MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN

MANTANKU BRENGSEK VS SUAMIKU AROGAN
episode 161


__ADS_3

"Astaga Ibu,Maaf tadi itu karena keasyikan ngobrol sampai lupa waktu dan keadaan. semoga saja nanti Pak Alan nanti tidak melakukan hal yang bisa dia sesalkan seumur hidup, karena aku yang bukan siapa-siapa saja ketika mendengar apa yang dikatakan oleh ibu jadi merinding sendiri apalagi nanti kalau terjadi sama beliau?" ujar Rena membuat Ana menatap heran sehingga mengurungkan niatnya untuk pergi dari tempat itu karena sepertinya ada terselip kata-kata yang mesti ia keluarkan dari dalam benaknya.


" sebenarnya tidak masalah dia itu mau selingkuh atau tidak karena Bukankah kami itu belum sah dan terikat dalam ikatan apapun, hanya saja semoga apa yang kita waspada akan itu benar-benar tidak terjadi di dalam kehidupanku selanjutnya kapanpun dimanapun dan seterusnya seperti begini!" sahut Anna sambil tersenyum karena dirinya sebenarnya belum merasa yakin dengan kesungguhan Alan dalam menjalani hubungan dengannya karena bisa dipastikan dan tidak salah jika dirinya Hanya dianggap sebagai pelarian.


Rena yang mendengar kata kata ambigu dari Ana merasa heran sendiri karena sepertinya hubungan majikan itu itu tidak dilandaskan pada sebuah rasa kepercayaan, dan entah itu faktor apa yang penting pastinya hanya satu yaitu dirinya tidak mempunyai wewenang untuk mencari tahu semuanya secara detail mungkin sebab apalah posisinya sekarang ini.


hanya saja sebagai seorang wanita dirinya ingin majikan yang super baik tetapi bawel dan juga super perhatian tetapi cerewet itu selalu mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya, karena biar dilihat dari segi manapun Alan itu mempunyai perasaan yang kuat terhadap wanita yang berada dihadapannya itu yang tatapannya selalu tegas dan serius.


" Saya doakan ibu semoga selalu bahagia dan hubungan dengan Pak Alan selalu langgeng, kalau bisa undangannya cepat menyusul datang ya soalnya saya sudah merindukan makan rendang dan sate yang selalu saja tidak pernah Terlewatkan kalau ada acara acara nikahan ataupun apapun itu yang membuat selalu kangen untuk datang!" Ana mendengus kesal mendengar permintaan Rina itu karena sepertinya bukan hubungannya yang dirinya doakan melainkan harapan untuk memakan enak.


" kamu itu Percuma saja saya ngobrol sama kamu dari tadi panjang kali lebar dan hasilnya X kuadrat, sampai akhir akhirnya tidak menghiraukan keadaan kekasih saya yang sedang kelaparan sebab dikiranya kamu itu lagi ingin mengobrol hal penting Eh tau-taunya unfaedah sama sekali! "sungut Ana lalu segera meraih nampan di atas meja dan pergi dari tempat itu tanpa mempedulikan wajah Rena yang begitu cemberut.


" yah saya kok Malah ditinggal tanpa pamit sama sekali padahal kan apa yang saya katakan tadi itu benar sekali tidak ada yang salah, tapi Beginilah nasib seorang jomblo selalu saja Tidak Dianggap dan alhasil bakalan gigit jari sendirian?" gerutu Rena karena melihat Ana pergi dari situ tanpa menghiraukan dirinya sama sekali setidaknya pamit atau apalah karena sudah dijadikan Teman ngobrol yang entah nyambung atau tidak.


berbeda dengan Alan ketika melihat Ana yang sudah bersiap untuk meninggalkan dapur dirinya pun segera kembali kearah ruangan kekasihnya itu, dirinya tidak ingin menangkap basah sedang menguping percakapan dirinya dan Rena di dapur alhasil membuat wanita itu kembali marah-marah yang tidak jelas akibat sikapnya yang kurang ajar itu yang tidak tahu sopan santun melakukan sesuatu tanpa pikir.


" Semoga saja tidak ketahuan tapi kenapa hatiku masih saja mengingat apa yang dirinya katakan tadi ya, itu artinya besok lusa aku tidak boleh macam-macam dengan mataku ini dan melihat kearah yang lain bisa-bisa ditinggal selingkuh pas lagi sayang-sayangnya!" Alan mencoba untuk mensugesti dirinya agar tidak mengecewakan Ana Nantinya.


Ana masuk ke dalam ruangan itu sambil tersenyum berharap agar Alan tak memarahi dirinya yang begitu lelet dalam mengerjakan sesuatu, sebab yang ia waspadai jangan sampai Alan merasa dirinya Setengah Hati melakukan hal itu semua.

__ADS_1


" Sayang maaf makanannya tadi lama soalnya Rena nggak cuekin aku mau ngobrol, nanti kalau kamu marah aku bakalan kasih Sun gratis deh biar kamu jadi di kembali manis kelihatannya!" bujuk Ana yang memang tak ingin jika Alan memarahinya karena biar bagaimanapun Ini semua bukan karena kemauannya melainkan tidak mungkin Rena kalau lagi pengen ngobrol ataupun curhat dirinya harus meninggalkan wanita itu begitu.


Alan yang sebenarnya ingin komplain langsung mengurungkan niatnya itu, Siapa sih yang tidak bahagia ketika dirinya dipanggil sayang Padahal selama ini kan Ana selalu memanggil dirinya itu kamu dan kamu.


" kamu tadi memanggil aku dengan sebutan apa sih sepertinya aku kayak kurang connect, kalau bisa kamu ulangi lagi dong Siapa tahu dengan mendengar hari itu kembali aku bakalan bertambah semangat makan siangnya?" tanya Alan memastikan membuat Ana menatap heran ke arahnya sebenarnya panggilannya yang mana yang harus diulangi lagi.


" bagian mana ya kata-kata Aku tadi yang pengen kamu dengar karena setahu aku hanya mengajak kamu makan saja tidak ada yang lebih dari itu, atau kamu mau aku ulangi kamu seperti yang sekarang aku katakan?" Katanya Ana yang seolah tidak peka sama sekali dengan keinginan Alan membuat pria itu mendengus kesal.


" ah kamu mah tega selalu saja setiap kali aku menanyakan hal yang penting Kamu mematahkan semangat ku begitu saja tanpa pernah untuk mengangkatnya tinggi-tinggi tanpa menghempaskan ke bawah, Ya sudah tidak jadi dengan pertanyaan yang tadi lebih baik kita makan saja menikmati berkat Tuhan yang ada!" ajak Alan dengan wajahnya yang di tekuk.


" Ya sudah kalau begitu lagian aku kesini kan Buat ngajakin kamu makan buat ini bukan ngajakin kamu ngobrol, jadi karena kamu sudah bilang begitu ya sudah kita langsung menikmati saja semua yang ada di sini dan juga tolong jangan pasang muka bete kamu itu soalnya aku jadi malas melihatnya!" Sindir Ana namun Alan memilih malas tahu karena jika setiap keinginan Ana dituruti bisa dipastikan wanita itu bakalan keras kepala dan tak menganggap kehadirannya sama sekali.


Sedangkan di lain tempat terlihat pasangan yang selalu so sweet dimanapun dan kapanpun itu tengah menikmati waktu berdua, selagi belum dikasih kepercayaan oleh Tuhan mereka selalu menggunakan waktu seperti pasangan yang sedang Kasmaran.


"Sayang gimana kalau kita coba bermain di Balkon,soalnya bakal dapat Feel yang paling Oke?" Tanya Daffa sambil menaik turunkan alisnya.


Alika menatap heran kearah suaminya itu,sebab ada saja jalan pikirannya yang membuat orang lain jadi kebingungan.


"Kamu itu kalau ngomong jangan sembarangan dong,bikin aku Kesal saja lihatnya?" sungut Alika kesal.

__ADS_1


Dafa hanya bisa tertawa ketika mendengar istrinya itu bersungut-sungut atas permintaannya tadi, padahal menurut pemikiran pria itu tidak ada salahnya jika meminta hal yang lain daripada yang lain kepada Alika. karena Biar bagaimanapun pasangan pengantin baru itu selalu saja berfantasi ingin mencoba suatu hal yang baru, tanpa memikirkan gaya yang itu-itu saja dan monoton yang hasil akhir bisa membuat bosan.


" Ya itu kan hanya pemikiranku saja bukan juga mau memaksa kamu ataupun berfantasi yang aneh-aneh, kalau memang kamu tidak menyetujuinya ya tidak masalah juga sih lagian mungkin masih ada hari esok yang bakal kita lakukan hal itu?" tanya Daffa sambil tersenyum-senyum membuat Alika tidak tahu harus berkata apa lagi kepada pria itu yang dari dulu sampai sekarang otaknya selalu sengklek tidak ada yang benar.


namun Alika tidak mungkin juga akan mengatakan hal yang aneh-aneh kepada Daffa karena biar bagaimanapun kewajiban seorang istri yaitu memuaskan sang suami, tapi balik lagi sama suami juga harus mengerti dengan keadaan dan juga kemauan sang istri karena jika tidak hasil akhir pasti bakalan bertengkar hanya karena masalah ranjang.


" Aku bukannya tidak mau mengikuti gaya yang sesuai dengan keinginan kamu itu , hanya saja Tolong kamu pahami juga dengan karakter ku dan apa yang aku inginkan atau tidak!" penjelasan Alika itu membuat Daffa sadar jika sang istri itu harus diberi stimulan yang paling oke atau dengan bahasa lainnya yaitu foreplay agar permainannya bisa lebih bervariasi karena


Ketika Alika sedang sibuk memikirkan apa yang harus dijawab oleh nya,karena tidak mungkin juga dirinya menolak apa yang dikatakan oleh Daffa hanya saja tanpa harus mengeluarkan tenaga ekstra karena dirinya memang benar-benar sedang sangat ingin istirahat.


" gimana kalau begini ini lebih baik kita keluar jalan-jalan menikmati waktu yang ada daripada terkurung terus di dalam sini,lagian rugi juga kan kalau harus membuang uang percuma tanpa hasil sama sekali?"Tawar Alika membuat Daffa menatap heran kearahnya.


"Kamu kok bisa sih bicara begitu, Memangnya tadi aku salah ngomong apa sih sampai respon kamu seperti begitu? kalau memang kamu keberatan ya sudah tidak masalah hanya saja lain kali jangan pakai alasan yang membuatku kadang-kadang bingung sendiri, kamu itu terlalu banyak menolak semua keinginanku tanpa pernah memikirkan ada yang salah tidak sama semua itu?" tanya Daffa membuat Alika menatap Jengah ke arahnya.


" aku itu bukannya menolak semua keinginan kamu hanya saja ingin menawarkan sesuatu yang baru, tapi kalau memang kamu tidak mau ya sudah tidak masalah dari pada akhirnya kita bertengkar karena masalah sepele?" penjelasan Alika itu membuat Dafa tidak ingin berkomentar banyak lagi karena nanti sama saja dari dulu sampai sekarang wanita itu tidak pernah mau mengalah.


" Ya sudah karena sebagai suami yang baik aku itu akan mengikuti semua kemauan kamu tanpa terkecuali Hebatkan aku, jadi kamu juga sebagai seorang istri jangan hanya aku saja yang mengalah setidaknya sekali-sekali Kamulah yang mengalah meski pun merasa diri paling benar!" akhirnya sinetron berubah jadi suara hati seorang suami .


"Ya sudah maaf kalau aku salah dan juga selalu ngegas,nanti aku bakal berubah untuk kamu dan juga untuk kita!" Alika benar benar tidak ingin berdebat.

__ADS_1


__ADS_2