal marah besar ke kamu!" tegas Diana.


Ternyata Deka pun melepaskan makannya begitu saja setelah membayarnya,karena dirinya ingin memastikan jika Diana baik baik saja.


Woiii Bro! yang ditarik tangannya itu adalah Arin,kenapa kamu malah khawatir dengan keadaan Diana?


Jadi orang kok aneh sekali masa iya kasih perhatian tapi pada orang yang salah,itu mah nama nya jauh panggang dari pada api.


" astaga Diana kamu tidak malu apa kita berdua jadi bahan tontonan orang semua, kalau mau malu sendirian saja jangan ajak aku untuk malu berjamaah! tuh lihat si om om tampan juga lagi ngikut ke arah sini soalnya dia takut Kamu kan orangnya Barbar pasti bakalan menyiksaku, Wah ternyata Aku adalah orang yang paling sangat membuat orang lain bisa memperhatikanku sampai selebihnya." ucap Arin penuh percaya diri membuat Diana menatap Jengah kearahnya.


Diana menatap tajam kearah Arin Agar memberi kode kepada wanita itu supaya diam, bisa pecah kepalanya kalau dari tadi hanya dengar wanita cempreng itu nyerocos terus tanpa ada untuk berhentinya.


" kamu bisa diam tidak jadi orang Kenapa mulut kamu tuh selalu saja komat kamit terus dari tadi, aku tahu memang kamu perempuan jadi punya mulutnya itu lebih dari satu tapi tolong gunakan itu disaat yang diperlukan dan diam di saat tidak digunakan sama sekali?" Dian sudah tidak peduli dengan bahasa yang ia lontarkan mau dihargai atau tidak didengar atau tidak oleh Arin yang penting sudah diucapkan.


" Ih kamu kok gitu sih samakan aku dengan kamu kita kan beda kalau kamu kan sekalian ngomong langsung ada masalahnya, kalau aku itu ngomong membuat dunia terasa damai tidak sunyi senyap seperti orangnya sudah mati semua." ujar Arin begitu percaya diri membuat Diana ingin sekali menghabisi sahabatnya itu tapi sayang membunuh kan dilarang.


" Kenapa mereka berdua jalannya begitu cepat sekali apa kaki mereka itu keturunan Turbo jadi tidak bisa dikejar, jadi wanita kok tingkahnya tidak ada manis-manisnya!" Deka merasa heran dengan sikap Arin dan juga Diana yang dari tadi tidak mempedulikan orang sekitar yang tengah menatap heran ke arah mereka berdua.


" Hey Nona Nona tolong jaga sikap kalian jangan mempermalukan wanita Indonesia yang terkenal sebagai pribadi yang sopan santun dan menjaga image, jika kalian seperti begini bisa dipastikan para pria Korea yang dulu menganggap wanita Indonesia adalah orang ramah maka mereka bakalan merubah pemikiran itu." entah bagaimana caranya tapi Deka kini sudah berada tepat di hadapan mereka berdua membuat Diana mengerutkan keningnya karena merasa heran.


" Terima kasih atas penjelasannya Om tapi maaf ya Dari lubuk hati saya yang paling dalam tidak ada niat sedikitpun untuk mencari suami orang luar, soalnya ribet di paspor dan juga di bahasanya kalau misalnya Oma saya ketemu sama suami saya cara ngobrol nya gimana coba? yang ada nanti satunya ke laut satunya ke gunung terus ketemu nya dimana, masa iya ketemuannya di pengadilan?" Sindir Diana membuat Arin ingin sekali tertawa.


" Hei yang saya katakan itu bukan kamu Lagian pria Korea yang terkenal halus mana mau sama wanita barbar yang sekali menatap orang langsung nyalinya menciut, saya itu sedang membicarakan semua wanita Indonesia yang sedang ngarit padi di sawah sekarang ini. lihat mereka itu adalah wanita yang terhebat karena apa tidak pernah duduk dan menikmati hasil uang dari orang tua, tidak seperti kalian yang sudah numpang hidup terus rajanya foya-foya tidak tahu berterima kasih sama sekali eh sampai di negeri orang malah cari perkara!" Deka tak kalah pedas dari perkataan Diana tadi.

__ADS_1


__ADS_2